The first 200 lines.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
"Seorang Virtuoso Piano, Kim Kwang Min"
"Seorang Pianis Jaz Genius, Cho Yoon Seung"
"Seorang Peri Musikal Piano, Jung Jae Hyung"
"Sketchbook Bulanan, The Piano"
"Sketchbook Bulanan, Piano"
"Yu Hui Yeol's Sketchbook, Episode 357"
"Yu Hui Yeol"
Halo, senang bertemu. Selamat datang di Sketchbook, semua.
Aku Yu Hui Yeol.
Kalian pasti melihat tata panggung
agak berbeda daripada biasanya.
Kami selalu berkata
Sketchbook adalah program musik yang sangat berkelas.
Tapi tidak ada yang memercayainya.
Jadi, kami mempersiapkan sesuatu yang istimewa
untuk episode hari ini guna membuktikannya.
Inilah Sketchbook Bulanan
yang kami sajikan sekali dalam sebulan.
Hari ini adalah edisi Maret.
Episode ini berjudul Episode Spesial Konser Awal Musim Semi,
The...
"Sketchbook Bulanan, Piano"
Piano!
"Sketchbook Bulanan, The Piano"
Cukup.
Mengesankan, bukan?
Beberapa dari kalian mungkin berpikir
aku tampak menyedihkan melakukan hal-hal semacam itu.
Baiklah. Kini akan kuperkenalkan
para pianis terbaik di negara ini.
Pertama,
dialah Peri Musikal Piano,
Jung Jae Hyung.
"Jung Jae Hyung"
Berikutnya adalah
seorang virtuoso piano. Menurutku,
dia seperti archaeopteryx di antara para pianis.
Dia pianis terbaik, Kim Kwang Min.
"Kim Kwang Min"
Akan kuperkenalkan tamu berikutnya. Beberapa orang tidak mengenalnya.
Kujamin dialah pianis terbaik di negeri ini.
Dia tokoh legendaris
di antara banyak musisi jaz.
Dia pianis terbaik yang pernah ada.
Dia pianis genius, Cho Yoon Seung.
"Cho Yoon Seung"
Kini mari kita mulai Sketchbook hari ini.
Kita akan melakukan perjalanan ke dunia piano
dengan para pianis terbaik.
Dia adalah tamu pertama untuk episode hari ini.
Dia menjadi karismatik di hadapan piano.
Dia Peri Musikal, Jung Jae Hyung. Berikan tepuk tangan meriah.
"'Glimpse' oleh Jung Jae Hyung"
"'Running' oleh Jung Jae Hyung"
Lebih keras lagi!
Ini adalah Episode Spesial The Piano.
Dia pianis terbaik di negeri ini.
Pianis sesungguhnya. Jung Jae Hyung hadir di sini. Halo.
Silakan sapa para penonton.
Halo, aku Jung Jae Hyung. Senang bertemu.
Tadi aku menyaksikan penampilannya di bawah sana.
Dia tampak begitu mengesankan.
Penonton bahkan pemirsa di rumah pasti merasa sangat terkejut.
Mereka tidak akan tahu bahwa dia pianis yang sangat hebat.
Mereka sering melihatmu di televisi
sebagai penghibur yang lucu. - Benar.
Kupikir aku tidak akan gugup berada di sini.
Tapi di panggung, aku menyadari penonton duduk begitu dekat.
Jaraknya sangat dekat
Aku bahkan bisa melihat bintik-bintik di wajahnya.
Jaraknya begitu dekat. - Benar.
Hal itu membuatku gugup.
Terima kasih untuk penampilanmu yang menakjubkan tadi.
Omong-omong, sudah tiga tahun sejak kali terakhir kamu tampil.
Benar.
Kamu selama ini begitu lalai, ya?
Kamu hanya peduli soal "Immortal Songs".
Intinya, sudah lama sekali. Bagaimana perasaanmu?
Aku tahu memang sudah lama.
Aku sangat antusias untuk datang kemari.
Tapi entah kenapa penonton terlihat agak gugup.
Mungkin karena hari ini Episode Spesial The Piano.
Ini episode spesial yang unik. - Jadi, aku membuat lelucon
guna mengurangi ketegangan itu.
Tidak masalah jika kalian sedikit santai
dan aku merasa gugup.
Kalian suka penampilanku? - Ya.
Itu penampilan yang sangat istimewa.
Kamu tampil luar biasa. Ceritakan soal lagu-lagu itu.
Lagunya berjudul "Glimpse". - "Glimpse"?
Lagu itu dari album pertamaku yang dirilis tahun 1999.
Itu lagu pertama dalam album tersebut.
Lagu kedua yang kumainkan adalah "Running".
Begini...
Kamu menyanyikannya dalam "Infinite Challenge".
Benar. Aku menyanyikannya. - Lagu itu sangat populer.
Orang-orang mengkritikku tajam setelah memandu "Immortal Songs".
Kedua program tersebut ditayangkan di waktu yang bersamaan.
"Infinite Challenge" buat dia tenar, tapi dia pindah ke "Immortal Songs".
Jae Seok, maafkan aku.
Tae Ho, maafkan aku.
Benar. - Kedua lagu itu menakjubkan.
Khususnya karena dia memiliki cara tersendiri memainkan piano itu.
