Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Specials

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 47 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT Version. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2018-01-31
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Episode 47"

Kak Go Ya.

Jangan lakukan.

Kak Go Ya.

Kenapa kamu berlutut kepadanya?

Dia bilang akan berdamai jika aku melakukannya.

Kenapa? Kamu mau berlutut menggantikannya?

Baiklah. Itu cara yang bagus untuk mengajari adikmu

yang kekanak-kanakan.

Kamu bisa memberi contoh.

Daripada membawakan kami sekeranjang buah,

berlutut akan memberimu kesempatan lebih

untuk berdamai.

Aku tidak mau.

Kamu tidak mau?

Menurutku ada kesalahpahaman.

Aku juga tidak mau berdamai.

Jadi, jangan berani berpikir bahwa Anda bisa berdamai.

- Apa? - Aku datang untuk mengatakan itu.

Dan ini disebut sopan santun.

Menurutku tidak sopan jika menjenguk ayahku tanpa membawa apa pun.

Sampai jumpa. Ayo.

Jadi, kamu ingin adikmu menjadi mantan narapidana.

Itu tidak akan terjadi.

Aku tahu niat Anda

dan ini tidak akan berakhir sesuai keinginan Anda.

Anda harus melupakan mimpi kosong itu

- dan bersiap memberi kami uang. - Kamu...

Kamu yakin tidak akan menyesali ini?

Menyesal?

Anda tidak mau melihatku, bukan?

Apa?

Aku juga tidak mau melihat Anda.

Aku gemetar karena marah setiap melihat wajah Anda.

Itu sebabnya aku tidak menyesali ini.

Aku akan melindungi keluargaku. Aku akan memenangkan gugatan ini.

Dengan begitu,

kami bisa memutus hubungan dengan Anda.

Maka, sampai jumpa pada hari konsiliasi.

Mari kita akhiri ini pada hari itu.

Sampai jumpa.

- Ayo. - Apa? Baik.

Bedebah. Ini sangat mengesalkan.

Astaga.

Dia tidak mau menyerah, ya?

Baiklah.

Akan kupastikan kamu berlutut di hadapanku.

Mari kita lihat bagaimana ini akan berakhir.

- Ada apa? - Jangan sentuh aku!

Ada apa dengannya?

Ada apa? Tadinya kita akan pergi ke rumah sakit.

Kamu dari...

Apa?

Kamu pergi bersamanya?

- Kenapa kamu melakukannya? - Apa?

Dia bilang kamu menyuruhnya mendatangi mereka

dan memohon maaf.

Soal itu...

Pikirku satu-satunya jalan keluar adalah berdamai.

Bukankah sudah kubilang?

Aku tidak akan membiarkan kalian berlutut kepada mereka.

Kamu tidak mendengarkanku?

Aku bilang tidak mau, tapi dia memaksaku.

Hei! Aku tidak memaksamu.

Kamu memaksa. Katamu jika tidak mau, aku dan Kak Go Ya bisa mati.

Kamu juga bodoh.

Kenapa kamu menangis di depan wanita itu?

Kamu selalu berani di depan kakak.

Dia pria yang mengirim petisi kepada anaknya untuk meminta uang.

Mereka orang yang tega memenjarakan anaknya.

Pikirmu mereka orang yang mau berdamai

hanya karena kamu berlutut?

Maaf, aku tidak memikirkannya.

Kupikir ini akan membantumu jika kita berdamai

dalam kasus Go Bong.

- Ini salahku. - Aku tidak suka kalian berdua.

Masuklah. Aku ingin bicara.

Apa yang Go Ya katakan kepadanya?

Dia sangat percaya diri di depan wanita itu.

Katanya dia tidak mau berdamai dengan mereka.

- Apa? - Entahlah.

Pokoknya dia sangat berkarisma.

Kita tidak akan berdamai dengan mereka?

Apa maksudnya?

Ada apa? Apa yang pengacara itu katakan?

Katanya Go Bong tidak akan dipenjara.

Jika itu terjadi, bibi bisa menggendongnya sepanjang hari.

Kenapa dia bisa sangat yakin?

Jika mereka menuntut sokongan finansial,

kita akan menuntut biaya pengasuhan anak.

Jika mereka menuntut atas penyerangan Go Bong,

kita akan menuntut mereka atas penipuan.

Penipuan?

Mereka berjanji akan mendonorkan ginjal kepada Go Woon,

tapi ternyata itu hanya demi uang.

