The first 200 lines.
Saya bisa jelaskan.
Lelaki macam apa kau...
Tunggu.
Lepaskan.
Oh, tidak.
Sarapan?
Maaf, tak ada waktu.
Handphone ku?
Ini dia... Semoga harimu menyenangkan.
Ah, Maaf.
Saya berangkat sekarang.
Saya kesiangan.
Cepat, sidangnya akan dimulai.
Apa kau tidak lihat? Bodoh!
Kau hampir membunuhku.
tunggu!
Sebutkan namamu.
Diam, bodoh!
Namamu!
Kau melihat seseorang lari dari tempat kejadian, kan?
Benar.
Apa orangnya ada disini?
Pria itu.
Kau akan baik-baik saja.
Hanya itu.
Maaf, saya terlambat.
Saya menunggumu dari tadi.
Jaksa mungkin melihat saksi.
Tak apa.
Tak apa.
Sekarang, saya akan menanyai saksi.
Apa benar anda melihat tersangkanya?
Saya melihatnya.
Meskipun dalam jarak 20 meter,
anda melihat wajahnya?
Saya tidak bisa percaya.
Saya punya penglihatan yang baik.
Jadi...
Apa yang sedang ku genggam?
Pisang.
Apa terlihat seperti pisang menurutmu?
ini?
Bukan?
Seperti itu...
Hanya itu.
Hanya pisang.
Pengacara!
Apa benar pisang?
Coba anda perlihatkan!
Yang mulia, tidak diragukan lagi.
Itu adalah pisang!
Apa yang salah dengan sebutan pisang adalah sebuah pisang?
Terdakwa meminta pengacara yang baru.
Kelihatanya kau tidak bisa dipercaya.
Sudah kuduga kau berkata seperti itu.
Kau kurang ahli.
Kau kira saya tidak bisa menanganinya?
Jadi pengacara?
Itu hanyalah isu lama.
Kau tahu Tn. Narumi?
Sama sepertiku, Dia hutang budi pada ayahmu.
saya tidak kenal.
Ini tiba di kantornya tadi pagi.
Ini adalah kesempatan terakhirmu.
Benarkah?
Jangan merusak nama ayahmu lagi.
Terima kasih banyak.
Saya akan memperingatkanmu...
Ini kasus berat.
Apa tidak apa saya yang menanganinya?
Tentu, Tak ada yang ingin menyentuhnya.
Nama korban: Yabe Suzuko, 35 tahun.
Dia seorang pedagang barang-barang seni.
Dia ditemukan meninggal dibelakang kediamannya.
Sebab kematian: Terjatuh.
Ada jejak perlawanan di apartementnya.
Mereka menemukan kacing yang bukan milik korban.
Berpisah dari suaminya, Yabe Goro.
Dia menghilang setelah hari pembunuhan.
memeriksa tempatnya,
Mereka menemukan jaket dengan kancing yang hilang.
Hari berikutnya,
Dia ditemukan di penginapan Okutama.
Dia ditangkap.
Dia menyangkal semua tuduhan
Dia tidak membunuhnya.
saya tidak melakukanya!
Bagaimana dengan kancingmu?
Pasti ada yang bisa dijelaskan.
Saya punya alibi.
Apa yang kau lakukan di penginapan?
Saya ingin bunuh diri.
Pabrik rotiku terlalu dekat.
saya mencari tempat untuk bunuh diri.
Tapi, saya masih hidup, seperti yang kau lihat.
Hari itu, Saya ingin mengakhirinya di sebuah penginapan.
Kau akhirnya tidak bisa?
Saya tidak bisa keluar.
Apa maksudmu?
saya ketindisan.
ketindisan?
Ada... Serdadu hantu ...
Di atasku.
saya tidak bisa bergerak.
Pria ini mengaku.
Ny. Houshou...
Kau harus membebaskannya dari tuduhan.
