The X-Files

The X-Files

Download Indonesian Subtitle

Season 5

Release info

520 The End (WebDL 720p)
A Commentary by observer320

Tags

webdl
web
720p
720
WEBDL
Published on: 2019-04-07
Downloads: 56
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sekakmat.

S-520 THE END

(Pegunungan Laurentia Quebec, Kanada, Pukul 6.39)

Ayo! Tembaklah, Alex!

Tetap di situ!

Aku diutus untuk membawamu kembali.

Hebat, kurasa aku sangat berkuasa di FBI...

...jika Asisten Direktur merapikan ruang kantorku untukku.

- Ada apa? - Aku hanya mencari.

Mencari sesuatu yang khusus?

Aku datang kemari untuk bertanya.

Kurasa aku hanya mengorek-ngorek, bertanya-tanya soal kau.

- Rencana jangka panjangmu. - Rencana jangka panjangku?

Rencana jangka panjangku sedang kau pegang.

Kau berharap akan menemukan apa?

Maksudku pada akhirnya?

Apa pun yang kuharap akan kutemukan ada di sini.

Mungkin aku akan tahu saat menemukannya.

- Kau datang untuk bertanya itu? - Tidak.

Ada sebuah kasus. Biasanya aku takkan mengutusmu.

Pembunuhan seorang pemain catur asal Rusia.

Penembaknya adalah mantan National Security Agency.

Salah satu dari kita. Dia membuat banyak orang kesulitan.

Kasus ini diberikan kepada agen muda. Agen Khusus Jeffrey Spender.

Dia yang akan memimpinnya.

- Kau yang memberikannya kepada dia? - Tidak.

Itu perintah dari pihak lain di luar FBI.

Dia sedang mengumpulkan timnya di atas.

Dia menekankan kau tak boleh terlibat.

Memakai senjata yang terdaftar atas nama badan intelijen AS,...

...pelakunya menembak satu kali ke arah Anatol Klevinol...

...sebelum ditangkap tanpa perlawanan di dekat TKP.

Motifnya belum diketahui.

Penembaknya juga belum memberikan pernyataan atau nama komplotan.

Silakan lanjutkan.

Lintasan tembakan itu menunjukkan penembak bekerja sendiri,...

Tapi kita belum bisa kesampingkan kemungkinan komplotan atau konspirasi.

Satu peluru ditembakkan dari jembatan dengan kemiringan yang tajam...

...serta memasuki tubuh target, di sebelah kanan ulu hati.

Maaf. Kau bisa ulang rekamannya?

Tolonglah. Aku akan beri tahu sampai mana. Ulang saja.

Biarkan aku menyelesaikan ini. Jika ada pertanyaan, kita bahas nanti.

Aku tak punya pertanyaan. Aku hanya berpikir kau salah.

Mulder, apa yang kau lakukan?

Menurutku targetnya bukan orang Rusia itu.

Kurasa targetnya adalah lawannya.

Lawannya adalah anak lelaki usia 12 tahun, Agen Mulder.

Serta pemain catur yang andal.

Aku akan tunjukkan langkahnya, jika kau ulang rekamannya.

Baik. Berhenti di situ.

Lihat apa yang dilakukan anak itu, tepat sebelum tembakannya.

Mainkan.

Kau lihat apa yang dia lakukan? Dia mundur. Kau lihat itu?

Dia baru melakukan sekakmat.

Dia mundur karena permainannya telah berakhir.

Katamu lintasan tembakannya tajam.

Jika anak itu tak mundur pada saat yang tepat,...

...pelurunya akan memasuki belakang lehernya.

Bukan mengenai orang Rusia itu.

- Apa kita bisa lanjutkan? - Kurasa Agen Mulder benar.

Sepertinya anak itu merasakan penembaknya secara prekognisi.

Jika kau ulang rekamannya, kau akan melihatnya.

Tak mungkin. Itu mustahil.

Ulang saja rekamannya agar kita semua bisa lihat sendiri.

Kau terlihat terkejut.

Karena aku di sini? Atau karena aku hidup?

