The first 200 lines.
Baiklah, aku tahu cara menghadapi wanita sepertimu!
Baiklah, orang tua, inilah perburuanmu buat hari ini.
Bila kita tidak berhasil mendapatkan sedikitnya dua kelinci,
kita pantas pulang dengan tangan kosong.
Ya. Namun, bersyukurlah mereka yang tidak mengharapkan apa-apa
karena mereka tak bakal dikecewakan.
Hmm.
Beberapa hal dalam hidup memberi seseorang kesenangan lebih dibanding berburu.
Itu memuaskan karakternya yang primitif.
Berjalan menyusuri hutan, hendak mengambil buruannya.
Baiklah. Ayo, orang tua.
Ada kelinci montok menunggu panci penggorengan.
Andai kaleng ini punya empat kaki dan satu ekor, kita bisa memakannya malam ini.
Menyehatkan jantung.
Demi sesuap nasi, aku telah membunuhnya.
Tembakan ngawur tak berbahaya untuk kelinci, dan aku seorang pembunuh, pembunuh.
Ibu selalu bilang aku akan berujung pada sebuah kesialan.
Apa sebenarnya yang kau lakukan di sini?
Aku tak bisa bilang aku pernah melihatmu di sini sebelumnya.
Tidak.
Bila kau ingin buat dirimu tertembak, lakukan itu di tempat kau mengetahuinya.
"Mr. Harry Worp, 87 Maple Avenue, Boston, Massachusetts."
Worp, kau jauh sekali dari rumah.
Berdasarkan kondisinya, kau tak bisa kembali untuk hari Natal.
Tidak.
Kami akan mengalami dingin, musim dingin yang parah.
Kau mungkin berada di sini lama, sangat lama.
Terlalu lama buatku, Harry.
Ya.
Kapten Wiles.
Ya, nyonya?
Apa kiranya yang jadi masalah, Kapten?
Ini apa yang bisa kau sebut sebuah kecelakaan yang tak dapat dihindari.
Dia meninggal.
Ya.
- Aku pikir dia sudah meninggal. Tentu saja, itu pendapat bukan seorang ahli. - Ya.
- Kau kenal dia, Nona Gravely? - Tidak.
- Dia tinggal di sini? - Dia meninggalnya di sini.
Itu yang jadi masalahnya sekarang.
Mengejutkan. Apa rencanamu untuk dilakukan terhadapnya, Kapten?
Nona Gravely,
tanpa bermaksud menyembunyikan kejadian yang telah terjadi,
aku mau menyembunyikannya. Menutupinya. Lupakan dia.
Kau tak pernah akan melaporkannya ke kepolisian, Kapten?
Tidak. Lupakan kau telah melihatku, Nona Gravely.
Buang itu dari pikiranmu, demi Tuhan. Ini kecelakaan.
Dia lagi melihat-lihat mencari sesuatu lalu kupikir dia seekor kelinci atau apa.
Ini kelalaian manusia.
Tolong, jangan.
Jangan bilang apa-apa pada siapa-siapa, Nona Gravely.
Lakukanlah yang menurutmu yang terbaik, Kapten.
Aku yakin kau pasti telah menjumpai banyak situasi yang serupa
dalam perjalananmu ke tempat-tempat yang asing.
Ya, aku sudah melihat banyak kejadian yang lebih buruk.
- Aku tentunya takkan bilang apa-apa. - Kejadian yang jauh lebih buruk.
Aku ingat waktu aku ada di sungai Orinoco.
Kami menjumpai orang bengis, orang bengis besar sekali yang bertindak gila dengan sebuah golok.
Kapten, bila aku hendak menyembunyikan sebuah kecelakaan, aku tak seharusnya menundanya.
Kau benar sekali, Nona Gravely.
Ya, kau tahu sesuatu? Aku senang aku berjumpa denganmu hari ini.
Aku merasa lebih baik beritahukan pada seseorang yang hangat, baik hati, memahami seperti dirimu.
Sebaliknya, Kapten, ini...
