Release info

신서유기 5 New Journey to the West 5 E04 181021-NEXT-VIU
신서유기 5 New Journey to the West S05E04 181021-NEXT-VIU
A Commentary by RuoXi
Ep. 4 [VIU Ver.] "Another Long Night in Hong Kong". Synced for NEXT. Runtime : 01:31:33. Enjoy.... ;). Cast : Kang Ho-dong, Lee Soo-geun, Eun Ji-won (Sechs Kies), Ahn Jae-hyun, Song Mino (Winner), P.O (Block B). Check out My IG @ruo_xi_ss for subtitles up

Tags

other
Published on: 2018-10-22
Downloads: 6
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"New Journey to the West 5"

"Kuis Tebak Siapa kembali"

Satu, dua, tiga.

"Ryu?"

Satu, dua, tiga.

"Park Ji Seok"

Satu, dua, tiga.

"Putri Fiona"

Satu, dua, tiga.

"Salah!"

Aku tahu dia. Tapi terlalu mendadak.

Kalian semua menatapku.

Aku serius. Aku tahu siapa dia.

Aku tahu dia. Aku tidak bercanda.

Aku benar-benar mengenalnya.

Angry Man. - Apa?

"Angry Birds"! "Angry Birds"!

"Permainan berlangsung seperti ini"

"Ada ledakan"

"Teriakan"

"Dihitung sebagai jawaban"

Ini. Satu, dua, tiga.

"Koo Hye Sun"

"Kamu mau apa kalau jawabanku salah?"

"Astaga"

Kamu mau apa?

Kamu hampir membuatku canggung selama syuting!

Satu, dua, tiga.

Pahlawan?

Salah! - Inilah U-Know Yun Ho.

Semuanya, mundur. Ini meja peringatan kematianku.

Ada restoran yang buka 24 jam?

Kurasa kita tidak bisa makan di sini.

"Ramalan itu menjadi kenyataan"

Satu, dua, tiga.

Pemabuk Cho.

"Waktu habis"

"Seperti itulah tanpa memakan apa pun"

"Kuis Tebak Siapa telah berakhir"

Kami tidak akan makan. - Kembalikan.

"Dia kembalikan makanannya dengan sukarela"

"Satu, dua, tiga"

"Kuis Tebak Siapa berakhir"

Aku ke toko swalayan saja, Ho Dong?

Jae Hyeon. - Ya.

Ayo makan di luar. Aku lapar.

Kita ke dekat hotel ini saja.

"Su Geun mengajak makan di tengah malam"

Kita harus makan.

Ayo.

"Pria-pria lapar ini bergerak"

Kata Su Geun, dia punya uang. - Ya.

Dia mengajak makan makanan jalanan.

Baiklah.

"Saatnya makan tengah malam dengan uang saku Su Geun"

"Kita gangster"

"Ayo"

"Dia senang karena akan makan makanan enak"

Di awal suasananya tidak sebaik ini.

Lihat tempat ini. - Kelihatannya lezat.

"Mereka keluar dari depan hotel"

Tempat ini tampak bagus.

"Mereka menemukan restoran lezat"

Ayo makan di dalam.

"Restoran lokal ini terletak di lorong"

"Beragam hidangan mi adalah hidangan utamanya"

Aku mau makan itu.

"Mereka memesan mi dan menunggu"

Sumpit di sini panjang sekali.

Jae Hyeon, ambil sepasang.

"Berhasilkah?"

Cepat sekali.

"Mereka menyajikan minya dengan segera"

Ho Dong, minya sudah datang. - Berikan padanya.

Ini yang kubilang. - Ini dia.

Kelihatannya lezat. Aku suka makanan seperti ini.

"Dia memakan minya"

Mereka pakai luffa di sini. - Lezat sekali.

"Su Geun sedang makan"

"Ho Dong juga makan"

Enak.

"Dia melahapnya"

Ho Dong, kamu tidak bisa hidup tanpa makan mi, ya?

Itu maksudku.

Minya sangat lezat.

Aku sudah menanyakannya siang ini, ada kuning telur di adonan minya...

"Dipotong"

Lezat sekali.

"Mereka selesai makan"

Su Geun, terima kasih atas makanannya.

Terima kasih atas makanannya. - Selamat datang.

"Su Geun membayar dengan uang saku reinkarnasinya"

Terima kasih.

Aku senang.

"Seseorang yang membayari makanan adalah orang yang baik"

Bagaimana kalau kita berfoto bersama?

Ayo berfoto. - Ayo foto bersama.

Kelak ini akan jadi sejarah.

Kalau kita pernah ada di lorong Hong Kong.

Berpose nakal saja.

"Penyanyi idola, penyanyi idola, komedian"

"Orang gila, dan penyanyi idola"

Satu, dua, tiga.