Saat kami dengar kau ditembak, kami langsung menduga kau mati.

Ada laporan kau kehilangan terlalu banyak darah...

...sehingga tak mungkin selamat.

Sudah jelas kalian meremehkan aku.

Sudah jelas juga kalian terlalu banyak berharap kepada pria...

...yang diutus untuk membunuhku.

Kita anggap saja semua sudah dimaafkan.

Kalian punya tugas untukku?

Terjadi sebuah insiden. Kecelakaan yang disayangkan.

Ya, aku sudah lihat, dengar, dan baca.

- Anak itu masalah bagi kami. - Kalian mau aku melakukan apa?

Menembaknya mati? Membuat otaknya berhamburan?

Astaga!

Kenapa? Urusan semacam ini membuatmu tersinggung?

- Ini demi kepentinganmu, juga kami. - Kau pikir kau tahu kepentinganku?

Apa kami bisa mengandalkanmu?

Ya.

Sudah berapa lama kau bekerja di FBI, Agen Fowley?

Sejak tahun 1991.

Aku mendapatkan penugasan di Eropa setelah Tembok Berlin diruntuhkan.

Saat direkturnya mulai berfokus ke masalah terorisme asing.

Mereka menugaskanmu ke kasus ini karena masalah terorisme?

Tidak. Aku meminta penugasan ulang.

Ada beberapa hal di sini yang ingin kulakukan lagi.

Tahun 1991. Itu saat kau mulai mengurus Fail X.

Kurang lebih begitu.

''Sebaiknya aku letakkan saja.''

"Aku tak bermaksud menyinggung, Ibu. Itu lumayan keren."

''Homer? Kupikir kau sudah setuju..."

Gibson?

Hai.

Namaku Fox. Ini Dana dan Diana. Apa kabar?

Aku lumayan suka di sini. Acara TV-nya bagus.

Di tempat tinggalku di Filipina, aku hanya bisa menonton "Baywatch".

Memangnya "Baywatch" kenapa?

Pikiranmu kotor.

Orang tuamu akan menjemputmu hari Jumat, Gibson,...

...untuk membawamu pulang lagi.

Aku tak mau bermain catur lagi.

Bagaimana kau tahu aku mau main catur?

Karena ada mainan catur tua yang murahan itu di tanganmu.

Tak terlalu murah. Kau tak mau lihat seberapa cepat kau bisa kalahkan ini?

Tidak.

Mungin karena kau tak bisa.

Aku benar, bukan?

Kau tahu apa yang kubicarakan. Kau sudah tahu sejak aku masuk kemari.

Itu caramu bisa menang, bukan?

Cara kau bisa tahu langkah apa yang akan diambil oleh lawanmu.

Kau masuk ke dalam otaknya dan membaca pikirannya.

Itu caranya kau bisa tahu pria itu akan menembakmu, bukan?

Aku tahu apa yang kau pikirkan.

Aku tahu kau memikirkan salah satu wanita yang kau bawa kemari.

Salah satu dari mereka sedang memikirkanmu.

Yang mana?

Dia tak mau aku mengatakannya.

Anak ini akan butuh perlindungan selama 24 jam.

Mulder?

- Apa-apaan itu? - Anak itu bukan master catur.

Di bawah kondisi yang terkendali, aku mungkin bisa mengalahkan dia.

Mulder, dia dianggap anak ajaib oleh dunia internasional.

Dia mengalahkan banyak Grandmaster.

Karena punya keunggulan yang tak adil.

Yang dia lakukan itu sama saja dengan tipuan sulap.

Mulder, dia hanya mempermainkanmu. Dia hanya bermain-main saja.

Kau mengusulkan bahwa anak itu bisa membaca pikiran.

Kita sudah melihat sejumlah kasus seperti ini, Scully.

Kita melihat sejumlah kasus berisi penipu dan penebak yang beruntung.

Tapi tak ada satu pun yang bisa bertahan menghadapi pengujian teliti.

Tak ada juga yang berani mengklaim...

