Release info

미운 우리 새끼 My Ugly Duckling Episode 148 NEXT VIU
A Commentary by SULTAN_KHILAF
Sub by VIU, Synced for NEXT. Special Host: Ji Seok Jin. Special Cast: Im Won-hee. Guests: Son Hun Su, Jung Seok Yong,Lee Won Il. Selamat menonton😊

Tags

other
Published on: 2019-07-22
Downloads: 9
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Dia terlihat jauh lebih muda jika dilihat langsung.

- Dia terlihat muda, bukan? - Dia tampan.

- Dia lebih tampan dilihat langsung. - Bukan begitu?

Dia jauh lebih tampan dilihat langsung.

- Aku penggemar beratmu. - Terima kasih.

Kamu jauh lebih tampan jika dilihat langsung.

- Bu. - Ya.

Aku paham dia lebih tampan dilihat langsung,

tapi aku tidak tahu apa dia jauh lebih tampan dilihat langsung.

"Teman dekat Mom's Diary, Ji Suk Jin"

Aku ingin bertemu denganmu.

Soo Hong sering bilang ini padaku.

- Katanya margamu Ji. - Marganya juga Ji.

Itu nama keluarga yang langka.

Dalam silsilah keluarga, sepertinya aku sepupunya.

- Aku senang jika begitu. - Kamu akan jadi saudara

jika menggali lebih dalam.

- Mungkin saja. - Kamu sangat dekat dengan Soo Hong.

Kami sangat dekat.

Aku juga dekat dengan Jong Kook.

Ya. Tolong jaga Jong Kook.

Dia yang seharusnya menjagaku.

- Kamu kakaknya. - Kubilang itu karena dia di sini.

Kemarin... Kini Jong Kook masih punya satu konser tersisa.

- Ya. - Aku memberinya

seamplop uang tunai untuk mentraktir timnya.

- Benar. - Kuberikan padanya kemarin.

Terima kasih.

Dia bisa mentraktir timnya.

Aku harus katakan ini sekali lagi.

- Dia... - Ya.

Jong Kook akan mengadakan konser terakhir sebentar lagi

dan dia memberi Jong Kook uang untuk mentraktir timnya.

- Dia memberi Jong Kook uang. - Jadi...

Bu, tadi malam

aku beristirahat di rumah.

- Jong Kook mengirimiku pesan. - Kenapa?

Aku penasaran kenapa dia mengirimiku pesan.

Tepat soal itu.

Dia bilang aku harus tahu sesuatu.

"Apa yang Jong Kook katakan?"

Aku tidak tahu Suk Jin akan datang sebagai tamu.

Aku baru tahu kemarin.

Ini yang dikatakan Jong Kook padaku kemarin.

Dia bilang

Suk Jin memberinya uang

tepat waktu untuk syutingnya.

Itu sebabnya dia memberikannya pada Jong Kook baru kemarin.

Dia bilang itu padaku melalui pesan.

Aku penasaran apa aku boleh membahasnya atau tidak.

- Dan dia membahasnya. - Seharusnya aku

- tidak membahasnya. Benar. - Seharusnya kamu diam saja.

Aku mudah bicara.

Dia langsung mengatakannya begitu dia duduk.

"Orang-orang bilang padaku aku lebih tampan aslinya".

"Kubilang ini karena ibu Jong Kook ada di sini".

"Aku memberinya uang kemarin."

Dia terus saja bicara.

- Terima kasih. - Tidak masalah.

Suk Jin sudah menikah selama 21 tahun.

Putramu pasti sudah besar, bukan?

- Dia berusia 18 tahun. - Dia 18 tahun.

- Dia berusia 18 tahun. - Kini dia sudah dewasa.

Usianya 18 tahun?

Aku iri padamu.

Kamu dekat dengan Jong Kook dan Soo Hong.

Kamu bekerja bersama Jin Young.

- Kamu juga kenal baik Tony. - Aku juga kenal baik Tony.

Kenapa menurutmu Soo Hong

dan Jong Kook masih belum menikah?

"Sebagai teman dekat mereka"

"Kenapa menurutnya mereka belum bisa menikah?"

"Para ibu sangat penasaran"

Dia teman dekatnya.

Menurutku bukannya mereka tidak bisa menikah.

Mereka tidak mau menikah.

- Benar. - Bukannya tidak bisa.

Tentu.

Rutinitas Jung Kook

membuatnya

mustahil mendapatkan wanita.

"Sulit bagi Jong Kook untuk bertemu wanita"

- Rutinitasnya membuatnya sulit. - Benar.

Saat kamu meneleponnya, itu satu dari tiga kasus ini.

Dia dalam perjalanan ke pusat kebugaran.

Dia ada di pusat kebugaran.

Dia dalam perjalanan pulang setelah olahraga.

Itu satu dari tiga kasus ini.

- Pada akhir pesan - Ya.

aku tidak bertanya tapi dia yang bilang padaku.

