The first 200 lines.
Ini.
Sudah kau minum?
Tak apa, tak apa.
Hei.
Semuanya baik.
Kemari, tampan, berbaringlah.
Jason! Jason, Jason, sial, tidak!
Ya Tuhan... Apa yang kau lakukan?
Sialan! Bajingan!
Ibu?
Sedikit lebih lebar.
Oke, bagus. Biar aku bersihkan ini sebentar.
Benar begitu.
Dan selesai.
Baiklah, Isabelle, kau sudah selesai untuk hari ini.
Ibu!
Semuanya baik. Sudah?
Semuanya bisa melihat dari koridor sains dan semuanya.
Kenapa kau berkata begitu? Tidak, itu sangat bagus.
Menurutku itu penting untuk kau ketahui.
Itu sangat membantu. Terima kasih.
Aku sangat malu.
Baiklah, dimana kita akan menaruh huruf-hurufnya?
Aku rasa itu akan bagus jika di tengahnya, jadi itu...
Entahlah, aku rasa itu berlebihan.
Itu terlalu mencolok jika berada di tengah.
Kau paham maksudku?
Astaga. Max menunjukkan kampanye kita di akunnya.
Tapi bukankah itu intinya?
Untuk menarik perhatian dan mengumpulkan dana?
Entahlah. Aku rasa jika kau...
Jika kau pindahkan itu ke bawah...
- Seperti memindahkan semuanya... - Ya, seperti itu?
Ya, itu jadi kurang mencolok, itu hanya...
- Bagaimana menurutmu? - Ya, itu tak masalah.
Apa yang kalian pakai besok?
Aku memakai jaket jins yang sangat menarik.
Apa ukurannya besar?
Ya, itu sangat bagus dan seru.
- Ini sangat bagus. - Aku akan memakai...
Teman-teman, kau tak mengerti betapa buruknya tambalan bokong ini.
Aku tidak bercanda...
Aku akan pakai rok hijauku, lalu mungkin jaket abu-abumu?
Isabelle!
- Isabelle, bisa pindahkan sepatumu? - Sebentar!
Aku merasa terlalu sedikit orang yang melihat.
- Ya? - Aku akan pakai jaket abu-abumu.
Itu bagus. Itu akan serasi.
Itu sangat bagus.
Hei, bagaimana?
Astaga. Itu hanya perjalanan rasa bersalah lainnya...
...tentang gusinya yang buruk akibat menghisap jempol.
Satu-satunya kawat gigi yang dia akan pertimbangkan...
...yaitu yang tidak terlihat.
Itu akan menguras tabungan kita.
Astaga.
Hei.
Aku punya satu hal lagi untukmu.
Bawalah ini.
- Oke, sampai ketemu minggu depan. - Terima kasih.
Betsey Hughes?
- Hai, Betsey. - Hai.
Apa kau makin mendekati memperkecil pilihanmu?
Aku masih berpikir.
Nilai tertinggimu dari semuanya adalah sains.
Kau condong ke arah sana sebelumnya, bukan?
Ya, aku hanya...
Aku tak begitu yakin lagi sains adalah ketertarikanku.
Aku lihat kau mengambil waktu jeda dari sekolah,
Dan itu artinya akan membuatmu sedikit lebih lama...
...untuk membuat keputusan.
Kau pertimbangkan untuk cuti setahun?
Mungkin bepergian?
Aku rasa Ibuku takkan suka itu.
Kau masih punya beberapa minggu lagi...
...untuk perpanjangan tenggat waktu.
Tapi kau harus luangkan waktu untuk pembentukan dan pernyataan.
Kenapa kau tak mendaftar untuk pertemuan lainnya pekan depan?
Dan sementara itu,
Pikirkan tentang apa yang sangat membuatmu tertarik.
Mungkin buatlah daftar.
Apa Yang Membuatku Sangat Tertarik
Hei. Maaf.
Kau terlihat rapi.
- Aku suka bibirmu. - Terima kasih.
Mencoba sesuatu yang baru.
Hei.
Ya, ya, aku segera keluar.
Ya, oke.
Hei, Dom menungguku.
Sampai nanti.
Ibu?
Ibu?
Ibu, aku akan pergi.
Aku ingin berpamitan.
Ibu tak apa?
Ibu tak apa. Hanya sembunyi dari mencuci pakaian.
Kau menginap di rumah Dominic nanti?
