The first 200 lines.
DEMI CINTA
EPISODE 12
Kenapa kau begitu ceria?
Apa terlihat jelas?
Kau sudah berubah.
Kau tahu harus mengembalikan sesuatu yang tak berguna.
Aku mengembalikan sesuatu? Apa yang kukembalikan?
Rupanya itu.
Bukan aku. Shu Yi yang mengembalikannya.
Zheng Shu Yi?
Kenapa dia tetap mengembalikannya?
Aku sadar mungkin aku salah paham padanya tempo hari,
jadi aku mau menebus kesalahanku.
Aku membelikannya sedikit pakaian.
Saat itu dia bilang mau mengembalikannya.
Aku menolaknya, tapi dia tetap mengembalikan semuanya.
(Rupanya dia ambil pakaian ini untuk dikembalikan.)
Kau sebut ini "sedikit"?
Tapi Shu Yi sangat bersemangat dalam bekerja.
Kemarin dia menerima pemberitahuan dadakan
dan melakukan perjalanan bisnis tadi pagi.
Sebenarnya,
dia menangani semuanya sendiri, menulis draf,
melakukan wawancara, melakukan perjalanan bisnis.
Ini sangat sulit.
Entah dari mana sumber motivasinya.
-Dia melakukan perjalanan bisnis? -Ya.
Dia berangkat pagi-pagi.
WUCHENG
Progres Le'an berjalan lancar.
Pekerjaan berjalan lancar.
Shi Yan,
apa ponselmu rusak?
Kenapa kau belum menghubungiku?
Aku mengunggah hal baru di Momen WeChat,
membagikan banyak foto indah,
dan kau belum menunjukkan apresiasi apa pun.
Menyukai unggahanku pun tidak.
Hai, Cantik.
Sedang apa kau di sini?
Aku dalam perjalanan bisnis menggantikan kolegaku.
Bukankah biasanya kau enggan meliput berita di luar kota?
Selain itu, ada banyak pria menunggumu.
Shan Shan, kau merencanakan sesuatu?
Tidak.
Aku hanya butuh istirahat. Apa tidak boleh?
Kenapa kau tak mempertimbangkan untuk menikah?
Stabilitas sementara bukanlah stabilitas sejati.
Beberapa hubungan bisa kandas, meski tampak stabil.
Bagiku, stabilitas seperti itu membawa risiko yang terlalu besar.
Ada apa? Shi Yan belum menghubungimu?
Belum.
Dengan ponsel seharga ribuan yuan,
kenapa tak ada lampu notifikasi kecil berwarna merah?
Halo.
Halo.
Di mana kau?
Mari bertemu di tempat biasa.
Aku tak berada di Jiangcheng.
Lantas, kapan kau kembali?
Aku belum tahu.
Sudah dulu. Temanku sedang tidur.
Shan Shan, turun salju.
Benar-benar turun salju.
Salju di Wucheng sangat indah.
Dia bersenang-senang di sana sampai tak rindu rumah.
Kau memeriksa gadis yang kau ajak ke peternakan kuda tempo hari?
Bersikaplah lebih terbuka.
Dia gadis yang menarik.
Kenapa akhir-akhir ini aku tak melihatnya lagi?
Dia dalam perjalanan bisnis.
Aku membaca artikel wawancaranya tentangmu.
Artikelnya cukup bagus.
Walau usianya masih muda,
bakat menulisnya cukup hebat.
Pandangannya lebih tajam dibandingkan banyak jurnalis veteran.
Kinerjanya lumayan.
Benarkah?
Aku ingat dulu kau enggan berurusan dengan media.
Setiap orang harus berkembang.
Yunchuang mengalami peningkatan.
Kami butuh liputan media
agar masyarakat lebih memahami kami.
Baguslah.
Lain kali, undang dia kemari.
Aku mau mengobrol dengan jurnalis
yang berhasil mengubah perspektifmu.
Mengobrol dengan layak.
Masuklah.
Di sana.
Berdirilah di sana.
Lakukan pose yang bagus.
-Kenapa? -Sudahlah, lakukan saja.
Bagus. Ganti pose.
Sudah.
Kenapa kau yang mengunggahnya?
Apa terlihat bagus?
Setidaknya perbaiki sebelum diunggah.
Fotomu terlihat cantik.
Menurutmu hasil fotoku perlu diedit?
Percayalah.
Shi Yan akan segera menghubungimu.
Menurutku idemu masuk akal,
tapi kau juga harus mempertimbangkan persepsi eksternal.
