The first 200 lines.
Ba... Banyak sekali kuburan.
Tuan, lihatlah.
Kemari!
Segera bersihkan jalur ini.
Tuan,
bagaimana kalau kita ganti jalur?
Kuburan massal ini dulu adalah kota hantu di pinggiran kota Jingu.
Sejak kasus kepala orang itu,
tak ada yang berani kemari.
Kabarnya, tempat ini berhantu.
Lihat, lihatlah,
ini adalah tanda kita harus ganti jalur.
Ayo, pergi.
Kalau sungguh berhantu,
berarti aku yang menguburnya dulu.
Ganti jalur?
Kau mau tanggung jawab jika terlambat?
Singkirkan.
Tolong bantu aku angkat itu.
Pengurus Liu,
menurutmu, kenapa tempat ini disebut kota hantu?
Lokasi ini
awalnya hanya pasar barang bekas yang dibuat rakyat biasa.
Sebagian besar tak berani berjualan di dalam kota,
karena barang mereka adalah milik orang mati
yang dicuri dari peti mati dan kuburan.
Karena itu, disebut Kota Hantu.
Jadi, apa sebenarnya kasus kepala orang itu?
Aku sudah pernah dengar cerita itu dulu.
Jadi, ada orang yang lewat jalan ini tengah malam,
dia bertemu orang mati yang meminjam korek api.
Katanya, dia butuh cahaya untuk mencari kepalanya.
Aku juga dengar,
ada sepasang suami istri
yang lewat jalur ini tengah malam.
Saat kelaparan,
mereka bertemu seorang nenek baik
yang memberi mereka makanan kering.
Setelah pasangan itu memakannya,
tubuh mereka tak bisa bergerak.
Di saat itu,
mereka melihat nenek tua
dengan kepala musang berbulu
yang muncul di hadapan mereka.
Er!
- Er! - Er!
Er, kau tidak apa-apa?
- Jawablah! - Er!
Seberapa dalam lubang ini?
Er!
Buddha lindungi kami.
Mohon ampuni kami, ampuni kami.
Er, kau baik-baik saja?
Katakanlah sesuatu.
Er, ada apa?
Kau tidak apa-apa?
Aku tidak apa-apa,
jangan khawatir.
Kau mengagetkan kami saja.
Cepat cari cara untuk menariknya ke atas.
Cepatlah naik.
Er, kau kenapa?
Cepat, cepat ulurkan tanganmu.
Peganglah, pegang erat.
Ada yang menarikku.
Ada sesuatu yang menarikku.
Kematian datang membalas dendam.
Dosaku dulu sudah terbayar!
Berdiri tegap!
Berdiri tegap!
Jangan muntah!
Lihatlah, kalian bahkan belum melihat dunia yang sebenarnya.
Bagaimana kalian bisa melaksanakan tugas melindungi rakyat?
Benar-benar!
Tegak gerak!
Pak Kepala Luo yang terhormat pernah mengajarkan kita,
sebagai polisi,
kita harus menghadapi kesulitan,
menyingkirkan gangguan.
Lapor, Pak Direktur,
kami sudah selidiki.
Kematian enam pedagang ini
dan kasus kepala orang dua tahun lalu
memiliki keterkaitan.
Makam tanpa nama itu
milik prajurit yang tewas di perang Zhili-Anhui belasan tahun lalu.
Namun, anehnya
hanya ada kepala saja,
tidak ada tubuhnya.
Aku mengerti.
Lihatlah,
lihatlah.
Pak Direktur memang seorang Direktur.
Belum pernah ke lokasi,
tapi sudah paham semuanya.
Orang yang dulu bertanggung jawab menguburkan kepala-kepala itu,
salah satunya adalah diriku.
Belasan tahun lalu,
Kelompok Anhui mengepung kota Jingu.
Sebelum Jenderal bunuh diri dengan kebencian,
dia bersumpah,
setelah mati akan menjadi burung raksha
dan mengambil kepala para pengkhianat itu.
Lapor!
Brown dari Perdagangan Cathay meninggal.
Mayatnya hanya ada tubuh,
tanpa kepala.
Sebentar lagi, aku akan pergi menemui atasan
untuk membahas jabatan direktur bulan depan.
Kasus ini
telah menelan banyak korban.
Bagaimana?
Bagaimana kalau
katakan saja ini ulah burung raksha.
Dinasti Qing sudah runtuh 20 tahun lalu.
Kita tidak bisa menyalahkan hantu,
harus ada penjelasan ilmiah.
Coba saja kau tangkap burung itu dan serahkan ke atasan.
Ingat,
kasus ini harus ditangani dengan baik.
Saya mengerti.
Oh ya,
Lanlan sudah pulang dari studi luar negerinya.
Dia bilang ingin menerapkan penanganan kasus
dengan gaya barat.
Mohon bantuan dari kalian.
Saya mengerti.
Roh langit dan roh bumi.
Kami menghadap para dewa.
Semua niat jahat adalah utang.
Jim Brown kembalilah.
Ketidakadilan dan hutang.
Semua niat jahat adalah dosa.
Ketidakadilan dan hutang.
Semua niat jahat adalah dosa.
Mata langit terbukalah!
Mata langit terbukalah!
Kenapa tepung ini tidak berguna?
Tepung terlalu lembab,
tukarlah dengan alkohol.
Mata langit terbukalah!
Lain kali, tambahkan petasan agar efek api lebih bagus.
Jika tidak, orang-orang akan kecewa.
Tolong!
Qi Wei!
Qi Wei, kau kenapa? Qi Wei!
Qi Wei, Qi Wei!
Kau baik-baik saja?
Kau kenapa?
Sadarlah, Qi Wei, sadarlah!
Apa yang kau lihat? Apa yang kau lihat?
Qi Wei!
Burung raksha!
Burung raksha!
Kepala Brown terbakar di dinding.
Aku merasakan tempat yang gelap,
dan seseorang mengontrol ini semua.
Sungguh luar biasa!
Seperti sedang menonton drama Italia saja.
Suasana dan aktingnya sangatlah sempurna,
khususnya Tuan Cenayang.
Ditambah dengan tangisan,
penampilannya sangatlah luar biasa.
Lalu beberapa tamparan terakhir itu
juga menambah banyak poin.
Menurutku, peralatanmu mungkin masih kurang,
tapi tidak apa-apa,
mari semuanya, beri tepuk tangan.
Tepuk tangan!
Baik,
pertunjukan cukup sampai di sini.
Para aktor silakan pergi dulu.
Aku kira nona besar dari mana.
kenapa kau selalu ada di mana-mana?
Bukankah kau sedang studi di luar negeri?
Aku juga heran.
Kenapa di hari pertama saja,
aku sudah bertemu denganmu yang bertingkah aneh.
Kesalahanmu juga banyak.
Maaf,
kami ini diundang secara resmi oleh ayahmu.
Duan Yuhao!
Qi Wei!
Selama tiga tahun ini, kalian berdua
menangani kasus sebagai ahli fengshui palsu
dan melakukan penipuan uang
sebanyak 128 kali.
Seharusnya 129 kali.
Ini memberi dampak sosial yang sangat buruk.
Aku beri tahu kalian,
dikurung selama delapan atau sepuluh tahun
adalah hal normal untuk kalian.
Namun,
kami tetap menghargai
niat baik kalian untuk menghukum kejahatan.
Kami memberi kalian berdua
kesempatan untuk menebus kejahatan.
Maksudmu, kasus kota hantu tanpa kepala tadi malam?
Untuk kasus ini, perlu uang.
Bagaimana kalian berdua tahu hal ini?
No comments yet. Be the first to leave one.