Release info

진짜가 나타났다!-The Real Has Come-E50-END-NEXT-VIDIO
A Commentary by Anangkaswandi
Durasi 01:16:41

Tags

other
Published on: 2023-09-11
Downloads: 14
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Bagus sekali.

Satu, dua...

Omong-omong.

Aku...

...ingin menyampaikan sesuatu.

- Apa? - Apa?

Keluarga kami...

...akan kembali ke paviliun.

Apa?

Wah.

Yeon-Doo.

Apa yang kamu katakan? Kita akan kembali ke paviliun?

Apa ini?

Tae-Kyung, kamu tak mengetahui hal itu?

Dia karakter yang sulit dimengerti.

Kenapa kamu dengan suka rela pindah ke rumah mertua?

Hei, diamlah.

Kalian ingin foto bersama atau berbincang bersama?

Sudah.

Silakan berdiskusi masalah keluarga di rumah.

Mari kita lanjut berfoto.

Lihatlah ke kamera,

dan tersenyumlah dengan penuh cinta!

Aku akan memotret kalian!

Satu, dua, tiga!

Astaga.

Astaga, akhirnya selesai.

Ibu tak cocok berfoto bersama.

Walaupun begitu, aku merasa bangga karena bisa berfoto bersama berkat Ibu.

Terima kasih, Ibu.

Tak perlu berterima kasih.

Kalian tetap harus foto bersama meskipun aku telah mati.

Foto dengan ceria tanpa seorang manula.

Tak mau. Nenek tetap harus ikut!

Nenek tak boleh mati dan meninggalkan kita!

Astaga.

Benar. Jika tak ada Nenek, kita tak akan bisa berkumpul seperti ini.

Astaga, terima kasih sudah mengatakan itu.

Nenek akan hidup lama sampai kalian muak.

Tapi, Yeon-Doo, apa maksudmu kalian akan tinggal di paviliun?

Itu...

Seperti yang kukatakan sebelumnya.

Aku ingin tinggal di rumah ini jika kalian tak keberatan.

Itu keputusan bagus.

Kami bisa tinggal bersama lagi denganmu.

Terima kasih, Soo-Jung.

Aku boleh mengajak Ha-Neul keluar sesekali untuk bermain, 'kan?

Apa?

Aku tidak mengajak Won karena kamu lebih cerewet.

Yang benar saja.

Itu tak akan bagus jika orang lain selain orang tuanya, ikut campur!

Dia bisa menjadi manja.

Kenapa seperti itu? Itu bagus jika dia dicintai oleh banyak orang.

Baiklah.

Setiap orang memiliki filosofi menjadi orangtua.

Setelah kalian pergi, paviliun itu menjadi kosong.

Rumah ini pasti akan penuh lagi.

Benar sekali.

Tapi, interiornya harus ditata lagi, 'kan?

Aku sudah terbiasa dengan interior ini.

Kami hanya akan membawa barang-barang yang dipakai saja.

Cepatlah jika kalian akan kembali ke sini.

Supaya Nenek bisa bermain dengan Ha-Neul.

Nenek, sudah kubilang aku yang akan bermain dengan Ha-Neul.

Hei, kamu harus mengantri!

Urutannya berdasarkan umur.

Astaga.

Aku setelah Nenek kalian.

Aku tak percaya kita akan kembali ke sini.

Perasaanku terasa aneh.

Dalam perjalanan pulang, kita akan menyewakan rumah kita.

Apa kamu yakin tak akan menyesal,

jika kembali tinggal di sini?

Bahkan jika aku menyesal, aku ingin melihatmu...

...dikelilingi oleh keluargamu dan mendapatkan banyak cinta.

Yeon-Doo.

Kamu bahkan memutuskan untuk meminta pembatalan adopsi,

untuk melindungi Ha-Neul.

Mereka adalah keluarga yang hampir berpisah darimu.

Mari kita lebih menghargai mereka.

Terima kasih.

Astaga.

Jangan terus seperti itu.

Aku tak melakukannya hanya untukmu.

Tadi kamu lihat, 'kan?

Ha-Neul mendapatkan banyak cinta.

Tumbuh besar dengan menerima banyak cinta akan bagus untuk anak-anak.

Lalu...

Aku akan mulai bekerja lagi.

Aku ingin membangun karierku lagi dan melakukannya dengan benar.

Berita yang sangat bagus.

Tapi, sebelum kamu mulai bekerja,

aku juga ingin melakukan sesuatu.

Kamu...

...akan membantuku, 'kan?

Apa itu?

