The first 200 lines.
"Episode 45"
Katakan kamu tak mau tinggal denganku lagi karena
aku punya anak sebelum menikahimu.
Dokter.
Menantuku menjalani tes tadi pagi.
Ya, dia Sabina. Hasilnya sudah keluar?
Tidak.
Bukan kehamilan pertamanya, jadi, aku tidak cemas, tapi penasaran.
Anda sudah tahu rupanya.
Dia sudah pernah melahirkan, jadi, Anda tidak perlu khawatir.
Astaga.
Ini tidak mungkin.
Mid Eum adalah
anak Lee Sung Wook. Kalau begitu, suami pertamanya...
Tidak mungkin.
Ini tidak mungkin.
Sayang, aku menemukan restoran enak di Kroatia.
Kamu mau melihatnya?
Ada apa? Ada masalah?
Aku tidak bahagia
tinggal di Korea.
Aku ingin melupakan masa-masa itu,
jadi, tidak membicarakannya.
Begitukah?
Dia pergi jauh-jauh ke Amerika
untuk mengubah nama dan identitasnya
lalu menyembunyikan masa lalunya yang kotor.
Apa?
Kamu mau ke mana?
Setidaknya aku harus memberi makan anak-anak.
Pak Kim bisa membawa mereka ke bioskop,
tapi aku tidak bisa menyuruh mereka pergi begitu saja.
Joon Ki.
Ini akan menjadi kali pertama dan terakhir.
Pulanglah. Aku akan kembali.
Kalau begitu, aku ikut.
Aku tidak menganggap Mid Eum sebagai anakku.
Aku merelakannya 12 tahun lalu saat meninggalkan rumah itu.
Tapi
jika ini untuk membalas budi ayahnya,
aku akan ikut.
Ayo.
Siapa
yang kamu bicarakan?
Aku takut.
Bagaimana bisa orang seperti itu menjadi pasangan putra kita?
Choi Joon Ki, di mana kamu...
Sayang,
apa yang kamu ketahui tentang Sabina?
Apa yang kamu lakukan? Kamu juga tahu?
Kamu tahu dia menyembunyikan fakta bahwa dia punya anak
dan menikah dengan keluarga kita?
Aku berharap kamu tidak akan tahu.
Choi Dae Sung!
Bukankah ucapanku sudah jelas?
Mungkin hubungan kita sudah berakhir,
tapi kita masih harus berperan sebagai orang tua!
Kenapa menyembunyikannya dariku padahal kamu tahu?
Aku baru tahu. Begitu juga Joon Ki.
Seharusnya kamu langsung memberitahuku!
Bagaimana kamu bisa menyebut dirimu seorang ayah?
Karena itu aku menyembunyikannya!
Aku tahu kamu akan marah
dan menggila seperti ini!
Apa? Menggila?
Apa orang tua seharusnya membiarkan anaknya
bahkan saat dia terjebak penipuan pernikahan?
Suruh mereka ke sini sekarang.
Tidak. Tidak perlu.
Aku akan memanggil Pengacara Park
untuk segera mengusir mereka dari rumah ini.
Sayang!
Kita harus memikirkannya baik-baik.
Ini berkaitan dengan hidup putra kita.
Ya, hidupnya.
Karena itulah aku bersikap seperti ini!
Aku tidak akan membiarkannya bersama wanita gila itu!
Kita tidak bisa menyalahkan siapa pun sekarang!
Kita bisa kehilangan putra kita!
Kamu tidak berpikir Joon Ki sudah mempertimbangkannya?
Dia tidak memberitahumu karena tidak mau kehilangan Sabina!
Kamu pikir dia akan mendengarkan yang mau kamu katakan?
Lalu apa yang harus kulakukan?
Nyawa Joon Ki ada di tangannya!
Jika kamu masih ingin bertindak sesukamu,
aku tidak peduli dengan yang terjadi!
Jadi, hari itu
Joon Ki bukan menabrak rusa besar?
Ya.
Dia menabrak seorang pria.
Apa?
Apa katamu?
Apa yang terjadi kepada pria itu?
Apa dia...
Apa dia tewas?
Kami menyembunyikannya.
