The first 200 lines.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
"1991"
Lalu
kalimat terakhir.
"Di Sebelah Bunga Krisan"
Ayo.
"Yang mekar."
"Yang mekar."
Hei!
Masih ada sepuluh menit lagi.
Namun, kompetisinya pekan depan.
Kami sungguh harus berlatih hari ini. Kumohon?
Kalian bahkan tidak mewakili sekolah kita.
Apa tim kalian punya nama?
Ya. Namanya "Lady Cha Dalrae".
"Lady Cha Dalrae" dari SMA Putri Yeonan di Incheon.
Apa? "Lady Cha Dalrae"?
Apakah kalian wanita paruh baya?
- Kami sayang Bapak. - Kami sayang Bapak.
Hei! Kembali!
"Episode 1"
"Wajahku memerah"
"Dan mataku membelalak karena terkejut"
"Bibirku bergetar karena gugup"
"Bibirku biru seperti ombak"
"Wajahku memerah"
"Dan mataku membelalak karena terkejut"
"Bibirku bergetar karena gugup"
"Bibirku biru seperti ombak"
"Aku sangat terkejut"
"Aku tak bisa berkata apa-apa"
"Haruskah aku marah atau tertawakan saja?"
"Aku berdiri di sana berpikir"
"Jangan menggodaku karena aku muda"
"Aku tidak bisa bicara karena malu"
"Jangan menggodaku karena aku muda"
"Itu hanya kisah singkat"
"Rumah"
Bisakah Ibu menjawabnya?
"Rumah"
Semua orang bekerja sangat keras.
Memecat seseorang seolah Bapak mendaur ulang...
Itu menyedihkan, tapi kita tidak punya pilihan.
Perusahaan akan bangkrut.
Jadi,
adakah yang memprotes atau menolak berhenti?
Mereka bilang aku kejam sampai tidak teteskan darah atau air mata.
Aku disebut anjing.
Aku yang dipersalahkan dan hampir tidak bisa tidur.
Namun, aku berhasil menenangkan mereka.
Tidak ada yang menyebabkan keributan.
Bagus, Pak Kim.
Kamu akan segera mendengar kabar baik.
Terima kasih. Sampai jumpa, Pak.
Seekor anjing? Anjing?
Mereka tidak sepenuhnya salah.
"Rumah Sakit Jeil"
"Bangsal Rawat Inap"
- Di sana. - Baiklah.
Cepatlah.
"Unit Gawat Darurat"
Hei.
Di mana? Lewat mana?
- Ibu. - Dia di sini.
Ibu.
- Ibu. - Nyonya.
- Dia sudah meninggal. - Apa?
- Bisakah kami meminta makanan? - Tentu.
- Tolong bawakan soju. - Baiklah.
- Kalian punya buah? - Ya.
- Di sana. - Kamu menginginkan ini?
"Alumni SMA Youngchon"
Tunggu.
Perusahaan belum mengirimkannya?
Tidak bisakah mereka segera mengirim jika memang berniat?
Halo? Ini Tak Heo Se.
Bisakah aku memesan karangan bunga untuk pemakaman?
Ya, tuliskanlah.
Tak Heo Se, perwakilan Real Estat Tak.
Tak Heo Se, anggota dewan distrik Jangsa-gu.
Tak Heo Se, kandidat dewan distrik Jangsa-gu.
Serta Presiden Republik...
Sudahlah, lupakanlah.
Kirimkan ketiganya.
Terima kasih.
Halo? Tunggu sebentar. Bisakah aku memesan satu lagi?
Dokter Kang Joon Ho dari Rumah Sakit Hewan Love Animals.
Sudah selesai. Kembalilah besok.
Soo Hee, aku harus pergi ke acara penghormatan terakhir.
Kamu sudah bilang kepadaku.
Di manakah itu?
Astaga.
Kenapa kamu belum sampai di sini?
Di mana jas hitam dan dasiku?
Itu? Kurasa di mesin cuci.
Pakai saja, tidak apa-apa.
Pemakaman ayah temanmu baru tiga hari yang lalu.
Kenapa kamu sangat cerewet?
Astaga.
Apa ini? Airnya sudah tidak enak.
Dia membuatku gila.
Di sini. Hati-hati.
- Bisakah kamu hati-hati? - Maaf.
