Release info

医師たちの恋愛事情 Doctors' Affairs (Ishitachi no Renai Jijou) Ep 03
A Commentary by riri13
[Viki Version] Enjoy:):):) {Not mine I've just uploaded It}

Tags

other
Published on: 2016-01-11
Downloads: 1
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Kau baik... pada semua orang.

Aku melakukannya karenamu, dr. Kondo.

Kita harus menghentikannya.

Kita masih bisa kembali sekarang.

Menyelamatkan pasien yang ada di hadapan kita jauh lebih penting daripada meningkatkan penjualan.

Saya tak bisa menerima jabatan Staf Medis Senior.

Sebagai gantinya, saya ingin Anda setuju memperpanjang rawat inap Nogami Fusae.

Aku menjadi Staf Medis Senior.

Kau sebegitu ingin melampaui Chizuru?

Kau mau makan sebelum pulang? - Ya.

Apakah kau melepas jabatan Staf Medis Senior demi kepentingan dia?

Aku melakukannya demi pasien-ku.

Mengapa harus melakukannya demi dr. Morita?

Jadi, kau melakukannya karena dia, kan?

Selamat malam.

Ya.

Saya datang sekarang.

Ada apa?

Kondisi Kato tiba-tiba berubah. Dia mengalami kondisi henti jantung.

Berikan aku laringoskopi.

Bawakan defibrilator.

Dia mengalami serangan jantung pasca-operasi.

Tolong bawa mesin portabel X-Ray.

Dokter harus memiliki mental yang kuat.

Mundur!

Tetapi, orang tak bisa selalu kuat.

Pasangkan infus lain.

Kami bukan orang istimewa.

Alih bahasa dipersembahkan oleh The Operation Doki Doki Team @Viki

Doctor's Affair Episode 3

Apakah Anda jaga malam?

Tidak.

Anda bekerja sangat keras.

Kerja bagus.

Siapa dia?

Kau lebih berani dari yang kupikir.

Bahkan dr.Takahashi pun takkan membawa wanita ke dalam rumah sakit.

Aku tak melakukan hal begitu.

Kalau begitu, siapa wanita itu?

Aku juga bertanya-tanya siapa.

Selamat pagi.

Selamat pagi. - Selamat pagi.

Aku tak tahu kau menyukai wanita yang lebih tua.

Dia barusan bersama wanita dewasa menarik. - Itu cuma salah pengertian, kok. ( gokai dalam Bahasa Jepang).

Lantai 5? (juga berarti gokai dalam bahasa Jepang) Atau lantai 4?

Lima, empat, tiga...

Bagian Bedah 1.

Tak ada masalah. Kami sudah punya staf yang cukup sekarang.

Oke.

Kita mendapatkan dua pasien darurat.

Oke.

Kikuchi Masafumi, usia 32 tahun, dan istrinya Natsumi, umur 42 tahun.

Gedung yang sedang dihancurkan runtuh menimpa mereka.

Masafumi menderita sakit di bahu kanan, dan istrinya sedang hamil 12 minggu.

Ini dia. Satu, dua, tiga.

Anda sudah menghubungi bagian OB/GYN? - Ya, sudah.

Aduh, aduh, aduh!

Oke, kami akan mengobatimu sekarang. Tolong tahan sedikit lagi.

Jangan berteriak-teriak seperti itu. Memalukan.

Itu suara normal-ku, bodoh.

Bodoh? Kau bilang bodoh?!

Mohon berbaringlah.

Cederaku lebih parah!

Oke, jika kuat seperti itu, Anda akan baik-baik saja.

Tolong, luruskan kaki.

Pasang waktunya 80.

Baik. - Bayinya dalam kondisi sehat.

Anda pasti lega. - Ya.

Bayi Anda sehat.

Aduh, aduh, aduh, aduh...!!

Anda baik-baik saja. - Maukah Anda membantu kami?

Dia seperti anak kecil...

Aduh, aduh, aduh...!

Dokter Anda masih bujangan?

Ya.

Anda harus menikahi wanita yang lebih muda.

Melelahkan selalu dipandang rendah.

Tapi, dalam keadaan darurat, Anda melindunginya, seperti orang hebat.

Saat gedungnya runtuh,

terus terang, saya tidak memikirkan bayi kami.

Saya cuma berpikir harus menyelamatkan dia.

Itu saja yang saya pikirkan.

Benarkah?

Tolong jangan beritahukan dia. Saya akan merasa malu.

Baiklah.

Dokter, Anda tidak punya uang?

Maaf.

Kenapa?

Dia tak bisa diandalkan.

Dengan beda usia 10 tahun, kami seperti orangtua dan anak saja.

Saya sepertinya mengerti.

Suami Anda juga berusia lebih muda?

Saya masih lajang. - Kalau begitu, Anda punya pacar yang usianya lebih muda?

Sudah bertahun-tahun, saya belum punya pacar.

Halo.

