The first 164 lines.
[mata kering, sakit kepala, dorongan untuk menggigit,]
[Film yang salah membuatmu menderita hanya selama 90 menit.]
[Pemerintahan yang salah membuatmu menderita selama empat tahun.]
[Para anggota bertengkar dan menyiramkan air.]
[aku berjuang keras untuk masuk ke parlemen]
[Hal yang mendorongku untuk menjadi anggota parlemen]
[membangun pabrik kimia di lingkungan yang sama.]
[Katanya pabrik itu terkontaminasi virus rabies]
[Tapi koruptor parlemen bilang itu untuk perekonomian negara.]
[Presiden bilang itu untuk hubungan diplomatis negara.]
[Tapi aku tahu kami mungkin menjadi orang idiot.]
[Untuk menghentikan para anggota parlemen idiot yang membuat kami menjadi idiot,]
[butuh orang idiot untuk berurusan dengan anggota parlemen idiot.]
[Wang You-wei, Petugas Keamanan alias Tuan Mimisan]
Semuanya, tolong tenanglah.
Tolong, berhenti mendorong!
Jangan mendorong!
Mereka keluar!
Bu Hsiung, jangan bersikap konyol.
Pak Li, selama aku anggota parlemen,
takkan kuizinkan pabrik dibangun.
Jangan dorong!
Minggir! Mau dihajar?
Maaf, Bu Hsiung.
Maaf merusak pakaianmu. Aku tidak sengaja.
Maaf, Bu Hsiung.
Permisi, Pak.
Dia hanya melakukan tugas. Jangan mempersulitnya.
Aku juga melakukan tugasku!
Aku datang untuk merekam kalian hari ini!
Bagaimana perasaanmu saat rumahmu dihancurkan untuk pabrik?
Apa katamu? Katakan lagi!
Bu Hsiung, jangan marah. Tidak apa-apa.
Bagaimana perasaanmu saat menjadi gelandangan?
Kau mendengarkan atau tidak?
Tolong jaga sikapmu.
Aku hanya melakukan tugasku. Dengar.
Apa ayahmu mengajarimu cara menjaga sikap?
- Jika aku ayahmu, kubuat jera kau. - Apa katamu?
Bu Hsiung, tolong tenang. Jangan marah.
Minggir!
Bagaimana perasaanmu?
Kurasa Bu Hsiung menggunakan narkoba.
Kurasa Bu Hsiung menggunakan narkoba.
Kurasa itu LSD. Minta dia melakukan tes narkoba.
Bu Hsiung sepertinya kesulitan mengendalikan emosinya.
Dia juga cenderung memakai kekerasan.
- Bu Hsiung, tenang. - Lepas!
- Tolong tenang. - Lepaskan aku!
Pak Wang, aksimu menahan Bu Hsiung sungguh hebat.
Kau dianggap sebagai pelindung para jurnalis.
Kau menyukai jurnalis?
Sebenarnya, aku berniat menghentikannya, tapi jurnalis itu...
Jangan terlalu dekat.
Berhenti merekam! Enyahlah!
Jika dia punya moral, dia akan mengundurkan diri!
Benar, 'kan?
[Setelah insiden kekerasan itu, Bu Hsiung mengundurkan diri.]
[Kita akan mendapatkan jawabannya setelah pemilihan umum.]
Selamat, Pak Li!
Mudah bagimu mengusir Hsiung Ying-ying.
Biasa saja!
Semua berkat jurnalis hebat kita.
Ayo, bersulang untuk kemenangan kita!
Bersulang!
Bersulang!
Pak Li, siapa yang kau dukung di pemilihan umum?
[menyebabkan kejatuhan seorang anggota parlemen]
[Petugas keamanan Wang yang menahan anggota perlemen ini]
[dan melindungi jurnalis, terkenal dalam sekejap.]
[Banyak orang mendorongnya untuk mengikuti pemilu.]
Ada seseorang yang terpikir olehku.
Astaga.
Kenapa kau kemari?
[Sebenarnya, hanya kau alasanku bekerja di sini.]
