The first 200 lines.
Kita meleset dari target kali terakhir,
tapi kita semua harus belajar cara mengubah situasi.
Selera mode Kiss lebih baik daripada kita,
tapi soal pemasaran, kita masih bagus.
Aku sedang kumpulkan tanggapan gaya pakaian kita.
Akan selesai siang ini.
Kerja bagus.
Kumpulkan informasi sebanyak mungkin
sebelum kita menemui Kiss.
Sayang, rasa sakitmu bukan karena asam lambung.
Itu karena hatimu.
Hatimu sakit karena…
kau mencintai seseorang.
Aku? Aku tak tahu pikiranku sendiri?
Apa aku benar-benar suka Tahu?
Itu lebih baik.
Kau waspada.
Kau malu.
Kau gugup.
Kau konyol, Najai.
Jangan konyol. Tidak mungkin aku menyukaimu.
Mungkin kau sedang memutar otak mencari tahu siapa yang kau cintai.
Kau tak akan temukan jawabannya
dengan logika.
Kau benar-benar menyukaiku. Kau hanya belum tahu.
Kau ingin menemuiku sekarang, bukan?
Siapa yang kau kirimi pesan sambil tersenyum?
Kau ada waktu sepulang kerja? Mari makan bersama.
Aku ingin bicara tentang pekerjaan.
Kau tak punya rencana hari ini?
Sebaiknya kita makan apa?
Apa pun yang mahal.
Mari ke sini.
Hei, Kan.
Kau tidak menjawab teleponku.
Aku mematikan ponselku saat rapat.
Maafkan aku.
Kenapa kau di sini, Kiss?
Menurutmu?
Sebaiknya kita makan apa hari ini?
Permisi.
Ya, Presdir.
Kau banyak berubah sepuluh tahun ini.
Bagaimana?
Dahulu kau mencoba meniru gayaku.
Sekarang kau bisa meniruku tanpa mencoba.
Apa karena aku berpakaian sepertimu?
Kata siapa?
Sudah sejak kita sekolah.
Jika aku potong rambut, kau akan potong di salon yang sama keesokan harinya.
Tas, jam tangan, dan sepatumu.
Kau selalu mencoba menyamaiku.
Kau selalu meniruku.
Tapi aku tak pernah menirumu.
Benarkah?
Lalu siapa yang masuk bimbingan bahasa Inggris sama denganku?
Kata siapa? Aku ke sana karena Rock.
Kau membeli buku bahasa Inggris saat bilang tidak bisa membacanya.
Aku membaca untuk kesenangan.
Kau masuk klub tari setelah aku.
Aku menyukai pria di klub itu.
Tak ada pria di klub itu yang menyukai wanita.
Bagaimana dengan yang tadi?
Kau melihatku datang dan menuntun Kan ke arah lain.
Aku tak melihatmu.
Jika kau ingin meniruku, lakukan dengan benar.
Aku tak pernah bohong pada siapa pun.
Jika kau ingin tahu, aku akan memberitahumu.
Itu karena aku tidak menyukaimu.
Kenapa? Apa karena aku mengalahkanmu?
Bukan.
Itu karena kau menginjak semua orang, termasuk aku.
Aku tak pernah mengerti alasanmu ingin aku pergi denganmu.
Sekarang aku tahu.
Itu karena kau ingin menonjol.
Aku tahu alasanmu merebut Rock dariku.
Kau tak tahan
dia menyukai figuran sepertiku,
jadi, kau merebutnya dariku.
Kau mencampakkannya setelah sebulan.
Kenapa?
Karena kau sudah menang.
Jadi, maksudmu kau membenciku karena aku lebih unggul darimu.
Bukan.
Aku membencimu
karena kau mempermainkanku saat kupikir kau temanku.
Aku sangat bodoh.
Aku perlu waktu lama untuk menyadari kau tak menganggapku teman.
- Kan kembali. - Lalu?
Bisakah kau pergi sekarang?
Maafkan aku.
Najai bilang dia harus pergi mengurus sesuatu.
Ada apa, Jai?
