The first 200 lines.
Bagaimana dengan keluargamu?
Aku tidak punya keluarga.
Di mana orang tuamu?
Mereka sudah meninggal.
Mereka sudah meninggal cukup lama?
Ya.
Bagaimana dengan kesehatanmu?
Apa kau punya masalah kesehatan?
Tidak ada.
Hei, dia di sana.
Apa kau Nn. Elena Ivanovna?
Ya.
Apa kau menyukainya?
Ya, aku suka.
Kau fasih berbicara bahasa Korea.
Kau orang Korea Rusia?
Kau tidak seperti orang asing karena fasih bicara bahasa Korea.
Wajahmu seperti orang Korea juga.
Aku bukan orang asing
Jadi begitu.
Apa itu laut?
Ya, laut.
Bisakah kau hentikan mobilnya?
Kau belum pernah melihat laut?
Ini pertama kali aku melihatnya.
-Hei, Tn Kim. -Ya.
Lena
Soonku, aku dengar kau punya berita baik.
Cepat katakan padaku.
Apa kabar baiknya?
Aku mendapat telepon dari Seonggu di Seoul.
Jangan berpura-pura lugu denganku.
Kau sudah dengar dari Seonggu. Jangan banyak bertanya.
Apa? Soonku.
Kau punya kebiasaan buruk pura-pura tidak tahu sejak kecil.
Kenapa bersikap seperti ini?
Kita tidak punya hubungan resmi.
Kita mengadakan pernikahan di hari yang sama...
...dan istri kita melarikan diri juga di hari yang sama.
Dongman! Kenapa kau ke sini? Lakukan saja pekerjaanmu.
Tenang dulu.
Ya!
Soonku, aku akan beri saran.
Tolong dengarkan.
Pertama, dari mana asalnya?
Rusia, kudengar begitu.
Dia adalah kelas "A".
Rusia.
Jadi dia benar-benar berkulit putih atau campuran?
Putih?
Orang asing tidak mudah beradaptasi dengan kehidupan di desa pertanian.
Kenapa membahas masalah ini padahal kau tahu lebih baik?
Kenapa kau mengungkit masa lalu?
Aku jadi ingat cerita lama. Astaga, kulit puith. Astaga!
Kalau terus seperti ini, pulang saja!
Astaga, Bung!
Aku ke sini untuk membantumu dan berharap kau berhasil kali ini.
Astaga! Kau ini menyebalkan!
Apa? Menyebalkan?
Hubungi aku jika tidak bisa tinggal di sana setelah beberapa hari.
Aku akan carikan tempat yang lebih baik.
Aku akan tinggal di sini.
Apa?
Kenapa kau ingin tinggal di desa terpencil?
Wajahmu terbakar matahari. Tak ada untungnya.
Tuan.
Kenapa suruh aku ke tempat lain begitu aku tiba di sini?
Sepertinya ini tempatnya.
Kau ini seperti cacar air!
Pergilah.
-Tidak, Soonku, aku... -Pergi.
Apa kau Soonku Kang?
Ya.
Aku Manajer Tour Lus, Kim.
Ya.
Perkenalkan dirimu.
Apa kabar? Aku Elena...
-...dari Rusia -Apa? Apa yang terjadi?
Dia orang sini!
Dia juga bisa bicara bahasa Korea.
Paketnya salah!
Teh hijau ini asli. Hei, Kim, tehnya asli.
Manajer, kau banyak tahu tentang teh.
Kalian sudah menempuh perjalanan yang jauh.
Silakan menginap malam ini di pusat komunitas.
Tidak, terima kasih.
Aku harus pergi ke bandara besok.
Ayolah.
Kami, Wisata Lus, mendoakan kebahagiaan kalian.
Untuk kebahagiaan kalian.
Tehnya enak.
Aku harus berikan kontraknya.
Kontrak...
Apa cuma ada kontrak ini?
Ini dia.
-Kim, ayo pergi. -Ya.
