The first 200 lines.
Panggilan Anda sedang diteruskan ke...
Apa memang kau satu-satunya?
Permisi.
Ahjussi. Tolong tunggu.
Ahjussi. Ahjussi.
Aku pergi, Gadis Matre.
Wow, yang benar saja?
Orang ini.
Kau baik-baik saja? Kau tidak terluka?
Tolong bantu aku.
Kau bilang tak akan membiarkan sembarang orang memperbaikinya.
Aku salah. Maaf.
Tolong pergilah bersamaku.
Lupakan saja.
Tunggu. Kami punya tamu dari Cina yang akan datang besok pagi.
Mereka khususnya akan fokus pada ruang produksi. Aku tak bisa membiarkan mereka melihat tempat itu berantakan.
Maafkan aku karena berkata tak akan memberikan pekerjaan itu pada sembarang orang. Aku salah.
Kumohon padamu.
Tolonglah...
Ya, Manajer. Saya sedang ke pabrik bersama tukangnya.
Apa? Anda sudah pulang kerja?
Bagaimana saya bisa melakukannya sendiri?
Kau ambil tanggung jawab itu dan bekerjalah yang baik.
Itu harus diperbaiki malam ini.
Harus. Paham?
Ya, saya mengerti.
Bagaimanapun, untungnya kau ada di sini.
Terlalu awal untuk merasa lega. Aku belum tentu bisa memperbaikinya malam ini.
Tidak, kau harus memperbaikinya. Kau harus.
Sepertinya kau akan memukulku jika aku tidak memperbaikinya untukmu.
Oh, kita terlambat dengan sesi perkenalan.
Aku Lee Jin Ae, asisten manajer tim manajemen produksi HS fashion. Ah, kartu namaku...
Kau tak harus memberikannya padaku. Aku sedang menyetir.
Ya.
Siapa namamu?
Panggil aku Kontraktor Kang.
Ya, Kontraktor Kang. Mohon ditangani dengan baik.
Mari kita lakukan itu.
Alih Bahasa Dipersembahkan Oleh Mom Knows Best Team @ Viki
Ya, Pengacara Hong.
Sebuah kantor? Belum.
Uang?
Jika mungkin saja kau butuh uang, katakan saja.
Masalah sewa dan semacamnya.
Terima kasih telah memikirkanku, tapi
kupikir aku belum ada kebutuhan untuk minta bantuan.
Baiklah.
Ini putramu yang pengacara?
Dia tampan.
Dia putra yang baik.
Ini putriku dan putra bungsuku.
Oh, yang pernah datang ke sini?
Dia tidak mirip kau.
Wajahnya turunan dari ayahnya.
Dia persis terlihat seperti neneknya, dan temperamennya juga sama.
Anak perempuan dan laki-laki mirip ayah mereka.
Kau tak punya foto suamimu? Kudengar suamimu jauh lebih muda darimu. Dan dia juga tampan.
Benar. Mari kita lihat.
Apa ada fotonya?
Ada satu di sini.
Wow, dia benar-benar tampan.
Dia pasti punya banyak wanita yang mengejarnya.
Dia fotogenik. Kenyataan yang sebenarnya, dia terlihat sedikit kumal.
Apa yang bisa kita lakukan? Aku tak punya uang sebanyak itu.
Bila aku berpikir tentang masa lalu saat aku berhutang padamu, seharusnya aku membantu, tapi apa yang bisa kulakukan?
Aku juga hidup karena aku tak bisa mati.
Lauk Pauk Ala Pedesaan.
Bagaimana aku bisa melindungi tokonya Ok-ku?
Ayah, kau pulang dari mana?
Apa Noona-mu belum pulang?
Dia tadi datang lalu pergi. Sesuatu terjadi di kantornya, jadi dia bilang mungkin tidak akan pulang.
Benarkah? Apa dia makan malam sebelum pergi?
Tidak. Dia hanya makan sup ketimun lalu pergi.
Bagaimana dengan Hyung-mu?
Aku di sini, Ayah.
Baiklah.
Hyeong Gyu.
Aku mengerti perasaanmu.
Ibu dan aku telah berbicara tentang yang akan terjadi pada toko.
Ibu juga bilang dia akan beristirahat.
Tapi bagaimanapun ibumu
hanya mengatakannya tapi perasaannya tidak di situ.
Dia tipe orang yang hidup dari membuat lauk-pauk.
Aku tidak berkata untuk berhenti.
Setelah punya uang, aku berniat memberikannya pada ibu.
Tapi saat itu, tokonya tidak akan di tempat yang sama.
Aku bisa mencari tempat yang lebih baik.
Kau pikir akan semudah itu?
Ya.
Semuanya mudah bagimu.
Kau telah belajar banyak dan tumbuh dengan baik.
Wow.
Tolong beri aku handuk.
Ya.
Bocornya banyak.
Aigoo... ini...
Ini tidak akan berhasil.
Tidak akan?
Aku bisa menghentikannya sementara tapi bukan berarti sudah baik.
Lebih baik mengerjakannya besok.
Kami tak bisa.
Kau bilang akan ada tamu dari Cina, kan? Beri tahu saja mereka, aku yakin mereka akan mengerti.
Ada mereka tapi ada juga CEO yang akan datang.
CEO? - Ya.
Aku ingin bekerja baik demi dia tapi ini tidak akan berhasil.
Ini acara pertama yang kutangani sejak aku ditugaskan di sini.
Dia juga seharusnya mengerti.
Tidak, tolong jangan.
