Search

Search (써치)

Download Indonesian Subtitle

Release info

써치-Search-E01-NEXT-iQIYI
A Commentary by ANANG2196

Tags

other
Published on: 2020-10-17
Downloads: 48
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 196 lines.

[Siapa pun yang ada di area ini, bantu kami.]

Aku yakin dia tidak pergi jauh.

- Cari dia. - Baik, Pak.

Pak. Hormat.

Hormat.

Ini misi terakhir komandan kompi. Mari bekerja dengan baik.

Benar. Kita bahkan menyiapkan pesta perpisahan malam ini.

Dia pikir itu pesta penyambutannya.

Dia beruntung dengan pernikahannya dan ditugaskan di tempat mudah.

Dia di sini karena dipromosikan dan dipaksa datang.

Apa yang harus kita lakukan?

Haruskah kita memberinya sambutan hangat di ladang ranjau?

Hei, kau sudah gila?

Orang sepertinya tidak akan mati meski menginjak ranjau.

Kita akan beruntung jika dia tidak membuat masalah.

Hyuk, seharusnya kau tetap di markas besar.

Kenapa sukarela menderita di garis depan?

Kau bertanya karena tidak tahu?

Ayah mertuaku, pria tua itu,

bilang butuh pengalaman lapangan untuk dapat bintang, aku terpaksa kemari.

Beraninya para berandalan itu meremehkan perwira?

Jika kau ingin bertahan di sini, kau harus akrab dengan para bintara.

Mereka

masih muda.

Aku sudah tahu itu, Jo Min-gook.

Misi hari ini

bersama komandan baru kompi dan perwira divisi.

Lakukan dengan baik agar kita bisa kembali dengan selamat.

Tegak, gerak.

- Tegak, gerak. - Tegak, gerak.

Bentuk formasi!

Bentuk formasi.

Jalan!

- Misi aman, maju! - Misi aman, maju!

Kapten Jo Min-gook dan 10 tentara

Mari istirahat.

Regu Dua, siaga.

- Regu Dua, siaga. - Regu Dua, siaga.

Kenapa kau merekam ini?

Istrimu cantik juga.

Bagaimana rasanya kembali setelah sekian lama?

Menyenangkan.

Cobalah terjebak di kantor dan menunggu di komandan divisi.

Itu bisa membuatmu gila.

Bisa keluar dalam misi pencarian untuk syuting video promosi

bagaikan udara segar.

Dan DMZ punya udara terbaik.

Benar, bukan?

Kapten.

Orang Korea Utara menaruh racun di air lembah.

Berhentilah bermain-main.

Istirahat selesai.

Hei. Hapus yang kau rekam.

Baik, Pak.

Jangan makan sembarangan di DMZ.

Kita memasuki zona berbahaya. Perketat kewaspadaan.

- Jalan. - Jalan.

Berhenti dan waspada.

Ini Burung Hantu Malam.

Kami mendekati sisi selatan gedung Sektor C1. Ganti.

Berikan teropongnya.

Seharusnya di sini tidak ada apa-apa, bukan?

Mungkin saja.

Radio.

Kami mendeteksi sesuatu yang tidak biasa.

Radionya kubiarkan menyala. Ganti.

Regu Satu, maju.

Radio.

Ini Burung Hantu Malam. Ada masalah di Sektor 21.

Kami butuh bantuan.

- Apa antena sudah dipasang? - Ya, Pak.

Sarang?

Pak, tampaknya Utara mulai mengacaukan sinyal kita.

Sinyalnya makin jelek. Apa yang harus kita lakukan?

Ganti salurannya dan sambungkan ke stasiun lain.

Halo, 103. Ini Burung Hantu Malam. Laporkan situasinya, ganti.

[Ini 103. Kapal kecil melewati ranjau bawah air di Sektor 21]

[Entah apa ada seseorang di kapal itu. Ganti.]

Apa yang harus kita lakukan?

Pak, bagaimana kalau mundur sekarang dan kembali dengan lebih banyak pasukan?

Hubungi markas besar.

Ini Burung Hantu. Sarang?

Kita benar-benar putus kontak.

Coba hubungi 103 lagi.

Halo, 103. Laporkan situasinya lagi. Ganti.

[Ada di titik buta, jadi, tidak terlihat. Ganti.]

Ayo pergi dari sini sekarang.

[Ini 103. Seorang perwira wanita keluar dari kapal,]

[dan sepertinya dia pengungsi Korea Utara.]

Apa maksudnya dengan pengungsi?

Apa dia benar-benar pengungsi? Mungkin dia gerilyawan bersenjata.

