ヒロイン?聖女?いいえ、オールワークスメイドです(誇)!
The first 174 lines.
Sebentar lagi Nona akan kembali.
Aku harus segera menyiapkan tehnya.
Menggunakan cangkir kesukaan Nona.
- Luciana! - Luciana!
- Bertahanlah! - Katakan sesuatu!
- Luciana! - Luciana!
- Bertahanlah! - Luciana!
Santa Perak dan Lima Sumpah.
Target kencan utama,
Putra Mahkota Kerajaan Theolas, Christopher von Theolas.
Target kencan kedua,
Maxwell Reclentos, putra pertama Kanselir.
Target kencan ketiga,
kesatria penjaga sang protagonis, Lectias Froude.
Lalu,
target kencan keempat, Bjork Quichel.
Pria yang hatinya direngut oleh Raja Iblis ini,
dulunya adalah seorang budak.
Ibu! Ayah!
Bjork, terlahir di desa penyihir tersembunyi,
diserang oleh tentara dari negeri sebelah saat ia berusia sepuluh tahun,
di sana orang tuanya terbunuh.
Karena Bjork sudah mampu menggunakan sihir
dia dijual kepada tentara bayaran sebagai budak,
dipaksa turun ke medan perang,
terkadang dia disiksa secara fisik sepanjang hari,
demi melampiaskan amarah majikannya.
Titik baliknya ketika ia berusia 18 tahun.
Tuannya menyusuri Hutan Besar Vanargand dengan kemampuan sihir Bjork,
mencoba memburu monster, namun gagal.
Namun kenyataannya, penyelusuran ini merupakan ide dari Bjork.
Budak dikendalikan dengan sihir kepatuhan,
tidak dapat menyerang majikannya secara langsung.
Karena itulah, dia memancing mereka kemari demi membalas dendam.
Menakjubkan.
Kebencian kelam yang begitu indah.
Kemarilah, wahai penyihir.
Hei! Mau ke mana kau?
Cabutlah pedang itu,
lalu jadilah tumbal untukku.
Sudah kubilang jangan pergi menjauh sendirian.
Begitulah, Bjork Quichel menyerahkan raganya kepada Raja Iblis.
SUASANA SERIUS YANG DATANG TIBA-TIBA
Demi kunci untuk membuka segel Raja Iblis
dia mengincar garis keturunan keluarga Kerajaan Theolas
Begitulah latar cerita gimnya.
Annemarie, mau sampai kapan kau bengong di sana?
Kau mau mati, ya?
Tentu saja tidak!
Maxwell.
Tidak bersenjata terlalu berbahaya.
Lindungi aku dari belakang.
Baiklah.
Percuma.
Bersenjata takkan mengubah apapun.
Memang iya?
Jangan remehkan Putra Mahkota!
- Drawing! - Drawing!
Sihir macam apa itu?
Mana mungkin aku bicara.
Sikap santainya itu normal.
Karena hanya Santa yang mampu mengalahkan Raja Iblis.
Namun, jika memakai senjata perak yang merupakan kelamahannya di gim,
maka orang selain Santa juga dapat ikut bertarung.
Meski kau gunakan belati kecil itu...
Sudah kubilang, jangan remehkan Putra Mahkota!
Aksesori perak yang kukenakan bukan sekedar hiasan!
Segenap ciptaan, patuhilah aku!
Alchemy!
Annemarie, cepat rawat luka Nona Luciana!
Segera!
Menarik.
Kau akan kubunuh dan kuperiksa saat aku senggang.
Bertahanlah, Luciana!
Akan kusembuhkan dengan sihirku!
Di dalam gim, Annemarie itu lemah tapi angkuh
karakter antagonis pada umumnya.
Bahkan saat insiden penyerangan, dia hanya bisa menangis ketakutan.
Tapi aku berbeda.
Aku sudah berlatih keras demi melawan Raja Iblis.
Sampai mengembangkan sihir Drawing dan Alchemy.
