The first 200 lines.
POSITIF
TAMASYA
Kau butuh sesuatu, Jane?
Kau minta Sky bicara dengan Pupha soal produk, 'kan?
Bukan begitu caranya.
Kau harus bicara padaku lebih dulu.
Jane, tunggu.
Aku bahkan belum beri tahu siapa pun soal ini.
Jadi, bagaimana dia tahu?
Walau kau tak beri tahu dia,
itu memengaruhi pekerjaan begitu dia mengetahuinya.
Ini berdampak negatif pada pekerjaanmu.
Aku bisa mengerti jika kau tak mau bicara denganku.
Tapi kau tak bisa melakukan ini pada Taurus.
Sumpah aku belum bicara dengan siapa pun soal ini.
Tapi jika kau tak percaya padaku, akan kubawa Sky dan Pupha ke sini.
Tentu. Pergi panggil mereka.
Aku tak keberatan.
Masalahnya,
aku sudah bekerja selama dua tahun.
Pernahkah kuminta bantuan Sky?
Bisakah kau sebutkan sekali?
Mesa, kau tahu di dalam hatimu.
Walau kau tak mengatakan apa pun,
Sky mendukungmu.
Masalahnya, semua orang di kantor merasa harus mendengarkanmu.
Tunggu. Jika itu yang kau katakan,
itu artinya kau punya masalah pribadi denganku.
Tidak, bukan itu.
Ini bukan masalah pribadi.
Aku akan jujur padamu.
Aku selalu merasa kau belum bekerja cukup keras sejak awal.
Apa yang membuatmu berpikir aku tak bekerja keras?
Mesa,
kau sudah bekerja dengan kami selama dua tahun,
tapi kau terus membuat kesalahan.
Kau pikir itu tak apa-apa?
Jadi, apa yang mau kau lakukan?
Aku tak bisa berbuat apa-apa.
Kau harus memikirkannya sendiri.
Ada apa?
Aku membelinya untukmu.
Kita sudah pacaran selama satu tahun.
Selamat hari jadi.
Kau tak suka?
Itu indah.
Sky.
Ya?
Kau bicara dengan ayahmu tentangku?
Lalu, siapa yang memberitahumu?
Nalin memberitahuku.
Kenapa kau melakukannya?
Aku...
Kuperhatikan kau dalam masalah.
Jadi, aku hanya mau membantu.
Apa aku terlihat tak berguna?
Tentu tidak. Kenapa kau bilang begitu?
Kau sangat berbakat.
Bagaimana mungkin?
Orang lain mengira aku payah dalam pekerjaan.
Aku bahkan terlihat seperti orang bodoh.
Jika kau pikir aku berbakat,
kau tak akan banyak membantuku.
Sudah kuminta berkali-kali jangan melakukannya,
tapi kau tak pernah mendengarkan.
Kau hanya mendengarkan orang lain.
Tidak.
Bukan begitu. Aku...
Aku hanya mau membantumu.
Aku lelah.
Hei, Mesa.
Sebaiknya kita bicarakan hal ini lebih dulu.
Sky.
Aku tak marah padamu.
Tapi aku hanya kecewa
kau menganggapku seperti yang lain.
Tidak.
Aku hanya mengkhawatirkanmu.
Itu dia.
Itu membuatku merasa sama sekali tak berguna.
Bisakah kau mencoba memahamiku?
Aku tak bisa berbuat apa-apa saat kau mendapat masalah.
Satu-satunya hal yang bisa kulakukan adalah tetap diam.
Jika aku tak bisa bantu saat kau dalam masalah,
apa gunanya kita pacaran?
Kalau begitu, kita harus putus.
Mesa.
Kenapa sikapmu seperti ini lagi?
Mesa.
Apa ini benar-benar yang kau inginkan?
Apa yang harus kita makan?
Apa hidangan khas di sini?
Aku makan burger cabai kemarin. Itu cukup enak.
Baiklah. Aku mau itu.
Baik.
Lalu, kau?
Aku mau cokelat saja.
-Kau yakin? -Itu saja?
Aku hanya merasa...