Apa kau menjebakku?
Siapa?
Siapa kau berani cari masalah denganku?
Kau melakukannya untuk proyek St. Arian, bukan?
Bu Hsiung, apa kau...
Diam.
Aku bukan lagi anggota parlemen.
Tidak apa-apa cari masalah denganku.
Kau ingin terkenal dengan memanfaatkanku, bukan?
Bu Hsiung, kau yang memulai perkelahian.
Apa ini? Ada yang salah denganmu?
Ya.
Aku mengalami gangguan mimisan. Ini membuat hidungku lebih baik.
Aku kemari bukan untuk membicarakan penyakitmu.
Aku dipaksa mengundurkan diri gara-gara kau.
Kau berutang kursi kepadaku di parlemen.
Berutang apa?
Kau harus memenangkan kursi itu untukku.
Menangkan apa?
Kau tidak mengerti maksudku?
Bicaramu seolah-olah menjadi dewan
lebih mudah daripada memilih makan malam.
Ya, memilih makanan lebih sulit.
Bu Hsiung, berhentilah bercanda.
Tugasku banyak.
Aku bangun pagi-pagi sekali
mengambil koran tanpa sarapan
dan jauh-jauh kemari. Pikirmu aku bercanda?
Aku sungguh ingin memanggil penjaga keamanan.
Tapi karena itu tugasku,
kuperingatkan, jika kau tidak tenang,
silakan pergi.
Aku bodoh, bukan?
Aku kemari untuk meminta petugas keamanan mengikuti pemilihan umum.
Begini...
Kau Wang You-wei, bukan?
Aku ingat kau.
- Apa? - Aku pernah membantu saat kau dirisak.
Tukang mimisan, ini dia!
- Rasakan. - Kau mau melawan?
- Kau mau ke mana? Ke mana? - Ke mana?
[Aku tidak tahu bagaimana membuatmu memahami perasaanku.]
Siapa yang minta bantuanmu?
Aku ingat.
Bahkan jika aku berutang kepadamu...
Rebut kembali kursinya untukku. Tanda tangan di sini.
Aku tidak pernah terpilih sebagai ketua kelas, apalagi dewan.
Aku tahu kau amatir. Aku akan membantu.
Aku akan menjadi asistenmu. Kau bonekaku.
Jika kau butuh boneka, kau bisa mencari...
Maksudku, orang yang bisa kau percaya.
Aku tidak bisa memercayai siapa pun.
Kau pasti punya teman.
Aku juga tidak punya teman.
Jika kau tidak mudah marah,
mungkin aku bisa...
Kau kira aku datang ke sini untuk berteman?
Asalkan aku bisa menghentikan proyek itu,
bahkan semangka pun akan kudukung.
Tanda tangani atau tidak? Satu kata.
Tanda tangani atau tolak aku.
Kau akan menandatanganinya, bukan?
Pilih nomor satu, Wang You-wei!
Pilihlah Wang You-wei!
Pilih nomor satu, Wang You-wei!
Permisi, siapa kau?
Ikut aku jika ingin membantu Hsiu Ying-ying.
Wang You-wei...
Ayo sapa semuanya!
Kau harus mengulangi persis
apa yang kukatakan kepadamu.
Jawab!
Ya.
Nak, dengarkan aku.
Kau tidak akan terpilih tanpa bantuanku.
Jadi, kau harus membantuku sebagai balasannya.
Mengerti?
- Dukung pembangunan pabrik! - Hancurkan pabrik!
Kau berkomplot dengannya?
Pak Wang, kau adalah ketua komite.
Kemarilah jika kau berani!
Beraninya kau membicarakan perlindungan lingkungan!
Wang, apa pun yang dia katakan, jangan dengarkan dia.
Kau bilang akan membantuku.
Benar, 'kan?
Aku dukung pembangunan pabrik.
Aku tahu banyak orang curiga bahwa virus rabies baru
berasal dari limbah beracun
pabrik kimia di St. Arian.
No comments yet. Be the first to leave one.