The first 200 lines.
"Semua karakter, tempat, institusi, insiden"
"Dan organisasi yang digambarkan dalam drama ini hanyalah fiksi"
"30 September 1987"
"Ruang Klub Majalah Sekolah"
Astaga, banyak sekali.
Ini dikirimkan untuk kita saat liburan.
Kita bahkan dapat bingkisan.
Kita bahkan mendapat surat dari luar sekolah?
Sepertinya begitu. Beberapa dari siswa sekolah lain.
Ini luar biasa. Kita ternyata populer juga.
Yong Tak, kemarilah dan bantu kami.
Jung Hyun, kenapa kamu membawanya bersamamu?
Manis sekali dia selalu muncul.
Baiklah.
"Dari Park Nam Su, Kelas 2-1, SMA Kyunghan"
"Halo, aku siswa tahun pertama"
Kita mendapat tiga kisah tentang orang bertopeng merah.
Semua ceritanya sama.
Mereka bilang melihat orang itu di gang itu.
Tapi apa yang akan kita lakukan?
Kita hanya menunggu sampai orang itu muncul?
Ya, orang itu menyerang gadis cantik dan pria jelek.
Kalau begitu, kita akan baik-baik saja.
Itu tidak lucu, Berengsek.
Kita juga mendapat banyak informasi tentang rumah hantu
di Taegang-dong.
Kurasa itu bagus.
Kita juga bisa berfoto.
Chuseok pekan depan.
Kita punya waktu untuk memikirkannya.
Mari kita pikirkan apa topik berikutnya.
Yang terbaik adalah kasus misteri yang kita liput sebelumnya.
Apa ini?
Ini ada dalam paket?
Benar juga. Aku lupa soal itu.
Tidak ada pemutar video. Kita tidak bisa menontonnya.
"Kompilasi"? Apa ini?
Mungkin itu rekaman sesuatu.
Rekaman apa?
Bagaimana aku tahu?
Ada cara untuk menonton ini?
Bagaimana kalau kita tanya anggota Klub Siaran?
Aku tahu bagaimana kita bisa menontonnya.
Yong Tak, bangun.
"SMA Gyeongcheon, Klub Judo"
Astaga, bau.
Bau apa ini?
Bau sekali di sini.
Kunci pintunya saat keluar setelah selesai menonton rekamannya.
- Baiklah. - Omong-omong,
- sudah dengar dari pelatih kita? - Tentang apa?
Kita akan berlatih selama Chuseok.
Serius?
- Menyebalkan, ya? - Ya, sangat.
Jangan lupa, kunci pintunya saat keluar nanti.
Sampai jumpa.
"Orang bisa mengkhianatimu, tapi kerja kerasmu tidak akan!"
Astaga, berisik sekali.
Kecilkan.
"Hometown: Kaset Kompilasi"
"Episode 3"
Sudah kamu dengarkan?
Apa?
Maksudmu kaset itu?
Hyung In, kurasa...
Tidak.
Jangan katakan apa pun.
Yang penting kamu sudah mendengarkannya.
Apa pun itu, kita harus berpikir dahulu.
Pertama, kita harus berpikir.
Kenapa berpakaian seperti ini? Ada pelanggan di sini.
Berhenti memukulku.
Ambil makananmu sendiri.
- Memang cukup? - Makan secukupnya.
Hentikan.
Ini juga.
Bawa ini ke keluarga Jae Young.
Katanya mereka menutup restoran
agar bisa berkeliling dan mencari Jae Young.
Acar lobak enak untuk makanan biasa.
Ini memalukan.
Apa yang membuatmu malu?
Entahlah. Jae Young bahkan tidak ada di sana.
Astaga, berhentilah bersikap kekanak-kanakan.
Kamu tidak mencemaskannya?
Berhenti bersikap kekanak-kanakan.
Bu, bisa minta air?
Baiklah, tentu.
Selagi banyak kasus kriminal terjadi belakangan ini di Kota Saju,
Lee Kyung Jin, gadis yang menghilang sekitar tanggal 13 Juli lalu,
akhirnya ditemukan tewas.
Sementara itu, Cho Jae Young
yang menghilang sekitar tanggal 15 Juli
dikonfirmasi sebagai putri Cho Kyung Ho,
pelaku teror gas saraf Stasiun Saju tahun 1987.
- Apa maksudnya? - Menurut polisi,
Cho Jae Young dan keluarganya menyembunyikan
- fakta ini dari semuanya. - Hei.
