The first 200 lines.
Para arkeolog akan membuka peti mati
yang sudah disegel selama lebih dari 2.000 tahun.
Ini sangat berisiko.
Ada retakan besar di atas peti matinya.
Di dalam, bisa saja ada
mumi yang langka dan tak pernah disentuh.
Apa kalian siap untuk membukanya?
Siap? Dengan sangat hati-hati.
Kebangkitan Mumi
Lembah Para Raja.
Rumah abadi bagi para firaun Zaman Keemasan Mesir Kuno.
Di pegunungan ini,
arkeolog telah membuat
beberapa penemuan sejarah yang paling luar biasa.
Jasad para anggota kerajaan yang berusia 3.000 tahun lebih.
Jasad raja-raja ini mewakili puncak seni mumifikasi,
menyiapkan jasad
dengan minyak dan pembungkus linen
untuk menghindari pembusukan.
Namun, evolusi dari kebiasaan suci ini
masih diselimuti misteri.
Kenapa dan bagaimana orang-orang Mesir
mulai mengawetkan jasad mereka?
Lalu apa yang terjadi dengan mumifikasi
saat setelah lebih dari 2.000 tahun
Mesir Kuno ditaklukkan?
Saat ini, para arkeolog di seluruh Mesir
mencari mumi dari awal peradaban
dan dari perhitungannya yang terakhir
untuk mencari tahu soal naik turunnya mumifikasi.
Meredith Brand, arkeolog kelahiran Texas,
menemukan mumi pertamanya di museum Inggris di London
pada usia tujuh tahun.
Sejak saat itu,
dia sangat mau membuka rahasia yang dikandungnya.
Kita bisa dapat mendengar keheningannya, anginnya,
dan merasakan bahwa ini adalah tempat suci.
Meredith sudah datang ke makam Firaun
karena dia percaya rahasia asal-usul mumifikasi
dapat ditemukan di sini.
Situs ini menyimpan petunjuk penting
untuk proses mumifikasi,
baik dari segi teknologi dan dari segi ritualnya,
serta alasan orang Mesir Kuno
sangat mau melestarikan jasad mereka.
Lebih dari 60 makam sudah ditemukan di Lembah.
Sebagian besar didekorasi dari lantai ke langit-langit
dengan citra yang rumit.
Ukirannya, lukisannya begitu segar dan hidup.
Karya seni ini dirancang
untuk membantu membawa mumi pemiliknya dengan selamat
ke alam baka.
Meredith mencari bukti
obsesi orang Mesir Kuno terhadap mumifikasi.
Ini adegan yang saya datangi.
Baik, jadi...
yang bisa saya lihat di sini
adalah dewa berkepala serigala, Anubis...
dan dia membuat mumifikasi, yang merupakan peran sucinya.
Gambar tersebut mewakili mumifikasi pertama
yang dilakukan oleh para dewa, Pembalseman Osiris.
Menurut legenda,
Osiris adalah salah satu dewa pertama
yang berjalan di bumi.
Namun, dalam perseteruan,
dia terbunuh oleh saudaranya, Seth
yang menyebarkan bagian tubuhnya ke seluruh Mesir.
Istri Osiris mencari di sepanjang sungai Nil
untuk menemukan jasadnya yang rusak.
Dengan bantuan Anubis, dia menyusun kembali Osiris
dan membungkusnya dengan kain linen,
membangkitkannya untuk kehidupan kedua
sebagai penguasa Dunia Bawah.
Sejak saat itu,
jasad orang Mesir yang berkuasa
dibungkus dan dibalsem
agar seperti Osiris,
mereka bisa hidup kembali di akhirat.
Adegan ini mengungkapkan tujuan akhir raja,
yaitu mumi yang sempurna
agar dia bisa berhasil terlahir kembali di alam baka.
Gambar tersebut menggambarkan mitos asal-usul mumifikasi.
Namun, itu berasal dari Kerajaan Baru,
lebih dari 1.000 tahun
setelah para orang kaya Mesir mulai mengawetkan jasad mereka.
Untuk mengetahui dengan tepat cara orang Mesir paling awal
memumikan jasad mereka,
para arkeolog perlu menemukan
salah satu harta arkeologi yang paling langka,
mumi dari Kerajaan Lama.
Di Saqqara,
ahli mumi terkenal di dunia, Salima Ikram,
sudah dipanggil ke penemuan yang luar biasa
di salah satu kuburan tertua di Mesir.
Lahir di Pakistan,
dia jatuh cinta dengan Mesir pada kunjungan keluarga
pada usia sembilan tahun.
Dia menghabiskan kariernya
meneliti jasad-jasad Mesir yang kering,
dan bukan hanya manusia.
Dia memeriksa mumi anjing, kucing, bahkan singa.