Aku tentunya senang bila aku bisa membantumu, Kapten.
Barangkali kau sudi datang ke rumah untuk kue blueberry dan
kopi sesudahnya.
High-bush blueberry.
Ini benar-benar sebuah bentuk kejutan yang menyenangkan.
Dan barangkali meneguk anggur elderberry.
Mengingat, kita bertetangga sudah hampir tiga tahun sekarang
dan kita belum pernah saling bersilaturahmi.
Kau benar. Ini waktu yang tepat aku melakukan kunjungan.
Jam berapa?
Oh, bagaimana, awal siang ini?
Aku akan ke sana dengan baju yang bersih dan muka yang lapar.
Lakukan itu.
Sebaiknya kau pergi sekarang.
jangan mau tersangkut kejadian yang telah terjadi.
Kau orangnya penuh perhatian, Kapten Wiles.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Kita hampir sampai di sana, ibu.
Ini dia, bu, ini dia.
- Aku bilang apa ke ibu. - Jangan menyentuhnya, Arnie.
Ini dia.
Tidak, ini tidak mungkin. Harry.
Harry. Terima kasih Tuhan, akhir hidup Harry.
Siapa Tuhan, bu?
Teman yang baik sekali. Kau tak tahu siapa itu?
- Ibu bilang, "Harry." - Tak bisa kau mengingatnya, Arnie?
Kenapa dia tidak bangun lalu berbuat sesuatu?
Dia lagi tidur.
Dia sedang tidur lelap. Lelap, tidur dengan nyaman.
Bagaimana dia melukai kepalanya?
Mengalami sesuatu yang tak diharapkan, ibu rasa.
Akankah itu membaik?
Tidak bila dugaan kita benar.
Lekas pulang, ibu nanti buatkan kau limun.
Akankah limun bisa buatku tidur nyaman, lelap, lelap, dan lelap, bu?
Tidak, Arnie, tapi itu mending daripada tak ada limun.
- Aku tak mengerti itu. - Lupakan.
Sekarang kau tinggal lupakan kau pernah lihat ini orang.
Adakah cara khusus untuk melupakannya?
Tinggal pikirkan hal yang lain.
Kupikir aku coba tidak melihatnya besok, bu.
Itu baru anak pintar, Arnie. Sekarang lekas pulang lalu minum limun itu.
Dia tak mungkin peduli apa yang aku perbuat padanya.
Tak mungkin ada orang lagi bila aku cepat menyembunyikannya.
Sungguh daya tarik yang besar, aku terheran-heran.
Ini bisa jadi hari terberuntung dalam hidupku.
Sebaiknya duduk di sini sampai yang lainnya lewat
untuk memberikan penghormatan terakhir mereka.
Cepat atau lambat salah satu dari mereka ujung-ujungnya seorang wakil sherif.
Mencegat kereta Yang akan pulang
Mencegat kereta Tujuan Tuscaloosa
Tak pernah ada lagi, tak ada Lagi tujuan mengembara
Harus kembali Ke Tuscaloosa
Punya wanita manis Yang aku pikirkan
Harus kembali Ke Tuscaloosa
Kembali pada wanita Yang aku tinggalkan
Tak bawa Barang bawaan
Hanya bawa Tiket keretaku
Tapi yang aku harapkan, Ya, pastinya
Sedang menantikanku Di sana
Mencegat kereta Tujuan Tuscaloosa
Oh, betapa aku suka Suara kereta itu
Mencegat kereta Tujuan Tuscaloosa
Mencegat kereta yang Menuju tempat tinggal
Harus kembali Ke Tuscaloosa
Punya wanita manis Yang aku pikirkan
Harus kembali Ke Tuscaloosa
Kembali pada wanita Yang aku tinggalkan
Tak bawa Barang bawaan
Hanya bawa Tiket keretaku
Tapi yang aku harapkan, Ya, pastinya
Sedang menantikanku Di sana
Halo, Mr. Marlow.
