The first 92 lines.
Ayo!
Kami akan ada di sana
Kedipan, senyuman, dan kenangan indah
Ya, kami akan ada di sana
Di mana pun kita berada, akan ada keseruan
Kami akan ada di sana Saat kau berbelok di ujung
Muncul dari semak
Dengan pelukan besar dan senyuman
Kami akan ada di sana
Kami berikutnya.
Satu dompet velcro. Satu ponsel.
Tolong hati-hati, ya?
Ini hidup dan jiwaku dalam bentuk kotak.
Ya.
Ice Bear titip bintang ninja.
Lemparan tiga angka Grizz.
- Satu, dua, tiga! - Saatnya bermain!
Tembak!
Aku bebas! Tunggu, jangan terlalu cepat.
Istirahat.
Aku bisa. Aku bisa! Bertahan!
Maafkan aku.
Tembakan bagus, Kawan.
- Keluar garis. - Biar aku saja!
Tahan dan berputar.
Tembakan jauh!
Maaf.
Ice Bear sengaja.
Oper!
Potong garis. Dari belakang. Serangan segitiga. Mainkan tujuh.
- Ya! - Ya!
Tunggu, kita masih unggul 20 poin, bukan?
Saatnya bermain.
Kerja bagus, Semuanya.
Aku bangga dengan kalian. Aku melihat perbaikan dan semangat kalian.
Dan semangat itu tak bisa diajarkan. Tunggu sebentar. Ada yang terlupa?
- Ranselnya. - Ranselnya! Dompetku.
Bintang ninja Ice Bear.
Sesaat tadi kukira
kau berkata ransel kita ketinggalan
karena ponselku di dalamnya,
dan jika itu hilang, aku akan kebingungan.
Ponselmu juga ketinggalan.
Hilang. Ada yang mencurinya!
Tidak.
Tidak!
PARKIR
Polisi!
Maaf, Kawan. Aku sudah menulis surat tilangnya.
Bukan. Kami dirampok. Pelakunya bermata satu dan membawa pisau.
- Mencuri ponselku, aplikasiku, jiwaku! - Ice Bear ingin keadilan.
Tahan seseorang! Gunakan pistolmu! Tunggu, di mana pistolmu?
Ponselku hilang untuk selamanya. Aku akan memakai ini sebagai pengingat.
Kawan, tenanglah. Aku punya ide.
Kita akan menegakkan keadilan dengan tangan kita sendiri.
Sempurna. Taksi!
KEDAI
FBI. Kami sedang kerjakan kasus penting.
Bawa kami ke tempat para penjahat biasa berkumpul.
- Bisa kita ke toilet dahulu? - Ice Bear butuh kopi latte.
Hei!
Ini lebih susah dari yang kukira.
Lihat, sebuah kedai.
Baik. Jika aku di sini, dan kalian di sini dan di sini.
Artinya ada seseorang yang mengambil ranselnya... Di mana?
Ice Bear punya teori konspirasi.
Panda, bagaimana sketsa wajah penjahatnya?
Untung aku punya memori fotografis.
Ini yang bisa kugambarkan.
Mereka terlihat sama.
Benarkah? Namun, ini digambar sangat detail.
Jadi, aku baru bicara dengan manajer, dan katanya jika kalian ingin duduk sini,
kalian harus memesan lebih dari tiga gelas air es.
Mungkin kau takkan bilang itu jika kami...
FBI, Nona!
Kami ada tugas resmi! Menjauhlah dari meja.
Dan berhenti menghabiskan serbetnya!
Kita kehabisan waktu. Kita harus berpikir. Kita butuh petunjuk.
Mungkin dari seseorang yang ada di tempat kejadian.
Aku tahu harus ke mana.
Tolong tambah air esnya!
Ya, itu ransel kuning. Apa kalian para burung tahu sesuatu?
Aku punya manisan gula.
Sepertinya, mereka tidak memahamiku.
Hei, lihat itu.
- Aku ada ide! Permisi. - Hati-hati! Itu karya seni.
Baiklah, kalian para burung, ada yang tahu pria mana yang mengambil barang kami?
Hei, yang di sana! Ayo kemari.
Santai saja dan perhatikan baik-baik. Siapa pelakunya?
Ini pelakunya, Teman-teman.
Nomor 41, nomor yang paling jahat di antara semuanya.
Beri tahu kami di mana penjahat ini! Beri tahu kami sekarang, Merpati!
No comments yet. Be the first to leave one.