The first 200 lines.
Mun, jangan bertindak sendirian.
Kau bisa cedera dan kehilangan si inang.
Kuatkan dirimu.
Ini berbeda dari ayah anak itu sebelumnya.
Inilah praktik lapanganmu.
Jangan lakukan apa pun.
Ingat apa kataku?
Begitu masuk lapangan,
aku entah akan dibunuh
atau membunuh.
Tapi aku telah melatih kemampuan mengontrolku.
- Patuhi Ha-na. - Patuhi Ha-na.
Baik.
Ini dia. Dia memasuki wilayah ini.
Artinya dia berada di luar wilayah kita.
Bagaimana mencarinya?
Kita harus cari, jika perlu, masuki setiap rumah.
Tentu saja.
Dia mengejar seorang anak dengan senjata.
Aku yakin mereka berhubungan.
Tn. Han, apa menu makan malam hari ini? Tebaklah.
Mereka dekat. Anak itu ingin makan malam dengannya.
Dia tak curiga padanya.
Tinggi pria itu sekitar 180 cm, berkemeja kotak-kotak.
Gadis itu memakai seragam SMP Gyeongjin.
Ada petunjuk lain?
Tidak. Aku hanya tahu mereka lewat sini.
Astaga, area ini luas.
Tak akan ketemu sampai besok.
Senjata apa yang dibawa roh jahat itu?
- Sebuah pahat. - Pahat?
- Apa itu pahat? - Alat untuk memecah batu.
TUKANG BATU
Kerajinan Batu Sinwang.
Ada pabrik kerajinan batu.
KERAJINAN BATU SINWANG
Nn. Chu, halangi pintu masuk dengan mobil.
Baik.
- Hati-hati. - Ayo.
KERAJINAN BATU SINWANG
KERAJINAN BATU SINWANG
Suara mesinnya menghalangi pendengaranku.
Tak apa-apa.
Mun, kau berjaga di sini. Telepon jika sesuatu terjadi.
Tn. Han, kenapa kau lakukan ini?
Apa salahku?
Setidaknya beri aku alasan.
Buat apa alasan untuk membunuh pria sepertimu?
Apa maksudmu?
Kau memahat batu di kota terpencil ini.
Kau miskin dan banyak utang.
Kenapa bisa tertawa?
Hei, kau merasa hebat?
Apa kau senang?
Tolong ampuni kami.
Kami baru saja menyambutmu sebagai karyawan baru di perusahaan,
kami ingin menikmati daging sapi yang enak bersamamu.
Apa aku minta daging?
Apa aku minta? Aku memintanya?
Aku memintanya?
Hei.
Tolong ampuni kami.
Biarkan kami hidup.
Ini tampak lebih baik.
Akhirnya kau sengsara.
Berengsek.
Kau benar-benar sudah gila.
Sudah cukup. Saatnya kau pergi.
Hei, dia di sini. Cepat datanglah.
Mun!
Berhenti bergerak. Beri kami waktu.
Di mana, Mun?
Di gudang! Yang besar, di sebelah kanan!
Gudang?
Di mana gudangnya?
Ini menyenangkan…
- Halo. - Semoga harimu baik.
Sungguh.
Menyingkir dariku.
Bagaimana…
Halo.
Terima kasih.
Teganya kau lakukan itu? Bagaimana bisa?
Mun, kau tak terluka, 'kan?
Kenapa diam saja? Bisa kau jawab dia?
Kau.
Sial.
Mun.
Kau baik-baik saja? Sadarlah!
Kami suruh kau berjaga.
Lewat sana.
Dia bawa gadis itu pergi.
Duduklah di sana.
Dia bisa mati.
Nn. Chu, kami butuh kau segera.
Kondisi korban kritis.
Ya. Hei!
Sial.
Mo-tak, Mun baru saja menyusulmu.
Aku akan bergabung saat Nn. Chu tiba.
Di mana dia? Di mana bedebah itu?
Jangan berisik.
Dia bisa dengar.
Baik.
Kau lihat pagoda tertinggi?
Pagoda tertinggi?
Aku lihat.
Bisa kau naik ke sana tanpa ketahuan?
Akan kucoba.
Baik.
Aku menemukannya.
Di mana dia?
Di dalam, tempat penyimpanan batu.
Ha-na!
Kau harus pergi.
Apa?
Mo-tak, kau harus cepat.
Astaga.
Siapa ini?
Siapa kalian?
Mun, tangkap dia.
Kumohon.
Wilayahnya di sini.
Hei, Bung.
- Kau sedang apa, Bocah? Hentikan! - Mun, jangan.
Kau tak boleh membunuhnya!
Kau. Kemarilah.
Kenapa?
Apa dia mati?
Apa yang terjadi?
Mun mendapatkannya.
Dia hampir mati, Bocah.
Mun, karena kau menangkapnya, kau bisa panggil mereka ke Yung.
Ada roh jahat
di dalam pria ini.
Ya, kau pernah lihat sebelumnya.
Apa yang akan terjadi padanya?
Cangkang, atau tubuhnya, akan menetap dan dihukum.
Kau panggil roh jahat di dalam pria itu
dan jiwa-jiwa manusia
yang dimangsa olehnya.
- Ada berapa jiwa yang terjerat? - Dua.
Aku juga melihatnya. Mereka tinggal di daerah rumahku.
- Halo. Semoga harimu baik. - Halo.
Pasangan yang hilang di jalur pendakian.
Pasti mengejutkan sekali.
Dia membunuh mereka.
Aku melihatnya.
Aku harus apa?
Sama seperti cara kau mencapai Yung.
Taruh tangan bedebah ini di dadanya
dan tanganmu di atas tangannya.
Tuntun mereka
menuju alam baka.
Apa yang kau mau?
Menurut hukum dan aturan Yung,
dengan ini kuserahkan pelaku kepada otoritas peradilan.
Omong kosong apa ini?
Dasar berengsek.
Akan kucari dan kuhabisi kau!
Tidak!
Mereka yang kabur akan langsung dihakimi tanpa diberi kesempatan
untuk menjelaskan.
Menuju penjara abadi.
Sialan.
Di mana aku?
Kenapa gelap sekali di sini?
Aku tak bisa lihat.
Apa? Apa ini?
Berengsek.
Sial.
Hei!
Lepaskan aku!
Di mana…
kita?
Sayang.
Kurasa
ini alam baka.
Ya.
Kalian berdua
telah meninggal dunia
pada tanggal 7 Oktober 2019, pukul 10.28.
Begitu, ya. Benarkah?
Aku akan menuntun kalian menuju alam baka.
Kau juga sudah mati?
Kau masih muda dan tampan. Ada apa?
Aku tidak…
Ini adalah Malaikat Maut
yang membawa kalian ke sini.
Astaga, jadi, hal seperti itu nyata.
Maafkan aku.
Kau tak perlu minta maaf.
Kami bergentayangan selama ini,
jadi, kami menderita.
Kunantikan kerja bagusmu selanjutnya.
Silakan ikuti aku.
Terima kasih.
Tunggu sebentar.
Anak muda.
Boleh aku minta bantuan?
No comments yet. Be the first to leave one.