Wiggy, Wiggy. Kau belum berhasil jual satu lukisan.
Semua gambarku di tempat yang sama.
Juga beberapa mobil. Mereka sepertinya tidak...
- Menduga cider yang menarik perhatian mereka. - Cider?
Cider, yang benar saja. Singkirkan! Minum!
Tidak, aku benci cider.
Bukan gambar yang terjual.
Maafkan aku, Mr. Marlow. Mari lihat gambar barumu. Peganglah.
Apa untungnya untuk diperlihatkan padamu? Kau tak berhak melihatnya.
Bagaimana caraku untuk makan?
Mr. Wiggs selalu memukul-mukul perutnya waktu dia marah.
Dia melukai sesuatu di dalam perutnya dulu.
Menurutmu kita bisa jual lebih baik di Fifth Avenue?
Bila ada lebih banyak orang di sana.
Oh, banyak orang. Ratusan, ribuan, dan jutaan orang.
Mungkin lebih baik kalau begitu.
Tapi macam apa orang-orangnya, Wiggy? Seperti apa?
Aku beritahu kau. Mereka orang-orang biasa.
Orang-orang biasa dengan mengenakan topi.
Bagaimana dengan rokokmu?
Aku beli separuh sisanya besok.
Apa yang anakmu perbuat terhadap mobil-mobil butut yang selalu dia perbaiki?
Dia menjualnya. Mobil-mobil antik.
Tidak menghasilkan banyak, tapi dia butuh uang.
Bukankah dia dapat bayaran karena menjadi wakil sherif?
Berdasarkan kinerja. Dapat bayaran dari penangkapan, aku pikir.
Oh. Mr. Marlow, ini bagus sekali.
Aku habis dalam suasana hati tersiksa akhir-akhir ini.
Ini apa?
Wiggy yang baik, kritikus terkritisku.
Aku tak mengerti karyamu. Kupikir ini cantik.
Begitu pula Mrs. Rogers.
- Oh! Kau membicarakan tentangku? - Itu, aku...
Dia wanita manis dengan anak kecil, bukan?
Aku hanya menyinggung namamu sekali waktu kami membicarakan soal orang asing.
Huh?
Orang asing. Orang-orang yang tidak dia kenal.
Lalu hal baik apa yang diberitahukan tentangku?
Tak ada.
Kupikir sebaiknya kita membicarakan bisnis. Sekarang, ini daftar belanjaanku.
Aku akan ke dalam untuk mengambilkannya.
Hey, Wiggy, bagaimana caramu mengeja Tuscaloosa?
Sam?
Hai, Calvin.
- Kau dengar ada tembakan beberapa saat lalu? - Tidak.
Aku dengar, dan tak seharusnya ada tembakan di sekitar sini.
- Kenapa? - Ini daerah yang aman, itulah kenapa.
- Kenapa begitu? - Karena aku yang mengamankannya.
Apa yang kau lakukan terhadap orang-orang yang melakukan sedikit penembakan sesekali waktu?
Melampiaskan kekesalannya?
Peluru dan senjata itu berbahaya. Mereka membunuh apa saja.
Tak ada orang di sini yang bisa merusakkan gerbong barang dengan meriam.
Aku rasa kau benar, Sam.
Semua sama di mata hukum.
Aku berniat menyelidikinya, mencari tahu siapa yang melakukan penembakan
dan melakukan sedikit hal yang menyenangkan.
Lalu mendapat sedikit bayaran atas pekerjaan?
Bila aku bisa berbuat sesuatu agar menjadikan itu lebih sulit untukmu, beritahu aku.
Apa kau mau daging babi asapmu, Mr. Marlow?
- Apa tadi kau bilang? - Aku tadi tanya apa kau mau daging babi asapmu.
Sepotong.
Calvin mana?
Pergi ke suatu tempat yang tak penting.
Sungguh hari yang menyenangkan.
Juga kemarin, tapi kau tidak beritahuku sama sekali akan hal itu.
No comments yet. Be the first to leave one.