Pada akhirnya, kemampuanmu akan terbukti.
Tapi sebelumnya,
tak ada salahnya berkompromi dan berdiplomasi.
Benar.
Aku mengenal
orang-orang tua ini.
Mereka sudah melihat masa kejayaan Mingyu.
Mereka menghasilkan uang melalui banyak hal
dan mendapatkan kepercayaan diri.
Beberapa tahun yang lalu
saat Mingyu mengalami kesulitan,
mereka masih bertahan demi kesetiaan.
Mereka tak menjual atau mengabaikan Mingyu.
Karena kini kalian berjaya,
wajar jika mereka meminta imbalan.
Mereka mungkin agak mendesak,
tapi mereka tak berniat buruk.
Aku mengerti.
Makanya, aku makin bertekad
untuk memastikan investasi mereka lancar.
(Kudengar permohonan saat salju pertama turun selalu terwujud.)
(Di sana turun salju. Semoga pakaiannya cukup hangat.)
(Sepertinya dia bersenang-senang dan tak ingin kembali.)
Shan Shan, kau memang mahir soal ini.
Ponselnya sudah diperbaiki.
Ayolah. Dia jelas merindukanmu.
Dia merindukanmu.
Kenapa terburu-buru?
Nanti saja membalasnya.
Bagaimana jika nanti dia ada rapat?
Rapat pasti akan selesai.
Dia sudah membalas,
jadi kau harus sedikit menahan diri.
Jangan bersikap seolah tak sabar membalasnya.
Biarkan dia merasakan jarak di antara kalian
dan menyadari keunikan serta nilaimu.
Kapan aku harus membalasnya?
Jangan terburu-buru.
Apa yang harus kukatakan?
Katakan saja,
"Bagaimana kau tahu aku tak berada di Jiangcheng?"
Dia pasti sudah melihat unggahanku.
Kau harus membuatnya mengakuinya.
Tidak, kau sama sekali tak memahami Shi Yan.
Dia sama sekali tak romantis.
Dia bukan tipe orang yang menghargai jarak seperti ini.
Baiklah, aku mengerti.
Dengan keterampilan menggodamu,
aku mulai berpikir bukan Shi Yan yang tidak romantis,
tapi pesonamu yang kurang.
Paman Guan?
Paman Guan yang mana?
Siapa Paman Guan tak terlalu penting.
Kau harus menghapus "Paman Guan" dan "bertemu" dari kalimat itu.
Orang yang ingin bertemu denganmu bukanlah Paman Guan,
tapi Shi Yan, Pak Shi.
Kalian berdua benar-benar jodoh.
Dengan keterampilan menggodamu yang payah,
hanya pria canggung dan pendiam seperti dia yang cocok untukmu.
Shan Shan,
Paman Guan adalah Guan Xiang Cheng.
Shi Yan memanggilnya Paman Guan.
Guan Xiang Cheng?
(Pak Shi, jangan membuatku tegang. Jelaskan lebih lanjut!)
(Paman Guan bersedia melakukan wawancara denganmu.)
Aku akan mewawancarai Guan Xiang Cheng.
Astaga!
Apa ini mimpi?
Wawancara dengan Guan Xiang Cheng!
Aku tak percaya bisa mewawancarai Guan Xiang Cheng yang legendaris.
Tunggu.
Kapan aku mengajukan wawancara dengan Guan Xiang Cheng?
Lihat? Sudah kubilang.
Shi Yan yang ingin kau kembali.
Dia pasti sangat merindukanmu
hingga tiba-tiba mengirimimu pesan.
Paman Guan?
Itu hanya alasannya agar kau kembali ke Jiangcheng secepatnya.
-Alasan? -Ya.
Aku harus segera memesan tiket pesawat
dan mewujudkan wawancara ini.
Zheng Shu Yi, kau tak bisa menahan diri sedikit saja?
Shan Shan,
kita sedang membahas Guan Xiang Cheng.
Aku pribadi bisa menahan diri,
tapi etika profesionalku melarangku menahan diri.
Hari ini aku harus menyiapkan draf untuk wawancara besok.
Kenapa sikapnya begitu sinis?
Apa menurutnya aku terlalu lama meninggalkan Jiangcheng
dan dia merindukanku?
Apa dia ingin bertemu denganku?
Tidak, aku mungkin berpikir berlebihan.
Baiklah. Aku mengerti.
Aku mengatur wawancara dengan Nn. Zheng
dan kau datang lebih awal darinya.
Aku datang untuk belajar darimu, Paman Guan.
No comments yet. Be the first to leave one.