Begitukah?

Sudah tidak apa-apa sekarang.

Anda harus segera menikah.

Mungkin, ini kesempatan terakhir saya (mengandung).

Saya senang bayi Anda sehat.

Saat memberitahukan dia soal kehamilan saya, dia menangis bahagia.

Jadi, saya harus melindungi bayi kami bagaimanapun juga.

Kalian harus terus memikirkan soal tujuan penjualan dan menarik pasien-pasien baru,

dengan kata lain, pelanggan baru.

Yang terakhir, dengan menyesal saya harus memberitahukan kalian,

Profesor Nagashima dari Bagian Bedah 1 mengundurkan diri mulai hari ini.

Apakah terjadi sesuatu?

Kudengar dia menggelapkan dana penelitian.

Diam.

Dan, dia membawa wanita simpanannya ke sebuah konferensi dengan uang itu.

Yang benar saja? - Menjijikkan!

Pelankan suaramu.

Dalam hal acting profesor,

sudah didiskusikan oleh Direktur dan Ketua Dewan.

Ini akan diputuskan dalam rapat profesor hari ini.

Itu saja.

Selamat.

Sayang sekali. Kau sudah menjilat Profesor (Nagashima).

Aku tak mengerti yang kau bicarakan.

Profesor Nagashima telah memakai penelitianmu untuk kuliahnya baru-baru ini, kan?

Promosimu mungkin tergganggu akan hal ini.

Hei, siapa yang akan terpilih?

Masuk.

Permisi.

Selamat, dr. Nishi.

Ya?

Saya kira Anda akan menjadi profesor selanjutnya setelah saya pergi.

Saya rasa tidak.

Anda tampak bahagia.

Saya sudah menuruti CEO Watanabe selama ini, jadi

Anda pasti membenci saya.

Tidak.

Biar sekuat apapun keinginanmu,

ada hal-hal yang tak bisa Anda kendalikan.

Seperti itulah dokter-dokter di rumah sakit universitas.

Kok bisa dr. Nagashima membawa simpanannya?

Dan, dia berada di rumah sakit yang sama.

Oh, isap di sini.

Oke.

Jadi siapa sih wanita simpanannya?

Kudengar Akane, sekretaris di kantor medis.

Serius? - Dia benar-benar luar biasa.

Profesor mengundurkan diri, tapi dia masih bekerja tanpa mencemaskan anggapan orang terhadap dirinya.

Dia juga berhubungan dengan dr. Takahashi, kan?

Kudengar begitu.

Hah.

Ikat di sini.

Benang sutra 3-0.

Hal ini mungkin memicu terungkapnya lebih banyak kasus seperti ini.

Cinta menyusahkan pria-wanita...

dr. Takahashi mungkin sedang putus asa.

Mari fokus saja dalam operasi.

Maaf.

Mungkin saja dia putus asa.

Alih bahasa dipersembahkan oleh The Operation Doki Doki Team @Viki

Hei, dr. Takahashi...

Hentikan--

Maaf.

Halo.

Mengintip itu tidak baik.

Kau sering melakukannya?

Sebagai dokter bedah, mestinya kau mengerti 'dorongan' usai operasi.

Bisakah kau mengatakan hal yang sama pada pasien?

Jika harus, ya.

dr. Takahashi!

Kau tak kecewa karena pasien, kan?

Jangan sakiti dr. Kondo.

Kenapa kau harus memberitahukanku hal itu?

Mereka sangat lembut...

Bibir dr. Chizuru.

Hei, apa yang kau lakukan?

Jadi, apa yang terjadi?

Tak ada apa-apa.

Hanya saja tangan dr. Morita terpeleset.

Kenapa tangannya terpeleset?

Aku cuma mengucapkan sesuatu tanpa pikir-pikir.

Kalian berdua kan sudah dewasa.

Maaf.

Tomoko.

Bagaimana kau menikah?

Suamiku terpesona pada pandangan pertama.

Aku bertanya dengan serius.

Aku menjawab dengan serius.

Dia mengajakku berkencan di hari pertama kedatangannya ke sini.

Kalian pergi ke hotel di hari yang sama?

Aku akan makan puding. - Dia tidak membantahnya.

Kenapa sih mendadak menanyakan hal itu?

Apakah terjadi sesuatu dengan dr. Takahashi?

Tidak terjadi apa-apa. Makanya aku bertanya bagaimana kau bisa memulainya.

Jadi kau mengakuinya!

Apa?

Nana mengaku dia naksir (honoji) pada dr. Takahashi.

Serius? - Honoji? Kata yang kuno.

Sudah lama sekali kau tidak bergurau.

Benar. - Kerja bagus.

Oh, begitu ya.

Kepribadiannya agak bermasalah, tapi

dia dokter bedah yang sangat bagus.

Ya, dia bagus. - Dia bagus, hah.

Bagaimana denganmu Chizuru? - Eh? Emm...

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left