The first 200 lines.
Apa mungkin kau pernah merasa kalau robot itu lebih baik daripada versi manusianya?
Saat itu, aku seharusnya tidak ragu menjawab.
Jika kau tak bisa menahan amarahmu dan berkelahi lagi seperti hari ini...
...atau berjudi dan mengonsumsi narkoba seperti anak-anak brandal lainnya...,
...bukan kau yang menanggungnya, tapi Young Hoon.
Dia cuma marah saja.
Aku tak apa, Shin.
Padahal aku tahu.
Apa yang kaulakukan?
Aku mengancam Kakek sama seperti Kakek mengancam kami.
Apa?/ Jika Young Hoon Hyung melindungiku...,
...kenapa Kakek menamparnya? Menamparnya artinya juga menamparku.
Kalau Kakek seenaknya pada Hyung, itu juga artinya Kakek seenaknya padaku.
Kau...
Kau kenapa?/ Jangan menampar Hyung lagi.
Jangan macam-macam sama Young Hoon Hyung yang malang!
Kalau Kakek melakukannya lagi, aku bisa lebih parah dari ini.
Kakek mengerti?
Padahal aku tahu orang macam apa kau.
Pakailah icepack ini. Jangan membuatku khawatir denganmu.
Kau juga.
Tanganmu 'kan terluka gara-gara aku.
Maafkan aku, Shin.
Apa mungkin kau pernah merasa kalau robot itu lebih baik daripada versi manusianya?
Inilah yang seharusnya kujawab. / Tidak.
Aku tersinggung mendengar hal seperti itu.
Jika aku saja tersinggung, apalagi perasaan Shin.
Jika Anda tidak memercayai Shin, maka aku juga akan segera berhenti.
Aku seharusnya memihak dirimu tanpa ragu.
Siapa yang memberitahumu?
Ketua?/ Ya.
Katanya dia tahu dari awal kalau aku ini robot.
Kau tidak harus boleh tahu yang sebenarnya.
Kalau kau tahu, rasa sakit yang kau rasakan pasti tak tertahankan.
Kakek...
Entahlah. Aku sudah bilang berkali-kali nomor itu tidak ada di sistem kami.
Tapi firasatku nomor ini ada kaitannya dengan rumah sakit ini.
Walaupun mereka bekerja di sini...,
...kita tidak akan tahu apa-apa jika mereka mengubah nomornya.
Apa ada cara lain agar aku mengetahuinya?
PK?
Apa mungkin ini...
...ada kaitannya dengan insiden itu?
Insiden apa maksudnya?
Aku akan membayar Anda kalau Anda berikan informasinya.
Bahkan direktur rumah sakit ini saja tak mau buka mulut soal insiden ini.
Dia bahkan menghentikan media untuk menguaknya.
Pewaris generasi kedua dari PK Group meninggal di sini 20 tahun silam.
Bunuh diri.
Permisi sebentar, ya.
Ya, Shin./ Hyung, aku butuh bantuan.
Kau kenapa kemari?/ Young Hoon Hyung ingin bertemu kau.
Ji Young Hoon-ssi?
Ikuti aku.
Ji Young Hoon-nya mana?/ Sebentar lagi juga dia datang.
Apa yang kaulakukan ini?/ Taruh dia di mobilmu. Aku cuma sebentar perginya.
Hei!
Kakek tahu dari awal kalau dia itu robot.
Tetap saja kau tak boleh begini. Berikan itu padaku.
Apanya yang tak boleh? Padahal Kakek tahu, tapi kenapa dia tidak melakukan apa-apa?
Itu karena bajingan ini lebih penting baginya.
Kenapa aku harus diperlakukan seperti itu?
Aku akan menunjukkan Kakek...
...mana yang nyata, mana yang palsu.
Aku paham bagaimana perasaanmu, tapi ini tak ada gunanya.
Turutilah perkataanku ini.
Jika kau menghalangiku, berarti Hyung sama saja seperti Kakek.
