The first 200 lines.
- Pembunuh Bunga. - Pembunuh Bunga.
- Pembunuh Bunga. - Pembunuh Bunga.
Halo?
Sampai jumpa, Pembunuh Bunga.
3 BULAN SEBELUMNYA
Sudah dua tahun berlalu.
Akhirnya aku kembali.
Banyak hal pasti telah terjadi.
LEE KWANG-SOO?
Di hari aku mencuri dan membawa kabur cip tersebut,
semua menjadi berubah.
Namun, aku tak bisa atasi semua sendiri,
sekalipun cip ini dapat membawa kami semua ke jurang tak berdasar.
Lagi pula, aku anggota penting dalam tim.
Aku tak bisa melihat anggota timku menderita lagi.
KANTOR DETEKTIF DEOKEUN-DONG, GOYANG
Apa yang sebenarnya terjadi?
Karena tak ada pendapatan.
Mereka ternyata jadi miskin tanpa aku.
Namun, mengapa mereka bisa jadi begini?
Ini semua karena Pembunuh Bunga.
- Sial. - Kita benar-benar tertipu olehnya.
Pembunuh Bunga? Siapa dia?
Aku tak bisa percaya siapa pun.
Aku beri tahu banyak rahasiaku kepadanya.
Apa kau suka dengannya?
Aku sempat suka dengannya.
- Kau sempat suka dengannya? - Ya.
Inilah masalahnya.
Karena tidak waspada, kita berhasil dikhianati.
Kwang-soo pun juga kabur dari tim kita.
Sudah kuduga. Mereka tak lupa denganku.
- Kwang-soo… - Jangan bicarakan bedebah itu lagi.
- Bedebah itu. - Bukankah dia tak penting?
Apa maksudmu?
Apa? Dasar berengsek.
Tunggu. Sehun seharusnya sudah datang.
Apa ini benar kantornya?
Cepat ikut denganku. Ayolah.
Tidakkah ini terlalu bobrok?
Tim detektif ada di dalam.
- Ada bunyi. - Astaga…
Tidakkah ini terlalu jelek untuk sebuah kantor detektif?
- Apa kabar? - Sehun!
- Lama tak jumpa. - Jelek sekali.
- Ada apa ini? - Dia kenalan dekatku.
- Begitu? - Ada kasus untuk kita.
- Apa? - Dia selalu bilang begitu.
Dia mau konsultasi kasus.
- Begitu rupanya. Silakan duduk di sini. - Ya.
- Mereka tepercaya? - Tentu. Duduklah.
- Silakan duduk. - Duduklah.
Mata lihai,
posisi tangan,
juga arah sudut tubuh kalian.
Kalian kurang percaya diri untuk kasus ini.
Apa maksudmu?
- Tidak. - Tunggu sebentar.
- Apa kita terlalu rendah hati? - Sehun.
- Bukankah dia mau berkonsultasi? - Benar.
Mengapa dia menghakimi?
Orang ini memang agak sedikit aneh. Tolong dimaklumi.
- Apa kau belajar psikolog? - Kau benar.
Aku anak satu-satunya
dari penulis kisah misteri, Kim Seol-rok.
KIM SUHO ANAK PENULIS KISAH MISTERI KIM SEOL-ROK
Namun, Tidak Ada Siapa Pun .
Selain itu, Anjing dari Baker .
Novel itu sangatlah terkenal.
Karena ayahku meninggal,
aku dapat warisan rumah.
Rumah itu terkenal karena novel tersebut.
Anak dari penulis novel terkenal. Warisan.
Ini sepertinya kasus besar.
Rumah itu sedang kugunakan sebagai pondokan.
Aku menerima penyewa.
Ada lima penghuni rumah, termasuk aku.
KIM SUHO ADALAH ANAK PENULIS KISAH MISTERI
5 ORANG, TERMASUK SUHO, MENGHUNI RUMAH WARISANNYA
Rumahnya berlantai dua
dengan lima kamar.
Selain itu,
kami punya kulkas bersama di area dapur.
Kami menaruh makanan kami di dalam sana.
Tentu saja.
Entah sejak kapan
makanan yang kusimpan di sana
terus menghilang tanpa jejak.
- Apa kau benar… - Kau tak bermaksud
- menanyakan ini, 'kan? - Pencuri makanan.
Dengarlah dahulu.
Bahkan pagi ini, ada yang mencuri kepiting saus kesukaanku.
Aku tak bisa memaafkan itu.
Siapa pencurinya?
Ini serius bagiku.
Walau itu kasus serius untukmu, tim kami biasa mengurusi
- kasus lebih serius. - Kasus pembunuhan.
