The first 200 lines.
EPISODE SEBELUMNYA
Raja Tagon akan kalah?
Aku juga tak percaya, tapi bagaimana jika Eunseom menang?
Apa kata mereka?
Mereka memintaku ikut mereka
-jika aku pemilik kalung ini. -Saya?
Dari pertemuan pertama sampai kini, kau hanya memanfaatkanku.
-Ya. -Kenapa aku pura-pura
menginginkan duniamu?
Dan kenapa pula aku ingin menjadi Eunseom?
Perasaanmu padaku. Kau memutuskan.
Seperti dugaanku, saudara-saudara yang pergi itu berbahaya.
Siapa kau?
"Ikomahis."
Semua pasukan. Kita akan menuju Arthdal sekarang.
Sekarang aku, Asa Tanya, reinkarnasi dari Asa Sin,
ingin membuka langit baru Arthdal.
-Orang yang meneruskan wasiat Asa Sin... -Kita akan ke istana.
Pasukan. Kalian mau hidup bersamaku
atau mati sia-sia?
Yang tidak boleh hilang dari kita
adalah masa depan atas nama besar Arthdal.
Yang harus dilindungi adalah masa depan saudara kita, sahabat, dan anak-anak.
Maukah kalian mengikutiku, Taealha?
Mau bergabung denganku, Asa Tanya?
Ikuti reinkarnasi Asa Sin!
Apa pun yang coba kau lakukan,
itu tak akan terjadi.
Ada asap!
Ayo, para keturunan Asa Sin!
Ikuti orang yang paling dibenci.
Niruha,
membuat dunia menjadi tempat yang baik...
Suku Ago, mundur dan tunggu pesan.
Kenapa kami harus mundur?
Menurut kalian siapa selanjutnya?
BABAD ARTHDAL
Jadi, kau adalah Inaishingi.
Kau pasti sangat sedih
karena Pendeta Agung Niruha.
Aku sudah menduganya.
Menduganya tak membuat rasa sakitnya hilang.
Itu dua hal berbeda.
Namun...
Aku juga diyakinkan.
Kini, Arthdal tak punya senjata apa pun untuk melawan kami,
selain melakukan hal yang sangat hina
seperti itu.
Kuberi kau dua hari.
Mundurlah ke Molabeol.
Hingga Molabeol diakui sebagai wilayah Ago
dan kami juga akan mengirim Tanya.
Untuk apa kulakukan itu?
Mungkin jika memegang kepala Tanya yang terpenggal,
kau akan menyesal kenapa tak mau menyetujui ini.
Kau tak punya senjata pengepungan.
Jalur persediaan menjadi terlalu panjang, dan musim dingin akan segera tiba.
Kastel Arthdal tak akan pernah runtuh.
Itu benteng tempat semua teknologi Suku Hae-ku digunakan.
Aku mengakui kehebatan teknologi Suku Hae dari melihat cara kerja Hae Kkadak.
Hae Kkadak?
Kau merencanakan sesuatu dengan mengandalkan Hae Kkadak?
Kau tak berpikir bachi bisa memutuskan
PENGRAJIN, AHLI TEKNIK
akhir perang ini.
Benar, bukan?
Apa Tagon juga berpikiran sama?
Kenapa dia tak datang?
Dia raja Arthdal.
Pemimpin kaum barbar Ago bukanlah sandingannya.
Negosiasinya
gagal.
Untuk pertama kalinya, kita sepaham.
Inaishingi.
BENTENG API
-Yang Mulia. -Hae Kkadak?
Aku tahu Hae Kkadak membantu Ago.
HAE HEULRIP
Tapi tetap saja...
Selain besi, apa lagi yang dikerjakan Hae Kkadak?
Gyeokmulsa Hae Kkadak...
ILMUWAN
...mengerjakan berbagai hal.
Saluran air
dari Sungai Arth menuju Danau Batu Besar Gochiju.
Hae Kkadak tahu soal itu?
Namun, Yang Mulia,
salurannya kini sudah terisi dengan air.
Terlebih lagi, panjang saluran airnya...
Apa dia tahu? Hae Kkadak?
Dia mungkin tahu.
Panggil Panglima Yeonbal.
Baik.