Pengungsi yang dilaporkan

telah terlihat.

Pertahankan komunikasi dengan pos jaga dan terus hubungi markas besar.

Ini Burung Hantu Malam. Jawab, Sarang. Sarang!

[Burung Hantu Malam. Putuskan di tempat. Ganti.]

"Putuskan di tempat"? Mudah mengatakannya, Pos Jaga sialan.

Dengar, Semuanya.

Tim pencari ini akan memancing pengungsi itu sekarang.

Sersan Satu, pimpin operasi.

Kopral Kepala Kim, jaga belakang.

Apa yang kau lakukan? Berhenti.

Kau tidak bisa memutuskan tanpa perintah dari markas besar.

Ini perintah dari komandan lapangan.

Jalan.

- Maju. - Maju.

Angkat tangan kalian!

Tolong jangan tembak.

Tolong jangan tembak.

Aku

peneliti unit pengembangan nuklir Korea Utara,

Mayor Ri Kyung-hee.

Aku Kapten Jo Min-gook.

Mayor Ri, kau baru saja melewati Garis Demarkasi Militer.

Apa kau pengungsi?

Ya.

Lettu Han.

Kita akan mengawal pengungsi sekarang.

Baik, Pak.

Mayor Ri, kau ingin mengungsi ke Republik Korea?

Bersama bayi ini, aku ingin mengungsi

ke Korea Selatan.

Tolong bantu kami.

Pada tanggal 25 Mei 1997, pukul 09.30,

kami memulai operasi untuk mengawal pengungsi ke Republik Korea.

Ayo.

Jalan.

Kau mau ke mana?

Apa yang terjadi?

Haruskah kita tembak mereka?

Kurasa keselamatan pengungsi adalah prioritas utama kita.

Hei, Kapten Korea Selatan.

Suruh wanita itu kemari.

Dia sudah mengungsi ke Republik Korea.

Hei, Mayor Pengkhianat. Kau akan lari seperti ini?

Di mana Woo Sang-min?

Kau pasti tahu.

Aku tidak tahu.

Kalau begitu,

aku tidak bisa menjamin nyawa bayi dalam gendongan itu.

Jika kau terus melakukan ini, kami juga tidak bisa menjamin keselamatanmu.

Maksudmu,

kau mau ada pertumpahan darah.

Sial.

Kurasa percakapan ini tidak ada gunanya!

Tunggu! Kapten Kamerad.

"Kamerad"?

Ada apa, Mayor Kamerad?

Aku akan kembali ke Utara.

Jadi, biarkan bayiku pergi ke Selatan.

Kau harus membawaku hidup-hidup

untuk menemukan orang yang kau cari.

Hei, Kapten Korea Selatan.

Kau dengar wanita itu.

Tidak bisa kubiarkan.

Apa? Tidak bisa.

Kau keras kepala, ya?

Jangan bergerak!

Pak.

Aku tidak jadi

mengungsi.

Jadi, tolong biarkan aku kembali.

Tapi tolong jaga bayinya.

Pak, kurasa kita harus membiarkannya melakukan itu.

Lettu Han.

- Bawa bayinya. - Baik, Pak.

Terima kasih.

Tolong jaga bayinya.

Mundur.

Kapten Jo!

- Jangan bergerak! - Apa yang terjadi sekarang?

- Jatuhkan senjatamu! Sial! - Hei.

- Jangan bergerak! - Dasar berengsek.

- Jatuhkan senjatamu! - Jatuhkan senjatamu!

- Jatuhkan senjatamu! - Jatuhkan senjatamu!

- Jatuhkan senjatamu! - Jatuhkan senjatamu!

Hei, Regu Dua. Jatuhkan senjatamu.

- Apa yang kau lakukan? - Jatuhkan senjatamu!

- Kopral Kepala Kim. - Dasar berengsek.

- Jatuhkan senjatamu! - Jatuhkan senjatamu!

Jatuhkan senjatamu, Berengsek!

Tidak!

Maju!

Ayo!

Berhentilah membodohi mereka.

Ayo!

Ini dia.

Kau pikir kau Michael Jordan?

Sersan Yong.

Aku akan mati kepanasan. Hari ini panas sekali.

- Sersan Yong! - Ini hari terpanas.

Kalian terlalu lemah.

Bukankah ini bagus? Tidak ada latihan, berkat cuaca panas.

Kita harus manfaatkan dan bersenang-senang.

Kau benar-benar gila.

Hei, kau mau ke mana?

More Indonesian subtitles for Search

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left