The first 200 lines.
Thanks to Peean91 for original English subtitle.
Tribute to kucing_gaul , the beloved brother....
Apa ini?
Oh, ayolah. Morgan.
Astaga, Morgan.
Morgan? Tolonglah, kawan.
Kau sudah keterlaluan. Oke?
Kau membuat ini makin parah. Aku bawa uangmu.
Kau kira mengapa aku datang ke New York?
Sumpah, aku ke sini untuk membereskan urusan kita.
Sial! Tolonglah, kawan. Bicaralah padaku.
Kau mendengarku?
Oke. Baiklah, tenang dan atur napas..
Bernapas..
Tolong! Kumohon, ada orang di sini?
Kumohon tolong aku! Ada seseorang di sana? Siapa saja, tolong aku!
- Aku mendengarmu, kau dengar aku? - Apa-apaan ini?
Aku terperangkap, tak bisa bergerak./ Sial!/ Aku tak tahu siapa yang melakukan ini..
Aku tak tahu siapa kau... Ada yang mendengarku?
Tunggu.
Aku tak tahu berapa lama aku di sini, atau di mana. Aku hanya ingin keluar.
- Ada sesuatu di sini, tunggu. - Apa maumu?
Karena aku tak lakukan apapun!
Tolong aku! Keluarkan aku dari sini!
Kumohon, seseorang, siapa saja..
Halo, kau mendengarku?
- Ya, ya, aku bisa mendengarmu. - Siapa ini?
Siapa kau? maksudku, mengapa kau lakukan ini padaku?
Apa yang kau mau?
Baiklah. Tenanglah. Siapa namamu?
Henry, Henry Shaw. Siapa ini?!
Oke, Henry. Kau tahu di mana kau sekarang?
Tidak. Di sini gelap, aku tak bisa melihat apapun.
Aku tak bisa duduk, tidak muat.
Aku tak bisa bernapas, oke? Aku kesulitan bernapas.
Dan tanganku luka saat mencoba keluar. Kurasa tanganku patah.
Apakah dindingnya licin?
Ya, seperti kaca. Dan aku lihat ada angka-angka.
Tolong berhentilah bertanya, dan keluarkan aku.
- Hitung mundur? - Ya, sedang menghitung mundur.
- Apa maksudnya? Apakah aku akan mati? - Mungkin...
- Apakah ini lelucon? - Stop! Sebutkan angkanya!
Oke. Baiklah. 2:22 - 2:21 - 2:20 Astaga, apakah ini....
Kau harus keluarkan aku!
Kuharap aku bisa, sobat.
Sepertinya nasib kita sama.
Apa? Kau juga terperangkap? Apa ini?
Hitam pekat. Ruangan sempit. Ada angka-angka.
Kita akan mati, kan? Karena hitung mundurnya masih berjalan.
Jangan pikirkan itu sekarang, oke?
Kita harus tenang. Aku akan berusaha mengeluarkanmu.
Tenang? Kau bercanda? Kau juga terperangkap!
Bagaimana kau bisa membantuku?!
Aku perlu informasi.
Katakan, Henry. Kau penjudi?
Entahlah. Kadang ya, mungkin Atlantic City.
Aku bermain Keno. Lalu apa hubungannya?
Keno, hah?
Setidaknya aku mencoba permainan pria sejati, astaga!
Oh oke, maaf. Apa maksudmu "permainan pria sejati"?
Kartu, Henry.
Pria sejati bermain kartu.
Dan kau pikir semuanya tentang ini?
Taruhan judi?
Dengar, aku tak tahu masalahmu.
Tapi aku tak berhutang apa-apa, oke?
Kau tahu pria bernama Detrick Morgan?
Siapa? Tidak, tidak, tidak. Aku muak menjawab 20 pertanyaan.
Kita kehabisan waktu. Ini omong kosong!
Ayolah, kawan. Namanya Detrick Morgan. Kau pernah dengar?
Berpikirlah! Ini penting!
Tidak, tidak, tidak. Aku tak pernah dengar nama itu.
Dengar, kau harus temukan cara keluar dari ini semua, oke?
Aku tak tahu berapa lama, aku bisa bertahan, kau dengar aku?
Tenanglah, Henry. Radio ini sudah lama, dan kuno.
Jangkauan gelombangnya tidak bisa jauh. Kita pasti berdekatan.
Oke. Jadi, mengapa ini terjadi?
Sssst. Tunggu. Kurasa aku mendengar sesuatu.
- Apa? Apa yang kau dengar? - Diam!
Tolong! Tolong! Seseorang!
Siapa saja, jika kau bisa dengar aku. Aku terperangkap!
Oke. Biar kupikirkan.
Oh sial!
Henry, Henry, apa yang terjadi?
Aku bergerak! Apa-apaan ini?!
Apa kau berada dalam mobil? Karena aku iya.
Ya, kurasa aku juga dalam mobil.
Ah kawan. Ini tak mungkin terjadi. Tak mungkin!
Dengarkan aku, oke?
Kau ingat sesuatu?
Kau ingat sesuatu tentang di mana kau sebelum terbangun?
Aku di New York.
Manhattan, aku di Hotel Clarion di Park Avenue, kau di sana?
Tunggu. Kau juga di New York?
Aku tak bisa mengatakannya sekarang.
Oke. Siapapun yang melakukan ini, ingin kita berkomunikasi.