Astaga.

"Bibi adalah orang baik."

"Sama seperti ibuku."

UNTUK BIBI SOO-JUNG

"Aku tak suka berada di ruang steril."

"Tapi, aku akan menahannya."

Aku...

...akan berhenti menjadi ibunya Hong-Joon.

Jika kamu mau,

aku tak akan pernah...

...memperlihatkan diriku padamu.

Aku akan melakukan apa pun,

jika kamu dapat menyelamatkan Hong-Joon.

Soo-Jung, sedang apa?

Ya ampun.

Hong-Joon masuk ke ruang steril?

Katanya, tingkat sel darah putih dan plateletnya tiba-tiba turun drastis.

Lalu, kenapa kamu menangis?

Siapa yang peduli jika anak orang lain sakit?

Astaga.

- Cheon-Myung. - Soo-Jung, kamu...

...sedang goyah, ya?

Kamu ingin membantu Hong-Joon, tapi kamu membenci Seon Woo Hee.

Kamu kesulitan karena hatimu, 'kan?

Aku...

...sangat mengerti hatimu.

Astaga, ketika aku melihat wanita itu,

aku terus memikirkan sesuatu yang ingin kulupakan.

Aku sulit memiliki anak, jadi...

Chaltteok kita...

Soo-Jung.

Lakukanlah semua yang kamu inginkan.

Aku akan selalu menuruti keinginanmu.

Tapi...

Mari kita berhenti bersedih karena hal yang sudah berlalu.

Jika kamu sedih,

bukankah Chaltteok...

...juga akan sedih?

Jangan bersedih.

Apa kamu sedang mempermainkanku?

Aku tidak tahu.

Aku juga hampir gila karena tidak bisa melakukan apa-apa.

Jangan muncul di depanku lagi.

Jangan mengikuti aku lagi!

Astaga!

Kenapa aku mengatakan itu?

Aku terlihat sangat tidak bertanggung jawab.

- Ayah, sedang apa? - Astaga, mengagetkan saja.

Kapan kamu masuk?

Kenapa Ayah memukuli kepala Ayah?

Apa semalam...

...Ayah tak bisa berdamai dengan Kak Yoo-Myung?

Ya ampun.

Maafkan Ayah.

Sepertinya Kak Yoo-Myung membenci Ayah.

Dia sudah tak membenci Ayah.

Bagaimana kamu tahu?

Dia mengatakan itu padaku.

Dia ingin Ayah mengkhawatirkannya,

seperti aku mengkhawatirkannya.

Jika dia membenci Ayah,

apa dia meminta Ayah untuk mengkhawatirkannya?

Apa yang Ayah lakukan?

Cepat pergi untuk menemui Kak Yoo-Myung.

Baiklah.

Astaga.

Semoga kali ini berhasil.

Kamu diam saja, kakimu lecet.

Ya ampun.

Mari bertemu sebentar.

Aku akan menunggumu hingga kamu datang.

Astaga, dia sangat menggangguku.

Tak ada yang ingin kamu sampaikan?

Kalau begitu, aku akan pergi.

Yoo-Myung, maafkan aku.

Maaf untuk apa?

Memangnya apa salahmu?

Aku hanya memikirkan diriku sendiri,

meminta untuk berpisah,

tidak memberikanmu kepastian,

berbohong aku tak menyukaimu,

padahal aku menyukaimu, dan semuanya.

Kamu sangat lucu.

Kamu berkata tak menyukaiku. Lalu, kenapa kamu seperti ini sekarang?

Katakan padaku.

Apa yang bisa kulakukan untuk mengembalikan hatimu?

Kamu tidak bisa mengembalikan hatiku.

Yoo-Myung.

Kamu adalah pria yang melarikan diri saat ada masalah.

Bahkan kamu juga seperti itu tentang berbesan dua kali.

Kamu tak berencana untuk menikahiku.

Meskipun menikah, kamu tidak ingin secara legal.

Tapi, kamu mengajakku berpisah,

padahal kamu belum mencoba membujuk keluargamu.

Kamu melarikan diri,

tanpa peduli apakah aku terluka atau tidak.

Aku tak ingin terluka lagi.

Jangan menghubungiku lagi.

Astaga.

Dokter, aku akan pulang dari rumah sakit dulu.

Lalu, aku akan kembali untuk prosedur medis kedua.

Kami sedang mengobati anda agar dapat mengikuti prosedur medis kedua.

Ventrikel jantung Anda belum sepenuhnya pulih.

Jadi, anda tak boleh pulang.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left