Release info

[Parasit - Sang Bidal] 04 Koyakan Rambut
A Commentary by Inisial ZA
https://www.facebook.com/ZainuddinAri

Tags

other
Published on: 2015-04-11
Downloads: 28
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Berniat membuat penghalang, ya?

Kau hanya gali liang kuburmu sendiri.

Sudah, menyerah saja!

Tanpa kendalikan penuh tubuh itu, kau tak mungkin bisa menang!

you guys do not notice that we are gifted just by being humans

kalian tak sadar bahwa sebagai manusia, kita diberi banyak berkah

we are absolute predators

kita adalah predator alami

we do not even have any enemies

kita pun tak mempunyai musuh

maybe there are other animals watching us

mungkin ada hewan lain yang memerhatikan kita

and thinking that someday "we will beat them down"

dan suatu saat berpikir, "kita akan kalahkan mereka"

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

oh, we have the brains to think hard

oh, kita punya otak 'tuk berpikir keras

Sang Bidal

Parasit

Parasit

ZainuddinAri

mempersembahkan

Sang Bidal

ZainuddinAri

ZainuddinAri

mempersembahkan

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

ZainuddinAri

mempersembahkan

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

Parasit

Sang Bidal

wear our favorite clothes

dengan berpakaian sesuka kita

we are at no doubt human beings

tak ada lagi keraguan menjadi manusia

many small lives

akan banyaknya kehidupan kecil

they were born with the fate of dying for someone

takdir mereka saat lahir adalah mati untuk orang lain

a human baby

bayi manusia

when will they find out

kapankah mereka 'kan mengetahui

that at the point they were born, we are

di saat semuanya dilahirkan, maka kitalah

winners of earth

sang penguasa bumi?

aa hitori naiteita

ah, diriku menangis seorang diri

tonari no kimi ga tooikakeru

karena dirimu di sampingku, terasa begitu jauh

dakara bokura yorisoi ikiru

maka dari itu, kujalani hidup ini

kirameku made

segemerlap mungkin

for what have I been living for?

untuk apa aku hidup selama ini?

when will I find out the answer?

kapan 'kan kutemukan jawabannya?

an answer that is only for you

jawaban yang hanya untukmu

what will myself and (the) first scenery I saw

akan jadi apa diriku di lingkungan sekitarku kelak

Selain tangan kananmu itu, anggota tubuhmu lainnya hanya bisa gemetar tak berguna.

Koyakan Rambut

Kalau kau merasa terpojok, lalu menahan diri,

kita akan kalah.

Terpojok?

Jangan-jangan, dia bermaksud memojokkanku?

Migi?

Jangan, aku tak boleh takut!

Pergerakannya terlalu cepat. Sulit kulihat.

Apa benar aku sanggup melakukannya?

Kita bagi-bagi tugas.

Aku akan fokus bertahan sambil berpura-pura menyerang.

Dengan begitu, pertahananku takkan mudah ditembus.

Lalu, siapa yang bakal menyerangnya?

Kalau itu, sudah pasti kau, Shinichi.

Aku?

Dari pemantauanku pada Si A sejauh ini,

dia terlalu remehkan kemampuan manusia.

Kemungkinan, Si A akan lebih waspada terhadapku,

sebaliknya, dia takkan pedulikan kemampuanmu sedikit pun.

Di situlah poin lebih yang kita miliki.

Aku fokus bertahan, sedangkan kau menyerang.

Begitulah pembagian tugas yang paling efektif menurutku.

Perlahan-lahan mendekatinya.

Perlahan-lahan, seakan terseret mendekat oleh Migi.

Aku cukup percaya saja pada Migi,

dan pada pertahanannya yang sulit ditembus.

Tepat, Shinichi.

Hal yang membedakan kita dengan Si A,

adalah pembagian tugas.

Benar kata Migi.

Si A tak merespons setiap kemungkinan yang bisa kulakukan.

Sip!

Aku pasti bisa.

Tapi, dari leher sampai ujung kaki, dia masih berwujud manusia, 'kan?

Kesempatan hanya datang sekali saja.

Pipa apa ini?

Sanggaan kursi?

Kita berhasil.

Dengan pendarahan sebanyak itu, berarti lukanya sangat fatal.

Mana mungkin.

Seorang manusia lemah dan penakut berani menyerangku?

Sebentar.

Kita lihat dulu dia mau berbuat apa.

Sepertinya dia mulai terguncang.

Dia arahkan ke pembuluh arteri dekat jantung.

Intinya, kuhentikan dulu pendarahannya.

Begitu, ya.

Mendorong pipanya sampai tembus supaya lukanya tersumbat.

Sip.

Tinggal kita kejar,

lalu habisi dia.

Ta-Tak mau!

Tadi juga sudah cukup, 'kan?

Tapi, kalau ditinggalkan begitu saja bisa gawat, lo.

Kalau diteruskan lagi, yang ada, aku bakal dituduh membunuh, tahu!

Dia itu bukan manusia.

Makhluk sepertiku,

dibunuh oleh manusia?

Aneh.

Sangat tak masuk akal.

Percuma.

Tubuh ini sudah tak berdaya.

Aku harus bertranslokasi.

Entah bisa berhasil, atau tidak.

Ryouko Tamiya.

Aku akan berbagi inang dengannya.

Di mana dia?

Polisinya sudah datang!

Lima meter lagi.

Oksigen

m -251 13 l 182 -79 217 -41 214 -29 -18 25 -235 77

Pembunuh Menyusup ke Salah Satu SMA

m -251 13 l 182 -79 217 -41 214 -29 -18 25 -235 77

Pembunuh Menyusup ke Salah Satu SMA

m -251 13 l 182 -79 217 -41 214 -29 -18 25 -235 77

Pembunuh Menyusup ke Salah Satu SMA

Bagaimana keadaan Shinichi?

Dia masih belum mau keluar kamar.

Ya, yang penting dia tak kenapa-napa.

Ingatanku saat menusuk tubuhnya masih terbayang-bayang.

More Indonesian subtitles for Parasyte -the maxim-

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left