Aku harus hati-hati dengan yang aku katakan. Nanti aku jelaskan.
Tapi aku perlu tahu apa yang kau lakukan di New York?
Urusan bisnis.
Baiklah. Aku mengerti. Bisnis apa?
Kau agen properti? Real estate? Pengacara?
Cuma urusan bisnis.
Baiklah, berhentilah merahasiakan sesuatu, kawan! Kita di tim yang sama.
Oke, dengar. Aku bekerja di Departemen Dalam Negeri.
Aku petugas layanan asing di bidang diplomatik.
Di Kantor Pusat Gedung Putih.
Sial! Henry?
Pelan-pelan! Bangsat!
Henry? Henry, kau sudah berhenti?
- Ya. - Oke.
Matikan radionya selama 10 detik.
Berteriaklah sekuat tenagamu. Aku mau tahu apakah aku bisa mendengarmu.
Ide bagus, oke.
Ayo.
Kau berteriak?
Ya, kau tak mendengarku?
Kau dengar aku?
Oh Tuhah, apa ini? Lampunya menyala.
Ini ruang penyimpanan. Aku berada dalam kotak plastik!
Sangat terang aku bisa lihat kabel dan tabungnya.
Sepertinya tak ada jalan keluar dari sini.
Apa ini?
Seseorang mempermainkan kita.
Mengapa?
Itu yang mau kucari tahu.
Tunggu.
Kau pasti bercanda. Terima kasih.
Apa-apaan ini?!
"Gedung Putih"
BERIKAN KAMI LOKASI ROULETTE.
Astaga!
Jeremy?
Jeremy?
Jeremy?
Bagaimana kau tahu namaku? Aku tak pernah bilang.
Tidak. Aku punya secarik kertas dan tertulis..
"pria di mobil lainnya punya jawabannya.."
Katanya namamu Jeremy.
Dengar, Henry.
- Aku tak bisa jawab pertanyaan itu. - Kau tak bisa atau kau tak mau?
Tak penting.
Tidak, Jeremy. Tolonglah. Ini mungkin bisa mengeluarkan kita.
Tolong katakan, kumohon.
Aku punya keluarga, Jeremy. Seorang istri dan 2 anak, tolonglah.
Aku mau ini semua berakhir.
Bagaimana aku tahu kau bukan dalang semua ini?
Bagaimana aku tahu kau bukan sialan yang mengemudikan mobil ini?!
Jika aku yang mengemudikan mobilnya, kau pasti sudah mendengarku, kan?
Bukan aku yang mengurungmu. Dan aku juga bukan yang mengendarai mobil.
Dengar, aku juga terperangkap dalam mobil, ingat?
Aku bukan orang jahat, Jeremy.
Maaf.
Aku tak bisa percaya siapapun atau apapun sekarang.
Jeremy, kau harus percaya.
Apa-apaan yang terjadi?
Kabelnya di sini.
Tabungnya di sana.
Astaga!
Untuk apa ini sebenarnya?
Ya.
Oke.
Mau bermain denganku?
Saluran nomor 19. Ayo kita coba.
Halo, halo. Ada yang bisa dengar?
Ada yang bisa mendengarku di frekuensi ini?
Jika ada yang dengar, tolong, kumohon, tolong aku.
Ayolah.
Pak, kau tidak apa-apa? Dengan siapa aku bicara?
- Kau bisa dengar aku? - Hampir, suaramu putus-putus.
Namaku Bob. Siapa ini?
Aku Jeremy, namaku Jeremy.
Kau kedengarannya gelisah, nak. Ada apa?
Dengar, ini akan kedengaran gila, oke?
Seseorang mengunciku di dalam mobil.
Kurasa aku dekat denganmu, karena kau bisa mendengarku.
Oke, tunggu sebentar. Aku sudah pernah dengar lelucon gila ini sebelumnya.
Apa kau mau mencobaku lagi?
Aku sedang disekap dalam sebuah mobil, oke? Aku serius, kawan!
Aku perlu bantuan. Tolonglah, di mana kau?
Sebelah Selatan di dalam truk I-95.
I-95? Oke.
Baiklah. Aku dalam mobil yang melaju. Kita pasti menuju arah yang sama.
Kau tahu mobil jenis apa?
Tidak. Aku tak tahu apa yang terjadi di sini.
Kau mabuk?
Karena jika ini lelucon, ini tak lucu.
Tidak, dengarkan aku. Ini bukan lelucon.
Aku bersumpah, aku dalam kesulitan.
Oke. Oke. Apa yang perlu aku lakukan?
Oke. Aku perlu kau mengklakson 3 kali.
Itu saja. Aku perlu tahu seberapa dekat kau denganku.
Oke. Baiklah.
- Ini. - Bagus.
Aku bisa mendengarmu, kawan. Aku bisa mendengarmu, oke?
Sepertinya kau di belakangku. Kau harus tambah kecepatan dan menyusul.
Baiklah, aku sudah keluar dari jalur 4 sekarang, dan menuju ke arahmu.
Ya. Oke. Baiklah.
Mobil apa saja yang di depanmu? Berapa banyak? Aku berada dalam sebuah truk besar.
Mesin dengan silinder besar.
Kau harus mencatat nomor plat-nya. Tolong catat nomor plat-nya..
No comments yet. Be the first to leave one.