The first 200 lines.
Jang Geum, Oh My Grandma-
Halo? Seung Ah, di mana kau?
Ya, aku akan segera ke sana.
- Apakah kamu baik-baik saja? - Dia tertabrak.
Apa terjadi sesuatu?
Dia kecelakaan?
Guru Cook.
Kau ingin menemuiku.
Maafkan aku. Guru Cook.
Kalau aku bangun, kau akan mengatakan apa yang ingin aku dengar?
Aku sangat lega.
Kau tahu betapa terkejutnya aku?
Aku pikir kau terluka parah.
Aku sangat takut.
Aku begitu terkejut.
Kau pasti sangat terkejut.
Kau begitu khawatir dan berlari ke sini,
apa itu berarti ...
kau juga menyukaiku, kan?
Apa?
Aku akan senang mendengar ...
jawaban positif untuk pengakuan cintaku.
Guru Cook.
Aku...
Terima kasih banyak,
tapi aku minta maaf.
Ada seseorang yang kusukai.
Siapa ini?
Orang yang kau beri jaket itu?
Kamu bilang dia begitu berarti untukmu. Kau bicara tentangnya, kan?
Kurasa aku benar.
Kalian sudah resmi jadian?
Tidak, belum.
- Tapi mungkin segera. - Kita harus menunggu kalau begitu.
Apa?
Dia belum jadi pacarmu...
dan kau belum punya hubungan apa pun.
- Tapi tetap saja. - Sebulan.
Beri aku sebulan.
Selain menjadi guru memasak atau adik atasanmu,
beri aku sebulan untuk membuktikan bahwa aku pria yang layak.
Apa?
Bagaimana bisa tiba-tiba begitu?
Aku tidak bisa melakukannya.
- Kalau begitu, 15 hari. - Guru Cook, jangan seperti ini.
Baiklah, seminggu.
Aku tidak akan meminta kurang dari itu.
Mari kita saling melihat sebagai lawan jenis selama seminggu.
Baik?
Dan mulai sekarang, panggil aku dengan namaku bukan Guru Cook.
Aku juga akan melakukan hal yang sama.
Jika kau tidak memiliki perasaan padaku sama sekali setelah seminggu,
aku akan menyerah.
Oke?
Hanya satu minggu, oke?
Hei, kau baik-baik saja?
Darah apa itu?
Ini bukan darah. Ini anggur.
- Kau benar-benar baik-baik saja? - Ya, aku baik-baik saja.
Aku hanya sedikit terkejut.
Hei, kau tahu bagaimana terkejutnya aku ...
setelah Kak San Hae mengatakan kepadaku bahwa kau berada di rumah sakit?
Di mana Kakak? Kau tidak pulang bersamanya?
Apa? Ia berada di rumah sakit?
- Aku tidak yakin jika dia ada di sana. - Kita selisih jalan.
Kau sudah pergi ketika aku sampai di rumah sakit.
Apakah kamu baik-baik saja?
Ya, aku baik-baik saja.
Mas pasti khawatir karena aku.
Maafkan aku.
Tapi kau baik-baik saja bahkan tanpa wali?
Untungnya, muridku ... Maksudku, Seung Ah ada di sana denganku.
Jadi semuanya berjalan baik.
Kak Seung Ah?
Oh, benar. Kalian seharusnya bertemu hari ini.
Syukurlah.
Pokoknya, syukurlah kau bisa pulang dengan selamat...
dan baik-baik saja.
Aku berharap menghabiskan hari lain denganmu.
Aku akan tidur.
Seung Ah adalah keputusan besar yang kau bicarakan?
Ya, aku menyatakan perasaanku.
Benarkah?
Apa yang dia katakan?
Kami sepakat untuk saling bertemu sementara waktu.
Sebagai seorang pria dan seorang wanita.
Oh, begitu.
Bukankah lebih baik tidak memulai sesuatu ...
yang hanya akan menjadi hubungan asmara yang singkat?
Dia juga mungkin akan terluka karena kekuatan supernaturalmu.
Aduh, panas.
Kan? Panas, kan?
- Wah, bocah ini. - Tenang.
Mas, Seung Ah tidak merasakan panas dari tanganku.
- Apa? - Itulah.
Aku tahu itu tidak masuk akal.
Tapi kekuatanku tidak bekerja pada dirinya.
Jadi, aku bertanya pada Ibu dan beliau menjawab begini.
Ketika kita bertemu satu orang yang tepat,...
Tubuh kita rupanya mengirim sinyal.