Aku tahu kalian tak bisa selesaikan kasus serius
sehingga kalian terdampar di sini.
DIA TERUS MENOHOK TITIK LUKA
Kami…
- Tunggu. - Apa?
- Baiklah, kami akan… - Kalian bisa menangkap pencurinya?
Untungnya, kami…
Hanya sampai kemarin saja kita sibuk, 'kan?
Karena kau kenalan Sehun, kami mau membantu.
Bila orang lain, kami tak akan ikut campur.
- Benar. - Tentu saja.
- Kasus ikan teri. - Bukan jenis kasus kami.
- Kasus ikan teri. - Apa maksudmu?
Pencuri kepiting saus?
Walau kasus ini terlalu ringan,
aku merasa waktu timku membutuhkanku adalah sekarang.
Halo!
- Apa ini? - Apa?
- Aku… - Beraninya kau masuk!
- Dengarkan aku. - Keluar!
- Aku… - Keluar!
- Jangan lempar… - Keluar!
- Jangan lempar. - Dasar tak tahu malu!
- Dengarkan… - Pergi!
Maafkan aku!
Maafkan aku!
Yang benar saja. Mengapa dia tak datang?
Pembunuh Bunga itu…
Apa dia mengincarku karena aku yang terhebat?
- Sial. Ke mana dia… - Jong-min!
Hei, dasar kau…
Tunggu. Mari bicara nanti. Ayo lari!
- Lari! - Kenapa?
Berhenti!
- Apa ini? - Lari saja!
Berhenti di tempat!
- Cepat! - Siapa mereka?
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Selamat datang.
PONDOKAN SEOL-ROK HOMES
- Rumahnya bagus. - Benar-benar menawan.
Apa yang kau kerjakan selama ini?
Ceritanya panjang.
Jangan terlalu baik, Min-young. Kita tak boleh menerima dia.
- Dia terus khianati kita. - Jae-suk.
Jae-suk. Kita bisa buang dia nanti.
Mengapa kau berkata begitu?
"Buang aku nanti"?
Kau masih belum masuk ke dalam tim ini.
Itu benar. Aku begini karena ada situasi yang memaksa.
Baiklah.
Hei. Kau dingin sekali padaku.
Mari panggil penghuninya satu demi satu.
Silakan duduk.
Mengapa harus dimulai dariku?
- Ini karena kami profesional… - Ya.
dalam hal investigasi apa pun.
- Namaku Lim Soo-hyang. - Baik.
Umurku 27 tahun.
- Namaku Cho Byung-kyu. - Cho Byung-kyu.
Umurku 24 tahun.
Usiamu 24 tahun.
Aku Bangir, nama asliku Han Bo-reum.
- Han Bo-reum. - Ya.
Umurku 27 tahun.
Aku BJ terkenal. Aku membawakan acara vegetarian.
Kukira masih ada satu orang lagi di sini.
Sepertinya si Kumal tak akan kemari.
Boleh tahu tentang anggota keluargamu?
Aku punya banyak penggemar, tetapi…
Aku punya orang tua, adik laki-laki, dan adik perempuan.
Orang tuaku wafat saat aku masih kecil.
Astaga.
Apa yang kau lakukan semalam?
YANG TERPENTING KEBERADAAN MEREKA
Seperti kataku. Aku memasang kamera
di kulkas.
- Pukul 21.00, 'kan? - Seharusnya pencuri terekam.
Aku pergi keluar pukul 21.00
dan kembali sekitar pukul 03.00.
Setelah bekerja paruh waktu kemarin
dan makan gimbap sekitar pukul 12.00,
aku tidur di kamarku.
Itu saja.
Karena sedang masa ujian, aku pergi ke perpustakaan
untuk belajar kemarin malam. Sekitar pukul 20.00?
Aku terus berada di rumah.
- Kau tak keluar? - Benar.
Aku tidur dari pukul 21.30 hingga pagi.
Apa kau melihat kepiting saus?
Aku lihat. Semalam aku turun untuk minum sekaleng bir,
dan masih ada di sana.
Kepiting itu masih di sana dengan nama "Suho."
Kepiting?
Aku alergi makanan laut. Aku tak bisa makan kepiting.
Bukan dia pelakunya kalau begitu.
Sebenarnya aku tak tahu adakah kepiting saus di kulkas.
- Tak tahu? - Benar.
- Kau tak lihat? - Benar.
Aku ingat samar-samar sekarang.
Sepertinya aku pergi sekali ke kulkas untuk minum di tengah malam.
Kira-kira pukul berapa?
Aku tak ingat.
No comments yet. Be the first to leave one.