The first 200 lines.
Saat kau terlahir ke dunia ini,
ada hal lain yang juga ikut terlahir.
Kau memulai hidupmu dan hal itu memulai perjalanannya
menuju kepada dirimu.
Gerakannya lambat, tapi tidak pernah berhenti.
Ke mana pun kau pergi, jalan mana pun yang kau ambil
hal itu akan mengikuti.
Tidak pernah lebih cepat, tidak lebih lambat, selalu mendekat.
Kau berlari.
Hal itu berjalan.
Kau istirahat.
Hal itu tidak.
Suatu saat, kau akan berhenti di sebuah tempat terlalu lama.
Kau akan duduk terlalu diam atau tidur terlalu lelap...
.. dan saat sudah terlambat, kau akan bangun...
.. kau akan menyadari ada bayangan ke-2 di samping bayanganmu.
Kemudian hidupmu akan berakhir.
Jika kau kira karena dia mati, aku menjadi lemah,
maka kau tidak memahami dengan baik.
Jika kau ikut andil dalam kematiannya, dan kau tidak takut,
maka kau tidak memahami apa pun.
Jadi, demi kebaikanmu, pahamilah ini.
Aku Doctor.
Aku akan datang mencarimu,
dan aku tidak akan pernah berhenti.
Doctor Who S09E11 Heaven Sent
Peralatan di ruangan itu sesuai...
dengan teleport ultra jarak jauh.
Jadi, aku tidak terkirim lebih dari 1 tahun cahaya,
dan aku di zona waktu yang sama.
Saat matahari terbenam, aku akan bisa menentukan posisi tepatnya
dengan bintang-bintang. Lalu kau punya pilihan.
Keluar, tunjukkan dirimu,
atau terus bersembunyi.
Clara melarangku membalas dendam.
Kau harus tahu, aku tidak pernah mendengarkan.
Oh, apa ini?
Apa kau tukang kebun? Aku benci berkebun.
Orang macam apa yang punya kompleks kekuasaan pada bunga?
Itu kediktatoran bagi yang tidak mampu.
Atau dengan kata lain, kediktatoran.
Ayo! Cepatlah!
Doctor akan menemuimu sekarang.
Tunjukkan apa yang kau punya.
Aku baru saja menyaksikan teman baikku mati kesakitan. Hariku tidak bisa lebih buruk.
Mari kita lihat bagaimana dengan harimu.
Aku mengenalmu.
Aku pernah melihatmu.
Dulu aku tahu sebuah trik, saat masih muda dan telepatik.
Jelas, kau tidak bisa membuat hubungan psikis sungguhan dengan pintu,
untuk alasan yang sangat jelas,
mereka sangat jahat.
Maksudku, bayangkan kehidupan sebagai pintu. Orang-orang terus mendorong melewatimu.
Semua ketukan itu, tapi bukan ditujukan untukmu.
Dan kau dikunci setiap malam,
jadi jika kau cukup baik...
Lihat, Clara?
Masih bisa.
Tapi aku...
Aku tidak bisa menemukan jalan keluar.
Akhirnya aku kehabisan koridor. Seperti itulah hidup.
Ini baru. Aku ketakutan.
Aku baru sadar bahwa aku takut mati.
Karena perkataanku?
Apa yang kukatakan?
Kenapa kau berhenti?
Tua. Sangat tua.
Mungkin sangat, sangat tua.
Saat aku masih kecil, ada wanita tua yang meninggal.
Mayatnya ditutup dengan selubung, tapi saat itu hari yang panas, dan lalat pun datang.
Hal itu membuatku mimpi buruk bertahun-tahun. Jadi, siapa yang mencuri mimpi burukku?
Untuk apa aku di sini?
Kau sudah mengenalku sejak dulu, bukan?
Jadi, apa ini?
Apakah ini perangkap?
Apakah ini penjara?
Tidak!
Apakah ini tempat penyiksaan?
Apa aku benar?
Kau harus memahami dengan baik.
Siapa pun yang bisa merancang ini dan mencuri mimpi burukku,
harus memahami dengan baik.
Rahasia yang kumiliki, tidak akan.
Tidak akan kuberi tahu.
Sudah kubilang aku takut mati. Dan aku tidak bohong.
Untungnya diriku.
Karena kau tidak akan menduga ini.
Maaf, aku terlambat. Aku baru saja melompat dari jendela.
Kematian pasti. Kau tidak ingin tahu bagaimana aku selamat?
Ayo. Tanya aku.
Tidak, tentu saja aku harus melompat.
Aturan pertama saat diinterogasi
adalah kau orang yang tidak tergantikan
di ruang penyiksaan.
Ruang itu menjadi milikmu, jadi manfaatkan.
Jika mereka mengancam akan membunuhmu,
tunjukkan siapa pimpinannya. Matilah lebih cepat.
Kau sering melihatku melakukannya.
