The first 200 lines.
TEMPAT, ORANG, ORGANISASI DAN PERISTIWA DALAM DRAMA INI
ADALAH KARYA FIKSI
-Maaf kami terlambat! -Maaf terlambat!
Maafkan aku.
Pak.
Apa yang terjadi?
Jawab aku.
Kami makan sashimi di tempat yang agak jauh.
Sashimi.
Bersama? Semalaman?
Masalahnya adalah...
Aku tak terpilih bermain di pertandingan tim
dan ingin bunuh diri karena itu.
Aku tahu aku ingin hidup jika makan sesuatu hidup-hidup,
jadi, aku membujuk Taejun untuk datang.
Apa maksudmu?
Jadi, kau ingin hidup
dan membujuknya untuk... sashimi...
Benar.
Kalian tak pulang semalam.
Bersama di luar...
Taejun!
Hei, Taejun. Bisa bicara?
Aku akan pergi.
Ada apa ini?
-Tersenyumlah. Mengerti? -Pelatih, aku...
Taeyang.
Pergilah ke sana.
-Apa? -Maksudku,
kau akan bermain dengan Jiho di pertandingan individu.
Tapi bagaimana jika kau berpasangan dengan Junghwan untuk pertandingan tim?
Aku ingin mendengar pendapatmu.
Kau ingin aku menjadi pasangan
Yuk Junghwan?
Ya, pasangan.
Ada apa? Tak bisa?
-Ini kopimu. -Berikan saja mereka
poin hukuman dan akhiri di sana.
Jangan membunuh moral sebelum turnamen.
Tapi pria dan wanita keluar semalaman tanpa izin.
Demi waktu kita, kita tak bisa membiarkan ini.
-Kopinya sudah siap. -Tunggu.
Apa mereka berpacaran?
Ini pendapatku.
Ambil kopimu dahulu.
-Benar. -Terima kasih.
Mengencani rekan satu tim? Taeyang?
Dia tak akan pernah melakukan apa pun yang bisa mengganggu permainannya.
Setuju.
Taejun membantu kita,
jadi, mari berhenti di sini.
Harus ada memberi dan menerima.
Bantuan apa?
Menjadi pasangan Junghwan dalam pertandingan tim.
Bagaimana menurutmu? Bukankah itu akan menyenangkan?
Ada yang punya pemantik?
Kau menyetujuinya?
Kenapa berpasangan dengan...
Astaga, kau ambisius.
Kau ingin bermain denganku?
Hei, Taejun.
Jika aku jet, kau skuter.
Kau bukan tandinganku.
Aku langit, kau tanah.
Apa itu level yang sama?
Beraninya kau mencoba satu lapangan denganku.
Aku suka sikap itu.
Jadi,
pastikan kau menolak Pelatih.
Apa?
Tunggu sebentar.
Jadi, kau menjadi orang yang mendengarkan dengan baik,
sementara aku harus menjadi orang yang membuat keributan?
Benar sekali.
Kau licik.
Untuk apa aku melakukan itu?
Kau pikir aku bisa melawan Pelatih?
Lakukan saja.
Lupakan sopan santunmu.
Lakukan saja yang selalu kau lakukan. Seharusnya mudah.
Hei. Halo? Taejun?
Dia menutup teleponku?
Dia tak cedera saat bermain bulu tangkis.
Dia tak mau pergi,
tapi aku menyeretnya ke sana.
Aku memaksanya minum...
dan menyebabkan kecelakaan itu.
Aku tahu dia terluka, tapi aku tak membawanya ke rumah sakit.
Karena aku takut didisiplinkan selama latihan musim dingin bodoh.
Kukira itu bukan hal serius.
Park Junyoung,
bukan?
Ya.
Saat aku melihatmu sekarang,
ekspresi apa yang harus kuberikan?
HOTEL CHUNCHEON
Astaga.
-Kita sudah sampai. -Ayo.
SELAMAT DATANG, PARA PEMAIN BULU TANGKIS
-Halo. -Halo.
Bagaimana kabarmu?
Kurasa semua atlet menginap di sini.
Apa kau sudah lama tak menghadiri pertandingan seperti ini?
Astaga. Aku bisa merasakan ketegangan di udara.
