The first 200 lines.
DRAMA INI ADALAH FIKSI
TAK TERKAIT TOKOH, PARTAI, LOKASI, PERUSAHAAN ATAU PERISTIWA
Pukul berapa ini?
Masih pagi.
Tidurlah lagi.
Kenapa kau bangun pagi sekali?
Kau kurang tidur kemarin.
Jangan memaksakan diri.
Situasiku sedikit berbeda denganmu, Bu Anggota.
Berita selanjutnya.
Beberapa pihak curiga Anggota Jo Gap-yeong
terlalu lunak terhadap Bugang Electronics selama audit.
Anggota Jo membantah spekulasi ini,
tapi Komite Buruh dan Lingkungan
sedang membahas apa Anggota Jo...
Kapan sidang dilanjutkan?
Kurasa audit akan berakhir begini.
Aku tak bisa membereskan kekacauan semacam itu.
Bagaimana denganmu?
Tinggal menjatuhkan KLAC dan Kementerian Kehakiman.
Yang terakhir akan menjadi sorotan.
Menteri Kehakiman dijuluki musang.
Dia pintar berkelit.
Kau bisa menangkapnya?
Tae-jun, aku tak tahan melihat orang
yang seharusnya di belakangku ada di depanku.
Untuk memberimu posisi ini,
aku harus membereskan kekacauan di depanku. Benar?
Aku harus menangkapnya.
Berhati-hatilah.
Menteri Kehakiman mengawasi semua jaksa di negara ini.
Tak akan mudah.
Bahkan Anggota Song dapat pelajaran.
- Dia bahkan disingkirkan... - Musang punya gigi tajam.
Siapa yang tahu nasibku jika tak hati-hati?
Karena itu, harus langsung dijatuhkan
dan pastikan dia tak bisa melawan.
Aku tak bisa menyerah sekarang.
Jika ada yang menghalangiku, aku akan melompatinya.
Untuk memastikan kau bisa melompatinya,
aku akan membantumu.
Halo.
Tiap orang punya titik awal berbeda dan alasan di balik pilihannya.
HAN DO-GYEONG MAJELIS NASIONAL
Namun, tiap orang maju
untuk menemukan tempatnya di dunia.
Perhentian Majelis Nasional.
Pintu di kiri akan terbuka.
Perhentian Majelis Nasional.
Pintu terbuka.
UU PERLINDUNGAN PELAPOR
Halo.
Pak.
Halo, Nn. Kang. Selamat pagi.
- Ayo masuk. - Tiap orang punya posisi berbeda,
tapi kita di di sini dalam perjalanan masing-masing.
EPISODE 3
Tae-jun.
Kau lihat berita?
Plang kantor Anggota Lee jatuh menimpa pejalan kaki,
mengakibatkan cedera parah.
Korban kecelakaan wanita 40-an,
dilarikan ke rumah sakit terdekat
- dan sedang jalani operasi kedua. - Ini salahmu!
Polisi menyelidiki apa pemasangan plang
melanggar aturan pemasangan plang dan iklan.
Anggota Lee Seong-min
ungkapkan keprihatinan dan kunjungi korban,
tapi keluarga korban menolak bertemu.
- Berapa ganti rugi... - Tolong beri komentar.
- Tolong beri komentar. - Kau mengakuinya?
- Aku akan menyelidikinya. - Pak, beri wawancara.
Halo.
Mana yang latte ?
Latte untuk kepala staf.
Pak Jang tak minum latte .
Tidak, yang satu lagi.
"Yang satu lagi"?
Siapa?
Plang kantor Anggota Lee jatuh menimpa pejalan kaki,
mengakibatkan cedera parah.
Pak Oh Won-sik dari kantor distrik.
Korban kecelakaan dilarikan
ke rumah sakit terdekat dan sedang jalani operasi kedua.
Begini,
karena dia terus membahas aturan kerja dan UU buruh,
mustahil menjalankan bisnis di Seongjin.
Saat dia mengajakku minum,
aku tahu ada sesuatu.
Pasti itu.
Aku akan bicara dengan Pak Lee Seong-min.
Tak perlu. Aku akan mengurusnya.
Polisi menyelidiki apa pemasangan plang melanggar
- aturan pemasangan... - Hei.
plang dan iklan.
- Kau datang. - Anggota Lee Seong-min ungkapkan
keprihatinan dan kunjungi korban, tapi keluarga korban menolak...
Astaga. Kuharap cederanya tak terlalu parah. Ini buruk.
Kurangnya perhatian keamanan di negeri ini memang serius.
- Ini latte -mu, Pak. - Terima kasih.
