The first 200 lines.
IDOL
Takarir Indonesia dipersembahkan oleh ZuL
Ahn Hee-yeon
Gwak Shi-yang
Kim Min-gyu
Ahn Sol-bin, Han So-eun
Choo So-Jung, Kim Ji-won
Jo Joon-young, Hong Eun-gi
Park Seo-hoo, Lee Eun-sang
IDOL
[Semua tokoh, tempat, perusahaan, dan peristiwa dalam drama hanya fiktif.]
Episode 12, Bahkan Bunga Tanpa Nama Mekar Sekuat Tenaga
Aku diculik oleh seseorang di siang bolong.
Kurasa jadwalku akan berantakan.
Jadi, aku melakukan tindakan lebih awal.
Cuacanya bagus, ya?
Aku tak tahu kenapa, tapi aku bersemangat.
Kau kenapa?
Jika kau mengubah kepribadianmu, aku takkan memperpanjang kontrak.
Aku bisa pergi ke mana pun.
Kau ingin aku menikahimu?
Hei.
Ini variety show, bukan dokumenter.
Kau takkan berhasil di variety show jika begini.
Variety show yang tidak menyenangkan atau mengharukan...
...harus dibatalkan.
Bbiyong sungguh tak tahu malu dan kurang ajar.
- Dia harus sadar... - Apa?
Beraninya dia berkeliaran sambil mabuk.
Apa Bbiyong tahu cara merasa bersalah?
Bukankah tampaknya Bbiyong berpura-pura...
...seolah-olah dia penyendiri dan berjiwa bebas?
Dasar ratu drama!
Ada apa? Kenapa kau terlihat sangat murung?
Ini soal Bbiyong Hyung.
Ada kabar darinya?
Tim legal bilang...
...mereka mengirim pemberitahuan tentang menuntutnya atas ganti rugi.
Tapi dia bilang dia juga takkan tinggal diam,
dan dia akan menuntut kita atas fitnah.
Si bodoh itu.
Dia tahu dia tak bisa menang, jadi, untuk apa?
Daripada bodoh.
Dia cuma belum mengenalku saja.
Starpeace, Yoon Siljang
- Halo? - Daepyo-nim.
Di mana kau?
Kau harus kemari.
Lepaskan! Kubilang lepaskan!
- Jangan rekam ini! - Hei! Aku ini Bbiyong!
Kau tahu pengorbananku untuk Starpeace?
- Ayo. - Hei!
Panggil Cha Daepyo.
- Bawa dia kemari! - Hey, hey, hey.
- Kau mengabaikanku? - Hei.
- Keluarlah. Ayo. - Hei!
Panggil Cha Daepyo, sial!
- Hei! - Panggil Cha Daepyo!
- Hentikan ini! - Bawa Che Jae-hyuk!
Berengsek.
Hey, hey, hey, hey!
- Hentikan! - Sini kau!
Sini, Berengsek!
- Cukup! - Lepaskan!
Berengsek...
- Hei! - Bawa Ji-han pergi.
Lepaskan.
Lepaskan aku!
Lepaskan!
Hei! Dasar bedebah pengecut!
Jangan bersembunyi di balik orang lain layaknya anak kecil.
Sini kau, Bedebah!
Sini kau!
Diam, Bong Chung-bong.
Tahu dirilah kapan harus berhenti. Mengerti?
Kudengar dia minum seharian.
Ini bukan salahmu.
Kau tahu itu, 'kan?
Sial!
Tidak apa-apa.
Jika ada yang ingin kau katakan,
kembalilah saat kau sadar.
Masih ada banyak orang...
...yang menganggapmu sebagai Bong Isa.
Sial.
Anjir!
- Kok bisa masuk? - Ada apa dengan Bbiyong?
Kau lihat itu?
Itu bukan apa-apa.
Kau tahu situasinya.
Dia meneleponku beberapa kali, mengatakan itu tidak adil.
Dia menerima lagu itu, tapi tidak mendengarkannya.
Apa menurutmu...
...itu masuk akal?
Siljang-nim.
Itu cuma kecelakaan.
Maksudmu itu tidak layak diberitakan.
Tapi itu terserah keputusanku.
Aku berusaha membantumu membuat keputusan cepat.
Aku akan memakai foto ini dan menulis skandal percintaan tentang kalian berdua.
