The first 200 lines.
SALON BERSAUDARA
LANTAI TIGA DISEWAKAN GAS DAN TV KABEL GRATIS
Bo-geol!
Hei, Bo-geol!
Ya.
Ayo sarapan, Bo-geol.
Baik, aku datang.
EPISODE 2
Woo-hak.
Kang Woo-hak!
Kang Kurang Ajar!
Cepat bangun!
Dia pulang mabuk dan masih belum bangun.
Astaga. Merepotkan.
Dia seharusnya tak minum banyak.
Bo-geol, bangunkan kakakmu.
Baik.
Kenapa dilepas? Aku mau hindari bea properti.
Aku akan mengisi kamar atap.
Kenapa? Kamarmu kenapa?
Dua saudara 30-an tahun yang sekamar itu agak jijik.
Tetap saja…
- Aku menjijikkan? - Bukan itu kataku.
Menjijikkan kita harus berbagi kamar.
- Bukankah itu dalamanku? - Aku beli yang sama.
Jawab aku. Apakah aku menjijikkan bagimu?
Tentu saja. Kau pikir kau menggemaskan?
Tak tahu harus meniru apa lagi, jadi beli dalaman yang sama?
Ibu.
Sudahlah.
Jangan berteriak sebelum sarapan. Duduk.
Bo-geol.
- Kau sungguh mau di kamar atap? - Ya.
Tak apa tidur dengannya?
- Ya. - Astaga, bagaimana ini?
Kalau begitu, Woo-hak.
Pergi ke atap dengannya.
- Sayang. - Ayah.
- Bagus, Ayah. - Ya.
- Aku tak mau ke sana. - Aku juga.
- Kak Woo-hak. - Aku akan cemas.
Kau kerja bakti akhir pekan ini? Pulau mana? Aku ikut.
Kau tak suka kerja bakti, naik feri, dan kotor.
Aku suka itu.
Aku suka feri dan kotor. Aku mau kerja bakti.
Apa?
Senang sekali naik…
Berhenti! Berhenti muntah!
Drone siap terbang. Harap berhati-hati.
- Kau sedang apa? - Ini penting untuk kerja bakti.
Akan kutunjukkan di mana sampahnya.
Lalu kau pungut.
Ayo berkeliling searah jarum jam.
Bawa jas hujan karena akan segera hujan.
- Baik. - Baik.
- Ayo! - Ayo!
- Ayo. - Pakai jas hujanmu.
Indah sekali.
Benda apa…
itu?
Jangan mendekat.
Jangan mendekat.
Jangan mendekat!
Jangan mendekat!
Jangan sentuh itu!
Untuk apa dia ikut kemari?
Hei, pergi!
Karena aku melarangnya.
Apa?
Dia melakukan kebalikan ucapanku.
Dia suka memberontak.
Dia memang reporter.
Jadi, begitu.
Jangan mendekat. Jangan sentuh…
Jangan sentuh! Pergi!
Sial!
Kenapa dia terus mengikutiku?
Dia tak tahu itu mahal?
Kak Woo-hak!
Permisi!
Hei, kau!
Kau tahu berapa harganya itu?
Jangan jatuhkan seperti itu!
Bu.
Harganya lebih dari dua juta won.
Maksudku…
Dengar.
Kenapa kau terus…
Ini…
bukan mimpi.
Aku tak berhalusinasi.
Apa kau sungguh…
manusia?
Apa yang kau lakukan? Kenapa kau terus…
Apa kau menangis?
Kenapa kau…
Terima kasih…
sudah menemukanku.
KEBETULAN VERSUS TAKDIR
Di pulau terpencil ini?
Luar biasa.
Sendirian saja?
Bukankah pria di Cast Away terdampar selama 4-5 tahun?
Benar.
Bagaimana wanita bisa bertahan 15 tahun sendirian?
Ini enak sekali.
Sulit dipercaya tak ada yang menyelamatkannya.
Itu mustahil.
