The first 200 lines.
"Episode 34"
Ini.
Anak-anakku amat menyukai jangjorim-mu yang lembut.
Bahkan mungkin lebih lembut karena menggunakan daging sapi Korea.
Selera anak-anakmu bagus.
Kurasa begitu. Sampai jumpa lagi.
Ya, silakan datang lagi.
Apa?
Ibu. - Ada apa?
Ada masalah dengan Go Woon?
Tidak, bukan itu. Hasil pemeriksaannya sudah keluar.
Ayah dan Go Woon cocok.
Kita bisa bersiap untuk pemeriksaan kedua.
Sampai jumpa. - Terima kasih.
Hei, Go Ya. Ada apa?
Apa? Sungguh?
"Obat Diet Lemon Balm"
Halo?
Apa Kakak bilang?
Sungguh?
Astaga, Kakak!
Kakak!
Astaga, Kakak!
Mereka cocok.
Kakakku dan Go Woon cocok.
Astaga. Yang Maha Kuasa,
terima kasih.
Terima kasih banyak.
Aku sudah berfirasat ini akan terjadi.
Aku melihat unta dalam mimpiku.
Tiba-tiba untanya menyuruh Go Ya naik
dan berjalan melewati lubang jarum.
Maksudku, bagaimana mungkin unta melewati lubang jarum?
Jadi, kupikir hal luar biasa
akan terjadi kepada Go Ya.
Astaga, ini luar biasa.
Bagaimana jika mereka menghubungi kita lagi dan bilang
bahwa ada kesalahan pada hasil pemeriksaannya?
Ayolah, kenapa mengkhawatirkan hal yang tidak akan terjadi?
Rumah sakit besar seperti itu tidak akan membuat kesalahan.
Mereka bilang cocok.
Dia cocok dengan Go Woon.
"Rumah Sakit Universitas Hanguk"
Ayah.
Ayo.
Sungguh, Dokter Han?
Ya, ini hasil pemeriksaan pertama.
Seperti yang kamu lihat, kadar HLA ayah dan anak,
yakni histokompabilitas antigen, sangatlah cocok.
Selain itu, hasil pemeriksaan reaksi silangnya negatif.
Jadi, sederhananya...
Jika kalian cocok pada pemeriksaan kedua,
kita bisa menjalankan operasi transplantasi ginjal.
Begini.
Sebentar.
Bagaimana kami
bisa cocok?
Golongan darah kami berbeda. Bagaimana itu terjadi?
Golongan darah Anda B, sedangkan putra Anda A.
Golongan darah kalian memang berbeda.
Tapi melalui plasmaferesis,
kami bisa memisahkan antibodi pada darah putra Anda.
Maka dia bisa menjalani operasi.
Lantas bagaimana prosedurnya?
Go Woon dan ayahnya harus dirawat inap.
Apa? Dirawat inap?
Anda harus menjalani pemeriksaan kedua.
Kami harus menjalankan tes darah lagi.
Lalu uji feses, uji urine, rontgen,
elektrokardiogram, dan tes fungsi paru-paru.
Usia Anda juga sudah cukup tua,
jadi, Anda harus menjalani enteroskopi dan gastroskopi.
Kami juga harus memeriksa apakah saluran kemih Anda bermasalah.
Tapi pemeriksaannya
agak sakit.
Terima kasih.
Kamu baik-baik saja?
Terima kasih banyak.
Terima kasih, Dokter Han.
Ini tidak bisa dipercaya.
Bagaimana ini bisa terjadi?
Maaf membuat Ayah menunggu.
Go Woon harus menjalani dialisis, jadi, tadi aku menemaninya.
Begitu, ya.
Ayah tidak ingin menemuinya?
Lain kali.
Baiklah, aku akan mencari waktu
untuk memperkenalkan Ayah secara resmi kepada putra Ayah.
Baiklah.
Ayah. - Apa?
Terima kasih.
Tidak usah berterima kasih.
Ini yang harus ayah lakukan sebagai orang tua.
Ayah pamit.
Bawalah ini.
Apa ini?
Kudengar restoran sup pereda pengar di depan enak,
jadi, aku ke sana dan membeli ini.
Ayah menyukai sup pereda pengar.
Baiklah.
Terima kasih.
Kamu mau bubur daging sapi atau abalone?
Abalonenya tampak segar. Mau ibu buatkan bubur abalone?
Ya, silakan.
Ya.
Apakah itu Ibu?