Apa yang terjadi?
PANGLIMA YEONBAL
Perintah Ratu.
PANGLIMA SODANG
Kenapa tiba-tiba di sini?
Dia menyuruhku bersiap
untuk berjaga-jaga.
Kau tak berpikir seorang bachi bisa memutuskan akhir perang ini.
Inaishingi.
Katanya dia harus bertemu denganmu.
Kau luar biasa. Kukira kau akan kalah.
Kenapa kau bisa kemari?
Kau datang sendiri?
CHAEEUN
Tolong lepaskan Pendeta Agung Niruha!
Aku, Yeolson, kepala Suku Wahan,
menteri bang Afiliasi Perunggu
dan juga ayah dari Pendeta Agung
meminta dengan mempertaruhkan nyawaku.
Tolong selamatkan putriku yang malang itu.
Bungkam dia sebelum lebih banyak orang datang.
Tolong lepaskan Pendeta Agung.
Menteri Yeolson mempertaruhkan nyawanya
demi menyelamatkanmu.
-Bertahanlah sedikit lagi... -Tidak.
Arthdal telah memasuki Zaman Besi.
Namun, semua pengetahuan dan keahlian besi hanya ada di sini.
Jadi, jika aku mati di sini,
ini bukan hanya menjadi ajalku, tapi Zaman Besi juga.
Jika kau biarkan putriku hidup,
aku akan menawarkan segalanya kepadamu.
Jadi, tolong selamatkan dia.
Di sana.
Itu Raja.
Itu Raja Tagon.
Itu Raja Tagon.
Yang Mulia.
Aku telah memberimu segalanya.
Tapi aku kehilangan segalanya.
Kau tahu alasanku berusaha begitu keras
untuk mendapatkan kekuatan.
-Yeolson. -Bahkan saat aku membuat
ribuan pedang besi untuk melindungi Arthdal,
aku tidak bisa melindungi
satu pun Suku Wahan yang malang.
Jika aku tak bisa melindungi putriku, satu-satunya yang kini tersisa,
apa gunanya semua yang kulakukan?
Begitu bodoh
dan menyedihkan.
Yang Mulia.
Aku tak bisa berpisah dengan Tanya.
Sebagai Rajamu, aku berjanji.
Tidak. Kau harus menghentikannya.
Katanya Raja Tagon akan mengalah terhadapnya.
Tidak.
Itu mungkin jika dia Tagon yang dulu.
Cepat beri tahu ayahku untuk tak melakukan apa pun.
Dia mungkin sudah melakukannya.
Aku bisa memercayaimu?
Percayalah pada Rajamu.
Kau akan bersama putrimu.
Ayah.
DALSAE
IPSAENG
MIRUSOL
TACHUKAN
Apa maksudmu?
Tolong bunuh aku.
Katakan kepadaku.
Apa yang Tagon perbuat?
SUKU HAE, GYEOKMULSA
Raja memerintahkanku untuk membuat bichwisan.
-Bichwisan? -Ya.
RACUN TIDAK BERWARNA, TIDAK BERBAU, TIDAK BERASA
-Lalu? -Aku membuatkan itu untuknya
karena dia membawa anakku.
Bunuh diri.
Aku mengerti.
Dia meminta lima kendi.
Lima kendi?
Kendi sorgum?
Bukan.
Ini.
Kubilang tiga tetes sudah cukup untuk membunuh seseorang,
tapi dia meminta lima kendi.
Kalian bersama.
Arok,
bisa keluar sebentar?
Ya, keluarlah sebentar.
Baik.
Ada yang ingin disampaikan?
Kau mau minum?
Bawa Suku Hae dan Arok pergi.
Kau pikir kita akan kalah?
Ya.
Kita akan kalah. Tidak.
Kita sudah kalah.
Tagon.
Para prajurit dari Byeokjido dan Suku Gunung Putih akan segera tiba.
Suku Gunung Putih tak akan datang.
Apa maksudmu?
Aku memeriksanya saat aku mundur.
Setelah melihat kekalahan kami di Hutan Arth,
para prajurit itu mundur.
Unit Dua Byeokjido?
Mereka menyerah
kepada Suku Ago.
No comments yet. Be the first to leave one.