The first 200 lines.
--- Original Subs By --- Ivandrofly
Dimana kau ? Keluarlah !
Keluarlah !
Keluarlah !
Akan kutangkap kau !
Dimana kau, anak nakal, Akan kutangkap kau !
Dimana puteriku yang berulang tahun ?
Akan kulahap dia saat kutemukan.
Akan kumakan kau.
Oh, Fergus ! Jangan taruh senjata di meja !
Bolehkah aku memanah, Bolehkan ? Bolehkan ?
Bolehkah, kumohon ?
Tidak dengan itu ! Mengapa tidak..,..
Kau gunakan panahmu sendiri !
Selamat ulang tahun, puteriku tersayang !
Tegapkan badanmu, nak.
Sejajarkan dengan lehermu, bagus !
Buka kedua matamu..,..
Dan..,.. Panah !
- Aku meleset. - Cepatlah kau ambil !
Busur panah, Fergus ? Dia seorang puteri !
Oh !
Will-O'-The-Wisp !
Mereka nyata !
Merida ! Ayolah, sayang !
- Kita pergi sekarang ! - Aku melihat Wisp !
- Aku melihat Wisp ! - Wisp ?
Ada yang bilang kalau Will-O'-The-Wisps Bisa menuntunmu ke Takdirmu.
Oh, benar atau ke panah !
Ayo kita pergi, Sebelum ada yang menari Tattybogle
Atau gelas raksasa Berada di atas Lonceng Biru..,..
Ayahmu tak percaya pada sihir.
Dia harus percaya, karena itu nyata !
Mor'du ! Elinor, lari !
Tuan !
Ayo, kemarilah !
Ada yang berkata, Takdir kita terikat dengan daratan.
Seperti kaum kita yang tinggal diatasnya.
Yang lain berkata, Takdir Bagai benang yang ditenun menjadi kain.
Jadi Takdir terikat dengan banyak orang.
Itulah hal yang kita Cari, Atau kita perjuangkan untuk merubahnya.
ada yang tak pernah menemukan Takdirnya.
Tapi ada, yang dituntun menuju ke Takdirnya.
Kisah ayahku kehilangan kakinya..,..
Di tangan Beruang iblis Mor'du Telah menjadi legenda.
Aku menjadi kakak untuk ketiga adikku.
Para Pangeran, Hamish, Hubert dan Harris.
Mereka seperti Iblis kecil.
Mereka bisa mendapat yang mereka mau !
Aku tak pernah dapat apapun !
Karena aku seorang Puteri !
Aku sebagai panutan !
Aku punya tugas, tanggung jawab Harapan..,..
Seluruh kehidupanku sudah direncanakan !
Dipersiapkan sampai Aku menjadi..,..
Seperti, Ibuku.
Dia bertanggung jawab atas Setiap hari dalam hidupku.
Hei, Robin, Robin periang, Dan engkau akan mengenalku..,..
Lebih keras !
Dan engkau akan mengenalku !
Lebih bermakna, Ucapanmu harus dipahami Setiap orang dalam ruangan !
Atau ini semua sia - sia.
- Ini memang sia - sia. - Aku mendengarnya !
Ulangi lagi !
Seorang Puteri harus memahami Kerajaannya.
Dia tak perlu gambar tak berarti ini !
Itu nada C, sayang.
Seorang puteri tak tertawa keras !
Dia tak makan seperti itu !
Bangun lebih pagi !
Merasa lebih terharu.
Bersabar. Perhatian.
Bersih.
Dan yang terpenting, seorang Puteri Berusaha untuk, menjadi sempurna !
Tapi sesekali..,..
Ada hari aku tak perlu menjadi Puteri.
Tanpa pelajaran, tanpa kesukaran
Hari dimana apapun bisa terjadi.
Hari, dimana aku bisa merubah Takdirku !
Aku kelaparan ! Kau lapar juga, Angus ?
Makanlah gandumnya.
Selamat sore, Puteri.
Aku tak menemukan garamnya. Dimana kau menaruhny ?
Tadi aku melihatnya masih disana.
Lalu, entah dari mana, Muncul Beruang terbesar yang pernah kau lihat !
Kulitnya penuh akan Senjata dari pejuang yang gugur.
Wajahnya memiliki luka Dan hanya memiliki satu mata.
Aku menghunus pedangku dan..,..
Woosh ! Dengan satu ayunan Pedangnya hancur..,..
Dan kemudian, kaki Ayah telah putus.
Hilang ditelan Monster itu.
Oh, itu bagian kesukaanku!
Mor'du tak terlihat sejak itu !
Dan dia menjelajahi hutan, Menunggu kesempatan membalas dendam !
Biarkan dia kembali.
Akan kuselesaikan Apa yang harus diselesaikan.
Merida, seorang Puteri Tak menaruh senjatanya di meja.
Ibu ! Ini hanyalah Busur!
Dalam pemikiranku, Seorang Puteri Tak seharusnya memiliki senjata.
Biarkan dia !
Puteri atau tidak Belajar bertempur itu penting.
Ibu, tebak yang kulakukan hari ini.
