Hwang Jin Yi

Hwang Jin Yi (황진이)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Hwang Jin Yi Episode 05 [Asma Fruity]
A Commentary by asm4fru1ty

Tags

other
Published on: 2019-04-07
Downloads: 36
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Diterjemahkan oleh Tim "Asma Fruity"

Apa kau Jin-Yi?

Ibu!

Apa kau Jin-Yi atau bukan?

Ya ini aku.

Ibu!

Kau jangan mencampuri ini.

Bagaimana mungkin gadis rendahan menggoda seorang Putra Bangsawan Perdana Menteri?

Bagaimana kau akan membayar kejahatanmu?

Aku menerima puisi dari Tuan Muda dan Menulis sebuah surat balasan.

Tapi aku tidak menganggap itu kejahatan.

Lalu bagaimana kau menjelaskan semua ini?

Itu pertanyaan yang putramu harus jawab.

Kau gadis kurang ajar!

Nyonya Kepala!

Ibunya Geum-Choon!

- Apa yang telah terjadi? - Kenapa suaramu begitu keras?

Ada masalah besar!

Ini sebuah bencana!

Kau gadis tidak tahu diri!

Apa kau akan mengungkapkan kembali kejahatanmu ketika kau dieksekusi?

Eksekusi?

Untuk siapa...?

Sebenarnya... siapa kau?

Apa yang sedang terjadi?

Jin-Yi... Jin-Yi, apa kau disana?

Apa yang sedang terjadi?

Bawa ibuku kembali ke kamarnya.

- Jin-Yi. - Cepat.

Ibu?

Gisaeng Buta Hyun-Geum adalah ibumu?

- Jin-Yi, Jin-Yi! - Ayo masuk, Nyonya!

Lepaskan, lepaskan aku!

Mereka telah pergi untuk membawa Nyonya Kepala.

Dia akan menangani ini. Ayo kembali masuk ke dalam!

Aku tidak bisa meninggalkannya, lepaskan. Lepaskan sekarang! Jin-Yi!

Situasi baik macam apa ini!

Ibunya secara fisik buta, tapi anaknya secara emosional buta.

Ini tidak ada kaitannya dengan Ibuku.

Tolong jangan menghina ibuku dengan kata-katamu.

Tutup mulutmu.

Beraninya kau mengkritik wanita bangsawan, kau gadis kelas rendah!

Kau gadis tak tahu diri. Aku tidak akan membiarkanmu lolos dengan ini.

Aku akan melemparkanmu ke dalam penjara.

Cukup. Sudah cukup ibu.

Itu aku, itu aku yang melakukannya.

Ibu, itu aku yang memulainya juga...

Apa kau gila? Apa kau tidak waras?

Kau benar-benar sudah kehilangan pikiranmu!

Apa yang sudah dilakukan gadis ini padamu?

Kau anak yang baik, tapi sekarang kau berani berbicara kembali padaku!

Ibu, ayo kembali.

Eun-Ho, kau anak nakal!

Tolong maafkan dia, nyonya.

Kami pantas mati telah membuatmu marah.

Tapi tolong tenangkan dirimu dan kasihanilah kami kali ini saja.

Tolong maafkan kami kali ini.

Nyonya Kepala!

Jangan seperti ini!

Jangan seperti ini, Nyonya Kepala!

Tutup mulutmu! Kau tidak berhak bicara disini.

Hal ini karena ketidakmampuanku bahwa bawahanku tidak layak.

Tolong beri kami satu kesempatan lagi dan aku akan mendisiplinkan mereka dengan benar

Kami tidak akan pernah membuatmu marah lagi.

Akhirnya ada seseorang yang bisa kuajak bicara.

Itu benar! Itulah bagaimana kau seharusnya menanggapinya.

Aku merasa terhormat, Nyonya!

Bisakah aku mempercayaimu?

Aku tidak akan mengecewakanmu.

Apa yang akan kau lakukan jika situasi memalukan ini terjadi lagi?

Jika kau memerintahkannya, Aku akan memberimu hidupku.

Lalu aku akan meninggalkanmu disini.

Aku akan mengeluarkannya dalam pikiranku kali ini.

Kenapa kau cuma berdiri disana? Ikuti aku!

Betapa memalukan!

Bagaimana mungkin dia berpikir mengunjungi Gisaeng bahkan sebelum dia menikah?

Tuan...

Kenapa kau disini tanpa Jin-Yi?

Bagaimana kabar Jin-Yi, tuan?

Tuan!

Ini semua salahku.

Kita bisa mencoba berjalan pada anak-anak.

Kupikir, dia mungkin berbeda

Anak dari bangsawan...

Mereka selalu begitu menyebut cinta itu sama.

Cinta mereka selalu lemah dan tak berguna.

Aku tidak berpikir dia seseorang

yang akan bisa bertanggung jawab untuk cintanya.

Seorang Ahli Musik memintaku untuk membawa obat ini untukmu.

Serahkan itu dan pergilah.

Jika kau melakukan itu untukku, itu bukanlah hal yang bagus.

Wajah seorang Gisaeng adalah segalanya baginya.

Aku hanya melakukan apapun yang telah Nyonya Kepala lakukan.

Aku ingin menyerahkan obat ini untukmu.