Kalau begitu, kau harus menulis fiksi.
Entahlah.
Saat orang melihat ini,
mereka tidak akan berpikir itu fiksi.
Kalau begitu, tulis saja seperti itu.
Jika kau sangat ingin melakukan itu,
lakukan saja.
Kalau begitu, tulis saja seperti itu.
Jika kau sangat ingin melakukan itu,
lakukan saja.
Dia tidak akan menulis apa adanya.
Mo Gija hanya fokus pada Ji-han.
- Aku? - Kau lupa...
...bagaimana dia bisa ke sana hari itu?
Dia bukan orang bodoh.
Jika dia menulis skandal, itu pasti berkaitan dengan Ji-han.
- Aku harusㅡ - Untuk mendapatkan keinginanmu,
kau memang memanfaatkan Ji-han.
Daripada mempublikasikannya,
skandal percintaan tentang kita...
...tak akan terlalu membahayakan Cotton Candy.
Hyung!
Daepyo-nim!
Tentu saja, jika itu terjadi,
prestasi Cotton Candy akan diremehkan.
Mereka akan bilang kalian berhasil...
...karena aku menyokongmu.
Masih ada cara lain.
Toh kita sudah menduga ini.
Jika keadaan memburuk,
aku akan menggunakan informasi yang kukumpulkan.
Mari kita lihat apa yang dilakukan Mo Gija sekarang.
Nenek.
Kenapa Nenek terdengar lemah sekali?
Nenek sakit?
Sama sekali tidak.
Nenek makan banyak sekali...
...sehingga nenek tertidur seperti anak ayam di sarang.
Jangan hanya makan sayuran. Makan daging juga.
Aku mengirim banyak uang jajan.
Habiskan!
Baiklah.
Baiklah, tutup teleponnya sekarang.
Bagaimana dengan tonik yang kukirimkan?
Nenek meminumnya?
Penggemarku mengirimkannya kepadaku.
Itu sangat mahal.
Jangan lupa meminumnya setiap hari.
Baiklah, nenek tidak akan lupa.
Nenek akan tutup teleponnya.
Nenek.
Aku merindukan Nenek.
Tidak bisakah Nenek datang ke Seoul untuk berkunjung?
Jika tiba di Stasiun Seoul, aku akan menjemput Nenek.
Aku tidak punya waktu untuk ke sana.
Nenek juga.
Tutup teleponnya sekarang.
Kenapa Nenek terus berusaha menutup teleponnya?
Bagaimana dengan Kepala Desa?
Apa dia sering datang?
Apa TV barunya berfungsi dengan baik?
Lagu Dan mendapat respons yang bagus.
Banyak yang bilang suara Chae-a adiktif.
Kau mengekploitasi Dan.
Yang benar saja.
Pura-pura nggak tau aja, dong.
Kau tahu apa kata Hyun-ji?
Bahwa aku anggota yang hilang dalam mimpinya.
Astaga!
Aku akan dirawat di rumah sakit karena Calla akan menyerangku.
Baiklah!
Aku akan mengirim Seok-chun ke stasiun sesuai waktu kedatangan Nenek.
Baiklah.
Pakai syal merah yang kubelikan...
- ...dan diam saja. - Ini enak sekali.
Jangan ke mana-mana.
Meski harus buang air kecil. Mengerti?
Baiklah.
Baiklah. Kututup teleponnya.
Dah!
- Nenekmu akan datang? - Ya.
Awalnya dia menolak.
Tapi dia merindukan cucunya yang cantik.
Saat nenek tiba di sini, dia bilang akan memasak untuk kita.
- Benarkah? - Ya! Aku senang sekali!
- Bagus. - Pasti enak..
Aku ini Bbiyong!
- Kau tahu pengorbananku untuk Starpeace? - Aku pulang.
Hei! Panggil Cha Daepyo! Bawa dia kemari!
Berengsek.
Apa yang kau tonton?
Panggil Cha Daepyo.
Kau baru bertemu dengannya kemarin, 'kan?
Ya.
Kudengar dia hidup seperti zombi.
Dia menelepon yang lain beberapa kali.
Sambil mabuk.
Apa katanya?
Dia bilang itu tidak adil.
Dia mengeluh.
No comments yet. Be the first to leave one.