The first 200 lines.
Namaku Rose McNulty.
Aku tak membunuh anakku.
BUKU ROSE
Namaku Rose McNulty.
Aku tak membunuh anakku.
Stephen, jangan lupa, kau perlu surat pernyataan.
- Kau bawa kuncinya? - Saat aku kembali malam ini.
Aku janji akan datang akhir pekan nanti.
SEORANG WANITA SECARA BRUTAL MEMBUNUH BAYI YANG BARU DILAHIRKANNYA
Orang bilang, di sinilah dia membunuh anaknya.
Kita hanya perlu mengevaluasi ulang wanita ini
jadi kita bisa memindahkan dia
ke tempat yang baru.
Setelah kau bertemu dia,
Aku yakin kau akan mengeluarkan dia saat waktu makan siang nanti.
Aku heran kenapa mereka mengutus
orang sepenting dirimu, Dr. Grene.
Silakan masuk.
Selamat pagi, Florence.
Ada pria muda ingin bertemu denganmu.
Roseanne Florence Clear?
Bukan. Roseanne McNulty.
Aku istri dari Michael McNulty.
Kami punya seorang putra.
Tolong katakan padaku, Roseanne, berapa umurmu.
Jangan tanyakan itu pada seorang wanita.
Berapa umurmu?
Halo, Ny. Magpie.
Bagaimana kabar suamimu?
Satu untuk sedih, dua untuk bahagia.
Kau pilih yang mana?
Nomor dua.
Dr. Grene.
Dr. Grene.
Kau tak bisa tinggal di sini selamanya, bukan begitu, Roseanne?
Aku akan tinggal di sini, terima kasih.
Kau ini nyata.
Kami harus memindahkanmu ke tempat baru.
Tidak.
Aku mau tetap tinggal di sini.
- Sampai kapan, Roseanne? - Sampai aku ingin pergi.
Tempat ini akan diubah jadi hotel dan spa.
Kalau begitu aku akan tinggal di hotel.
Aku sudah selesai bicara.
Caitlin, berapa orang yang siap dipindahkan besok?
Delapan, dokter.
Kukira sembilan.
Satu orang sudah meninggal, dokter.
Teman dia, Joe Grady, dari bangsal 5.
- Oh, menyedihkan. - Katakan padaku, dokter...
Sst.
Telinganya bisa mendengar menembus dinding.
Dia punya mata di belakang kepalanya.
Dia bisa melihat apapun di tempat ini...
mahkluk halus, hantu.
Dia cuma tak berfungsi di dunia nyata.
Ah, dunia nyata.
Tolong katakan lagi ke arah mana, Dr. Hart.
Bangsal 3.
Bangsal 3.
Aku harus ingat itu.
Ok, terima kasih, Audrey. Jadi, ini rencana pembangunannya.
Seperti yang kau lihat, cukup luas.
Akan dibangun jalur berjalan kaki di sepanjang area.
Oh, perhatikan ini. Kau harus melihat ini.
Perhatikan.
Dia akan berhenti...
...lalu berjalan lagi.
Dia tinggal di alamnya sendiri.
Aku tak bilang kalau tempat baru adalah surga,
tapi sudah saatnya mengisi formulir evaluasi, dokter.
Ini dia. Aku tahu ini menyedihkan.
Aku tahu kalian sedih.
Tentu, aku tahu, yeah.
Tapi kita akan baik-baik saja.
Ah, ini Margaret. Aku tahu.
Buang itu.
Sulit dipercaya!
Ya, Tuhan, Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan?
Itu barang-barangku. Oh, Tuhan.
Ya, Tuhan.
Kau apakan Alkitabku?
Itu buku-bukuku. Kembalikan padaku.
- Apa yang kau lakukan? - Aku cuma menjalankan tugasku.
Suster Caitlin? Suster Caitlin?
Suster Caitlin!
Ada apa ini?
Ada apa ini?
- Suster Caitlin! - Tenang!
Berhenti! Berhenti!
Kumohon, kumohon.
Barang-barangku ada di truk ini.
- Tolong jangan jalan dulu... - Rose, ada apa?
- Buku harianku. - Dia ambil kunci truknya.
- Semua ada di kitab suciku. - Hey, kembali ke truk.
- Kitab suciku. - Rose, ada apa?
Ada aku di dalam sana. Aku. Hidupku.
