The first 200 lines.
Nona Hong.
Sedang apa kalian di sini?
Aku bisa menjelaskan. Sebenarnya...
Astaga, punggungku sakit.
Jadi, kenapa kamu mengikutiku?
Maksudmu aku dipukuli karena melakukan kesalahan?
Kamu keluar
tengah malam seolah-olah mau membunuh seseorang.
Bagaimana bisa aku tidak mengikutimu?
Pikiran itu terlintas di benakku.
Lihat?
Tapi aku sudah bisa mengendalikan diri.
Mengendalikan diri?
Melempar orang yang kamu temui bukan pengendalian diri.
Astaga. Bahkan saat dirasuki roh penasaran,
kamu masih saja kasar.
Kamu bisa membangunkanku sebelum aku menjatuhkanmu.
Kamu bilang sudah mengawasi sejak awal.
Itu karena...
Astaga, lupakan saja.
Siapa yang keluar seenaknya
begitu pengusiran roh selesai?
Aku sudah lama tidak menangani kebiasaan roh penasaran,
jadi, aku lengah.
Kamu terus mengomeliku dan bilang aku harus
berdiam di rumah.
Cukup.
Jika bukan karena aku, penjaga pasti sudah telepon polisi.
Hei!
Makan saja.
"Restoran Changhwa"
Nona Hong!
"Real Estat Daebak"
Aku lupa mengembalikannya kepadamu.
Aku punya kalung yang sama
sejak kecil.
Selama ini aku berpikir aku mendapatkannya dari pamanku.
Tapi jika dipikir-pikir,
kurasa itu pasti dari ibumu.
Aku masih tidak tahu
apa yang terjadi 20 tahun lalu.
Tapi aku bisa menjalani hidup normal sampai hari ini
berkat kalung itu.
Ini sudah terlambat, tapi aku ingin
bererima kasih.
Sejujurnya, aku juga tidak tahu persis apa yang terjadi
dua puluh tahun lalu.
Ingatanku tidak lengkap, sama sepertimu.
Itu sebabnya aku harus menemukanmu.
Jika aku bisa menemukanmu dan tahu apa yang terjadi pada hari itu,
kukira aku bisa mencari cara untuk mengirim ibuku pergi.
Kita berdua menginginkan hal yang sama.
Aku terlalu bersemangat
dan mengatakan hal-hal yang seharusnya tidak kukatakan.
Maafkan aku.
Tidak apa-apa.
Ini milikmu.
Kamu bisa menjalani hidup normal seperti dahulu.
"Real Estat Daebak"
Mengagetkan saja.
Maafkan aku.
Kenapa kamu di sini?
Aku takut.
Ayo.
Ji A!
"Ji A?"
Terima kasih.
Jika kamu mengizinkanku menginap malam ini saja,
aku akan pergi ke rumah teman besok.
Nona Hong, aku pamit.
Istirahatlah yang cukup.
Terima kasih.
- Soo Jung baik-baik saja? - Kondisinya membaik.
Dia akan menginap di sini malam ini dan pergi ke rumah temannya besok.
Apa?
Ini belum terlambat. Bisakah kamu membawanya?
- Tidak bisa. - Kenapa tidak?
Aku punya kehidupan pribadi.
- Bagaimana denganku? - Dia bertanya padamu.
Dia akan merasa lebih baik bersama orang yang hampir sebaya dengannya.
Aku belum pernah bertemu dengannya. Kenapa dia memanggil namaku?
Kepala Heo, kamu bisa membawanya.
Tentu saja, aku mau.
- Tapi... - Kamu tidak melihatnya?
Astaga.
Setelah apa yang baru saja dia lalui,
bukankah sulit baginya bersama pria meskipun itu dia?
Hanya untuk semalam. Tolong hibur dia.
Hibur? Aku?
Setidaknya kamu bisa minum dengannya.
Di siang hari?
Kamu suka minum?
Apa?
Aku akan segera menemukan penyewa lain,
jadi, cepatlah pindah.
Kamu pikir semua akan berakhir begitu aku pindah?
Sejujurnya,
aku ragu dia mau menyerah. Dia bahkan membunuh seseorang.