Aku mendaki tebing Gigi Ratu..,..
Dan minum dari air terjun Api.
Air terjun Api ?
Mereka bilang hanya Raja Kuno Yang berani minum air apinya.
- Apa yang kau lakukan, sayang ? - Tak ada, Ibu.
Kalian lapar 'kan ?
- Ibu ! - Badanmu bisa jadi gemuk !
Oh, Fergus ! Lihatlah piring Puterimu.
Memangnya kenapa ?
- Bagus..,.. - Jangan biarkan mereka menjilat..,..
Kalian nakal !
Jangan bermain dengan makanan kalian.
Oh, mengapa kalian tak suka..,..
Jika belum mencobanya ?
Itu perut anak domba !
Rasanya enak !
- Ratuku. - Terima kasih, Maudie.
Badan kalian berdua semakin besar.
Aha. Dari Bangsawan Macintosh, Macguffin dan Ding-Wall.
Mereka merespon, tak diragukan lagi.
Ya, Ya !
Hei, hei !
Menjauhlah dari makananku !
Kunyahlah itu, dasar anjing nakal !
Fergus ?
Mereka semua menerimanya !
Siapa dan menerima apa, Ibu ?
Anak - anak, Kalian semua dihukum.
Hei !
Apa yang harus kulakukan ?
Ayahmu ingin membicarakan sesuatu denganmu.
Fergus ?
Merida.
Para Bangsawan akan memperkenalkan Putera mereka untuk melamarmu.
- Apa ? - Klan mereka telah menerimanya !
- Ayah ! - Apa ? Aku..,..
Kau.,.. Dia..,.. Elinor ?
Sebenarnya, Merida. Aku tak tahu Mengapa kau bereaksi seperti itu.
Tahun ini, setiap Klan membawa putera mereka,
Untuk berkompetisi memperebutkanmu.
Mengapa Puteri melakukan Apa yang disuruh?
Seorang Puteri tak Meninggikan suara mereka !
Merida, inilah yang kau persiapkan Sepanjang hidupmu !
Tidak, ini yang kau siapkan untukku Sepanjang hidupku !
Aku tak akan melakukannya ! Kau tak bisa memaksaku !
Merida !
Merida !
Anak - anak !
Ibu ! Pelamar ! Pernikahan !
Dulu, ada Kerajaan Kuno.
Oh, Ibu !
Kerajaan Kuno.
Yang namanya telah lama dilupakan.
Dipimpin oleh Raja adil-bijaksana Yang sangat disayangi.
Dan saat dia tua, dia membagi Kerajaannya untuk ke-empat puteranya..,..
Mereka harus menjadi Pilar Dan menjaga kedamaian di tanah itu.
Tapi, Putera Tertua ingin Menguasai seluruh Kerajaan sendirian.
Dia melakukan kehendaknya Dan Kerajaan itu...
Jatuh dalam perang, kekacauan dan kehancuran.
Itu kisah yang bagus !
Ini bukan kisah biasa, Merida.
Legenda adalah pembelajaran. Mereka menceritakan kebenaran.
Ah, Ibu !
Kusarankan padamu Untuk menerima keputusan ini.
Para Klan akan datang Untuk memperkenalkan putera mereka.
- Ini tak adil ! - Oh, Merida.
Ini hanya pernikahan. Ini bukan akhir dunia.
- Kau bergumam. - Aku tak bergumam.
Ya, kau bergumam saat sesuatu mengganggumu.
Kusalahkan atas sifat keras kepalamu.
Sifat itu menurun darimu ke keluarga ini.
Kurasa hal ini tak akan berjalan baik.
Aku tak tahu yang harus kulakukan.
- Bicaralah padanya, sayang ! - Aku sudah bicara dengannya !
- Dia tak mau mendengarkan ! - Ayolah.
Anggap aku Merida. Bicaralah padaku.
Apa yang akan kau katakan ?
Oh, aku tak bisa melakukannya !
Tentu kau bisa !
Itu dia ! Itu baru Ratu-ku.
Baik, ini dia.
Aku tak ingin menikah !
Aku ingin sendiri Dan membiarkan rambutku tertiup angin.
Menunggangi kuda hingga ke lembah. Menembakkan panah menuju matahari tenggelam.
Merida. Semua usaha ini untuk mempersiapkanmu.
Menyekolahkanmu, Memberikanmu segala Yang tak kami mililki..,..
Aku bertanya, kau ingin kami bagaimana ?
Batalkan pertemuannya ! Itu tak akan membunuh mereka.
Kaulah Ratunya.
Kau bisa memberitahu Para Bangsawan kalau Puteri belum siap.
Sebenarnya, dia tak akan pernah selamanya siap.
Maka, selamat tinggal. Kami harap Kau menyatakan perang besok pagi.
Aku paham ini terlihat tak adil..,..
Aku sudah mengirimkan undangan Untuk pelamarannya.
Kita tak bisa lari dari diri kita sendiri !
Aku tak ingin kehidupanku berakhir.
Aku ingin kebebasanku !
Tapi apa kau siap membayar kebebasanmu itu ?
No comments yet. Be the first to leave one.