Mahoutsukai Reimeiki (The Dawn of the Witch)

Mahoutsukai Reimeiki (The Dawn of the Witch)

Download Indonesian Subtitle

Release info

Mahoutsukai Reimeiki S01E09 Bilibili id
A Commentary by furosty
Bilibili Retail

Tags

TS
Published on: 2022-06-10
Downloads: 5
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 193 lines.

Kau yakin tidak mau pulang bersama kami?

Seperti yang kujanjikan, akan kubawa kau sampai Perpustakaan Terlarang.

Aku sekarang lebih sibuk dengan para burung kecilku

daripada membaca Pustaka Zero.

Mereka sudah tumbuh secara dramatis dalam waktu singkat,

aku tak bisa mengabaikan mereka.

Yah, beberapa tahun bagimu pasti terasa singkat, 'kan?

Begitulah.

Sebentar lagi, kau juga akan segera menua.

Jika kita bertemu lagi, mungkin kau sudah mati karena menua.

Aku mau sampai kapan pun selalu terlihat muda, tahu!

Ingatanmu sudah kembali?!

Iya.

Tapi bukan ingatan yang baik juga.

Apa kau ingin melupakannya? Sini, kupukul kepalamu!

Tak usah.

Tapi, aku tidak benar-benar begitu merasakannya.

Kurasa, jika aku berhasil mengingatnya mungkin akan mengubah sesuatu.

Tapi aku tetap tidak tahu...

Maksudmu "tidak tahu"?

Bagaimana rasanya mencintai seseorang?

Profesor Los bilang, kalau Hort suka padaku.

Anu...!

Kalau itu...

Aku ingin tahu, apa yang terjadi saat kau menyukai seseorang.

Mungkin seperti ingin dianggap istimewa, begitu?

Bagiku, Hort itu istimewa.

Apakah ini cinta?

Kurasa bukan.

Begitu, ya? Maaf...

Santai!

Aku senang Sayb meminta nasihatku tentang cinta.

Oh, kalau begitu...

Orang yang muncul di wajahmu ketika kau berpikir akan mati!

Saat mau mati?

Aku mungkin menyukai Profesor Los.

Betul!

Aku juga sangat menyukai Profesor Los!

Aku akan membantumu dengan apa pun. Aku janji!

Aku akan menjadi orang pertama yang kau ajak bicara soal cintamu!

Te-Terima kasih...

Aku harap aku bisa melakukan sesuatu untukmu juga.

Kalau begitu, boleh aku meminta stok energi sihir pagi hari?

Tolong, ya.

Oke.

Tidak bisa...

Maaf, Hort.

Aku mau pergi ke tempat Profesor Zero.

Aku mungkin menyukai Profesor Los.

Oke! Anggap saja aku tidak mendengar apa-apa!

Hei, Profesor Los!

Sayb bilang dia menyukai Anda!

Profesor Los?!

Hei, Hort...

Perasaan cinta orang lain itu bukan hal yang bisa disebarkan ke orang lain.

Profesor Zero.

Eng, saya...

Duduklah, Nak.

Pertama kita bicarakan dulu.

Profesor Los mau pergi?

Kenapa kamu pikir begitu?

Soalnya Profesor akan melarikan diri ketika dicintai oleh seorang murid, bukan?

Sudah merepotkan, mengganggu pula.

Aku juga tahu! Soalnya di gereja juga ada!

Awalnya aku ingin membodohimu,

tapi aku suka pandangan yang tajam.

Seperti yang kau takutkan,

aku adalah tipe guru yang melarikan diri.

Tidak mau!

Aku tidak mau Profesor pergi!

Aku jadi kasihan ke Sayb yang akan kehilangan orang yang disukainya!

Makanya, anggap saja kita tidak mendengar apa-apa...

Kau tak usah khawatir.

Aku masih belum bosan memantau kalian.

Rupanya lebih cepat dari dugaanku.

Terlebih, kau tampak begitu tenang dari yang kucemaskan.

Biasanya, saya begitu panik, tapi...

Yah, itu memang bisa membuat panik.

Tapi, kau tidak gemetar ketakutan.

Kau juga tidak terjebak dalam keputusasaan.

Kau telah memperoleh kekuatan supaya tidak dihancurkan oleh ingatanmu sendiri.

Dihancurkan oleh ingatan...?

Terkadang, ingatan buruk bisa menjadi racun

yang menggerogoti tubuh dan pikiran dari dalam.

Kenapa tiba-tiba saya bisa mengingatnya?

Karena nyawamu dalam bahaya.

Dengan kata lain, kau ingin hidup.

Anak muda, sekarang kau tak lagi hampa.

Kau menemukan cara untuk berjuang,

meskipun kau mengembalikan ingatan yang menyakitkan.

Ibu berkata padaku.

Agar tidak mendekati seorang sahir yang memiliki mata yang sama.

Mata ini agak istimewa.

Aku dan kakakku...

mewarisinya dari ayah kami.

