The first 200 lines.
~Diterjemahkan oleh H.M.T. dari sub English versi VIU~
Kau membuatku jadi berbeda.
Sebelum aku bertemu denganmu,
menyembunyikan perasaanku adalah hal mudah.
Tapi aku yang sekarang tidak bisa sembunyikan apapun darimu.
Aku sudah sejak awal seperti itu.
Aku sudah menyukaimu sejak awal sekali.
Dan tetap sangat menyukaimu sampai sekarang.
Terima kasih sudah bergabung. Sekarang, saatnya beraksi!
Hai. - Wushh.
Kemana saja kau pergi sendiri?
Jin Woo. Mmm... Aku cuma jalan-jalan kecil di luar.
Sepagi ini? Cuma sendirian?
Sejak kapan kau bangun cepat?
Itu...
So Rim dan Jin Woo, kalian bangun awal sekali.
Ada apa? Mengapa bangun begitu pagi?
Itu... - Aku jalan di luar sendirian.
Benar,lho.
Aku tidak percaya, karena wajah Jin Woo jadi memerah.
Han Gyeol, kau dari mana saja?
Aku?
Dari jalan-jalan di luar.
Kata So Rim dia juga jalan-jalan di luar.
Hei, apa kalian...
Apa? - Ada apa?
Situasi ini tampak mencurigakan.
Jangan mengatakan hal aneh. Apanya yang mencurigakan?
Hai, Chan Young. Kau dari mana?
Aku jalan-jalan sebentar di luar.
Kau lihat? Bukan cuma kami yang tadi jalan-jalan di luar.
Chan Young juga.
Jadi kalian bertiga jalan terpisah?
Ya. - Ya.
Aku merasa kecewa. - Hey, ayo cari makanan.
Han Gyeol, buatkan kami ramyeon.
Baiklah. Tunggu sebentar.
Nanti bangunkan kami, ya?
Hei, Jun Seok. Biar Yoon dan aku yang melakukannya karena kalian sudah waktu ke sini.
Tidak, aku bisa kena masalah nanti.
Bersenang-senanglah. - Tidak masalah.
Benar-benar tidak boleh. - Huh, aku membencimu.
Kenapa kau seperti ini? - Tidak apa-apa. Aku mengerti.
Aku akan melakukannya.
Kau pasti lelah. - Aku benar-benar memahamimu.
Masuklah. - Ku bilang aku mengerti.
Masuklah. Aku akan segera menyusul.
So Rim, masuklah ke mobil. Aku akan mentraktir semuanya di perhentian.
Oke. - Berikan padaku.
So Rim, masuk ke mobilku. - Tunggu sebentar.
Hei, tunggu.
Aku harus membicarakan sesuatu dengan Mush and Co di perjalanan pulang.
Soo Yeon, kau sebaiknya ikut mereka. - Oke.
Ya, kita harus luangkan waktu untuk hanya kita berempat.
Ayo masuk.
Maklumlah, kita ikut-ikutan di perjalanan mereka. Pasti banyak yang harus mereka diskusikan.
Soo Yeon, ayo pergi. Hei, ayo.
Baiklah.
Jujurlah pada kami, Han Gyeol.
Tentang apa?
Oi. Kau tadi ke luar dengan Rim, iya kan?
Hentikan ini.
Aku tidak ingin So Rim jadi salah tingkah, jadi aku diamkan saja tadi.
Tapi kalian berdua mencurigakan.
Apa yang mencurigakan?
Tapi, ada apa antara kau dan Soo Yeon?
- Tidak ada apa-apa. - Kau bicara apaan?
Lihatlah kalian berdua, salah tingkah begitu.
Kalian berdua bertingkah aneh...
- sejak permainan lempar bola. - Apa yang terjadi?
Kalian hanya bisa membahas itu? Berputar.
Hentikan omong kosong ini dan beristirahatlah.
Ada sesuatu. - Ada sesuatu.
- Seharusnya dikatakan padamu. - Beneran deh, hentikan ini.
So Rim, lihat ini. Bukankah foto ini bagus?
Hei, kau mirip ikan flatfish.
Kau yang seperti itu.
Kau mau mati? - Maaf.
Oi, lihat ini.
- Mengapa kau sangat kesal? - Hei, So Rim.
Ya?
Apa benar tadi pagi kau keluar sendirian?
Apa? Apa maksudmu?
Ada yang aneh. Katakan yang sejujurnya.
Kau pergi sendiri, tidak dengan Han Gyeol?
Aduh, kau punya masalah kepercayaan atau apa?
Yaah, aku... - Itu benar.
So Rim pergi berjalan sendiri. - Apa?
Aku melihatnya waktu berjalan di arah lain.
Oh, benarkah?
Benar kan, So Rim?
Ya.
Untuk episode spesial acara HUT ke-10,
Mush and Co akan tampil pertama.
Yoo Na tampil ke-tiga dari akhir yang akan diisi oleh Crude Play.
Begitulah urutan setelah disesuaikan.
Aku suka urutannya.