"Kim Mal Soon, Sup Daging Busan Jangshin"
Ini kali pertamamu di Busan?
Tidak, aku tumbuh di sini.
Sudah berapa lama kamu tidak kemari?
Mungkin lebih dari sepuluh tahun.
Kamu ke sini untuk mengunjungi rumah lamamu?
Tidak. Aku hanya
ingin mencari sesuatu.
Benar.
Putri pemilik kapal yang Ibu lahirkan di Busan.
Itu Kakak.
Setelah Ibu diusir dari rumah,
dia bertemu Ayah dan melahirkanku.
Aku yakin akan mengingat sesuatu.
"Detektif Cha Pil Seung"
Tadi kami meneleponmu.
Sebentar.
Ini rekaman dari tanggal 20 September.
Orang ini, bukan?
Ya. Terima kasih.
Seseorang sengaja memotretnya.
Menurutmu mereka berkomplot?
Mungkin saja.
Perbesar gambar pria ini.
Baik.
Mid Eum bilang dia melihat motor yang menabrak Eun Dong Joo, bukan?
Benar.
Dia bilang pelakunya memakai helm dengan garis merah, seperti itu.
Menurutmu, orang yang menahan Lee Sung Wook
juga menabrak Eun Dong Joo?
Periksa rekaman di luar gedung dari waktu yang sama.
Baik.
Tunggu.
Perbesar.
Mari keluarkan DPO untuknya dan tangkap dia dahulu.
Baik.
Astaga, enak sekali.
Aku belum pernah makan yang seperti ini.
Benarkah?
Mid Eum, cobalah pastanya.
Terima kasih, Paman.
Di sini sangat mahal, bukan?
Paman tidak perlu mengajak kami ke sini.
Jangan cemaskan itu dan makanlah.
Aku akan mentraktirmu kapan saja.
Kamu tidak punya waktu untuk itu.
Makanlah.
Sudah hampir waktunya untuk menonton film.
Kita masih punya waktu.
Bagaimana sekolahmu, Mid Eum?
Aku berusaha sebaik mungkin.
Kakak sangat mahir dalam seni.
Benarkah? Kamu mahir menggambar?
Tidak.
Aku hanya suka seni memotong kertas.
Ayahku bilang
Kakak sangat mirip ibunya.
Benar.
Dia bilang ibuku juga mahir dalam seni memotong kertas.
Begitukah?
Tapi aneh sekali.
Aku sama sekali tidak ingat wajahnya,
tapi tetap mirip dengannya.
Permisi sebentar.
Tunggu sebentar. Kalian makan saja.
Kakak, apakah wanita cantik itu
benar-benar mirip ibu Kakak?
Ya. Dia juga sangat mirip dengan wanita di gambar ayah.
Ini berat bagimu?
Aku hanya merasa agak mual.
Kukira tidak masalah jika bertemu dengannya,
tapi kurasa itu menggangguku.
Baiklah. Lagi pula, hampir saatnya mereka menonton.
Ayo antarkan mereka.
Maaf aku tidak bisa bergabung dengan kalian.
Pak Kim akan mengantar kalian pulang saat filmnya berakhir.
Terima kasih.
Sampai jumpa.
Ayo, Sa Rang.
Baik, Kakak.
Sampai jumpa lagi, Paman.
Aku pasti tidak akan menelepon atau mengunjunginya lagi.
Selain itu...
Ini.
Aku membuat ini untuk kalian berdua.
Ini untuk calon bayi kalian.
Terima kasih.
Kamu baik-baik saja?
Maafkan aku.
Aku tidak bermaksud bersikap seperti ini.
Aku sangat ingin menunjukkan
bahwa masa lalu yang kutinggalkan tidak penting lagi bagiku.
Itu tidak ada artinya.
Bahwa hanya kamu yang kupedulikan.
Aku ingin menunjukkan itu.
Tidak. Mid Eum tidak berarti bagiku.
Aku yakin.
Pasti.
Maafkan aku, Joon Ki.
Maafkan aku, Joon Ki.
Ini tidak akan terjadi lagi.
Tidak apa-apa.
Aku mengerti.
Bagaimana bisa anak itu tidak berarti bagimu?
No comments yet. Be the first to leave one.