-Jane. -Ya?
Boleh aku bicara sebentar?
Masalahnya
Mesa tak meminta bantuanku.
Aku hanya meminta Ayah untuk membantunya.
Tolong beri dia kesempatan.
Dia sangat bertekad.
Makanlah sedikit
atau kau mungkin mabuk.
Mesa putus denganku.
Sial.
Dia memutuskanmu?
Jika itu karena pekerjaan, aku minta maaf.
Aku tak mengira masalahnya akan memburuk.
Tidak.
Ini tak ada hubungannya denganmu.
Sebenarnya,
aku tak harus mengikuti saranmu.
Cukup. Kau akan mabuk.
Sial.
Memalukan sekali jika kami benar-benar harus putus.
Tapi aku juga tak yakin
jika kami akan rujuk.
Sepertinya aku selalu membuatnya merasa tak nyaman
saat kami bersama.
Ini sangat klise.
Apa yang membuatmu merasa lebih baik?
Aku tak tahu.
Apa pun yang membuatnya bahagia, aku turut bahagia juga.
Kau tak akan memikirkan dirimu sendiri?
Tentu saja.
Apa pun untuk membuatnya merasa baik-baik saja.
Lupakan sisanya.
Tapi bukannya
tak ada solusi untuk masalah ini.
Jika mengundurkan diri dan bekerja di tempat lain,
dan aku
tak mencampuri pekerjaannya,
seharusnya tak apa-apa, 'kan?
Baiklah, akan kucoba bicara dengannya.
Tapi jika dia masih bersikeras
mau putus denganku, biarkan saja.
BIBI APA
BIBI APA
Nalin, apa kau sudah tidur?
Bolehkah aku bicara denganmu?
Ada apa?
Kau bosan?
Bertahanlah. Kita akan pulang besok.
Hanya memikirkan satu mobil bersamanya sudah membuatku bosan sampai mati.
Kau mau naik taksi daring denganku besok?
Aku akan mengantarmu pulang.
Tidak apa-apa.
Kami mungkin akan bertengkar lagi jika kulakukan itu.
Bagaimana lenganmu?
Hanya memerah, tapi sudah tak sakit lagi.
Apa yang membuat kalian bertengkar tadi sore?
Apa itu karena Sky?
Ayahmu memberitahuku.
Dia pikir kau mungkin punya perasaan pada Sky.
Itu tak salah.
Seseorang berhak jatuh cinta pada siapa pun.
Tapi untuk kasus Sky, menurutku...
Tidak, Apa.
Apa hak Ayah untuk mengajariku sesuatu?
Dia tak sempurna.
Hal yang mau kukatakan padamu adalah
jika kau sangat mencintai Sky,
bukankah seharusnya kau bekerja keras untuk tetap berteman saja?
Aku mau kau melihatku dan Tara sebagai contoh.
Dulu kami adalah teman
yang sangat dekat.
Kami memutuskan berpacaran pada akhirnya.
Tapi lihatlah kami.
Begitu ada masalah,
bukan hanya sedih, tapi aku juga merasa
seperti kehilangan teman.
Itu lebih buruk daripada kehilangan pacar.
Kau tak bisa menghentikan dirimu
menyukai seseorang.
Aku mengerti itu.
Aku mau kau mencoba menjauh
dan pikirkan mana yang kau pilih
antara persahabatan
dan sesuatu yang lebih.
Aku tak pernah merasa seperti berada dalam keluarga.
Tapi dengan Sky,
dia satu-satunya orang yang membuatku merasa nyaman.
Hanya dia yang bisa melakukan itu.
Lalu, mungkin
kau harus menjaganya dan membiarkan dia tetap seperti itu selamanya.
Berhenti menangis. Tidak perlu menangis lagi.
TARA
TARA
Kupikir kau bilang tak akan minum.
Hanya sedikit.
Kenapa kau tak mengajakku?
-Bersulang. -Ya.
Cuacanya bagus.
Cuaca sangat panas siang tadi, tapi menjadi dingin pada malam hari.
Kenapa kau terlihat sangat tegang?
No comments yet. Be the first to leave one.