Aku menyukainya.
Rasanya seperti di rumah.
Taeyang, kau ikut pertandingan tim, bukan?
Tidak, Sungsil akan bermain di pertandingan tim.
Tapi kenapa?
Benar juga.
Jangan tersinggung.
Tetap saja, kau Park Taeyang. Pelatih kejam.
Kenapa aku pikir sudah jelas kau akan bermain?
Sial. Dasar anak kecil...
Dia baru saja menghina kita berdua?
Dua burung dengan satu batu. Dia luar biasa.
Dia akan sukses.
Taeyang, bukankah kita harus bicara dengannya?
Kau tak tahu aku pengecut?
Tapi tetap saja, kita harus memperbaiki sikap itu!
Sampai jumpa.
Kau sudah menyelesaikannya?
Apa rencanamu?
Kita bermain bersama atau tidak?
Sepertinya sebagian dari dirimu ingin bermain denganku.
Itu yang mencegahmu menolak.
Apa yang kau ocehkan?
Kau pikir aku akan membiarkanmu mendapatkan keinginanmu? Aku Yuk Junghwan.
Kau sangat menyukai namamu, bukan?
Tunggu.
Ini salahku dia kehilangan pacarnya.
Juga salahku pacarnya berhenti menjadi atlet.
Tadinya begitu, tapi aku sangat jijik.
Memangnya kau siapa bisa memerintahku?
-Sial! -Astaga...
Astaga, sial!
-Beraninya kau! -"Beraninya kau"?
Beraninya kau mengatakan itu kepadaku?
Kenapa kau mengepal? Kau akan memukulku?
Hei.
Silakan. Pukul aku.
Astaga, aku kesal sekali! Sial!
Taejun!
Kau berlebihan.
Dia benar-benar psikopat.
Jangan bahas ini lagi.
Tolong jangan menjadi pasangan. Kumohon.
Singkirkan ini. Jangan sampai aku melihatmu.
Dia baru saja memukulku atau mendorongku?
Hei, Park Taejun!
Hei!
Pelatih.
Pelatih! Ini Junghwan.
Pelatih!
Bukankah ini kamar pelatih?
Ya, benar.
Sedang apa kau di sini?
Di mana Pelatih?
Aku putrinya.
Apa yang kau pikirkan?
Aku hanya...
Maaf. Aku terus lupa.
Kau tak mengingatkanku pada Pelatih.
Apa kau mirip ibumu?
Masuklah. Yumin, kau bisa kembali ke kamarmu.
Kau kemari untuk bilang tak mau berpasangan dengan Taejun?
Ya.
Jika kau kasar kepada ayahku, aku akan memutuskan hubungan denganmu.
Sejujurnya, aku putri yang hebat.
Kau harus menuruti ayahku jika tak mau aku menghindarimu.
Katakan.
Apa kau akan mati jika melakukan permintaanku?
Yah...
Masalahnya adalah...
Astaga.
Sial. Seharusnya aku tak mengatakan itu.
Bagaimana hasilnya?
Apa kita harus memutuskan hubungan?
Atau kita bisa tetap berhubungan?
Kita bisa tetap berhubungan.
Astaga, kau menggemaskan.
Kau anak yang baik.
-Kau baik sekali. -Hentikan.
Benarkah?
TURNAMEN FEDERASI BISNIS BULU TANGKIS NASIONAL 2021
Baiklah. Kita bisa memakai lapangan sampai pukul 21.00.
Jadi, rencanakan waktu kalian dengan bijak.
Jangan memaksakan diri. Mengerti?
-Ya, Pak. -Ya, Pak.
Jangan terlalu memaksakan diri dengan latihan mendadak.
Jangan berpikir akan terluka jika berlebihan.
Hei, pemanasan saja. Jangan gunakan ene...
Kau terbang tinggi.
Apa kau senang mendapat gaji yang lebih tinggi berkat aku?
Kau akan tampil lebih baik dengan bermain bersamaku dan dibayar lebih.
Kau tak tahu cara berterima kasih.
Aku tak tahu kau sangat menyukaiku.
Hentikan.
Jangan menahanku.
-Apa kau hanya bicara saat bermain? -Hentikan!
No comments yet. Be the first to leave one.