Di sebuah makam yang berusia lebih dari 4.000 tahun,
arkeolog, Mohamed Megahed,
sudah menemukan satu mumi manusia.
Jika itu milik pemilik asli makamnya,
itu akan menjadi salah satu mumi tertua
yang pernah dilihat oleh Salima atau siapa pun.
Jika kita sungguh menemukan mumi Kerajaan Lama,
itu akan sangat mengasyikkan.
Saya sudah mengerjakan satu atau dua mumi lainnya
dan itu sangat langka,
tetapi sering kali,
ruang pemakaman dan seluruh situsnya
sudah digunakan kembali lama setelah Kerajaan Lama,
jadi, saya harap Mohamed tak mengecewakan.
Selama empat tahun,
Mohamed sudah memimpin penyelidikan
terhadap makam misterius ini.
Salima, terima kasih sudah datang hari ini.
Hal yang dia temukan
sudah mengejutkan dunia Egiptologi.
Di bawah pasir dan puing-puing,
Mohamed menemukan sebuah koridor
yang mengarah ke ruang depan
yang dicat dengan detail menakjubkan
dan warna-warna cerah.
Hieroglif mengungkapkan ini adalah makam
seorang pria bernama Khuwy,
kerabat keluarga kerajaan
yang hidup lebih dari 4.000 tahun yang lalu.
Di ruang pemakaman di dekatnya,
ada empat stoples untuk menampung organ mumi,
sebuah sarkofagus yang hancur dan kosong,
serta berserakan di lantai, serpihan sesosok mumi.
Ini bisa saja salah satu mumi Mesir tertua
yang pernah ditemukan.
Namun, apa itu tulang Khuwy atau penipu?
Tahun lalu,
tim Mohamed menemukan lebih banyak mumi
yang terkubur tepat di luar tembok makam,
dari era yang jauh lebih baru.
Jika mumi di ruang pemakaman berasal dari waktu yang sama,
itu mustahil Khuwy.
Salima di sini untuk memeriksa muminya
untuk mencoba memastikan identitasnya.
Ini gudang besar yang bagus dan terorganisasi.
Jika ternyata itu Khuwy,
jasad itu bisa menjawab
salah satu pertanyaan tertua ahli Mesir Kuno,
"Seberapa awal dalam sejarah mereka,
"orang Mesir menyempurnakan seni mumi yang misterius?"
Dekat kota oasis, Faiyum,
arkeolog Mesir, Basem Gehad,
baru mendirikan kemah di situs terpencil
kota kuno Philadelphia
untuk menyelidiki mumifikasi di akhir kerajaan Mesir.
Saat masih kecil,
tertarik pada rahasia arkeologi Mesir,
Basem memohon kepada ayahnya setiap akhir pekan
untuk membawanya ke Piramida atau ke Museum Mesir Kairo.
Kini, dia bisa tinggal di situs arkeologinya sendiri
selama berbulan-bulan.
Ini tenda tidur kami.
Ini dapur kami, dapur kecil di sini, akan ada kokinya.
Halo, Koki!
Sekitar 2.000 tahun setelah usia Piramida,
masa Raja-Raja Mesir sudah berakhir.
Mesir Kuno diserbu oleh Yunani.
Orang Yunani tak memiliki tradisi
untuk mengawetkan orang yang sudah meninggal.
Basem mau tahu cara penaklukan itu
mengubah praktik mumifikasi.
Seperti yang terlihat, tak ada bukti apa pun di permukaan,
hanya pasir dan gurun, itu saja.
Kini, dia sedang berburu sesuatu yang sangat langka,
kuburan Yunani yang utuh.
Sekarang, sebuah foto baru dari satelit
sudah memberinya petunjuk baru tentang di mana harus menggali.
Jadi, daerah yang terarsir, bisa terlihat di citra satelit
adalah daerah yang ditinggikan,
mungkin daerah tujuan untuk penggaliannya.
Jadi, ayo pergi.
Tim Basem menyapu
lapisan tipis pasir yang tertiup angin
dari gundukannya.
Tepat di bawahnya, dia menemukan petunjuk yang menjanjikan.
Jika ini sudah dijarah, tak ada pasir yang padat.
Di daerah ini, pasirnya sangat padat.
Kita harus menyingkirkannya dengan sangat hati-hati
dan kita lihat saja nanti.
Dalam beberapa menit, pekerja Basem menemukan
garis besar enam pemakaman terpisah
yang terpahat di batu.
Ini penemuan yang fantastis,
tetapi apa kuburan ini belum terjamah?
Kami sangat penasaran untuk melihat isinya.
Itu bisa menceritakan banyak cerita, cerita indah
tentang cara orang Yunani dan Mesir
hidup bersama dalam satu ruang.
Para pekerja membersihkan pasir lepas
No comments yet. Be the first to leave one.