Lalu kakakku itu adalah ayahmu, si Nomor 13.

Aku dan Nomor 13...

adalah satu-satunya dan terakhir dari saudara kami.

Itu sebabnya, dia bahkan akan menghancurkan dunia untukku.

Energi sihirmu juga begitu.

Itu dirancang untuk diberikan kepadaku.

Nomor 13 mengira jika dia mencampur darahnya dengan darah ibumu,

dia akan memiliki anak dengan energi sihir yang tak terbatas.

Ibumu menyadari itu, lalu kabur.

Kalau begitu, Profesor Zero adalah...

Aku adalah bibimu.

Berarti, ini bukan bahaya lain, ya?

Tapi, banyaknya rasa sakit yang kau rasakan adalah salahku.

Itu mungkin memang hal yang buruk,

tapi itu bukan salah Anda.

Selain itu...

Jika bukan karena profesor Zero,

aku tidak akan dilahirkan.

Kau mirip sekali.

Maksud Anda dengan ayahku?

Hanya di bagian "kebaikan"-nya saja.

Saya ingin mendengar tentang ayah.

Lebih tepatnya, saya ingin mengetahuinya.

Sebenarnya, saya ini siapa...

Ayahmu adalah seorang yang rasionalis.

Jika dia menganggapnya rasional,

dia bisa saja bekerja sama dengan mereka yang baru saja saling membunuh.

Tetapi, rasionalitas terkadang mengarah pada kekejaman.

Sebagai akibat dari rasionalismenya yang berlebihan,

Nomor 13 membuat kesalahan yang tidak dapat diubah.

Yaitu perang. Demi menciptakan dunia sahir,

Nomor 13 mengorbankan banyak jiwa untuk itu.

Dia adalah seorang Pejantur Iblis yang akan tercatat dalam sejarah.

Dia adalah kakakku, dan ayahmu.

Mungkin saya mulai sedikit paham.

Tentang apa yang ingin saya lakukan.

Tadi pagi, saya tidak bisa memberikan energi sihir kepada Hort.

Saya merasakan seperti ingin membunuh Hort.

Saya pun merasa takut.

Begitu, ya?

Tapi, saya masih ingin terus menjadi penyuplai energi sihir.

Setidaknya, selama pelatihan ini.

Demi temanmu, ya?

Demi diri saya sendiri.

Saya akan dilatih sihir oleh mereka berdua yang sudah berkembang.

Jadi, tolong izinkan saya berlatih.

Meskipun saya gagal, Profesor Zero tidak akan mati.

Dua tangan?

Sirkulasikan energi sihir di antara kita berdua.

Tetap sesuaikan agar jumlahnya selalu konstan.

Kudo!

Tenanglah! Tetap fokus!

Jantur dan sihir memerlukan konsentrasi.

Jika salah satu temanmu berteriak di tengah pertempuran,

kau tak bisa melindungi apa yang bisa kau lindungi saat pertempuran.

Tapi...

Saya akan menjadi kuat.

Ya. Kau akan menjadi kuat.

Bahkan akan melebihi diriku.

Wah, wah.

Walah, walah. Sepertinya kita agak sedikit terlambat.

Wah, rupanya kau lebih muda dari yang kukira.

Karena semalam mukamu begitu parah untuk dilihat.

Apa yang kau lakukan, Tirani?

Lepaskan anak itu!

Oke, oke.

Ludens.

Beri dia salam.

Apa mungkin dia diperintahkan oleh gereja?

Begitulah.

Bagi gereja, bocah tanpa uang hanyalah bidak pengorbanan saja.

Di gereja juga masih banyak orang baik hati.

Aku tidak terkesan dengan berita yang begitu dibesar-besarkan.

Oh, ternyata ada Nona Halsfur.

Memangnya kau sudah izin meninggalkan sekolah?

Hari ini sekolah sudah selesai di pagi hari.

Saya membawa makan siang untuk pasien.

Namun, saya mendengar teriakan saat di perjalanan,

jadi saya kemari untuk memeriksa keadaannya.

Mohon maafkan saya karena menguping.

Pola pikir "melindungi orang" sudah tertanam ke dalam dirimu, ya?

Tapi bagaimana denganmu?

Tidakkah kau sedikit lelah akhir-akhir ini?

Apakah kau tidak ingin melarikan diri dari desa?

Tidak apa-apa.

Desa sahir pasti akan terus diperhatikan oleh para ekstremis gereja,

dan semua orang datang ke sini dengan pemikiran itu.

Apa?

Ini, makan siang untukmu.

Kau baik sekali...

Ini...

jatah untuk anak ini.

Dia masih anak-anak...

Apakah para ekstremis gereja tidak berpikir

mereka akan gagal dengan menyerahkan pekerjaan kepada anak seperti ini?

Benar juga.

Dia hanya umpan.

Bagi faksi anti-sahir, desa ini adalah rawa yang keruh.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left