The first 200 lines.
Namanya Red Sonja.
Dia hidup dalam dunia yang penuh dengan kekerasan..
Prajurit yang menakutkan berambut merah.
Dalam kerajaan Hyborian, perjalanannya mencari keadilan dan balas dendam...
Menjadi sebuah legenda.
Ini awal legenda itu.
Kau menderita, Sonja.
Tapi pembalasan dendam akan menjadi milikmu.
Pembalasan dendam pada Ratu Gedren yang ingin memilikimu.
Perasaan bencimu akan terhapus.
Dan Gedren memerintah untuk membunuh keluargamu.
Tubuhmu dinodai oleh prajuritnya.
Tapi dalam perjalananmu demi keadilan dan balas dendam..
Kau akan butuh kekuatan besar...
untuk pedangmu yang tak tertandingi.
Kuberikan kau kekuatan itu.
Varna, dimana Tuan Hyrkania?
Dia belum datang, Yang Mulia.
Dia seharusnya disini, untuk pemusnahan Talisman.
Tapi tak bisa ditunda.
Kita lanjutkan tanpa dia.
Dewa segala dewa... Terberkatilah Talisman...
...yang telah menciptakan dunia dan semuanya.
Dewa segala dewa....
... Ia menjadi terlalu kuat untuk kami..
... Dan kami harus memusnahkannya sebelum ia memusnahkan dunia.
Maafkan kami karena menjauhkannya dari cahaya...
...Yang memberikannya kekuatan...
ke dalam kegelapan abadi.
Maafkan kami!
Jadi ini bisa menciptakan dunia...
... atau menghancurkannya dengan badai dan gempa bumi.
Angkat keluar.
Angkat!
Sentuhlah.
Sentuhlah.
Sentuhlah!
Jadi benar, hanya wanita yang bisa menyentuhnya.
Tudungnya.
Bawa keluar.
Ratu Agung, bagaimana dengan tahanan?
Ikuti aku.
Kuda-kuda.
Talisman telah dicuri
Kita harus menghancurkan Talisman
Kita harus menemukan adikku. Bawa aku.
Aku tahu dimana dia. Kumohon.
Menakjubkan.
Kau telah pelajari semuanya, Sonja.
Kau yang terhebat dari yang terhebat.
Belum pernah kulihat orang yang menandingimu.
Kau harus belajar menyukai pria. Sedikit lebih menyukai.
Tidak semuanya jahat.
Kita harus menilai dari pengalaman. Grand Master.
Aku tahu
Tapi hidup tak hanya permainan pedang.
Kebencian terhadap pria dalam diri wanita muda...
...bisa menjadi kejatuhanmu.
Aku tak membenci semua pria, Grand Master.
Itu musik bagi telingaku 30 tahun yang lalu.
Ikutlah.
Pemain pedang yang hebat harus punya pedang yang hebat.
Pilihlah. Hadiah dari Grand Master.
Ada apa, Red Sonja?
Aku mencari Red Sonja.
- Aku Sonja. - Kakakmu sekarat.
Kubawa kau padanya.
Syukurlah..
Aku bisa hidup lebih lama.
Talisman dicuri.
Semua pendeta di bantai. Kami bertarung.
Istirahatlah, Varna. Kita bicara nanti.
Tak ada waktu. Dengar.
Talisman punya kekuatan hebat...
..akan bertambah dalam cahaya.
Dalam 13 hari ia bisa memusnahkan dunia...
...dengan badai dan gempa bumi.
Kau harus menghancurkan Talisman, Sonja.
Mengirimnya pada kegelapan.
- Bersumpahlah akan kau lakukan. - Aku bersumpah.
- Siapa yang mengambilnya? - Aku tak tahu.
Seorang wanita dengan topeng emas....prajurit.
Kemana mereka membawanya? Utara, selatan?
Dia sudah mati dan yang hidup harus melaksanakan tugas.
Tugasnya, tugasku, bukanlah urusanmu.
- Kau siapa? - Namaku Kalidor.
Aku teman kakakmu, ingat? Aku temanmu juga.
Terima kasih atas apa yang kau lakukan pada kakakku.
- Kau akan menerima hadiah. - Aku bukan prajurit bayaran.
Tak ada yang membayarku.
Jika kupikir seseorang berhutang padaku akan kutagih.
Seseorang menggunakan Talisman.
- Tempat apa itu? - Hablok. Kota yang besar.
- Kau mau kemana? - Hablok.
Tunggu, aku ikut denganmu.
Kenapa? Bukan urusanmu.
Dan aku juga bukan urusanmu.
Mungkin kau salah.
Aku tahu kau berani, tapi bahaya adalah hidupku.
Akan kupelajari sendiri.
Jangan membuatku marah, Kalidor.
Aku tak butuh bantuan pria.
Jangan digoyang, bodoh. Jangan bergerak.