Ada apa, Florence?
- Ada apa? - Jangan dekati aku.
Jangan biarkan dia mendekati aku.
- Jangan biarkan dia mendekati... - Kembali ke tempatmu, suster.
Tenang.
Kembali ke tempatmu.
- Maaf? - Aku bilang kembali ke tempatmu.
- Dia mencari buku hariannya. - Aku tahu. Aku tahu,
- Dia baik-baik saja. - Tinggalkan dia.
- Lepaskan dia. - Ini masalah medis.
Bukan begitu, Florence?
Wanita ini histeris.
Kenapa kau buang barang-barangnya?
Karena dia harus pergi.
Dia harus pergi. Bukan begitu, Florence?
Ini dia.
Ok, ini akan membuatmu tenang.
Bagus. Bagus.
- Ini kuncinya. - Terima kasih.
Tolong turunkan pijakannya?
Ok.
Kakimu tetap di atas.
Ini masalah medis.
Bukan urusanmu, kau mengerti?
Bukan urusanmu.
Suster, mencari barang di truk juga bukan urusanmu
Kalau begitu, ini akan kujadikan bagian dari evaluasiku.
Apa?
Kau akan bertanggung jawab atas pasien ini?
Ya.
Baiklah kalau begitu. Suster!
Suster!
Jangan tinggalkan pasien itu, kau mengerti?
Putuskan saja, dokter.
Waktumu sampai Jumat, Dr. Grene.
- Turunkan barang-barang ini. - Baik, yeah.
Hey, hey, hey. Itu Alkitabnya.
Berikan padaku.
Bawa barang-barang ini... Bawa ke bangsalnya.
Baik.
Bagaimana perasaanmu?
Jiwaku seperti terrenggut.
Kau lihat, mereka mengambil salibku.
Salibmu?
Ya.
Maaf, Rose.
Rose, kau mau membacanya?
Kenapa?
Supaya Dr. Grene bisa melakukan evaluasi.
Oh, apa artinya aku boleh tinggal di sini?
Artinya kau tak perlu pergi hingga besok.
Oh, besok?
Sudah 40 tahun aku tinggal di sini.
Anakku lahir di luar sana.
Siapa yang akan ingat bayiku?
Aku ingin dengar kisahmu, Rose.
Kau punya telinga untuk mendengar?
Si petugas pemakaman itu tak butuh telinga.
Seharusnya dia sewakan saja.
Siapa si petugas pemakaman itu?
- Dokter yang satu lagi. - Oh, ok.
"4 Januari 1942.
Aku menuliskan kata-kata ini secara rahasia
dalam rasa takut dan ancaman teror.
Aku harus menemukan kerabat yang mengakui aku,
jika tidak, aku akan tinggal di sini selamanya,
dikutuk untuk hidup merana.
Masa kecilku bahagia, Aku hidup bahagia di County Sligo."
Aku belajar musik dari ayahku.
Aku menyayangi ayahku.
Saat ayahku meninggal,
hati ibuku ikut mati bersamanya.
Ibuku terus memakai baju berkabungnya
pagi, siang hingga malam
hingga mereka membawa ibuku pergi.
Dia tetap memakai baju berkabung sepanjang hari
hingga mereka merenggutnya dariku.
Saat aku bertemu Michael McNulty...
aku tahu aku akan menunggu dia selamanya.
Aku tak akan bertemu dengan pilot tempurku
jika bukan karena pria berkumis yang mengerikan itu.
Saat perang melanda Belfast,
Aku kehilangan pekerjaan.
Aku mengungsi ke wilayah Republik Irlandia,
yang aman dari perang.
Aku bekerja di adik ibuku
Tante Eleanor, di Hotel Temperance miliknya.
Kembali ke rumah masa kecilku
di Ballytivnan
seperti melangkah ke dunia dongeng,
dunia penuh kedamaian yang terpisah dari kenyataan.
Mari kubawakan kopermu.
Terima kasih.
- Halo, Roseanne. - Halo.
- Bagaimana perjalananmu? - Baik.
Ayo, cepat.
Suster.
Ayo pergi.
Semua diterima di kafe tanteku,
Semua yang mirip orang Katholik ataupun Protestan,
tergantung penampilan mereka.
Tanteku punya kebijakan ketat soal tempat duduk.
No comments yet. Be the first to leave one.