Bukan begitu, Clara?
Aturan pertama untuk mati, jangan.
Aturan ke-2, perlambat.
Kau punya waktu seumur hidupmu.
Semakin cepat kau berpikir, semakin lambat waktu berjalan.
Konsentrasi! Anggap kau akan selamat. Selalu anggap begitu.
Bayangkan kau sudah selamat.
Ada ruang berpikir dalam pikiranmu.
Kunci pintunya dan berpikir.
Ini ruang berpikirku.
Aku selalu membayangkan aku kembali ke Tardis, pamer,
menceritakan bagaimana aku lolos,
membuatmu tertawa.
Itu yang kulakukan sekarang.
Aku jatuh, Clara.
Aku akan mati.
Dan aku akan menjelaskan bagaimana aku bisa selamat.
Aku tidak sabar untuk mendengar ceritaku.
Aku bukan apa-apa tanpa penonton.
Satu harapan, garam.
Kurasa aku sempat mencium baunya. Setelah memecahkan jendelanya, aku yakin.
Udara asin. Kastil ini berdiri di atas laut.
Terjun ke dalam air dari tempat yang sangat tinggi tidak menjamin keselamatan.
Aku harus tahu berapa jauh aku jatuh dan berapa cepat.
Menurutmu kenapa aku melempar bangku?
Waktu jatuh...
.. 7 detik.
Karena kau tidak akan menduga ini.
Hambatan angin pada bangku,
kepadatan atmosfir,
.. kekuatan gaya gravitasi lokal.
Apa aku menguak rahasia sulapnya? Aku melakukan ini, kau tahu?
Akan mengenai air dalam...
.. 0,02 detik.
Kesempatan untuk tetap sadar adalah...
Pertanyaan 1. Tempat apa ini?
Tidak bolehkah aku tidur saja?
Pertanyaan 2. Apa perkataanmu yang menghentikan makhluk itu?
Apa aku harus tahu segalanya?
Bagaimana kau akan...
Clara, aku tidak bisa selalu...
Menang???
Dia terus datang, Clara.
Ke mana pun aku pergi, dia mengikuti. Kenapa?
Kenapa dia melakukan itu?/ Pertanyaan yang salah.
Sikap guru seperti biasanya. Apa pertanyaan yang benar, kalau begitu?
Bukan kenapa. Apa?
Dia mengikutiku.
Ke mana pun aku pergi, dia melacakku.
Tapi dengan pelan. Berjalan dengan menakutkan.
Menakutkan.
Semua layar ini...
Menunjukkan padaku di mana makhluk itu,
berapa jauh dia, berapa dekat.
Karena ini untuk menakutiku.
Membuatku merinding.
Itu intinya. Itulah yang dilakukannya. Ini sebuah teater.
Ini semua soal rasa takut.
Hipotesa sementara,
aku di dalam rumah hantu serba otomatis. Labirin mekanis.
Kotak teka-teki yang dirancang untuk menakut-nakutiku,
dan aku terperangkap di dalamnya.
Ini pasti Natal.
Sekop lagi?
Ada yang menginginkanku untuk menggali.
Bagaimana menurutmu, Clara?
Apa ada yang berusaha memberiku petunjuk?
Apa yang akan kau lakukan?/ Sama sepertimu.
Ya. Ya, tentu saja.
Yang, jujur saja, itu sebabnya kau terbunuh.
Jadi, ada yang mencoba memberitahuku...
bahwa ada sesuatu yang penting terkubur di taman ini.
Itu hal pertama yang ingin diberitahukannya padaku.
Mungkin ini tipuan.
Mungkin ini dari pendahuluku.
Karena aku bukan tawanan pertama di sini, 'kan?
Semua tengkorak itu.
Aku penasaran apa yang menyebabkan mereka begitu.
Bangunan setinggi dini,
makhluk selambat itu, jadi...?
Satu jam.
Hukum fisika dari segitiga. Kau kalah.
Jadi?
Makhluk itu bisa membuat jebakan. Tidak apa.
Aku mahir dalam jebakan.
Jadi, kau ke mana?
Hanya satu jalan masuk dan jalan keluar.
Melihat tempat tujuanmu...
Tidak, tidak. Itu tidak benar.
Aku di dalam 12.
Itu hampir saja lagi.
Atau nantinya, setelah aku benar-benar berhasil lolos darinya.
Jadi, bagaimana aku akan melakukan itu?
Ayolah, Guru, tanya aku.
Jangan berbohong.
Aku takut mati.
Kejujuran, ya.
Tapi bukan kejujuran biasa, Clara.
Tempat ini dirancang untuk menakutiku. Aku sedang diinterogasi.
Bukan hanya kejujuran yang diinginkannya. Lebih dari itu.
Tapi pengakuan.
Aku harus memberi tahu kebenaran yang tidak pernah kukatakan sebelumnya.
No comments yet. Be the first to leave one.