Korea punya lebih dari 2.000 pulau terpencil.
Keluarganya bagaimana?
Dia tak punya.
Dia anak tunggal dan orang tuanya tiada.
Tunggu.
Dunia banyak berubah, 'kan?
Kurasa ukuranmu sekitar 230 mm.
Cobalah. Akan kutukar jika perlu.
Ayo beli sepatu saat kita tiba.
Kenapa?
Kenapa kau menangis lagi?
Aku hanya…
Aku sangat bersyukur.
Tunggu.
Kau akan meliput ini?
"Seorang Wanita Kembali Usai 15 Tahun Terdampar."
Ini menarik.
Apa? Tidak boleh?
Dia akan sulit beradaptasi.
Dia akan menarik perhatian publik.
Kau mau aku berhenti?
Mau berhenti jika kusuruh?
Tentu.
Kalau begitu berhenti.
Pulau Pilji di Provinsi Jeolla adalah pulau terpencil.
Saya menerbangkan drone ini saat mencari sampah
dan kebetulan menemukan wanita ini.
Wanita di video ini, Seo,
jatuh dari Feri Chunsam 15 tahun yang lalu.
Seo, yang masih kelas sembilan saat itu,
tinggal di pulau ini selama 15 tahun dan menunggu diselamatkan.
Ajaibnya, dia diselamatkan pada usia 31 tahun.
Tak ada air atau api. Tak ada apa-apa. Hanya sampah.
Aku menggali kentang dan memakannya.
Aku menangkap dan makan ikan.
Itu caraku
bisa bertahan hidup.
Pulau Pilji terletak 55 km dari titik
di mana Seo jatuh dari feri.
Dahulu, grup pencarian tidak mencakup pulau ini.
Seo segera dibawa ke rumah sakit usai diselamatkan
untuk mendapat pemeriksaan.
Hasilnya menunjukkan dia sehat.
Kiri.
Polisi menyatakan mereka akan membantu Seo
beradaptasi kembali ke masyarakat
dengan memulihkan identitasnya
dan membuatkan KTP.
Saya Kang Woo-hak dari YGN News.
Apa dia lahir untuk memberontak?
Dia tak pernah patuh.
Kebetulan sekali.
Kenapa lantai tiga?
Kau syuting hari ini, ya?
Katamu akan berhenti.
Kau melihatnya?
Ini semua karena drone itu.
Mereka bertanya kenapa aku merusaknya.
Jadi, kujelaskan yang terjadi. Mereka menyuruhku meliputnya.
Lalu kenapa kau bertanya?
Apa lagi pilihanku?
Aku harus mematuhi atasanku.
Mereka mau kisah lanjutan Mok-ha.
Kata mereka beritaku kekurangan dasar.
Mereka ingin tahu alasan dia meninggalkan pulau.
Aku tak bertanya karena itu privasi,
tapi mereka tak mau dengar.
Aku disuruh menyelidiki.
Haruskah kulawan tim redaksi?
Kalau kau bagaimana?
Kenapa bertanya jika tak akan patuh?
Kau tak pernah memberiku jawaban yang layak.
Jangan bilang kau memercayainya.
Apa lagi pilihanku? Tanya sendiri ke redaksi?
Bo-geol. Aku bukannya bermaksud tak sopan.
Kau sudah tak sopan.
Kau juga salah atas yang terjadi pada Woo-hak.
Terlalu baik bisa buat orang jadi kurang ajar.
Siapa yang baik?
Kau yang baik, dia yang kurang ajar.
Dia tidak kurang ajar.
Jika harus memilih,
menurutku justru sebaliknya.
Halo.
- Halo, Pak. - Halo.
Ayo mulai gladi resiknya.
RUMAH CINTA BERSAMA
Aku datang untuk menemui Bu Seo Mok-ha.
Ada yang menghubunginya setelah berita?
Mungkin keluarga atau temannya?
Dia juga bertanya setiap hari
apa ada yang menghubunginya.
No comments yet. Be the first to leave one.