Mungkin. Aku tidak tahu. Aku masih belum yakin.
Oke, sms ibu saat kau sudah tahu.
- Oke. - Selamat bersenang-senang.
Ibu menyayangimu!
Aku juga sayang Ibu.
Kau tak apa?
Terima kasih.
Kau ingin coba sesuatu?
- Ya. - Ya, baiklah.
Bajingan. Apa itu?
Berhenti tertawa...
Itu hanya alkohol bubuk.
- Kau tak apa? - Kau memang berengsek.
Maaf. Itu lelucon.
Mereka juga menipuku.
- Hei, aku minta maaf. - Tak apa, tak apa.
- Aku akan pergi merokok. - Maafkan aku, sayang.
Itu hanya seru-seruan. Aku juga korbannya.
- Ayo coba berikan itu pada Adam. - Tidak, kita coba Grace.
- Grace? Grace. - Ya.
Dom, bisa aku minta minum?
Ambillah sendiri.
Biar aku coba milikmu.
Kau yang tidak minum.
Hanya satu tegukan.
Ayo. Sesuatu yang ringan.
Ayo, minum, minum, minum, minum.
Apa yang Betsey lakukan?
- Dia sedang bersemangat. - Tunggu.
Berapa banyak alkohol yang kau masukkan ke kondom itu?
Astaga.
Dom. Dom!
Sayang, ada apa?
Bisa kita pulang saja?
- Hei, Ibu. - Hei!
Kau merasa lebih baik?
Entahlah. Kulitku terasa geli.
Geli?
Ya, seperti kebas atau sesuatu.
- Berapa banyak kau minum? - Ini bukan itu.
Hei, Nak.
Jangan khawatir. Mungkin hanya reaksi alergi.
Mungkin dari sulfat atau serangga kecil.
Mungkin hanya pengar.
Ibu akan mengantar Izzy ke arena es nanti.
Entahlah... Kau butuh tumpangan atau kau mau ikut?
Dia pasti suka itu.
Sial!
Kita akan berkeliling pagi ini.
Lalu kita akan melakukan putaran,
Dan berusaha menyeimbangkan dengan satu kaki.
Kita akan berusaha seimbang di kaki kiri, mengerti?
Bebankan ke sisi ini.
Oke, pertahankan di sana, angkat kepalamu.
Ya, sedikit perenggangan yang bagus. Rasakan itu di belakang.
Oke, baiklah. Sekarang kita masuk ke belakang. Ayo.
- Apa, seperti itu? - Ya, bagus.
Aku akan ke toilet.
Tahan. Benar begitu.
- Baiklah, ulangi lagi. - Halo.
- Hai, Sarah. - Hai.
Tak apa.
Aku bisa melakukannya lebih buruk.
Aku tak bermaksud mengeluh.
Bagaimana denganmu?
Bagaimana semuanya?
Kau tahu, tetap sibuk.
Ke mana Betsey mendaftar ke perguruan tinggi?
Dia masih belum tahu.
Ini tahun yang sulit untuknya.
Untuk kalian semua.
Tapi ini bukan hanya itu?
Entahlah.
Apa?
Maksudku, itu tidak penting.
- Apa? - Tidak, itu bukan apa-apa.
- Itu konyol. - Tidak, katakanlah. Apa?
Aku hanya penasaran apa intinya semua ini, kau tahu?
Aku tahu.
Kau harus bertanya-tanya...
...gelar sarjana apa yang layak belakangan ini.
Dan tekanan yang gadis-gadis ini terima dari berbagai sisi.
Kau tahu, dengan ujian dan seluruh kegiatan ekstrakurikuler.
Aku bilang Caroline kapan hari, "Kau harus berhati-hati."
Kau harus bersiap dan berusaha,
Karena jika tidak, kau akan ketinggalan.
Dan percaya aku...
Itu dimulai satu minggu lalu.
Itu dimulai tujuh hari lalu.
Maaf, itu dimulai tepat satu minggu lalu.
Oke.
Dan itu datang bergelombang.
Itu benar, bukan?
Ya, itu terkadang memenuhi sekujur tubuhku.
Seolah kulitku menutup.
- Menutup? - Ya.
Entahlah. Itu aneh.
Apa itu terjadi sekarang?
Ada gejala lain?
Kelelahan, sakit otot, masalah ingatan?
Aku belum makan.
Aku merasa mual didekat makanan sejak itu dimulai.
No comments yet. Be the first to leave one.