Jika kau tidak ingin aku salah paham, maka bertindaklah seolah kau memihakku.
Sedih sekali filmnya.
Kau, padahal katamu kau takkan pernah bingung dengan kami.
Apa kau puas setelah menipuku?
Padahal dia itu sudah kesulitan melindungi posisimu.
Apa cuma ini yang bisa kaulakukan setelah kau bangun dari koma?
Ya. Betul.
Aku tak suka dia meniruku, tapi ini lumayan seru juga.
Haruskah aku terus melakukannya?/ Tiru saja dia semaumu.
Karena orang sepertimu tidak akan pernah bisa sama seperti dia.
Tutup mulutmu. Aku ini nyata dan dia palsu.
Jika kau terus memperlakukanku seperti itu, aku akan menyingkirkannya.
Silakan.
Karena jika kau melakukannya, aku takkan diam saja, walau kau itu nyata atau palsu.
Camkan perkataanku ini.
Oh, Kang So Bong./ Kau dimana?
Aku di mobilnya Ji Young Hoon.
Aku khawatir karena kau tiba-tiba menghilang. Kenapa kau tidak memberitahuku?
Bukankah manusia Nam Shin sudah memberitahumu?
Ada masalah sama Medi Car-nya.
Ya, ini aku, Kang So Bong-ssi.
Kalau masalahnya sudah selesai, akan kuantar dia pulang, jadi jangan khawatir.
Apa kau harus sejauh ini? Kenapa tingkahmu seperti anak kecil?
Baguslah.
Karena aku anak kecil, dan kau orang dewasa...,
...kau bisa melakukan segalanya untukku.
Mustahil.
Sudah saatnya minum obat.
Kenapa dia duduk seperti itu?
Benarkah itu?
Apa Ketua Nam benar-benar tahu tentang dia?
Apa?/ Dia bilang kau kenal Ketua Nam.
Itu tak benar, 'kan?
Soal itu...
Jangan bilang.../ Akan kujelaskan semuanya.
Dr. Oh, dengarkan aku--
Kau... teganya kau?
Sejak kapan ini bermula?
Sulit kupercaya ternyata aku memercayai penipu selama 20 tahun terakhir ini.
Padahal cuma kau orang yang kupercaya dan kuandalkan...,
...jadi teganya kau padaku? Teganya kau pada kami?
Mari keluar sebentar.
Aku juga kaget, apalagi Dr. Oh.
Dia pasti sangat kaget. Jadi mohon mengertilah.
Dan tolong jangan beri tahu Ketua kalau Shin sudah tahu.
Kau tak perlu menyuruhku.
Aku tidak menerima uang Ketua karena aku setuju dengan niatnya.
Sudah kuduga. Sepertinya Kakek selangkah lebih maju dari Ibu.
Dia menipu Ibu selama 10 tahun terakhir.
Maaf, tapi sekarang Ibu tidak ingin mendengar hal itu.
Aku cuma punya satu pertanyaan lagi.
Mungkinkah...
...ada cara untuk menyingkirkan dia?
Apa?/ Kenapa Ibu kaget sekali?
Apa sungguh tidak ada cara menghancurkannya?
Shin. Berhenti mengganggu Ibu.
Ibu akan mendengar candaanmu ini nanti saja.
Tapi aku tak pernah merasa kita cukup dekat untuk saling bercanda.
Jika tidak ada cara menyingkirkannya, pasang dia dalam mode manual.
Katanya kalau dipasang itu, dia bisa sepenuhnya dikendalikan.
Aku harus menunjukkan pada Kakek kalau dia hanyalah robot yang mudah dikendalikan.
Shin, Ibu mohon!/ Kenapa? Ibu tak mau?
Padahal kukira Ibu bersedia melakukan apa pun keinginanku.
Kalau bagi Ibu, dia cuma robot, bukankah itu tidak masalah?
Apa jangan-jangan Ibu juga lebih menyukainya, sama seperti Kakek?
Apa Ibu sayang padanya karena sudah lama hidup bersama?
Cukup.