Apa kau yakin dia tidak bersalah?
Andia kata kau adalah tersangkanya.
Apa kau ingin menggunakan "ketindisan" sebagai alibi?
Kau harus dapat dipercaya, kan?
sudut pandangku,
Ini mungkin terlihat seperti ketindisan.
Tidakkah saya memberitahumu? ini kasus berat.
Selamat pagi.
Selamat pagi
Terima kasih untuk kerja kerasmu hari ini.
Kau, juga.
Duduk di pengadilan dengan anak almarhum Dr. Houshou
Sungguh kehormatan.
Tolong jangan kasar terhadapku.
Saya sangat mengenal ayahmu.
Dia sangat dihormati, Meski masih sangat muda.
Terima kasih.
Tolong lanjutkan.
Tergugat mempunyai alibi saat malam pembunuhan.
Kira-kira saat kematian,
Dia berada di Onikirimura.
Diruangan "Grinding Teeth".
Ada rekamannya.
Tak ada yang perlu diragukan dengan rekamanya,
Tapi dia tidak terlihat sampai hari berikutnya,
dan tak seorangpun yang melihat di tempat kejadian.
Dia punya banyak waktu ke tempat kejadian.
dan apa yang dilakukan tersangka?
Dia berada di .
Apa di tertidur?
Dia "ketindisan".
Jadi dia dihantikan...
Ada serdadu hantu diatasnya.
Cobalah?
Pukul 11:20 tadi pagi,
Jika kita mempercayai perkataan pengacaranya,
Tersangka "ketindisan" di ruangan itu.
Tak seorangpun melihatnya,
Pelayan lebih dulu memeriksa beberapa kali.
Sudah diduga, Dia berbohong.
Kenapa dia harus berbohong?
Jika dia berbohong,
Kenapa dia tidak menjelaskan sesuatu yang lebih masuk akal.
Ini tidak benar.
Ini buruk jika dia hanya berargumen seperti itu.
Lagi pula,
Kita harus memanggil serdadu hantu untuk bersaksi.
Sangat menarik!
Nyonya.
Warnanya cocok denganmu.
Dimana kau membelinya?
Isetan Department Store.
Maaf, saya harus ke Shikabane.
Penginapan shikabane.
Saya tahu penginapan Shikabane.
Kemari.
ada disana.
Terima kasih.
Permisi...
Selamat datang.
saya Ny. Houshou dari kantor pengacara Hayamizu.
Saya ingin bicara dengan pelayan kamar.
Seorang pengacara ingin berbicara dengan mu!
Silahkan.
Terima kasih.
terima kasih...
maaf menggangu?
saya Ny. Houshou, Pengacara dari Tn. Yabe Goro.
saya sudah menjelaskan semuanya kepada yang berwenang.
Anda bilang anda mengecek kamar beberapa kali saat malam kejadian .
Anda tidak melihat seorangpun, kan?
Berapa kali saya harus...
Pertanyaanku adalah "Beberapa kali."
Apa sudah menjadi prosedur untuk mengecek setiap tamu seperti itu?
Kami tidak melakukan hal yang konyol!
Kami sama sekali tidak membuka pintu.
Hanya terbuka beberapa kali.
Pintunya terbuka?
Hey! pintunya terbuka?
Bukankan sudah saya katakan?
Lewat sini.
disini.
Ini adalah ruangan "Grinding Teeth".
Nama yang aneh.
Terdengar menakutkan.
Ini desa pengambara serdadu, Sebutanya hanya untuk alasan komersial.
Tunggu sebentar.
Saya tahu, Ini nama ruangan itu. Ini membingunkan.
Tidak juga. di korodor, Tak ada rungan sama sekali.
Apa? Bagaimana disini?
Ruangan "Ringing Ear", Tak difungsikan.
Maaf, dimana toiletnya?
Apa sudah selasai bagian itu?
No comments yet. Be the first to leave one.