Silakan makan Udong di perhentian dalam perjalanan kembali.
Tidak perlu repot-repot.
Nn. Lena, jaga dirimu baik-baik.
Hati-hati dalam perjalanan.
Kau tidak minum tehnya.
Aku akan meminumnya.
Rumahnya indah.
Ya.
Aku harus memanggilmu apa?
Namaku Elena Ivanovna Nam.
Nama yang panjang.
Panggil saja Lena.
Ya, Lena.
Bagaimana aku harus memanggilmu?
-Yah... -Yah?
Bukan yah.
Panggil aku Tuan.
Ya, Tuan.
Perutku...
Apa kau sakit perut?
Aku lapar.
Tuan, ada yang terbakar!
Bukan apa-apa. Hanya terbakar saja.
Bukan apa-apa.
Tidak.
Bukan apa-apa.
Aku tidak tahu apa yang kau suka, jadi...
Apa ini?
Garpu dan pisau.
Tidak usah sungkan. Kau pasti lapar.
Tuan, kami makan makanan korea di tempat asalku.
Tolong beri aku nasi. Dengan sup. Sendok dan sumpit juga.
Kau bisa tidur di kamar ini.
Apa kau tidak tidur di sini?
Aku akan tidur di kamar lain.
Kau pasti lelah sekali karena perjalanan jauh.
Tidurlah dengan nyaman di sini.
Kalau butuh sesuatu, beritahu aku besok.
Ya.
Silakan.
Tidak, aku harus tidur di sana.
Lena.
Lena, kau benar-benar putuskan untuk pergi ke sana?
Ya.
Kau harus tetap minum obatmu.
Tidak perduli ke manapun aku pergi, penyakit adalah penyakit.
Apa mereka tahu kau sakit?
Apa yang akan kau lakukan jika tiba-tiba penyakitmu kambuh?
Aku akan pergi dulu ke sana.
Lena, kau harus menunggu sampai kondisimu lebih baik.
Jenya, aku harus pergi, tidak ada waktu lagi.
Aku sudah memutuskannya.
Apa yang sedang kau lakukan?
Selamat sore.
Silakan dinikmati makanannya.
Ya.
Ini kelihatannya enak.
Apa ini?
Ini namanya Salad Korea.
Kau tidak tahu?
Aku belum pernah melihatnya di Korea.
Itu namanya salad Korea di tempat asalku.
Bagaimana rasanya?
Ada rasa asam, asin dan lezat.
Kau memakai air laut?
Mari makan bersama.
Aku sudah makan roti dan nasi.
Kau sudah habiskan semua?
Bagus.
Kau pasti merasa bosan. Kau tidak punya teman di sini.
Aku akan bekerja bersamamu.
Aku ini pekerja yang baik.
Aku selalu bekerja kota asalku.
Kenapa, Tuan?
Tidak.
Rasanya unik sekali.
Kalian berdua kelihatan serasi bersama-sama.
Kenapa kau datang ke sini lagi?
Jangan datang lagi. Pergilah.
Telepon dulu dan datang jika ada alasan khusus.
Kalau bisa tidak usah datang.
Jangan lakukan itu padaku!
Jangan remehkan aku.
Menyebalkan!
Silakan makan.
Ini adalah milikku.
Keluar!
Kembalikan uangku!
-Kembalikan uangku! -Jangan sentuh aku.
Aku akan menghajarmu!
Kembalikan padaku!
Kau tahu uang apa itu?
Tuan!
Aku akan pergi bersamamu.
Kenapa? Aku sudah bilang kau di rumah saja.
Aku adalah pekerja yang baik.
Tidak, di sana banyak ular. Masuk saja.
Ayo cepat masuk!
Ada ular! Cepat masuk ke dalam!
Itu ularnya!
Panas sekali. Bagaimana cara melewati musim panas ini?
Siapa dia?
-Dia istrinya Soonku? -Benarkah?
Apa dia orang Korea?
No comments yet. Be the first to leave one.