- Apa itu? - Selama 12 tahun terakhir,
mereka tinggal di Incheon
- Kamu tahu itu? - sebelum kembali ke Saju.
Kamu tahu gadis itu adalah putri bedebah itu?
Terima kasih atas makanannya.
Mau ke mana? Kembali ke sini.
Polisi telah mengidentifikasi dan melacak seorang tersangka.
"Mendiang Jung Young Seob"
"Rumah Duka Saju"
Terima kasih.
Terima kasih banyak sudah datang.
Aku tidak kenal siapa pun di sini.
Kita sudah lama tidak berhubungan.
- Min Jae. - Apa?
- Bagaimana jika kita pergi? - Sekarang?
Maaf. Aku sedang banyak pikiran.
Foto di majalah sekolah kita.
Tanda yang kita temukan di tempat rahasia itu
persis seperti kulihat di kamar si bajingan penculik Jae Young.
Jadi, sejujurnya,
aku hanya fokus mencari seseorang
dari SMA kita dan menanyakan
apakah mereka tahu soal itu.
Entah kenapa aku seperti ini.
Menurutku sendiri itu tidak benar.
Aku juga merasa tidak enak kepada Young Seob yang malang.
Baiklah. Aku tidak keberatan, jadi, jangan cemaskan aku.
Kita bisa pergi sekarang kalau kamu menginginkannya.
Permisi. Terima kasih sudah datang.
Aku adik sepupu Young Seob.
Begitu? Pasti sulit bagimu.
Kami teman-teman SMA Young Seob.
Aku tahu. Bibi memberitahuku.
Mau tambah makanan?
Tidak perlu repot, terima kasih.
Maafkan aku. Kami seharusnya membantu.
Tidak apa-apa. Sudah banyak yang membantu.
Kalian berdua dekat dengan Young Seob?
Bisa dibilang begitu.
Kami satu klub di sekolah.
Kalau begitu, bisa tunggu di sini sebentar?
Aku ingin meminta bantuan kalian.
Aku bisa membawakannya jika kalian menunggu di aula.
Aku tahu.
Kamu yakin soal ini?
Tidak apa-apa. Aku ingin berkunjung.
Setelah itu, aku akan mengantar kalian pulang.
Dengan senang hati.
Kamarnya yang itu.
Kami ingin memilih beberapa foto Young Seob
untuk sesuatu seperti pameran peringatan.
Aku tidak tahu banyak soal foto.
Tolong bantu kami memilihkan beberapa.
Kami juga tidak tahu banyak tentang fotografi.
Jika berteman baik dengan Young Seob,
sepertinya kalian mungkin tahu
foto seperti apa yang ingin dia pamerkan.
Coba kulihat.
Seharusnya ada lebih banyak di sini.
- Jung Hyun. - Apa?
Lihat ini.
Luar biasa.
Dia menyimpan semua ini?
Benar.
Aku lupa kita mengambil foto ini.
Apa ini?
Ini kaset video.
Jung Hyun. Kita pernah melihatnya, bukan?
Kamu punya pemutar VHS?
Kurasa tidak.
Orang-orang di keluarga ini tidak menonton TV.
Kalau begitu, jika tidak keberatan, boleh kami pinjam kaset ini?
Apa?
Keputusan bukan di tanganku.
Ada apa ini?
Apa yang terjadi?
Kumohon.
Halo, Pak Jung.
Belum ada yang datang.
Begitu?
Tidak apa-apa.
Begini. Aku hanya
merasa agak kesal.
Aku tidak mengharapkan balasan,
tapi demi saudara-saudara kita,
bisa dibilang, aku berkorban.
Namun, caraku diperlakukan...
Siapa yang pergi ke Jepang dengan kapal zaman sekarang?
Hujan sangat deras sekarang, aku tidak yakin kami bisa berlayar.
Tidak, Pak.
Aku tidak mengeluhkan cara kerjamu.
"Terminal Penumpang Internasional Busan"
Pak Lee.
Kamu datang.
Kami agak terlambat.
Aku meyakinkan diriku bukan itu masalahnya,
tapi aku hampir merasa sedikit kesepian.
Maafkan aku.
Karena harus siapkan beberapa hal untuk diberikan kepadamu,
kami terlambat.
Begitukah?
Mari kita lihat apa itu.
No comments yet. Be the first to leave one.