Apa kau mencintainya?

Apa dia cinta pertamamu?

Itu tiada artinya.

Tidak ada cinta bagi seorang Gisaeng.

Tidak ada janji bagi seorang Gisaeng.

Itu semua tidak berguna.

Kita adalah bunga yang sekedar

menyanyi dan menari seperti yang diajarkan.

Kita melebih lebihkan onggokan tanah menjadi gunung

dan mengurangi laut untuk segelas arak.

Ketika kita mampu memuaskan pria, itu cukup bagi kita.

Jika air mata mengancam membanjiri matamu, biarkanlah mengalir.

Jika Langit mengancamu, lalu tutup saja matamu.

Itulah seorang Gisaeng.

Aku percaya...

ketulusannya padaku.

Percaya apa?

Apa kau mengatakan bahwa kau mempercayai ketulusan seorang pria?

Lalu kenapa ketulusannya gugur menghadapi ibunya?

Jangan mempercayai itu.

Apa yang akan kau lakukan dengan ketulusan seorang pria?

Jika kau mempercayai itu,

Kaumungkin juga percaya dalam hujan musim panas.

Kau harus memperingatkannya! Kenapa kau tertawa?

Ini tidak benar.

Aku takut ini akan menjadi kehancyrannya!

Kubilang tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Tuanku!

Anak ini sudah pantas untuk menikah.

Jadi dia sudah tertarik oleh seorang gadis. Apanya yang begitu aneh?

Sebenarnya, Aku telah memberikan lamaran pernikahan pada Hakim.

Apa kau barusan mengatakan pernikahan?

Ya.

Ayah!

Cukup, pergilah ke ruanganmu.

Aku cemas ketika kudengar kau jadi malas dalam belajarmu.

Tapi itu kedengarannya bagiku seperti kupu-kupu yang mencari bunga untuk dimainkan dengan...

mencari sedikit kenikmatan. Itu melegakan.

Ayah, bukan seperti itu...

Kau menjadi lebih membangkang!

Beraninya kau ikut serta dalam percakapan orang tuamu?

Jika kau sudah mendengar apa yang Ayahmu katakan dan menyesal, lalu kembalilah ke kamarmu.

Cepat!

Ibu!

Jangan seperti ini Ibu! Kau tidak boleh!

Lepaskan! Lepaskan sekarang juga!

Ibu!

Aku tidak bisa menyetujui pernikahan ini.

Ibu!

Nyonya, apa yang membawamu ke Taman Timur?

Aku harus bertemu Gubernur!

Tapi sekarang ini...

Aku tidak bersalah! Aku tidak bersalah!

Aku tidak bersalah!

Baiklah, cukup.

Mereka orang-orang yang dibawa dari perkelahian di pasar.

Mereka akan menerima dakwaan mereka segera

Aku tidak bersalah!

Tolong bermurah hatilah, Tuanku!

Kemarilah.

Datanglah mendekat.

Jin-Yi.

Aku baik-baik saja.

Aku sungguh baik-baik saja.

Jangan mengatakan itu.

Lebih baik menangis.

Itu tidak apa-apa menangis dihadapan Ibumu.

Kubilang aku baik-baik saja.

Jangan seperti itu.

Jangan seperti itu, kau anak bodoh.

Lalu apa yang harus kulakukan?

Jika aku mengatakan aku tidak apa-apa.

Apa kau lebih memilih jika aku jadi buta sepertimu?

Jin-Yi.

Apa kau...

Apa kau sungguh sangat menyukainya? Apa begitu?

Tidak.

Kubilang tidak.

Apakah itu nama Jin-Yi si pemula itu?

Bawalah dia padaku.

Beritahu dia bahwa aku ingin bertemu dengannya.

Ya.

Hari ini di Gyobang...

Tidak terjadi apa-apa disana hari ini.

Tunanganku...

tidak pernah pergi ke Gyobang dengan hadi yang bodoh pada lengannya.

Juga...

Dan seorang Gisaeng tidak pernah menyebabkan masalah dengan melupakan status rendahnya.

Tidak ada dari itu yang terjadi.

Sampaikan ini kepada Nyonya Kepala Baek-Moo.

Jika sepatah kata dari kejadian tidak menyenangkan ini

sampai ke telinga Ayahmu... Kemudian...

Beritahu dia bahwa Posisi Nyonya Kepala tidak akan menjadi miliknya lagi.

Kau tidak berpikir akan begitu terlambat, kan?

Itu terlambat. Kembali beristirahatlah.

Sekarang!

Kemana Jin-Yi pergi?

Aku benar-benar penasaran.

Kau begitu penasaran dengan hal-hal itu. Apa kau begitu dengan makanan juga?

Apa yang akan terjadi pada Jin-Yi mulai sekarang?

Apa maksudmu?

Jika dia jatuh cinta dengan Tuan Muda itu, Apa dia akan menikahinya?

Gadis bodoh. Bagaimana mungkin seorang Gisaeng Menikah?

- Lalu... - Yang terbaik dia bisa menjadi selir.

Tapi melihat Ibunya, kita bisa melupakan itu, kau gadis tolol.

Itu pada akhirnya akan berakhir.

Hwang Jin Yi subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Hwang Jin Yi

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left