The first 200 lines.
Kenapa kau lari dariku?
Aku tidak lari.
Aku akan kembalikan senternya.
Aku membutuhkan itu.
Ayah, aku akan terlambat.
Kau tak bisa lari dariku, Nak.
Kau tak boleh mencuri.
Jika Ayah matikan ini di wajahmu,
Kau tahu apa yang akan terjadi kepadaku?
Tidak ada.
Dunia ini tak peduli denganmu, Nak.
Tapi Ayah peduli.
Ayah menyayangimu.
Nora?
Perhatikan, rakyatku.
Aku sudah datang.
Kerja bagus, pelayanku yang baik dan setia.
Ibu pasti terkesan.
Ada apa denganmu?
Kau sudah mendapat makanan.
Aku memberimu air.
Kau tak punya alasan sekarang.
Berkembang,
Atau mati.
Hei.
Kau belum makan.
Aku tidak lapar.
Lalu? Otak butuh makanan untuk belajar.
Itu artinya kau duduk. Itu artinya kau makan.
Selamat pagi.
Tidak, tidak.
Biar aku saja.
Kau akan buatkan aku sarapan?
Kau dan putri kita.
Pria kecil itu sudah menjadi dewasa.
Bagaimana kemaluanmu, Nak?
Kau belum lihat. Dia sudah punya bulu kemaluan sekarang.
Biarkan dia sendiri.
Kau takkan tunjukkan Ibumu?
Dia bukan Ibuku.
Apa kau bilang?
Nak, kau sebaiknya minta maaf.
Tak apa./ Tidak.
Ayo. Minta maaf.
Maaf.
Lihat Ayah.
Lihat Ayah.
Katakan.
Aku bodoh.
Tidak, kau tidak bodoh.
Aku bodoh.
Tidak, kau lunak.
Lembut seperti lumpur. Gumpalan tanah liat.
Belajarlah sesuatu hari ini, oke?
Belajar yang banyak.
Kau ke mana pagi ini?
Salju sudah turun. Waktu kita tak banyak.
Aku tahu. Maaf.
Kau membawanya?
Ayahku bilang itu mustahil.
Sudah kubilang padamu. Aku melakukannya.
Ujarmu.
Lalu kenapa aku tak boleh melihatnya?
Itu belum siap, oke?
Kau harus mengundangku datang kapan-kapan.
Apa ini?
Itu pisang.
Apa?/ Benih pisang.
Apa yang ingin kau lakukan dengan benih pisang?
Aku akan menumbuhkannya.
Apa kau akan menghisap ini?/ Apa?
Apa ini sesuatu yang kau hisap?
Itu benih pisang!/ Hei! Jaga bahasamu.
Aku akan cari tahu apa ini.
Aku memanen itu. Dia membutuhkannya.
Sebelum kita mulai, aku ingin ingatkan kalian...
...jika waktu kita tersisa dua minggu...
...untuk pendanaan drive untuk kelas komputer baru kita.
Bu Harrington, tak ada yang berikan kita sesuatu...
...karena mereka tak punya apa-apa.
Kalian semua memiliki media sosial.
Pasang itu di Internet./ Hei.
Aku menginginkan wortelmu.
Kenapa? Apa kau makan sayuran?
Bukan untuk dimakan. Agar aku bisa masukkan itu ke anusmu.
Itu akan tumbuh dengan baik di sana.
Aku dengar kau yang suka masukkan itu ke anusmu.
Apa di sana ada masalah?
Tidak.
Tidak.
Kau gawat, Castillo.
Pergilah. Pergilah!
Kita dilarang masuk ke sana!
Dia di sekitar sini. Periksa bawah-bawah.
Dia meleleh, Pak.
Tapi aku akan selamatkan dia.
Air...
Air.
Di mana Ayahku?/ Sif ganda.
Menjaga kita tetap aman.
Aku ingin menonton sesuatu.
Acara gulat sudah dimulai.
Slamfest.
Kau melihat orang ini?
Ada apa dengan sepedanya?
Bukan apa-apa.
Ya. Aku lihat itu berfungsi dengan baik.
Dari mana kau mendapatkan pin itu?
Aku menemukannya./ Di mana?
Entahlah. Di jalan.
Hei.
Siapa namamu?/ Taylor.
Taylor apa?
Castillo.
Castillo.
Hei. Siapapun orang yang melakukan itu?
Persetan mereka, benar?
Itu sulit untuk melihat.
Jangan khawatir.
Matamu akan terbiasa dengan kegelapan.
Kau butuh air lagi?
Aku lapar.
Aku lapar.
Aku tidak melakukan itu.
Apa yang terjadi?
Aku tidak tahu.
Berapa lama kau di sini?
Beberapa hari?
Aku tak tahu berapa lama.
Air dan makanannya...
Terima kasih.
Aku butuh satu hal lagi.
Kantung jaketnya.
Aku tahu dia bau,
Tapi dia takkan melukaimu.
Kantung satunya.
Periksa kantung satunya.
Ya! Astaga, ya!
Baiklah, lempar itu ke sini, Nak.
Lempar ke sini.
Hei, aku bilang padamu, aku tidak melakukan itu.
Nak, kau membantuku, mengerti?
Kenapa aku ingin...
Aku berutang padamu.
Kau adalah pahlawan, Nak.
Ayo. Berikan itu.
Aku sebaiknya panggil polisi./ Tidak, tidak! Jangan...
Dengar, berikan kuncinya padaku. Aku akan membuka ini,
Lalu aku akan pergi dari sini. Kau takkan melihatku lagi.
Oke?
Apa dia melukaimu?
Apa itu sebabnya kau...
Aku tidak bercanda, Nak.
Berikan kuncinya padaku,
Berikan itu sekarang!
Tunggu!
Siapa namamu?
Namaku Joe.
Aku pandai dalam mengurus sesuatu.
Aku akan bawakan kau bantal.
Bantal?
Apa yang terjadi?
Apa?
Tidak ada.
Tidak ada, ya?
Apa ini?
Aku tidak.../ Lalu siapa?!
Siapa?
Pengadu mengadu, Nak.
Jadi?
Kau harus menjaga sesuatu milikmu.
Bangun. Tak ada pelanggaran, tak ada yang terluka.
Ingat, saat menggunakan jangka,
Gunakan titik jarum sebagai porosmu...
...dan putar pensil di sekitar busur sesuai yang kau inginkan. Oke?
Titik potong, pemotongan kubahnya,
Adalah titik pemotongan.
Untuk apa itu?
Apa yang kau lakukan, Nak?
Berapa umurmu, Nak?
13 tahun.
Tidakkah kau seharusnya bermain Pokémon?
Dengar, ada anjing hutan masuk ke sini semalam.
Dia mungkin akan masuk lagi malam ini.
Maksudku, mayat itu membusuk.
Itu hanya gas terlepas dari jaringan yang busuk.
Hanya itu?
Kau banyak melihat mayat seumur hidupmu?
Tanaman. Beberapa burung.
Aku pernah melihat kelinci mati.
Semuanya sama.
Dengar, aku tak bisa tidur dengan anjing-anjing hutan ini mengincarku.
Biarkan aku pergi./ Tidak!
Baiklah, ya.
Kau mau bagaimana?
Aku bisa bergerak lebih cepat jika kau butuh bantuanku.
Cukup berdirilah di sana.
Ya. Tentu. Baiklah.
Tak masalah.
Kau memiliki luka lebam.
No comments yet. Be the first to leave one.