...bahwa mereka bisa berfokus pada pikiran satu orang saja...

...di kerumunan ribuan orang.

Mungkin itu sebabnya mereka ingin dia mati.

Siapa yang kau bicarakan?

Aku tak tahu. Bukan aku yang bisa membaca pikiran.

Anggap saja teorimu ini mungkin benar.

Siapa yang mau membunuh seorang anak...

...yang kemampuannya justru bisa memberi keunggulan besar?

Dalam bisnis, perang dan apa pun.

Mungkin orang yang bidang usahanya berkaitan dengan menjaga rahasia.

Ayo kita uji dia. Kurasa anak itu bisa melewatinya.

Mari kita lakukan pemindaian otak dan evaluasi psikologi atas anak itu.

Kau tahu apa yang perlu dilakukan, Diana.

- Jadi, kalian berdua saling kenal? - Kejadiannya sudah lama sekali.

(Gedung Penahanan Federal Fort Marlene, Maryland)

- Apa yang kau lakukan di sini? - Aku mau bicara dengan penembaknya.

Aku baru saja menghabiskan enam jam bicara dengan dia.

Dia belum siap mengatakan apa pun.

- Baik, mungkin aku bisa coba... - Aku minta kau tak masuk ke situ.

Bahkan aku minta kau tak terlibat dalam kasus ini sama sekali.

Saat pertama kali bertemu kau, kupikir kau hanya ambisius.

Lalu pagi ini pendapatku berubah. Menurutku kau sombong.

Kini aku mulai penasaran apa yang kau lindungi.

Aku hanya ingin melakukan ini dengan benar.

Bukan seperti ahli paranormal yang berkeliaran dengan bebas.

Kau menghinaku, padahal harusnya kau meminta saran dariku.

Entah bagaimana, kau bisa mendapatkan kasusnya.

Tapi hanya karena kau mengenakan sesuatu, bukan berarti pakaiannya pas.

Kau beruntung kau tak sibuk meredamkan urusan internasional, merayu Rusia,...

...serta mengutus banyak agen untuk memeriksa petunjuk yang salah.

Anak itu kunci dalam kasus ini, dan penembak itu tahu alasannya.

Permisi.

Kau butuh apa untuk membunuh seorang anak?

Uang atau hanya kebodohan yang jahat?

- Aku tak membunuh seorang anak. - Tidak, berkat anaknya.

Kau bicara soal tak punya perasaan?

Temanmu itu belum memberiku makanan atau air selama 16 jam.

Aku takkan menoleransi itu. Spender, kau harus beri dia makanan.

Ayolah.

Tak ada yang mau kukatakan.

Aku sudah baca berkasmu. Kau terlatih.

Pasukan Khusus. Kau ditugaskan di Grenada, Zaire.

Kau berada di istana Saddam dengan pasukan pembunuh...

...saat mereka mengebom tempat itu. Tapi kau juga gagal membunuhnya.

- Seperti kataku... - Ya, tak ada yang mau kau katakan.

Tak apa. Aku pintar menebak.

Anak itu bisa membaca pikiran. Bagaimana?

Akan kukatakan kau mengatakan itu.

Mari lihat kau merasa seaman dan senyaman apa di sini.

- Apa yang bisa kau lakukan untukku? - Aku tak tahu.

Aku mungkin bisa memberimu pengampunan...

...atau memasukkanmu dalam program perlindungan saksi.

- Tak akan pernah terjadi. - Coba pikirkan dulu.

Kau dapat apa? Ada informasi?

Hanya perhatiannya.

Bagaimana keadaanmu?

Aku tak suka tes itu. Aku tak suka berada dalam mesin.

Agak menakutkan, bukan?

- Kau penasaran, bukan? - Soal apa? Kau?

Wanita satu lagi itu.

Dia juga penasaran soal kau.

Kami akan tunjukkan sekumpulan kartu. Lalu saat kami melihatnya,...

...katakan apa yang kami pikirkan. Kau tak perlu terburu-buru.

Kursi.

Piano.

More Indonesian subtitles for The X-Files

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left