Enemies from the Past

Enemies from the Past (전생에 웬수들)

Download Indonesian Subtitle

Release info

전생에 웬수들-Forever Enemies E 41 NEXT
A Commentary by SULTAN_KHILAF

Tags

other
Published on: 2018-01-23
Downloads: 10
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Ayah.

Hei.

Kamu pikir kenapa ayah mengikuti semua tes itu?

Karena Ayah ingin menyelamatkan putra Ayah.

Kamu bermimpi.

Coba bayangkan menjadi diri ayah.

Apa ayah akan mengakui dia anak padahal belum pernah bertemu?

Ayah.

Entahlah.

Rumah itu adalah satu-satunya alasan ayah menjalani semua tes.

Tapi apa?

Kamu bilang itu bukan milikmu?

Ayah melakukan tes demi rumah itu?

Aku tidak mengerti maksud Ayah.

Ya. Setelah mendengar harga tanahnya 30.000 dolar per meter persegi.

Ayah berharap kamu bisa meminjamkan uang. Tapi apa?

Tidak mungkin.

Aku tidak percaya.

Kenapa Ayah bilang begitu? Aku tahu itu tidak benar.

Itu benar!

Astaga. Entahlah.

Setelah semua yang ayah lalui...

Tidak mungkin. Maksudnya, Ayah melakukan itu demi uang?

Ayah bersyukur tidak dioperasi.

Hampir saja ginjal ayah dicuri.

Jangan membuat ekspresi itu.

Ayah yang kecewa, bukan kamu.

Jadi, dari awal semua ini hanya sandiwara?

Pembicaraan di telepon itu ternyata benar.

Aku tidak tahu.

Aku dikhianati Ayah lagi, seperti orang bodoh.

- Ayah tidak mau memberikan... - Bukan itu yang penting!

Jika tahu, seharusnya ayah berikan rumah itu kepadanya.

Jika memiliki rumah itu, ayah tidak akan melakukan ini.

Astaga, ini membuat ayah sangat marah.

Astaga, ada apa?

Astaga.

Ada urusan mendadak. Aku permisi dahulu.

Yang Sook! Kemari.

Kamu hampir merusak pintu kami.

Bukan itu masalahnya.

Kamu harus ke kafe di sebelah sana.

- Kenapa - Go Ya bersama pria aneh.

Ternyata itu. Memangnya kenapa?

- Itu ayahnya. - Ayahnya?

Lalu kenapa pria itu berteriak dan memarahinya?

Apa? Berteriak dan memarahi?

Dia bicara soal Go Ya bukan pemilik rumah ini

lalu memarahinya.

Apa yang kamu bicarakan? Kamu harus menjelaskannya.

Dia mendatangi kantor perumahanku sebelumnya.

Tampaknya dia berpikir kamulah pemilik rumah ini.

- Apa? - Dia bilang dia tidak akan

menawarkan ginjalnya jika tahu kamu hanya menyewa.

Tunggu, apa katamu?

Dia bilang ginjalnya hampir dicuri

karena tidak tahu bahwa kamu hanya menyewa rumah ini.

Apa?

Saat Go Ya bertanya apa dia melakukannya demi uang,

dia mengakuinya. Dia ingin meminjam uang darinya

karena dia dengar rumah ini bernilai 30.000 dolar per meter persegi.

Astaga, kamu baik-baik saja?

Yang Sook.

Astaga. Yang Sook.

- Aku harus bagaimana? - Ada apa ini?

- Ada apa? - Di mana Kak Yang Sook?

Astaga. Seharusnya aku tidak mengatakan yang kudengar.

Apa? Kamu bilang apa kepadanya?

Astaga, ini buruk sekali.

- Apa yang kamu lakukan? - Minta maaf.

- Cepat minta maaf! - Kamu gila?

Tidak, tapi Ayah yang gila.

- Apa? - Ayah tahu yang Ayah lakukan?

Ayah mempermainkan anak kecil yang hanya ingin hidup.

Dan dia bukan sekadar anak kecil.

Ayah mempermainkan putra Ayah sendiri.

Kami tidak tahu.

Ayah tahu betapa aku sangat bersyukur?

Juga Go Woon dan seluruh keluarga kami?

Beraninya kamu meneriaki ayah?

Itu sebabnya Ayah harus meminta maaf.

Minta maaf kepada keluargaku!

Ayah tidak tahan lagi. Di mana sopan santunmu?

Ayah tidak percaya

kamu menuruni semua sifat ibumu.

Kamu tidak melakukan apa pun sampai pantas menyalahkan ayah.

Lalu apa salahku?

Bagaimana aku di mata Ayah?

Lihat tanganku.

Saat teman-temanku mengkhawatirkan nilai mereka,

aku malah bekerja sampai tanganku menjadi seperti ini.

Saat sakit, aku lebih khawatir tidak bisa datang bekerja

daripada memikirkan berobat ke rumah sakit.

Tapi aku tetap berpikir semuanya baik-baik saja.