Bukan, maksudku roh itu.
Kurasa roh itu tidak akan melepaskanku.
Apa maksudmu?
Sejujurnya,
aku melihatnya hari itu.
Aku melihat wajahnya pada saat terakhir.
Matanya
meminta pertolonganku.
Dia meminta tolong. Dia memintaku menyelamatkannya.
Tapi aku terlalu takut.
Aku terlalu takut dan berpura-pura tidak tahu.
Aku meyakinkan diriku bahwa aku salah lihat.
Aku meyakinkan diriku bahwa mereka saling mengenal
dan tidak akan terjadi hal buruk.
Dia datang! Dia kembali.
Aku mengusir roh penasaran itu kemarin.
Tidak, dia masih di sini.
Dia mengikuti dan menggangguku sejak hari itu.
Dia meninggal karena aku!
Dia akan mengikutiku sampai aku mati.
Kendalikan dirimu.
Untuk apa dia merundungmu jika mati saat berusaha menyelamatkanmu?
Apa?
Pada hari itu, Lee Hyun Ju kembali ke lift
karena dia tidak bisa membiarkanmu berduaan dengannya.
Tidak mudah melakukan hal buruk jika ada kalian berdua.
Dia juga mendatangimu sebagai roh penasaran
karena tahu Ma Kwang Tae akan kembali.
Aku tidak tahu.
Aku sungguh tidak tahu.
Lee Hyun Ju.
Orang yang menyelamatkanmu
bukan sembarang wanita yang dibunuh di tempat parkir
atau tetangga lantai tujuh. Namanya Lee Hyun Ju.
Kamu
pasti mengingatnya.
Dia menjadi aktris selama 12 tahun
dan tidak punya hal lain untuk dibanggakan,
hanya penampilannya.
Meski kurang tidur
demi mencari nafkah,
dia sangat bahagia saat tahu
akan tampil di depan penonton untuk kali pertama.
Maafkan aku.
Sungguh.
Tentukan pilihanmu.
Kamu mau menjadi wanita menyedihkan yang tersiksa oleh rasa bersalah?
Atau kamu akan menjalani hidupmu dengan maksimal demi dia?
Aku sudah lama tidak menyerap ingatan apa pun.
Ini terlalu menyiksa.
Mereka masih gagal?
"Konstruksi Dohak"
Setiap kali ke sana, mereka mengaku melihat roh.
Apa mereka semua sudah gila?
- Apa itu tadi? - Hantu!
Mereka melihatnya. Mereka menatap matanya.
Astaga. Sudah kuduga.
Sudah kubilang ada hantu di Real Estat Daebak.
Lihat mereka kabur.
"Kantor Polisi Jungbu"
Kamu tidak perlu memercayai perkataan roh itu.
Tapi kamu harus memercayai perkataanku.
Pak, mau makan siang apa?
Kita sudah lama
tidak makan nasi kotak.
- Baiklah. Aku akan membelinya. - Tidak.
Aku saja.
Ini nasi kotak bulgogi dan udang pesananmu.
Terima kasih.
Omong-omong, bagaimana bahumu?
Sudah tidak apa-apa.
Bagaimana kamu bisa terluka?
Aku terjatuh.
Aku sedang sial.
Sial?
Aku juga memasukkan dua minuman gratis.
Terima kasih.
Dapurmu lebih luas dari dugaanku.
Desain apa ini?
Unik sekali.
Itu?
Aku membeli satu set setelah membuka tokoku.
Begitu rupanya.
"M" untuk Ma Kwang Tae.
- Ini. - Terima kasih.
Dengan senang hati.
"Nasi Kotak"
Apa yang dilakukan Pimpinan?
Berandal.
Makanlah. Aku yang bayar.
Bedebah.
Jangan takut. Kami tidak akan menyakitimu.
Sudah kubilang.
Roh itu benar-benar tinggal di Real Estat Daebak.
Lebih buruk lagi,
itu ibu Nona Hong.
Itu bukan hal baru.
Kamu menemukan hal lain?
Ya.
Tentu saja.
Mekanisme pengusiran roh itu.
Ini cukup sederhana.
No comments yet. Be the first to leave one.