Man of Vengeance (หัวใจศิลา)

Man of Vengeance (หัวใจศิลา)

Download Indonesian Subtitle

Release info

EP01-EP27 Tamat Man of Vengeance / Hua Jai Sila / Heart of Stone [WeTV]
A Commentary by JinHan_27

Tags

other
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (27)
Choose the file for your episode
E01
EP01:Man of Vengeance Hua Jai Sila Heart of Stone [WeTV].srt 42 KB
E02
EP02:Man of Vengeance Hua Jai Sila Heart of Stone [WeTV].srt 46 KB
E03
EP03:Man of Vengeance Hua Jai Sila Heart of Stone [WeTV].srt 40 KB
E04
EP04:Man of Vengeance Hua Jai Sila Heart of Stone [WeTV].srt 39 KB
E05
EP05:Man of Vengeance Hua Jai Sila Heart of Stone [WeTV].srt 40 KB
E06
EP06:Man of Vengeance Hua Jai Sila Heart of Stone [WeTV].srt 50 KB
E07
EP07:Man of Vengeance Hua Jai Sila Heart of Stone [WeTV].srt 43 KB
E08
EP08 Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 42 KB
E09
EP09 Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 40 KB
E10
EP10 Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 32 KB
E11
EP11 Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 40 KB
E12
EP12 Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 28 KB
E13
EP13 Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 33 KB
E14
EP14 Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 29 KB
E15
EP15:Man of Vengeance Hua Jai Sila [WeTV].srt 44 KB
E16
EP16:Man of Vengeance Hua Jai Sila [WeTV].srt 35 KB
E17
EP17:Man of Vengeance Hua Jai Sila [WeTV].srt 43 KB
E18
EP18:Man of Vengeance Hua Jai Sila [WeTV].srt 36 KB
E19
EP19:Man of Vengeance Hua Jai Sila [WeTV].srt 29 KB
E20
EP20:Man of Vengeance Hua Jai Sila [WeTV].srt 34 KB
E21
EP21:Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 40 KB
E22
EP22:Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 33 KB
E23
EP23:Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 31 KB
E24
EP24:Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 39 KB
E25
EP25:Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 29 KB
E26
EP26:Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone [WeTV].srt 28 KB
E27
EP27:Man of Vengeance _ Hua Jai Sila _ Heart of Stone Tamat [WeTV].srt 37 KB
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2022-03-12
Downloads: 13
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 195 lines.

=Pria Pendendam =

=Episode 1=

Selamat datang.

Selamat datang.

Selamat datang, Tuan Sila.

Ya.

Bagaimana, semuanya?

Salam.

Hari ini mohon bantuannya.

Baik.

Ibuku bukan wanita jalang!

Ibumu memang wanita jalang.

Kau mau apakan anakku? Tor!

Kakak cepat kabur, cepat kabur.

Lompatlah, lompatlah!

Ya, Bibi Mam.

Kau baru bangun? Sila?

Ya.

Plug lagi-lagi melapor pada Bibi, ya?

Kemarin malam kau mabuk lagi,

mimpi buruk lagi, kan?

Sila,

sudah 15 tahun berlalu,

kenapa kau masih tidak bisa melupakan hal itu?

Bibi Mam, kau juga tahu,

cara apa bisa membuatku melupakan masa lalu...

Tuan Sila, Tuan Sila.

Tuan Sila, kau di sana? Tuan Sila!

Tunggu Nona Wae, ada masalah apa?

Plug, Tuan Sila di mana?

Di atas.

Hei, tunggu sebentar.

Kau mau ke mana?

Tunggu, Nona Wae, Tunggu sebentar.

Tunggu sebentar.

Sila.

Aku sudah pernah memohon padamu untuk tidak mengingat hal itu lagi.

Kau juga sudah lama tidak kembali ke tempat itu.

Kenapa masih saja teringat?

Sekarang aku tidak kembali,

bukan berarti aku tidak akan kembali lagi.

Aku hanya menunggu kesempatan.

Sila.

Tunggu sebentar, Bibi Mam.

Tuan Sila.

Masuk.

Tuan Sila.

Aoy benar-benar sudah gila,

mohon Tuan Sila pergi hentikan Aoy.

Sila, apa yang terjadi?

Siapa?!

Tenang dulu.

Biar aku lihat.

Untuk apa ketuk pintu?

Siapa?

Aoy?

Kenapa kau begini terhadapku?

Apakah kau tahu dia adalah pacarku?

Kalau tidak mau mati, cepat pergi.

Baik, baik.

Aoy.

Aoy, dengarkan aku dulu.

Aku tidak ada hubungan apa pun dengan wanita barusan.

Kau tidak mau bertanggung jawab, kan?

Aku pasti akan bertanggung jawab, Aoy.

Tapi kau tenang dulu.

Kau juga tahu kan,

ibuku sangat peduli dengan martabat dan nama baiknya.

Ibumu tidak akan menerima aku yang dilahirkan oleh wanita rendahan ini, kan?