"Inilah malam nakal mereka. Mereka telah membuat kenangan"

Lezat sekali. - Terima kasih.

Su Geun, terima kasih atas makanannya.

Aku masih punya banyak uang. Kita mau apa besok?

"Mereka rehat sejenak"

Permisi.

Masuklah.

Aku harus bangun dan pergi ke suatu tempat?

Akan ada Misi Pagi. Nanti akan kami panggil terpisah.

Tunggulah. - Baik.

Sepertinya malam ini kita tidak akan tidur.

"Ji Won tetap bersikap tenang setelah ada kabar Misi Pagi"

"Para kru sempat sesekali berpikir seperti ini"

"Bahwa mungkin saja Ji Won sangat cerdas"

"Inilah kisah"

"Tentang intuisi hebat Ji Won"

"Di bawah tekanan Misi Pagi"

"Semua yang kukatakan itu benar"

"Kamu membuat merinding saja"

"Dia benar-benar merinding"

"Bahkan dia memprediksi yang akan dikatakan Produser Na"

"Kemarin kami begadang sampai pukul 4-5 pagi"

"Aku membangunkan mereka"

Ini yang kubicarakan"

"Lihatlah"

"Kalian pasti akan menangis. Aku serius"

"Semua dimulai sekarang"

"Di tengah malam"

Karena lebih jelas? - Sekarang lebih sopan.

Ini kamar 710.

Ini Misi Pagi.

Urutan secepat atau selambat apa kehadiran kalian...

"Naluri"

Urutannya penting.

Aku tidak yakin yang lebih baik yang mana,

datang lebih dahulu atau terlambat.

Kalau begitu... - Kita harus bagi tim.

Kita harus pergi lebih dahulu. - Ayo main batu-kertas-gunting.

Astaga. - Berarti nanti akan ada urutan.

Aku cuci tangan dahulu.

"Ho Dong ada di kamar mandi tadi"

"Nalurinya juga menyuruhnya keluar"

Ho Dong tidak di sini tadi, bersikap adillah.

Ya. Kita tentukan dengan suten.

Dia yang tertua. - Aku tidak dengar.

Main batu-kertas-gunting saja. - Ya, main batu-kertas-gunting.

Dia datang. - Entah mana yang lebih baik,

datang lebih dahulu atau datang terlambat.

Main batu-kertas-gunting saja. - Kurasa ini tipuan.

Permainan Bodoh? - Bagaimana mungkin?

Siap? - Permainan Bodoh.

Tidak ada yang mudah. - Ini permainan kita nanti.

Permainan Bodoh. - Permainan Bodoh, ini dia.

Yang menang yang menentukan urutannya.

Ini pasti cepat. - Baiklah.

Batu, kertas, gunting.

Kita bertaruh apa?

Batu, kertas, gunting.

"Kamar 710"

"Siapa yang masuk pertama?"

Hai.

Entahlah. Kita main batu-kertas-gunting

dan aku menang lagi. - Lagi?

Jadi, kuurutkan satu sampai empat.

"Sebelumnya"

"Jae Hyeon menang"

Dia menang sendirian. - Kenapa dia...

Jae Hyeon, cepat tentukan urutannya.

Ayo segera dimulai. - Aku dahulu.

Selanjutnya? - P.O yang kedua.

"P.O yang kedua"

Kamu yang ketiga. - Dia memecah kita semua.

Ini bukan pertandingan tim, Bodoh.

Kamu urutan keempat, kelima, dan keenam.

Kubilang ini bukan beregu. - Ini berdasarkan usia.

Ini berdasarkan usia. - Garuk punggungku.

Astaga, tidak kusangka aku menang.

"Dia menggaruk punggung Ho Dong"

Entahlah. Mungkin ini hari keberuntunganku.

Kurasa malam ini aku tidak boleh tidur.

Pertama, akan kuberi tahu judul Misi Pagi kali ini.

Baiklah. - Misi Pagi ini disebut...

"Kamu Mau Kartu Merah atau Kartu Biru?"

Kamu pandai rupanya.

Kamu dipuji. - Ini pujian.

Itu julukannya. - Begitu rupanya.

"Misi Pagi"

"Kamu Mau Kartu Merah atau Kartu Biru?"

Ada 12 kartu di hadapanmu, Jae Hyeon.

"Enam kartu biru"

"Enam kartu merah"

"Dari kesemuanya"

"Apa pun warnanya"

"Mereka harus memilih dua buah"

"Kartu ini menjadi kartu suara dengan menuliskan nama anggota"

Anggota yang namanya tertulis di kartu merah kehilangan satu poin.

Anggota yang namanya tertulis di kartu biru dapat satu poin.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left