Itulah yang bisa kami lakukan untukmu. Kau itu Chae Yoo Na.
Terima kasih untuk repot-repot ke sini,
tapi aku harus menolak.
Apakah akan mempublikasi artikel tentang itu atau tidak...
aku belum yakin jikalau itu yang terbaik untuk musik.
Bagaimanapun akan ada yang terluka.
Han Gyeol tidak akan senang jika mendengar itu.
Tidak masalah. Terserah dia yang memutuskan.
Tuan Choi.
Maaf.
Kerja bagus. Sebaiknya kau kembali ke pekerjaan.
Kau pasti lelah hari ini.
Sejak tadi kelihatannya pikiranmu tidak fokus.
Aku kurang tidur.
Apa mungkin karena apa yang telah dikatakan Bu Yoo?
Aku turut bahagia untukmu.
Kau bisa masuk Who Entertainment dengan pencapaian seperti ini.
Jangan khawatir. Aku tak akan goyah semudah itu.
Aku sangat senang bisa melakukan hal-hal yang ingin kulakukan di sini.
Kurasa itu karena Han Gyeol, bukan aku.
Kau yang telah membawanya ke sini.
Yaah...
Sekarang ini, aku tidak yakin apa aku yang membawanya ke sini,
atau dia yang terjatuh ke pangkuanku.
Aku belum pasti tentang itu.
Ada apa?
Mengapa kau ingin menemuiku sepagi ini?
Aku butuh tidur.
Aku lebih suka bertemu orang di pagi hari daripada di malam hari.
Aku lebih suka tempat terang daripada gelap.
- Dan antara klub malam dan... - Kau lebih suka ruang bar .
Dan kau lebih memilih kopi daripada alkohol.
Kau sangat mengerti. - Tentu saja.
Kau kebalikan dariku.
Mungkin karena itu.
Aku ingin menemuimu hari ini untuk membicarakan pekerjaan.
Aku ingin tahu kapan kau akan menjawab usulan yang telah kuajukan.
Musikku tidak akan begitu laku.
Kau tahu betul cara membuat orang marah hanya dengan satu komentar.
Seperti halnya kau berpikir kau punya peran untuk dipenuhi,
aku juga punya peran sendiri.
Tugasku adalah memastikan...
lebih banyak orang akan menikmati musik yang diciptakan perusahaanku.
Tugasku adalah mendukung para seniman sehingga mereka bisa terkenal.
Dalam arti lain, tugasku adalah membuat musik bisa dijual.
Jadi maksudmu kau dapat melakukan apapun...
untuk mencapai tujuan itu?
Ya.
Aku ragu aku bisa memahami itu.
Beberapa menit yang lalu,
kau mengatakan selera kita bertentangan.
Kita punya satu kesamaan.
Aku juga menyukai...
musikmu.
- Terima kasih sudah mengantar. - Trims. Semoga sampai dengan selamat.
Ya, semoga kau juga.
Sampai jumpa waktu latihan. - Baiklah.
So Rim, cepatlah.
Kita harus pergi ke sana untuk membeli itu.
- Kita harus cepat. Kita terlambat. - Sampai ketemu sebentar lagi, So Rim.
Chan Young. - Ya.
Kau sungguh melihatnya pagi tadi?
Melihat apa?
Itu, maksudku...
Han Gyeol dan aku... - Hmm.
Kau pasti sedih kalau pulang seperti ini. Haruskah kita ngobrol lebih?
Maaf? - Kau pasti ingin mengatakan sesuatu.
Yaah...
Sudah sampai rumah?
Aku sudah lama tidak begini.
Mengunjungi tempat dengan pemandangan seperti ini di jam seperti ini...
dan berdiri santai tanpa melakukan apapun.
Dengan seorang gadis pula.
Resiko pekerjaan kita memang begitu.
Kita memang meraih apa yang orang lain inginkan,
tapi kita jadi sulit melakukan apa yang mudah bagi orang lain.
Aku tidak tahu mana yang lebih baik.
Setiap orang menginginkan apa yang tak dimilikinya.
Apa kau...
berpacaran dengan Han Gyeol?
Aku minta maaf. Pak Choi mengatakan hal yang sama.
Dia melarangku menyukai Han Gyeol.
Lalu mengapa kau lakukan?
Aku tidak bisa melepaskannya karena aku sangat menyukainya.
Jadi... - Bukan itu yang kutanyakan.
Mengapa harus Han Gyeol?
Aku berharap kau menyukai orang lain.
Mengapa...
Mengapa itu harus...
Kau kecewa padaku?
Aku tahu aku mengatakan akan mengutamakan musik di atas segalanya.
Aku merasa telah berbohong.
Maafkan aku.
Belum.
Tidak peduli apa di antara kau dan Han Gyeol,
Mush and Co tetaplah band-ku.
Tetap milikku.
Benar, bukan?
Kau berjanji seperti itu, bukan?
Ya.
Disimpan.
Aku baru sampai rumah.
Halo? - Aku marah padamu.
No comments yet. Be the first to leave one.