Kiss, itu omong kosong. Kapan aku bilang akan pergi?
Bagaimana aku bisa pergi?
Kita masih harus membahas pekerjaan, bukan?
Sebenarnya, aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu.
Aku ingin Najai pergi,
tapi dia tidak ingin pergi.
MAPLE, PEKERJAANMU MASIH BANYAK?
MES, APA KAU AKAN PERGI?
MAU MINUM ANGGUR SEPULANG KERJA?
MAU CARI TEMPAT MINUM DAN MEMBAHAS PRODUK BARU?
- Mes. - Maple.
Aku…
akan pergi sekarang.
Mengapa aku sangat gugup?
Maple.
Aku akan mengantarmu pulang.
Tidak perlu.
Halte busnya cukup jauh.
Jangan begini.
Aku tahu
kau punya pacar
dan kau tak menyukaiku.
Aku tahu kau tidak nyaman dengan ciuman kita.
Tapi sekarang sudah sangat larut.
Jalannya sepi.
Aku tidak ingin kau pulang sendirian.
Masuklah ke mobil,
atau kuanggap kau menghindariku
karena…
kau menyukaiku.
Hati-hati di jalan, Jai. Sampai jumpa besok.
Baik.
Dia seharusnya mengantarku.
Dia tahu mobilku di kantor.
Kurasa aku harus pulang naik taksi.
Tahu!
Tahu!
Tahu!
Tahu!
Tahu!
Di mana kau? Mobilmu terparkir di depan.
Kenapa kau mencariku?
Di mana kau? Cepatlah kembali.
Ada apa?
TAHU
Aku kesal dengan seseorang. Aku marah.
Kau akan pulang larut?
Jika kau bilang merindukanku,
aku akan tiba dalam lima menit.
Baiklah. Aku merindukanmu.
Aku sangat merindukanmu.
Cepatlah kembali.
Dia seharusnya tiba paling cepat pukul 23.00.
- Halo. - Apa-apaan ini?
Aku senang kau merindukanku.
Kenapa kau tidak bilang sedang di kamar mandi?
Jika perlu sesuatu, bicaralah denganku di kamarku.
Selain itu, kudapan juga bagus.
Tahu.
Kenapa kau malu? Dahulu kau sering memandikanku.
Begitu rupanya.
Ini.
Terima kasih.
Enak?
Ini enak.
Apa yang ingin kau bicarakan?
Aku makan malam bersama Kan dan Kiss hari ini.
Baik.
Sejak kapan kau mengenal Kiss?
Aku bermain musik di peragaan busana di New York.
Aku bertemu dengannya di sana
dan kami tetap berhubungan sejak itu.
Begitu rupanya.
Kau suka Kiss?
Kenapa pria sangat menyukainya?
Aku tidak mengerti.
Kan dan Kiss.
Kan!
Sampai jumpa, Semuanya. Sampai nanti.
Kau tahu soal ini, bukan?
Bagaimana aku bisa baru tahu?
Setidaknya sekarang kau tahu.
Apa yang harus kulakukan?
Ikuti kata hatimu.
Kejarlah.
Bukankah itu akan terlambat?
Jangan pakai logika.
Ikuti kata hatimu.
Mengapa menyangkal perasaanmu sendiri
setelah kau tahu keinginan hatimu?
Katakan apa yang kau pikirkan.
Aku…
Aku memikirkan pekerjaan dan Kiss.
Aku mencintaimu.
Apa?
- Ada apa denganmu? Kenapa kau… - Aku mencintaimu.
Sesederhana itu.
Astaga.
Keluargaku punya usaha penatu.
Aku bisa mengantarmu jika kau harus pulang larut lagi.
Bukankah perlu banyak bensin untuk mengantarku pulang?
Kau masuk jalan tol, keluar dari tol, dan melewati banyak jalan kecil.
Bahkan lebih lama daripada naik bus.
Aku ingin menghindari macet, jadi, aku memutar.
Aku akan pergi sekarang.
Kau pulang larut lagi.
Kenapa kau tak menelepon mengabari akan datang?
No comments yet. Be the first to leave one.