Aku sadar perilakumu begini, karena perbuatan kami.
Perbuatan kami untuk melindungimu akhirnya malah menyakitimu.
Jika cara itu akan menghiburmu, maka silakan lakukan.
Tapi berjanjilah padaku satu hal.
Jangan menyakiti siapa pun. Paham?
Baiklah. Aku janji.
Maibo, kenapa kakakmu tidak datang?
Halo? Kau dimana?
Kapan kau datang? Apa masih lama?
Ya. Sepertinya aku tak bisa datang hari ini.
Yah mau bagaimana lagi.
Besok saja kita ketemu di kantor, ya./ Baiklah.
Tapi sebelum kau masuk ke rumah (gym), menolehlah ke belakang.
Apa?
Maibo-nya menusukku.
Maaf.
Tak apa. Aku 'kan robot, jadi tidak sakit.
Karena inilah aku suka kalau kau itu robot.
Harusnya ini bisa bersih sendiri./ Itu bukan ditaruh disitu.
Hyungnim!
Aigoo, Hyungnim! Kau kabur karena kami menyuruhmu bersih-bersih, ya?
Kukira kau takkan datang lagi.
Padahal 'kan kaubilang kau tak punya tempat tujuan lagi.
Tetaplah di sini bersama kami, ya?
Hei!/ Hyungnim!
Jangan biarkan siapa pun menyentuh jam tangan ini, termasuk kau juga.
Bagus. Sekarang, kembalilah.
Kau sekarang jadi mainanku.
Pergilah dan bertingkahlah seolah tidak ada yang terjadi.
Hei. Apa kau itu mau memamerkan kekuatan non-manusiamu atau apa?
Maafkan aku./ Tak apa, Hyungnim.
Hyungnim kenapa? Apa kami ada salah?
Bukan begitu.
Kau tak apa?
Aku tiba-tiba hilang kendali atas kekuatanku. Maafkan aku.
Jangan khawatir. Mereka ini memang sudah biasa dihajar. Ya 'kan?
Ya./ Apa?
Aku harus kerja besok, jadi aku harus pergi.
Kau bisa pulang sendirian? Haruskah aku menemanimu?
Tak usah. Sampai ketemu di kantor besok.
Aku pamit, ya.
Kenapa bocah itu?
Kau sekarang jadi mainanku.
Hari ini pertama kalinya aku mengalami mode manual.
Tubuhku tidak mau bergerak sesuai keinginanku. Kau tahu tentang itu, 'kan?
Aku minta maaf.
Aku tahu sikapku pengecut, tapi aku tidak mencegah dia meskipun aku tahu.
Aku bukannya mau mengkritikmu.
Aku hanya ingin tahu kenapa Nam Shin melakukan ini.
Shin sudah tahu kalau Ketua tahu tentang ini semua.
Jadi dia marah pada Kakek, tapi melampiaskannya padaku.
Bagaimana jika dia membuatku melakukan hal yang bertentangan dengan aturanku?
Bagaimana kalau nanti aku menyakiti seseorang?
Dia sudah berjanji takkan melakukannya...,
...dan jika dia melanggar janjinya, aku akan menghentikan mode manualnya.
Aku yang akan bertanggung jawab soal itu, jadi jangan khawatir.
Aku percaya padamu, tapi aku masih tak percaya dengan manusia Nam Shin.
Apa sungguh dia akan menepati janjinya?
Pasti dia akan menepatinya. Aku percaya pada Shin.
Oppa, apa melakukan ini memang ada gunanya?
Akan kutunjukkan pada mereka betapa berbahayanya robot itu.
Tunggu saja. Karena semua orang pasti akan sangat terkejut.
Tapi dia punya wajahmu. Jika dia kena masalah, kau juga yang akan terluka.
Jangan khawatir tentang orang lain dan tunjukkan saja kemampuanmu pada Kakek.
Apa kau ini sekarang mau mengajariku?
Ini karena kau terobsesi dengannya.
No comments yet. Be the first to leave one.