Bisa kau lakukan sesuatu dengan benar?
Jangan bergerak, bodoh!
Aku mencoba, Yang Mulia.
Bodoh, tak berguna, binatang egois!
Cepat, lompat, datang padaku!
Jangan memerintahku, budak.
Atau akan kugantung kau terbalik.
Lagipula terlalu licin.
Kau mau aku jatuh ke lumpur mendidih? Dasar bodoh.
Coba untuk seimbangkan, sekarang.
- Tunggu, anak kecil. - Anak kecil?
Jangan bergerak, Yang Mulia.
Lompat, lompat.
Bagaimana denganku?
Kesini dan berhenti bermain!
Aku mendengar dan kupatuhi. Aku datang.
Kau beruntung dia datang.
Beri hadiah dan beritahu siapa aku.
Yang Mulia Pangeran Tarn, pemimpin Hablok.
Menduduki tahta agung.
Gajah Agung yang menyuburkan dunia dengan...
Sudah kubilang jangan beritahu. Sekali lagi akan kuhukum.
Beri dia hadiah, bodoh.
Melihat kerajaanmu, pangeran, kau lebih membutuhkannya.
Dia bicara padaku?
- Apa yang terjadi? - Ratu Gedren menyerang kami, itu yang terjadi.
- Gedren? Ratu Gedren? - Benar
Dia memusnahkan 1/2 kota dengan senjata barunya dan meminta kami menyerah.
Prajuritku kabur... Mereka mau hidup selamanya?
Aku menolak menyerah.
Jadi dia memusnahkan sisanya.
Falkon, karena semuanya sudah mati atau kabur...
kau harus menemaniku ke gunung besok
Aku akan membentuk pasukan dan memusnahkan Gedren di bawah kakiku.
Di mana aku bisa menemukannya? Ratu Gedren?
Di Birkabeyn. Tanah dalam keabadian malam.
Bagaimana aku bisa kesana?
Ada jalan panjang dan pendek melalui jalan Brytag.
Aku lewat jalan Brytag. Ke arah mana?
Lurus ke utara dari sini. Kau takkan kelewatan.
Tapi layak dicoba.
Tanyakan apakah dia mau bergabung dengan pasukanku.
Kita mungkin perlu tukang masak.
Yang Mulia sungguh sangat baik, tapi aku pergi sendirian.
Suruh pergi wanita itu, Falkon. Aku makan malam sejam lagi.
Bisa kuberikan nasehat?
Letakkan dia di pangkuanmu dan pukul dia.
Kau tak punya serbet, ya kan?
Brytag, kemari dan buka gerbangnya.
Tidak terlalu cepat.
Kemarilah agar bisa melihatmu lebih jelas.
Aku tak ada waktu, Brytag.
Aku punya banyak. ke ataslah, kubilang.
- Kemarilah, nona muda. - Kenapa harus?
Karena aku Brytag. Ini tanahku.
Semua yang lewat memberiku hadiah.
- Berapa banyak, Brytag? - Aku tak menyebutkan uang.
Hadiah kubilang.
Sesuatu yang lembut yang di beri semua wanita padaku.
Jika aku tidak?
Jika aku merobek perut gendutmu?
Kalian dengar?
Dia mau merobek...
Aku telah bertarung dengan 177 pria...
Dan hanya 1 yang hidup, dia tak mempunyai kaki.
Kau berani menantang Brytag?
Itu tak membutuhkan keberanian.
Tapi jika aku membunuhmu...
...akankah anak buahmu melepaskanku?
Jika kau membunuhku?
Jika gadis ini membunuhku, kalian akan melepaskannya, bukan?
Lihat?
Gadis.
Aku akan mengumpankan matamu pada burung, rambut merah.
Aku tak butuh mata untuk menemukanmu.
Aku bisa menciummu dari jarak 100 peace.
Aku akan meramal masa depanmu dari isi perutmu, Wanita merah!
Aku tahu masa depanku, kau tak punya masa depan!
Awas, Sonja!
Sonja, ayo!
Lewati sini! Ikuti aku!
- Lari, pergi! - Bagaimana denganmu?
Aku bisa menahan mereka. Pergi.
Cepat! Hentikan mereka!
Lepaskan aku, bajingan. Aku bilang lepaskan aku.
- Beritahu ada di mana? - Akan kupenggal kepalamu.
Jangan sok pintar.
Emasnya, dimana emasnya?
Aku tak ada emas, bajingan
Kubilang aku tak punya emas.
Pakaianmu bagus, nak. Sama seperti punyaku.
Kau pikir aku percaya kau miskin?
Kuberitahu, aku pangeran Tarn dari Hablok.
Prajuritku memastikan kau dihukum karena ini.
Hukuman yang sangat berat, dasar kurang ajar.
Prajuritmu? Kerajaanku lebih dari punyamu.
Aku punya 4.
No comments yet. Be the first to leave one.