Release info

아는 건 별로 없지만—가족입니다—My Unfamiliar Family E09 NEXT VIU
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-06-30
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sub bY VIU

Resynced == ANANG KASWANDI ==

"Toko Buah Yoo"

Aku...

Aku kembali.

Kamu akan tahu setelah ingatanmu pulih

betapa membingungkannya

kamu melakukan ini untukku.

Dia pasti ingin

memukul wajahku yang tidak tahu malu.

Aku kagum dia bisa tahan denganku

dan tetap bersamaku.

Saat usiaku 22 tahun,

aku merasa hidupku sudah berakhir.

Aku berdoa

demi satu alasan untuk hidup.

"Susu Surim"

Hari itu, dia muncul dalam hidupku seperti takdir.

Aku akan bekerja keras

agar kita bisa pindah ke tempat yang lebih bagus dan nyaman.

Ayah pulang.

Ayah mengemudi dengan baik hari ini?

Tentu.

Selamat datang. - Terima kasih. Di mana Ibu?

Di kamar kalian. - Di kamar kalian.

Di kamar kami?

Selamat datang.

Ini dia.

Kamu menangis?

Tidak.

Apa ada masalah? Apa anak-anak nakal?

Aku sedih saat membaca buku.

Kamu menangis saat membaca buku? Seperti anak kecil?

Kamu mengejekku saat aku menangis menonton film.

Anak-anak ada di sana.

Aku ingin dia bahagia seperti aku,

dan mencintaiku sebesar aku mencintainya.

"Jembatan Wilayah Madison"

Eun Hee.

Apa yang kulakukan

sampai dia pergi?

Aku berjanji

jika dia kembali, aku akan hidup sebagai ayah anak-anak.

"Episode 9"

Kudengar Ayah melamar Ibu pada hari ini

dan itu hari pertama dia memegang tangan Ibu.

Katanya foto ini diambil untuk mengenang hari itu selamanya.

Ibu.

Ayah salah, bukan?

Ibu bilang sudah mengandung Eun Joo di sini.

Dia tidak mungkin lahir prematur.

Ibu bilang Eun Joo lahir setelah waktunya.

Apa Ibu

yang salah?

Ibu tidak

mengerti perkataanmu.

Ingatan ayahmu

masih belum pulih, itu saja.

Mau semur daging?

Kamu suka makan semur daging sapi dan ikan teri tumis

dengan bir.

Ibu.

Aku selalu bertanya-tanya...

Kenapa Ibu

hanya membawa Eun Joo saat pergi dari rumah?

Kenapa Ibu tidak mengajakku?

Saat itu,

ibu lebih muda darimu sekarang.

Ibu tidak tahu harus bagaimana.

Ibu. Bukan itu yang kutanya.

Sejak saat itu, aku sangat takut Ibu akan pergi lagi.

Aku ingin Ibu mengajakku jika pergi lagi,

jadi, aku selalu berhati-hati agar tidak membuat Ibu marah.

Aku ingin tahu apa ada alasan lain

dan itu bukan karena Ibu membenciku.

Aku merasa buruk

bersikap kejam kepada Eun Joo seumur hidupku, itu alasannya.

Benar.

Saat kembali,

ibu sadar telah membuatmu sangat ketakutan.

Dahulu kamu selalu tersenyum

dan percaya diri bahkan setelah membuat masalah.

Tapi kamu mulai berhati-hati

dan melihat sekeliling

untuk memeriksa keberadaan ibu.

Maafkan ibu.

Aku ingat

ucapan Ayah di pernikahan Eun Joo.

Ada apa denganmu?

Kenapa wajahmu terus merengut?

Aku tidak marah.

Apa karena aku tidak seelegan keluarganya?

Maafkan aku.

Maaf aku tidak pantas menjadi ayah Eun Joo.

Kurasa

sekarang aku mengerti

apa maksudnya.

Ibu harus bagaimana?

Apa yang harus ibu lakukan?

Ibu ingin merahasiakan ini

di antara kami berdua selamanya.

Ibu harus bagaimana?

Benar.

Tidak ada rahasia yang abadi.

Siapa sangka ayahmu akan tiba-tiba berusia 22 tahun

dan mengungkitnya?

Berikan foto itu padanya.

Ibu muak dan lelah dengan ketidakdewasaannya.