Dia ingin membuatkanku bubur.
Kamu bilang ingin makan bubur?
Sebenarnya, Ibu menemukan obat-obatanku di kamar.
Hei, bukankah itu obat agar kamu tidak bermimpi buruk?
Ya. Tapi untungnya dia berpikir itu obat radang usus.
Itu yang Nenek katakan.
Itu bisa saja menjadi masalah besar.
Bagaimana jika dia tahu aku bermimpi buruk lagi?
Astaga, membayangkannya saja sudah seperti mimpi buruk.
Kakak harap kamu bisa berbagi mimpi buruk dengan kakak.
Kakak terdengar norak, tapi juga serius.
Mungkin Kakak ingin bergandengan. - Bagaimana jika ya?
Ayolah, pria tidak seharusnya bergandengan.
Kita adik-beradik, jadi, tidak masalah.
Berikan tanganmu. Sudah lama tidak bergandengan.
Hentikan. Itu menjijikkan.
Senyummu membuat kakak tersenyum.
Kamu membeli sesuatu?
Ini untuk Bibi Na Ra.
Sarung tangan merahnya juga?
Tidak, itu untuk orang lain.
Tapi aku belum sempat memberikan ini kepadanya.
Untuk siapa? Kenapa belum kamu berikan?
Aku tidak punya alasan.
Aku meminta saran dari Nenek.
Katanya sebaiknya kuberikan jika sudah ada alasan.
Jadi, masih kusimpan, tapi aku belum menemukan alasan.
Kamu tidak bisa bilang ingin memberikan itu kepadanya?
Itu hanya hadiah.
Kami bahkan tidak sedekat itu.
Jika aku tiba-tiba memberinya hadiah,
dia akan berpikir itu aneh.
Kenapa dia tidak menggunakan sarung tangan di udara seperti in?
Dia bahkan tidak menjaga dirinya.
Dia makan terlalu cepat
dan tidak sadar saat demam tinggi.
Aku belum pernah melihat wanita seperti itu.
Apakah sarung tangannya untuk wanita yang menyelamatkan hidupmu?
Kakak baru menyadarinya?
Tunggu.
Itu saja.
Apa maksudmu?
Kakak benar. Dia menyelamatkan hidupku.
Lantas?
Dia menyelamatkanku saat aku terjebak di lift.
Kini aku punya alasan untuk memberikan sarung tangannya.
Sebagai ungkapan terima kasih karena telah menyelamatkanku.
Itu dia.
Apa? Biasanya kamu tidak begini.
Makanlah.
Rasanya lezat.
Bu Jang.
Lihat siapa yang datang.
Aku lewat sini dan ingin mampir.
Aku senang kamu datang.
Sayang sekali kita tidak bisa mengobrol banyak waktu itu.
Maaf aku tidak datang lebih awal.
Sebenarnya, aku tidak lolos Kontes Resep Rahasia Grup WL.
Setelah semua bantuan dari Anda,
aku terlalu malu untuk mengunjungi Anda.
Jangan bilang begitu.
Tapi kamu baik-baik saja?
Ya, aku mencari pekerjaan di tempat lain.
Baguslah.
Aku yakin kamu akan sukses di mana pun.
Mereka yang menolakmu membuat keputusan bodoh.
Anda membuat sup ayam dengan obat-obatan oriental?
Ya, tapi bahan-bahanku tidak cukup.
Aku tidak yakin bagaimana harus membuat kaldunya.
Bagaimana jika menggunakan pasta kedelai?
Pasta kedelai?
Seperti saat merebut daging?
Ya. - Kedengarannya bagus.
Sebenarnya aku punya waktu.
Anda ingin kubantu?
Aku tidak akan menolak.
Direktur Choi tidak mempekerjakan Choi Go Ya
karena dia bukan lulusan universitas.
Bibi Sa Ra.
Gadis itu tampak tidak asing.
Siapa?
Lobster.
Astaga.
Lobster tampak mirip?
Belakangan dia agak aneh.
Ibu! - Ada apa ribut-ribut?
Ibu.
Ibu tidak tuli. Pelankan suaramu.
Bawakan ini kepada Ji Seok.
Aku juga ingin memasakkan sesuatu untuk dia,
jadi, aku membeli beberapa bahan.
Kita memikirkan hal yang sama.
Tunggu. Bukan itu yang penting.
Sedang apa gadis itu di sini?
No comments yet. Be the first to leave one.