Jadi mungkin tangan kirimu sedang mencoba untuk mengirimkan sinyal.
Mungkin tanganmu mencoba untuk memberitahumu bahwa dia orangnya.
kekuatan kita tidak akan bekerja. Mengherankan, bukan?
Apakah kamu serius?
Ya, aku serius.
Aku menyentuh kedua tangan dan wajahnya, tapi dia tidak merasakan apa pun.
Mas mengerti mengapa aku begitu tulus kali ini?
Kau mengatakan padaku bahwa tidak ada hal seperti takdir.
Kurasa itu tak berlaku untukku.
Kupikir karena tanganku aku tidak bisa jatuh cinta.
Aku tak tahu bahwa ini bisa membuatku mencintai seseorang.
Lantas, apa lidah Mas tidak akan mati rasa...
dan hidung Jin Mi tidak akan berdarah jika kalian juga bertemu dengan mereka?
Wah. Terserahlah.
Aku hanya akan peduli tentang diriku sendiri.
Pokoknya, aku merasa tidak nyaman. Aku akan mandi dan tidur.
Selamat malam.
Takdir?
- Di mana Jeong Sik? - Dia cabut setelah masak ...
banyak makanan untuk kita.
Ke mana dia pergi?
Muridku ... Tidak.
Aku tidak perlu memakai ini ketika dengan Seung Ah.
Astaga, dingin.
Ini Seung Ah.
Seung Ah, kau tidur nyenyak?
Halo
Sini.
Terima kasih.
- Ini hangat, kan? - Iya.
Astaga, dingin.
Ini untuk menghangatkan tubuhmu sebelum kerja.
Ini teh jeruk hangat.
- Minumlah. - Terima kasih.
Bagaimana bisa kekuatannya tidak bekerja pada dirinya?
Jadi kekuatan supranatural Jeong Sik ini tidak bekerja ...
- pada Seung Ah? - Tidak.
Apakah itu berarti kekuatan kita tidak akan bekerja ...
jika kita bertemu dengan orang yang tepat?
Ya.
- Aku berangkat, ya. - Baik.
Aku menyukaimu.
Han Jin Mi.
Hei!
Apakah itu berarti Min Hyuk dan aku tidak...
ditakdirkan untuk bersama?
Tunggu. Tunggu dulu.
- Aku ingin membukakannya untukmu. - Tidak masalah.
Tapi, kau sengaja mengambil jalan memutar, kan?
Aku hanya ingin mengambil rute yang tidak ramai.
Ampun.
Aku hanya ingin bersamamu sedikit lebih lama.
Tapi, kita tidak terlambat, kan?
Ya, tidak.
Pokoknya, terima kasih telah mengantarku.
Aku masuk, ya.
Tunggu sebentar.
Kau harus makan ini dengan rekan-rekanmu.
Tidak apa-apa.
Lalu apa yang akan kulakukan dengan semua ini?
Tidak ada orang lain yang dapat kuberi.
Wah, kukira aku tidak punya pilihan.
Akan jadi tidak enak kalau tidak ada yang makan.
- Aku hanya harus membuangnya... - Tidak, tunggu.
Aku akan memakannya.
Astaga.
Tapi jangan melakukan ini lagi. Itu membuatku merasa tidak nyaman.
Baik.
Kamu sebaiknya masuk.
- Dah. - Murid Bok.
Semangat!
- Tos. - Tos.
Aku pamit.
Apa yang kau lakukan di sini, Seung Ah?
Anda bukan Seung Ah.
Anda Bu Lee.
Kamu melihat itu?
Seung Ah diantar orang lain.
Astaga, ia bahkan membukakan pintu untuknya.
Saya pikir dia akan mulai ...
menyukai orang lain.
Ya, saya kira begitu.
Tidak masalah. Itu bisa terjadi.
Saya rasa kau terkejut.
Kau harus menenangkan diri.
Sampai jumpa lagi.
Gue pasti gila.
Halo, Pak Han.
- Natal Anda menyenangkan? - Ya.
- Hei. - Ya?
- Tentang daftar layanan servis... - Ya?
- Kapan kau bisa menyelesaikan itu? - Dalam minggu ini.
Apa itu tadi? Dia memperlakukan Seung Ah seperti dia tak terlihat.
Siapa yang membuat semua ini?
Seorang pria?
Ya.
Tidak mungkin!
Ampun.
Siapa orang ini...
dan mengapa ia mengemas begitu banyak kotak makan siang?
No comments yet. Be the first to leave one.