Semuanya berdekatan. Tolong ke sebelah sini.
Terima kasih banyak. Tepat di sebelahnya.
"Anggota dewan distrik Jangsa-gu"
"Perwakilan Real Estat Tak"
Terima kasih banyak. Sampai jumpa.
"Rumah Sakit Hewan Love Animals"
Tampak sangat bagus sekarang.
"Tak Heo Se"
Astaga. Halo, Heo Se.
Hai, kamu datang. Silakan masuk.
Baiklah. Sampai jumpa.
"Rumah Sakit Hewan Love Animals"
"Kang Joon Ho"?
Dia tidak berguna di rumah,
tapi sangat suka menghabiskan uang.
"Rumah Sakit Hewan Love Animals, Dokter Kang Joon Ho"
Biar aku saja. Berikan kepadaku.
Terima kasih banyak.
"Jo Joong Il, Konstruksi KG"
Konstruksi KG yang hebat mengirim keranjang bunga kecil ini?
Atas nama direktur?
Mereka terlalu pelit.
Mereka sialan.
Baiklah.
Aku mau memesan dua lagi karangan bunga terbesar kalian.
Belikan dia kaus kaki. Apa yang dipakainya itu?
Ada toko kelontong di mana-mana.
Tidak bisakah dia membeli sendiri?
Apakah aku juga harus membelikannya kaus kaki?
Jin Ok. Si siswa kedokteran tiba.
Nenek.
Dae Young sangat menyayangi neneknya.
Neneknya lebih menyayanginya karena dia cucu pertama.
Astaga...
Halo, Pak. Sudah kami terima, terima kasih.
Sangat indah dan bagus.
- Terima kasih banyak. - Lihatlah semua ini.
Baiklah kalau begitu. Sampai jumpa.
Kalian datang mau menemui siapa?
Kim Bok Nam.
- Kalau begitu, kemarilah. - Baiklah.
- Halo, Manajer Park. - Hai.
- Aku bukan lagi manajer. - Apa?
Halo, Nyonya, ini aku.
Istriku pernah membuatkanmu mulkimchi.
Ya, itu aku, Manajer Park.
Aku kini bukan manajer lagi.
Anakmu yang hebat memecatku.
Aku hanya bekerja keras dan melayaninya.
Kenapa dia hanya memecatku?
Aku tidak mengerti.
Nyonya, bisakah minta kepada anakmu?
Apa yang dilakukannya?
Ji Woo dan Si Woo-ku.
Mereka masih di SMP dan SMA.
Nyonya.
Aku sungguh tidak tahu harus bagaimana.
Nyonya.
Nyonya.
Apa yang dibicarakannya?
Aku sangat frustrasi.
Dia mengundurkan diri secara sukarela.
Kenapa dia bilang kamu memecatnya?
Memangnya aku punya kuasa apa untuk memecat orang?
- Aku disuruh memecatnya. - Nyonya!
Aku harus apa sekarang?
Nyonya.
Nyonya.
Bisakah biarkan aku tetap di sini sementara waktu? Hei.
Halo, Nona Cha.
Keadaanmu terlihat jauh lebih baik.
Berkat kerja keras kami, suamimu akan dipromosikan,
dan ibu mertua sakit yang kamu rawat selama bertahun-tahun meninggal.
Kini kami tidak punya penghasilan,
jadi, kami datang untuk makan.
Syukurlah kalian datang. Duduklah.
Baiklah. Tidak apa-apa.
Manajer Park.
Maafkan aku.
Berhenti memanggilku "Manajer Park".
Aku bukan siapa-siapa sekarang. Aku hanya orang biasa.
Aku tidak punya pekerjaan sekarang. Seorang pencari kerja.
Pencari kerja satu, pencari kerja dua.
Tidak usah menghiraukan kami
dan bawakan kami soju dingin.
Astaga.
Yang benar saja?
Kurasa sesuatu mungkin terjadi.
Sekarang bagaimana?
Aku kelelahan.
Dia akan kehilangan pekerjaannya kalau menolak
memecat orang lain. Dia tidak punya pilihan.
Orang-orang di tingkat atas merupakan yang terburuk.
Mereka tidak mau bertanggung jawab, jadi, melimpahkan itu kepadanya.
Seperti itulah masyarakat.
Kejam dan bengis.
No comments yet. Be the first to leave one.