Ada energi tertentu yang dia keluarkan. Kalian melihatnya, bukan?
Tadi kupikir ada pegas di dalam kursinya.
Dari belakang panggung, dia tampak seolah sedang membuat mi.
Dia tidak bisa duduk diam.
Energi seperti itu hanya dimiliki oleh Jae Hyung.
Lagunya "Glimpse", yang dia tampilkan pertama tadi
pernah menjadi topik perbincangan.
Dia memainkannya seolah saat itu adalah akhir dari dunia
dan kami punya video acaranya. - Sungguh?
Jung Jae Hyung yang karismatik.
Kami sudah menyiapkan videonya.
Ini dia!
Lihatlah kacamatanya.
Tunggu sebentar.
Bukankah dia hebat? - Tunggu sebentar.
Tidak pernah ada rekaman dekat aku memainkan ini sebelumnya.
Kalian lihat dia melempar kacamatanya yang turun tadi?
Luar biasa.
Kalian sangat kejam.
Bagaimana bisa kalian menyunting penampilanku seperti ini?
Aku pernah melihat videonya di malam hari tanpa suara.
Tanpa ada suara.
Aku menyaksikannya di malam hari dan...
Bagiku, dia terlihat seperti kerasukan.
Mari saksikan sekali lagi tanpa ada suara.
Aku ingin berbagi perasaanku malam itu dengan kalian.
Aku bersungguh-sungguh saat mengatakan ini pada kalian.
Rasanya seperti menonton "The Wailing".
Mari lihat sekali lagi. - Kalian jahat sekali!
Mari mainkan lagi tanpa ada suara.
Lihat itu?
Lihat betapa mengerikannya video ini.
Aku baru saja menatap diriku sendiri.
Rasanya menakutkan. - Bagiku sangat mengesankan.
Itu sesuatu yang hanya bisa dilakukan Jae Hyung.
Mari berikan tepuk tangan meriah untuknya sekali lagi.
Baiklah.
Staf di sini sangat jahat. - Tidak, mereka tidak jahat.
Acara ragam selalu berusaha membuat tamunya bersinar.
Karena itulah kami mengundangmu dan kini kamu bersinar terang.
Hari ini adalah Episode Spesial The Piano.
Tahukah kalian bahwa Jae Hyung juga dikenal akan masakannya?
Kalian pernah melihatku memasak? - Pernah.
Aku berusaha bersenang-senang dengan memasak.
Sebelum acaraku, kebanyakan acara memasak
hanya memberikan resep. - Dia andal dalam hidangan Prancis.
Acara itu tentang aku memasak hidangan Prancis
dan aku sendiri merasa senang.
Dia akan bermain piano selagi memasak.
Formatnya sangat baru dan tidak ada orang di dunia ini
yang bisa menyatukan masakan dan musik.
Hanya dia satu-satunya yang bisa.
Karena kau sudah hadir hari ini,
bisa kita ulang kembali acara tersebut?
Dia bisa mengekspresikan emosi yang dia rasakan selagi memasak.
Mari kita pindah ke piano tersebut dan memintamu memasak sesuatu.
Aku yakin kalian semua akan terkejut.
Dia mengekspresikan apa pun yang dia rasakan.
Aku bisa melontarkan kata apa pun padanya
dan dia akan mengekspresikan rasa makanannya
serta bahan-bahannya di piano. Hanya dia yang bisa seperti ini.
Dan dialah yang terbaik. - Sudah lama sekali rasanya
dan aku tidak terlalu yakin. - Tapi aku yakin.
Ini Episode Spesial The Piano dan kamu memasak hidangan baru.
Silakan cari inspirasi lebih dahulu. Ya, begitu.
Baiklah.
Ini gurita kecil.
Gurita kecil.
Lihat itu? Perlahan dia merasakannya.
Dia hampir siap. Dia melihat gurita kecil itu.
Gurita kecil, gurita kecil, melompat, melompat.
Gurita kecil, gurita kecil.
Aku membayangkan gurita kecil merayap dengan nada-nada ini.
Lalu kumainkan seakan dilemparkan ke dalam rebusan hidangan laut.
Jadi, seperti itu rupanya. - Masuklah!
Bagus sekali.
Karena kamu menyebutkan rebusan hidangan laut,
mari anggap gurita kecil itu sudah ada di dalamnya.
Mainkan untukku rebusan hidangan laut yang sudah mendidih.
Baiklah. Rebusan hidangan laut? - Ya, rebusan hidangan laut.
Bukankah kamu akan menambahkan bahan lainnya?
Haruskah kita tambah bahan lain? Bagaimana dengan tunicata?
Sekarang sedang musim tunicata.
Astaga.
Ada apa? Aku yakin ini mudah untukmu.
Seekor tunicata? - Mulai saja dengan akor E?
E? - Ya, E.
Baiklah. Tunicata, tunicata.
Tunicata, tunicata.
Begitu panas hingga membuatnya pecah.
Rebusannya terlalu panas. - Benar.
Boleh kutambah sedikit ketam?
Mari kita tambahkan. Ketam juga sedang musim.
Ini begitu luar biasa, bukan? Ya, benar sekali.
Mainkan pianonya, aku akan menari. - Baiklah.
No comments yet. Be the first to leave one.