- Pak Oh. - Astaga! Apa kabar?
Tentu saja tak bagus. Aku sangat bosan tanpamu, Pak.
Pastinya.
Bagaimana? Suka pekerjaannya?
Ya, Pak. Aku berusaha keras.
- Kau mengenalnya? - Pak Oh yang merekomendasikanku.
Benarkah? Aku tak tahu.
Silakan.
Kenapa tak beri tahu lebih awal?
Ada apa kemari?
Pak Song ingin menemuiku.
Hei, ya. Sebentar.
Ada kertas memo?
Terima kasih.
Ya. Song Jin-seok.
SONG JIN-SEOK
Wonseong Bio. Baik.
Baik, kuhubungi nanti.
Kalau begitu, aku harus...
Duduklah.
- Ayo merokok. - Kedengarannya bagus.
Do-gyeong, mau ikut?
Aku tak merokok.
Baiklah.
- Nn. Yun, apa kabar? - Halo.
Astaga, kau jelas menunjukkan bahwa kau tak menyukaiku.
Tersenyumlah sedikit.
- Halo. - Hai, lama tak bertemu.
Senang kembali ke Seoul setelah sekian lama.
Ya, di Seoul harus pakai ini.
Ini. Bagus.
- Siapa dia? - Pak Go Seok-man.
- Halo. - Halo.
Astaga.
- Bagaimana? - Aku bicara dengan polres.
Tampaknya ada seseorang yang mengendurkan bautnya,
tapi bisa terjadi saat perbaikan,
atau ada yang merusaknya. Belum bisa dipastikan.
Ada yang terekam di kamera CCTV?
Itu gedung tua,
jadi, tak ada kamera CCTV.
Atapnya selalu terbuka,
jadi, siapa pun bisa masuk.
Akan ditutup jadi kasus kelalaian perawatan,
tapi kudengar korban akan menuntut Anggota Lee.
- Akan kukirimkan foto. - Baik.
LEE SEONG-MIN
BALAP SEPEDA JUNGIL-GU
Kurasa kau sempat bersepeda.
Jangan pancing aku.
Bosku tak akan diam bahkan jika audit dihentikan.
Dari pertemuan dan pendengaran publik
ke acara sepeda lokal ini, aku sudah lalui tiga perhentian.
- Jungil-gu? - Ya, Nn. Kang lahir di sana.
Dia harus bangun dukungan di sana untuk pemilu mendatang.
Dia tak punya dukungan atasan, seperti bosmu.
Kesempatannya terpilih lagi sepuluh persen.
- Kami akan lakukan apa pun. - Jadi, kau ikut balapan?
Tentu saja.
Sebagai kepala stafnya,
sudah tugasku lari dan berkeringat, menemui dan mendengar warga.
Lihat dirimu selalu pakai setelan.
Kau tak akan selesaikan apa pun.
Bedebah ambisius, hanya peduli pada penampilan.
Omong-omong, tadi aku melihat Pak Oh.
Benar.
Apa? Kenapa jawabanmu tak acuh?
Dia disingkirkan karena kau.
Dia tak akan diam saja.
Jika kau tak hati-hati, dia akan mengambil
semua hasil kerja kerasmu.
- Jangan cemaskan aku. - Hei.
Teruslah lari sekuat tenaga demi bosmu, ya?
Dasar bedebah. Astaga, berengsek.
Tidak, itu tak benar.
Hal itu harus didiskusikan langsung.
- Hei, begini... - Aku akan...
- Won-sik. - Ya.
Kita bicara sebentar.
Kenapa kau kemari?
Sudah kubilang Pak Song memanggilku. Kau tuli?
Kenapa tanganmu terluka?
Tanganku? Ini.
- Saat melakukan sesuatu. - Kapan kau datang?
Hei, Jang Tae-jun. Apa kau menginterogasiku?
Pikirmu kau masih polisi seperti sepuluh tahun lalu?
Beraninya kau bertingkah seperti itu.
Soal Anggota Lee Seong-min...
Kau pelakunya?
Pertanyaanmu banyak sekali.
Kau suka kepadaku? Tapi aku tak menyukaimu.
Fokus pada pekerjaanmu. Jangan campuri masalah lain.
Lagi pula, kenapa menaruh telur di sarang orang lain?
Kau ini burung wiwik?
Jangan lewati batas. Kau bisa terluka.
Mengerti?
Dasar berengsek.
Aku kembali.
Terima kasih.
Kau selesaikan balapan, kau mungkin jadi peringkat atas nanti.
No comments yet. Be the first to leave one.