"Aku sedang melatih kakiku."

Aku bahkan tidak mau tahu.

Untuk Soo Hong,

"Analisis sahabat terhadap Soo Hong"

kakaknya sudah menurunkan garis keluarga.

"Jadi, dia tidak terlalu tertekan"

Itu sebabnya dia terbebas dari beban.

Begitulah.

Semua faktor itu memengaruhi mereka.

Apa ada yang seperti itu?

Kakak Jong Kook sudah menurunkan garis keluarga.

Kakaknya sudah menikah.

Apa itu sebabnya dia tidak terburu-buru?

"Apa itu sebabnya dia tidak terburu-buru?"

Cuacanya bagus.

- Itu suara Soo Hong. - Benar.

Aku harus kencan. Tapi aku...

Setiap kali dia muncul, aku terkejut.

Kini dia ke mana?

Aku seharusnya berkencan pada hari seperti ini.

- Maksudku, aku senang kita di sini. - Kamu tidak...

- Itu Hun Su. - Kamu tidak serius.

Kamu sedang libur, bukan?

Benar.

Kamu bilang akan mentraktirku

dan aku penasaran ada apa denganmu.

"Dia senang"

- Soo Hong. - Ya?

Waktu itu, ayahku

dan keluargaku hadir dalam acara itu.

"Dia bertemu orang tua Hun Su di pesta rumah baru Hun Su".

"Ternyata orang tua Hun Su penggemar berat Soo Hong"

Mereka menyukainya.

Mereka sangat menyukainya.

"Dia bahkan menelepon tetangganya untuk menyombongkan soal Soo Hong"

"Soo Hong dan ayah Hun Su bergembira"

"Hun Su dan ibunya menghela napas"

"Soo Hong dan ayah Hun Su bergembira"

Kamu bicara pada ayah temanku.

Orang-orang di desa kami sangat kesal padanya.

Mereka bertanya, "Kenapa kamu melarang kami bicara padanya?"

"Kamu mengecewakanku, Pak Son."

"Bagaimana denganku?"

Bagi yang tidak bisa bicara denganku

- menjadi menyesal. - Mereka menyesal.

Ayahmu pasti punya banyak teman.

- Dia sangat populer. - Benar.

- Dia Pak Populer. - Luar biasa.

"Ayah Hun Su adalah pria yang sangat populer"

Ayahnya jenaka.

Setiap klub pendaki gunung berfoto bersama.

Dia bilang mereka mau

kamu ada di foto mereka.

- Bisakah kamu berfoto? - Hei.

Kamu tidak keberatan?

Waktu itu dia sangat baik padaku.

Itu klub ayahmu.

Tentu. Aku harus ikut. Berfoto tidak sulit, bukan?

- Bukan begitu? - Ini hari liburku.

Kamu datang ke semua acara keluargaku.

Aku harus datang.

- Berbeda denganmu karena... - Tidak, aku harus datang.

Kita hanya perlu berbincang dan berfoto, bukan?

Tentu.

- Kita bisa makan setelahnya. - Klub pendaki gunung.

Mereka orang yang penuh energi.

"Pendakian Tidak Terduga".

- Tanpa terduga dia mendaki. - Ya.

Pohon yang indah.

Betapa indahnya itu?

- Cuacanya bagus, bukan? - Cuacanya luar biasa.

Gunung Acha.

- Itu pasti ayahku. - Di mana?

- Ayah. - Halo.

Halo.

Halo.

Ayah.

Halo.

- Astaga. Halo. - Halo.

Banyak orang yang datang. Astaga.

- Senang bertemu denganmu, Soo Hong. - Ini suatu kehormatan.

Astaga.

Halo.

- Halo. - Peluk aku.

Aku juga. Peluk aku juga.

"Mereka mengadakan jumpa penggemar di pintu masuk Gunung Acha"

Senang bertemu denganmu.

- Aku penggemar beratmu. - Semuanya memelukku.

Aku penggemar beratmu. Kita dari keluarga yang sama.

- Keluarga Park dari Miryang? - Keluarga Park dari Miryang?

- Halo. - Kita keluarga.

Soo Hong dipuji karena

dia memeluk semua orang sambil tersenyum.

- Dia mahir melakukannya. - Benar.

Dia mahir melakukannya.

Soo Hong pasti menyukainya juga.

Betapa menyenangkannya disambut

dengan antusiasme itu?

Konsernya bisa sukses.

Astaga.

Aku penggemar beratmu. Senang bertemu denganmu.

Halo.

Halo, Pak. Apa kabarmu?

Kamu mengenaliku.

Halo, Pak. Apa kabarmu?

- Kamu mengenaliku. - Halo.

Terima kasih sudah menyempatkan diri.

Jangan bilang begitu.

- Aku harus datang. - Terima kasih banyak.

- Aku harus datang. - Peluk aku juga.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left