Bahkan saat seluruh badanku sakit,

aku tetap berpikir semuanya baik-baik saja.

Aku percaya suatu saat nanti Ayah akan memegang tanganku

dan meminta maaf.

Maka aku akan baik-baik saja!

Jadi, minta maaf!

Choi Tae Pyung!

- Ibu. - Astaga.

Ibu.

Bedebah. Mati saja kamu!

Hei, itu menjijikkan.

Menjijikkan?

Kamu mempermainkan hidup putramu.

Kamu bahkan lebih menjijikkan.

Astaga.

Kenapa kamu menyalahkanku?

Kamu bertanggung jawab atas hilangnya rumah itu

sama seperti kamu bertanggung jawab telah melahirkan anak itu.

Jika kamu mengaborsinya seperti yang kusuruh...

Tutup mulutmu!

Kamu gila? Kamu hampir memukulku.

Ini sebabnya aku tidak mau hidup bersamamu.

Kamu terlalu agresif.

- Lepaskan! - Bedebah!

Hei. Kenapa kamu melakukan ini?

Kakak pantas mendapatkannya. Kakak harus diberi pelajaran.

Apa wanita itu menyuruh Kakak melakukan ini?

Apa wanita jahat itu, Oh Na Ra,

yang membujuk Kakak melakukan ini?

Hentikan. Jangan bicara begitu soal istriku.

- Apa? - Dengar.

Jika bicara buruk soal istriku lagi,

kalian akan membayarnya.

- Potongan rambut barumu bagus. - Benarkah?

Hai. Sudah lama tidak bertemu.

Bagaimana kamu bisa meluangkan waktu malam ini?

Suamiku sedang makan malam dengan seseorang.

Kami baru bisa menemuimu saat suamimu sibuk.

Biarkan saja. Mereka masih dalam tahap bulan madu.

Omong-omong, ada yang ingin kutanyakan.

Apa kamu pindah?

- Apa? - Aku pernah mengantarmu

ke rumahmu agar mengetahui tempatmu tinggal.

Tapi kudengar CEO Hanguk Apparel baru saja pindah ke sana.

Istrinya yang bilang saat kami bermain golf beberapa hari lalu.

Ya, benar. Aku pindah.

Ke mana?

Jangan bertanya. Aku yakin ke tempat yang bagus.

Kali ini kamu harus mengundang kami.

Ya. Mari tentukan tanggalnya sekarang.

Baiklah. Aku akan segera mengundang kalian.

Tae Pyung, bagaimana?

Aku mulai tidak sabar. Apa kita mendapatkan uangnya?

Kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi.

Apa yang terjadi kepadamu?

Katakan. Siapa yang melakukan ini?

Menurutmu siapa? Keluarga Go Ya yang melakukannya.

Mereka mengundangmu makan malam.

Kenapa mereka melakukan ini?

Sandiwara kita ketahuan.

- Apa? - Mereka mengetahui

bahwa aku menawarkan ginjalku bukan demi anak itu,

tapi demi uang.

Mantan istriku melempar kantong sampah kepadaku

dan adikku memukulku dengan sapu.

Putriku menggigit tanganku.

Astaga.

Kamu harus melihatnya.

Mereka seperti hewan liar.

Aku takut sekali.

Kenapa kamu bisa tertangkap?

Bagaimana dengan uangnya?

Sejak awal mereka memang tidak punya uang.

Apa maksudmu?

Harga rumah yang kutinggalkan saat bercerai

baru-baru ini melonjak.

Tapi ternyata rumah itu milik orang lain.

Kamu bergantung kepada rumah itu?

Ya. Kini rumah itu bernilai 30.000 dolar per meter persegi.

Aku tidak tahu mereka sudah menjualnya.

Itu sebabnya aku marah.

Aku menjalani banyak hal,

berharap bisa mendapatkan rumah itu kembali.

Saat tahu tidak bisa mendapatkannya, aku hilang kendali.

Dari awal seharusnya aku tidak memberikan rumah itu

kepada mereka.

Kenapa kamu tidak mencari tahu lebih dahulu?

Kamu bahkan tidak memastikan rumah itu milik mereka

sebelum memulai semua ini?

Kupikir aku mengenalnya.

Dia begitu terikat dengan rumah itu.

Aku tidak menyangka dia akan menjualnya.

Apa dia butuh uang untuk operasi anak itu?

Lalu kenapa dia masih sakit?

Itu tidak penting.

Kini kita harus bagaimana?

Aku tidak tahan memikirkan saat teman-temanku dan Ji Seok

mengetahui bahwa hidupku sengsara.

Bagaimana cara kita keluar dari rumah jelek ini?

Jangan khawatir.

Bagaimanapun, aku akan mencari investor.

Mari lupakan soal rumah Go Ya.

Tidak. Aku tidak mau menyerah seperti ini.

Apa yang akan kamu lakukan?

Jika tidak bisa memberi uang,

mereka harus memberikan yang lain.

Enemies from the Past subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Enemies from the Past

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left