Juga membuat ulang pengobatan modern
dari kehidupan sebelumnya menjadi sihir penyembuh.
Luciana, kau tidak apa-apa?
Sihir penyembuh: Sanitasi!
Karena punggungnya ditebas oleh pedang, dia harus dioperasi.
Lingkungan steril sudah siap.
Sekarang aku periksa lukanya...
Bagaimana Luciana...
Luciana, kumohon bangunlah!
Maaf...
Dia baik-baik saja.
Hidupnya tidak dalam bahaya.
Bukan hanya tertebas pedang.
Tubuhnya juga sampai terhempas, tetapi...
Mengejutkan sekali, anak itu masih hidup.
Lagi pula, aku memang berniat membunuh kalian semua,
aku tinggal menebasnya lagi.
Apa kau bilang?
Kau pikir nyawa manusia itu seringan apa?
Wahai sihir, kumpulkan sang bintang!
Wahai meteor, hujani musuhku!
Shooting Star!
Peluru sihir yang diimbuhi aura perak.
Inilah sihir terkuat yang bisa aku gunakan!
Pilihanmu tidak salah.
Akan tetapi...
Percuma.
Pilihan sihir dan senjata perakmu patut dipuji.
Kupikir umat manusia sudah melupakannya,
sepertinya aku salah.
Memang benar sudah melupakannya!
Namun, yang lemah akan mati.
Bagian yang terkena sihir tadi?
Mustahil! Dengan sihir seremeh itu...
Mustahil... Jangan-jangan?
Ini adalah sihir perak dari Santa yang baru bangkit!
Sejak kapan sihir ini menempel kepadaku?
Jangan-jangan, si Santa ada di sini?
Entah apa yang sudah terjadi...
Ini kesempatan kita!
Sialan!
Tuan Maxwell, kita harus ikut menyerang!
Baik!
Sialan!
Ini mustahil!
Aku tidak merasakan aura Santa di dekat sini.
Berarti ini hanya sisa-sisa kekuatan Santa.
Berarti kekuatan ini terkandung "pengabdian" yang amat besar.
Ini...
Perasaan yang terkandung di dalamnya...
Sebagai seorang pelayan,
melindungi majikannya adalah sebuah kewajiban!
Apa-apaan ini?
Bikin kaget saja.
Takkan kumaafkan siapapun yang melukai Nona!
Melindungi majikan adalah tugas seorang pelayan!
Tidak masuk akal.
Aku kalah dengan perasaan seperti ini?
Namun, dari mana datangnya sihir Santa ini?
Baik pangeran maupun penyihir itu bukan Santa.
Sisanya tinggal...
Mustahil...
Itu, 'kan!
PERLENGKAPAN SSR, PERTAHANAN 999
Raja Iblis teringat kembali.
Alasan dia dikalahkan oleh Santa di masa lampau
adalah karena hal tersebut...
Tunggu dulu.
Gadis itu bukan seorang Santa.
Santa tidak ada di sini, tapi...
- Luciana! - Luciana!
- Bangunlah! - Luciana!
- Nyonya! - Luciana!
- Tuan! - Luciana!
Ada tiga orang yang mengenakan perlengkapan yang serupa!
Tidak! Ini tidak masuk akal!
Kratak?
'Kan kau sedang lengah, jadi...
- Sebentar, aku tidak boleh melakukannya? - Mana aku tahu!
Apa ini?
Ini miasma dari sihir jahat!
Jangan dihirup!
Meski kau bilang begitu, miasmanya memenuhi pelindung!
Buruan hancurkan pelindungnya!
Sialan, kembalikan Luciana!
Kembalikan putriku!
PERLENGKAPAN SSR, PERTAHANAN 999
Luciana!
- Luciana! - Luciana!
Pedang perak...
Gawat...
Padahal aku belum membuka segelku,
tapi lama-lama keberadaanku bisa lenyap.
No comments yet. Be the first to leave one.