Apa maksudmu "jangan"? CEO toh tidak suka sesuatu dikerjakan secara asal jadi seperti ini.
Kau kenal CEO-ku?
Tidak. Itu hanya pikiranku.
Bagaimanapun, tidak. Titik.
Kontraktor Kang. - Aku tak bisa.
Kontraktor Kang!
Acaranya singkat di pagi hari. Jika kita memperbaikinya sekarang, kurasa itu bisa bertahan sampai pagi.
Mungkin tidak akan bertahan lama.
Aku akan bertanggung jawab. Jika terjadi sesuatu, aku akan bertanggung jawab.
Wow, kau sulit. Kau akan bertanggung jawab?
Bagaimana kau akan bertanggung jawab? Setalah memperbaiki semalaman, bagaimana jika meledak juga di titik lain.
Akan jadi apa aku, sebagai orang yang memperbaikinya.
Aku akan dianggap mekanik pemalas yang tak punya keahlian.
Bagaimana kau akan bertanggung jawab jika kau merusak reputasiku sebagai mekanik yang ahli dan dikenal?
Itukah?
Takut reputasimu akan rusak karena ada kemungkinan kau membuat kesalahan?
Itulah sebabnya meski kau bisa memperbaikinya secara sementara,
kau tidak melakukan apapun karena kau tidak peduli. Bahkan meski aku memohon padamu seperti ini.
Kau juga sedikit agresif.
Kau bahkan minta tolong pada orang yang belum kau kenal, dan berlaku kasar. Kau akan lakukan apapun untuk menjilat bos dan perusahaanmu.
Bagaimana bisa kau begitu ambisius?
Ambisius?
Tapi, ada masalah di perusahaanku, jadi bagaimana bisa mencoba menyelesaikannya membuatku dianggap ambisius?
Dan juga... ya ampun!
Aigoo.
Aku ingin membantu tapi aku tidak tahu keadaannya.
Jika aku tahu, tentu saja aku tak akan datang.
Juga, kau seorang yang egois. Kenapa kau tidak merenungkan diri sendiri dengan baik?
Jika kau mau ke Seoul, ayo pergi bersama. Sepertinya kau tidak ada mobil.
Tidak, aku harus menyelesaikan masalahnya.
Ke tempat lain?
Ya, Manajer Yang.
Eh... kerja lapangannya mungkin sedikit lebih sulit daripada yang diperkirakan.
Kenapa kita tidak menutup saja ruang kerja ini dan...
Kau harus bilang itu tidak bisa!
Bagaimana bisa kau tidak melakukan apa-apa untuk ini?
Apa yang akan terjadi dengan acara besok pagi? Apa kau...
Tapi meski aku memeriksanya, ini kelihatannya sulit.
Ya.
Kalau begitu apa yang aku...?
Ya, saya mengerti.
Ada batasan untuk semua hal.
Bagaimana bisa aku memperbaiki semua itu di larut malam begini?
Meski kita bisa memperbaikinya secara sementara, tapi...
Meski kau bisa memperbaikinya secara sementara, kau tidak melakukan apapun karena kau tidak peduli.
Bahkan meski aku memohon padamu seperti ini.
Maafkan saya ini terlalu larut malam.
Apa benar-benar tidak bisa?
Baiklah.
Telepon tidak aktif...
Apa yang kau rencanakan?
Kau tidak pergi?
Aku akan mencobanya.
Kau bilang kau tidak mau.
Jadi mari kita coba sebisanya.
Ya, Ayah.
Kau akan lembur semalaman?
Aku sedari tadi menunggumu di halte bis, ingin tahu kapan kau akan datang.
Bagaimana dengan makan malam? Kudengar kau hanya makan sedikit sup ketimun sebelum pergi.
Aku baik-baik saja, aku tidak lapar.
Aman di sini. Aku di tempat kerjaku.
Ada seorang pria bersamaku di sini,
tapi dia orang yang baik.
Ya, jangan khawatir dan tidurlah.
Bagaimana kau tahu kalau aku orang baik?
Kau orang baik.
Kau punya kesan pertama yang baik dan kau sedang menolongku.
Kau sedang merayuku saat ini, iya kan? Karena aku bisa saja pergi daripada memperbaiki ini?
Kurasa aku tak bisa bilang bahwa itu tidak benar.
Aku bisa mengerjakan ini sendiri. Pergi dan istirahatlah.
Tidak apa-apa.
Pergi.
Ini karena aku jadi gugup saat kau memperhatikanku.
Baiklah kalau begitu, aku akan ada di depan.
Panggil aku jika kau perlu sesuatu.
Kami ucapkan selamat datang untuk pada Anda semua ke pabrik Seongnam HS Fashion.
Kualitas terbaik dari produk kami adalah karena,
lebih dari segalanya, kontrol kualitas kami yang sangat terperinci.
Oh, kakiku.
Halo.
Tidak ada gambar yang disimpan.
Haruskah aku menyimpan setidaknya satu gambar?
Itu karena besok akan ada sebuah acara penting di sini.
Aku harus mengerjakan perbaikan sebelum besok pagi.
Bagaimanapun! Tempat macam apa yang membuatmu bekerja semalaman?
Itu keterlaluan.
Situasinya darurat, jadi tidak ada pilihan.
Jangan khawatir dan tidurlah.
Istirahatlah yang banyak.
Alih Bahasa Dipersembahkan Oleh Mom Knows Best Team @ Viki
Kang Hoon Jae.
Bagaimana aku bisa terlibat dalam masalah ini?
No comments yet. Be the first to leave one.