Kamu benar. Aku lupa soal itu.

Besok adalah hari konsiliasi.

- Konsiliasi? - Apa itu?

Kami semua akan bertemu di sana

sebelum ini dibawa ke pengadilan, sebagai usaha berdamai terakhir.

Pengacaraku dan aku akan hadir sebagai perwakilan.

Lalu ayahmu dan Oh Na Ra juga akan ke sana.

Ya.

Pastikan kalahkan mereka agar mereka tidak berbuat seperti ini lagi.

Baik.

Aku pergi dahulu. Aku harus kembali bekerja.

Apa? Kakak mau kembali ke kafe itu?

- Kakak tidak malu? - Kenapa malu?

- Bukan apa-apa. - Itu memalukan.

Dia ditampar.

Go Bong!

Apa? Apa ini?

- Apa? Ditampar? - Siapa yang ditampar?

Dia ditampar Ayah di depan umum,

di depan orang-orang asing.

Sungguh? Ayahmu sungguh menamparmu?

Lupakanlah. Itu semua sudah terjadi.

Bagaimana kami bisa melupakan ini?

Ini sungguh konyol.

Seharusnya aku membunuh dia.

Hei, kamu ditampar di mana?

Pipi kanan atau kiri?

- Astaga, aku berangkat. - Astaga.

Astaga, Go Ya.

Astaga.

Choi Tae Pyung bedebah.

Berhentilah menangis.

Bahkan Bibi Yang Sook tetap tenang.

Ibu merasa kasihan kepadanya.

Bedebah itu.

Apa dia tahu seberapa sulit hidup Go Ya

untuk menggantikannya menjadi kepala keluarga?

Setidaknya dia bisa berterima kasih kepada Go Ya.

Kenapa dia malah menamparnya?

Go Ya pasti sakit secara fisik,

tapi aku yakin dia juga sakit hati.

Itu maksud ibu.

Astaga. Jika bertemu dengannya lagi,

ibu akan menghajarnya. Tidak peduli dia kakak ibu.

Ya, aku tidak akan menahan diri lagi.

Aku tidak peduli dia pamanku.

Jika bertemu dengannya, aku akan membunuhnya.

Astaga, ibu tidak tahu.

Ibu hampir mengatakan hal bodoh lagi.

Seperti apa?

Ibu bermimpi Go Ya mengenakan pakaian yang bagus

dan berjalan masuk ke rumah yang besar.

Ibu pikir sesuatu yang baik akan terjadi.

Tapi tidak sama sekali.

Itu aneh. Kurasa mimpi ibu tidak seakurat dahulu.

Ibu harus bekerja.

Pakaian bagus dan rumah besar?

Kedengarannya seperti pernikahan.

Go Ya!

Go Ya!

Go Ya!

Tunggu.

Jika dipikirkan, kenapa aku tampak sangat sedih?

Dan kenapa aku meneriaki namanya,

serta berusaha menghentikannya untuk masuk?

Astaga. Lampunya hampir mati.

Dia sudah pulang?

Astaga, tampaknya tersangkut.

Kim pasti bisa melakukan ini dengan mudah.

- Permisi. - Siapa itu?

Kamu baik-baik saja?

Kurasa begitu.

Entahlah.

Hati-hati.

Kamu bisa terluka.

Bukankah kamu dokternya Go Woon?

Benar.

Aku bibinya.

Aku sering melihatmu di TV.

Astaga. Akhirnya aku bisa bertemu langsung dengan bintang TV.

Aku bukan bintang TV.

Aku tidak melihat ibunya Go Woon

di tokonya.

Dia sudah pulang.

Semuanya baik-baik saja?

Kamu tidak tahu saja.

Keluarganya selalu terlibat masalah.

Apa?

Lupakanlah.

Kenapa kamu mencari Kak Yang Sook?

Aku ingin membeli lauk.

Makanan buatannya enak.

Kamu sedang mengganti lampu?

Ya. Aku kesulitan.

Aku akan membantumu.

Astaga. Dia sangat jantan.

Sudah.

Bersihkan tanganmu.

Terima kasih.

Istrimu pasti sangat bahagia

memiliki suami yang manis sepertimu.

Aku tidak punya istri.

Begitu rupanya.

Kamu tahu? Kamu sudah mengganti lampuku.

Aku akan mentraktirmu makan malam.

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left