Aoy,

ibuku...

Tidak perlu bicara lagi.

Baik, Aoy...

Kita pergi membuat akta nikah sekarang,

tapi berikan dulu pistolmu padaku.

Berikan pistolnya,

lalu kita langsung membuat akta nikah.

Wanita rendahan!

Jangan bergerak!

Tutup mulutmu!

Kau kira aku akan berdebat dengan ibuku demi dirimu?

Mimpi!

Diam!

Dasar wanita gila.

Aoy sudah menjawab telepon?

Aoy tidak menjawab telepon, aku sudah meneleponnya 15 kali.

Dia pasti pergi mencari pria itu.

Kita harus bagaimana, Tuan Sila?

Tenang dulu,

aku sedang dalam perjalanan ke hotel.

Tuan Sila harus membantu Aoy.

Apakah kau tahu siapa lelaki itu?

Agar aku mudah mencarinya.

Aku ingat Aoy pernah berkata lelaki itu bernama Tuan Ae.

Anak dari Nyonya Sida, bos pusat perbelanjaan,

Nyonya Sida Rittinatkoson.

Berarti, lelaki yang Aoy cari...

adalah Sawit Rittinatkoson.

Betul, itu dia.

Jangan panggil aku Kakak.

Kau bukan adikku,

kau adalah anak haram.

Kau kira, aku, Sawit Rittinatkoson,

akan menikahi wanita sepertimu?

Tapi perutku mengandung anak darimu.

Anak, ya?

Anak, ya?!

Maaf.

Aoy.

Aoy.

Tolong!

Aoy.

Aoy.

Aoy.

Aoy, bagaimana keadaanmu?

Tuan Sila, tolong anakku.

Tidak akan apa-apa.

(area makanan sedang ada promo spesial sekarang.)

Tidak sempat lagi.

Mingta, Mingta.

Maaf, maaf.

Mingta, tunggu aku.

Maaf, Kak.

Hei, buru-buru mau ke mana kau?

Maaf, Kak.

Maaf, maaf!

Maaf, aku duluan yang mengambilnya.

Beli lagi besok, ya.

Bagaimana, Mingta?

Kau lihat ini?

Ayam bakar terakhir berada di tanganku,

untung aku tidak menunggumu,

atau aku tidak akan mendapatkannya.

Barusan kau lari begitu cepat, demi makan ayam bakar?

Kalau sangat ingin memakannya,

beritahu aku saja,

aku belikan untukmu.

Jadi, kau tidak perlu berlarian seperti anjing kecil yang lepas dari ikatannya.

Hei.

Kau benar-benar tidak tahu apa-apa, ya.

Ayam bakar yang mereka jual harga asli,

tetapi di sini setengah harga.

Kalau aku pergi ke sana butuh 100 baht,

tapi di sini hanya butuh 50 baht,

masih sisa 50 baht bisa beli daging babi untuk ibuku.

Kau lihat? Dengan 100 baht aku bisa membeli dua jenis daging,

sangat menguntungkan.

Aku simpulkan dengan satu kata,

pelit.

Aku tidak pelit,

aku hanya berhemat demi keluarga.

Oh, ya?

Thanwa!

Daging babi?

Daging babi lagi?

Apa-apaan, ya?

Ayahmu merengek minta ayam bakar,

hari ini ada ayam bakar.

Aku mau makan udang, kenapa tidak ada udang.

Setiap hari kau membelikanku daging babi,

tanganku sudah hampir berubah jadi kaki babi, Mingta.

Ibu,

aku juga mau membelikanmu udang,

tapi harga udang hari ini sangat mahal,

dan juga sangat kecil.

Aku takut kalau aku beli,

aku akan dimarahi olehmu lagi seperti sebelumnya.

Oh, sekarang sudah berani melawan kata-kataku ya, Mingta?

Memang benar,

sekarang aku dan ayahmu harus meminta uang darimu,

kau bisa memperlakukan aku dan ayahmu seenaknya,

walau kau membelikan sayur busuk untukku,

aku juga harus memakannya,

aku sudah tidak ada hak berbicara kan, Mingta?

Ibu, aku tidak berpikir seperti itu,

aku hanya mau berhemat saja.

Karena selain pengeluaran rumah tangga,

aku masih harus menyisihkan uang untuk biaya obat Ayah.

Kau juga tahu, penyakit Alzheimer Ayah masih belum sembuh.

Apakah ini sudah diberi pupuk?

Paman!

Paman!

Pot bunganya jatuh.

Paman!

Kau berdarah, Paman.

Ayo kita cepat masuk.

Gawat,

kepala ayahmu berdarah, Mingta.

Pot bunga jatuh ke kepalanya,

cepat antar ayahmu ke rumah sakit.

Ayah.

Cepat sedikit, Mingta.

Sial sekali, ya.

Hei, tunggu!

Udangku bagaimana?

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left