Dia tidak bersalah. Aku tahu.

Haruskah aku berpura-pura tidak tahu?

Eun Joo tetaplah kakakku. Itu tidak akan pernah berubah.

Tidak ada yang perlu diubah.

Apa pun kata orang, ayahmu adalah ayah Eun Joo.

Tidak diragukan lagi.

Jika bukan karena itu, ibu tidak akan bertahan dengannya sampai kini.

Eun Joo berhak mengetahui kebenarannya.

Jangan sampai dia tahu dari orang lain.

Ibu harus

memberitahunya sendiri.

Aku pulang.

Astaga, apa lagi kali ini?

Kalian tidak bertengkar, bukan?

Mari akur, ya?

Berantakan sekali.

Apa kamu

mendengar percakapan kami? - Tidak.

Apa yang kalian bicarakan?

Tidakkah kamu

ingin mengatakan sesuatu kepadaku? - Tidak.

Duduklah.

Kamu menyatakan perasaanmu kepadaku, jadi, aku harus merespons.

Aku menjauh dari keluargaku setelah masuk sekolah kedokteran.

Aku tidak punya teman bercerita.

Kamu satu-satunya keluarga dan temanku.

Aku serius.

Aku akan kembali bekerja besok.

Aku akan memberimu waktu sebanyak yang kamu mau.

Mulailah dari awal.

Carilah seorang pria.

Aku hanya ingin mengobrol denganmu hari ini.

Kamu butuh anak, suami, dan cinta.

Itu keluarga sungguhan.

Kamu tidak akan pernah bisa memiliki itu denganku.

Kamu tidak perlu merencanakan masa depanku dengan sangat cermat.

Aku akan mengurus masalahku sendiri.

Aku memutuskan menjadi temanmu, tapi itu sulit.

Aku juga sulit memaafkanmu.

Namun,

jika aku mengabaikan satu hal itu, tidak masalah.

Karena aku tahu semuanya.

Setidaknya aku tidak akan gelisah karena tidak tahu.

Tunggu sampai aku tahu yang kuinginkan.

Lalu, putuskan sendiri dan beri tahu aku.

Jangan menekanku.

Itu baru adil.

Tentu.

Lakukan sesukamu.

Kita harus menjadwalkan ulang rapatnya.

Pak Im cuti.

Dia baru saja bekerja. Bagaimana bisa dia berlibur?

Mungkin dia sedang bersama pacarnya.

Hei, Eun Hee tahu.

Apa? - Mengenai Eun Joo.

Entah bagaimana caranya, tapi aku mendengarnya

bicara dengan ibuku tentang Eun Joo.

Dia mengatakan sesuatu kepadamu?

Dia tidak tahu aku tahu.

Kamu pikir dia tidak tahu?

Aku ragu dia tahu.

Dia pasti akan menanyaiku.

Aku harus bagaimana?

Mari katakan yang sebenarnya.

Tapi

aku melarangnya meneleponmu, jadi, aku ragu dia akan menelepon.

Kenapa?

Saat kamu menghindari teleponnya,

kupikir dia salah karena datang ke kantor.

Dia berpacaran dengan seseorang, jadi, aku menyuruhnya jaga jarak...

Apa dia harus menjaga jarak dariku jika berpacaran?

Kenapa dia harus mendengarkan adiknya mengkritiknya?

Apa karena kamu bekerja di perusahaanku?

Kalau-kalau kamu merasa tidak nyaman?

Kamu salah soal itu.

Itu urusan kami, bukan urusanmu. Jangan ikut campur.

Kamu tidak dihukum. Bawa itu dan ikutlah denganku.

Biarkan saja dia. Dia bergadang hampir tiap malam.

Aku tahu.

Dia mendapat banyak SMS belakangan ini.

Karena dia sangat populer di pasar perjodohan.

Apa maksudmu?

Jika kamu menelepon untuk membalas pesannya,

kamu membuktikan dirimu tua.

Halo, ini Media Angsa Emas.

Bisakah aku memeriksa jadwal Direktur untuk hari ini?

Bisakah kita tunda janji temu?

Rapat dengan penerbit?

Begitu rupanya. Baiklah, sampai jumpa.

"Lowongan Barista"

Kurasa bos keluar sebentar.

Mau yang biasa?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left