Rurouni Kenshin: Meiji Kenkaku Romantan

Rurouni Kenshin: Meiji Kenkaku Romantan

Download Indonesian Subtitle

Release info

Rurouni Kenshin -S1 - E02 [1080p HEVC]
A Commentary by Popopupo1
Untuk releasan Nyaa, Judas, Asw, Anime Time, Jangan lupa berikan Ratings ya*Ig : @Sebastianus_Ariston20

Tags

1080
HEVC
Published on: 2023-07-14
Downloads: 25
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Seminggu telah berlalu.

Meskipun kasus Pembunuh Persimpangan sudah berakhir,

kenapa tidak satu pun muridku yang kembali?!

Agh! Menyebalkan!

Kita memang di zaman yang damai.

Setelah berhenti, sulit bagi mereka kembali lagi.

Bukan hanya itu, aku juga sebal dengan umurmu!

Usia 28 tahun mukanya begitu?

Bohong!

Ini penipuan!

Kamu terlalu muda sebagai mantan pejuang!

Apa lebih baik diriku mengaku 30 tahunan saja?

Menurutku jangan.

Dirimu banyak maunya, ya.

Percuma saja meresahkannya.

Pasti akan ada kalanya muridmu kembali.

Tapi karena tidak ada siapa-siapa saat berlatih,

aku jadi harus repot-repot menumpang dojo kenalan begini!

Kamu juga tidak pernah mau menemani!

Aduh, diriku kurang terbiasa dengan pedang bambu.

Tunggu dulu!

Kenshin, anak ini pencopet!

Ini adalah dompetmu, 'kan?

Sialan! Lepaskan aku, Jelek!

Jel—

Lancang sekali!

Begini-Begini, aku disebut sebagai pendekar bunga desa, tahu!

Bacot, dasar jelek!

Sudah, sudah.

Jika diriku tercopet, biarkan saja.

Bocah, jangan tertangkap lagi, ya.

Ayo, kita teruskan berjalan.

Tunggu, Kenshin ...!

Aduh!

Aku bukan bocah!

Aku adalah anak Samurai Tokyo; Myojin Yahiko!

Aku bukan orang yang perlu dikasihani!

Karena melihatmu sedang menggendong pedang,

jadi hanya ingin kuusili!

Jangan salah paham, Gurita Gondrong!

Bocah ....

Sudah dibilang, aku bukan bocah!

Meski penampilanmu masih kekanakan,

tapi dirimu memiliki hati yang sudah lempeng, ya.

Maaf.

Diriku salah menilai.

Angkuh sekali anaknya.

Tokyo benar-benar tempat yang ramai, ya.

Kamu ke mana saja sebelum kemari, Kenshin?

Diriku hanya keluyuran tidak jelas.

Namanya juga pengembara.

Parasmu menunjukkan banyak tanda tanya, ya.

Eh?

Bukan apa-apa, ah!

Lupakan saja!

Yang jelas, pedang itu ...!

Padahal sudah kusuruh disembunyikan!

Sudah, sudah.

Dua tahun ke belakang masih banyak yang bawa pedang, kok.

Lihat.

Bahkan tidak seorang pun yang peduli.

Tadi saja dicopet gara-gara itu!

Apalagi di pusat kota banyak polisi!

Meski cuma sakabato, nanti diringkus betulan, lo!

Masalah nanti-nanti, diatasi nanti saja.

Astaga ...!

Karena aku mau berlatih dulu,

kamu tolong beli belanjaan, ya.

Terutama miso, garam, dan shoyu.

Semuanya bumbu berat ....

Tidak usah protes!

Maaf, bertanya dari delman.

Apa jalan ke kantor polisi benar lewat sini, Nona?

Oh.

Oh ....

Benar.

Tinggal lurus ke ujung jalan raya, lalu belok kanan.

Terima kasih.

Begitu katanya.

Tolong dipercepat.

Sepertinya bukan orang sini, deh.

Siapa, ya?

Yo, Yahiko!

Ini batasmu menunggak, lo.

Jelas ada uangnya, 'kan?

Masih belum.

Hah?!

Diamlah!

Asal sorenya sudah ada, tak jadi—

P–Pak Gaskeh ...!

Jaga mulutmu baik-baik, Bocah Tengik.

Dengar.

Kau yang tidak memiliki uang,

sama saja tidak ada gunanya!

Aku datang lagi nanti sore.

Jika masih saja belum ada, nasibmu akan lebih buruk dari ini.

Camkan itu!

Sepertinya, kok ribut sekali?

Tunggu, ada kejadian apa?

Ada peringkusan!

Polisi menangkap pelanggar UU Peniadaan Pedang!

Eh?

Lincah sekali seperti kecoak!

Menyerahlah saja!

Hm ....

Keras kepala sekali, ya.

Orang itu ....

Apa boleh buat, lebih baik diriku menyerahkan diri saja.

Minggir kalian!

Jangan menghalangi Polisi Bersenjata Pedang!

Jangan sampai kami minggirkan paksa!

Letnan Ujiki.

Kerja bagus.

Biar diambil alih oleh reguku.

Kalian sudah boleh pergi.

Na–Namun, pria ini tidak punya niat menghunuskan pedangnya.

Lagi pula, dia sudah terkepung.

Polisi Bersenjata Pedang tidak perlu—

Aparat kelas teri sepertimu,

ingin menentangku yang seorang pejuang revolusi Satsuma?

Saat kusuruh pergi, cepatlah pergi dari sini.

Mau beradu pedang denganku, Banci?

Karena berani menggendong pedang di pusat Tokyo,

artinya kau cukup percaya diri, 'kan?

Diriku membawa pedang, bukan untuk dibuat sebagai mainan.

Malahan, diriku bukan membawa pedang untuk menguji kemampuan.

Kenshin!

Dia komplotanmu, ya?

Nn. Kaoru, menyingkir!

Tebasan berikutnya mengarah pada kimono dan mempermalukannya.

Biar kuucapkan sekali lagi.

Mau beradu pedang denganku?

Engkau ini ...

... benarkah seorang petugas polisi?

Ya.

Petugas yang diberi izin membawa pedang dan dilegalkan membunuh.

Polisi Bersenjata Pedang.

Mentang-Mentang aparat, jangan semena-mena!

Tirani!

Dasar Bandit Berseragam!

Berani sekali kalian mengolok-olokku.

Mari berlakukan tindakan anti huru hara.

Ringkus mereka semua.

Diizinkan memakai pedang.

Jika ada yang berani melawan, ...

... bunuh.

Mau kepada Nn. Kaoru,

atau juga warga kota,

jangan kalian berani menodong mereka.

Jika ingin bertarung, lawan diriku.

Akhirnya kau terpancing juga, Banci.

Meski sakabato adalah jenis pedang yang tidak umum,

tapi aksiku ini menjadi pembelaan diri.

Bagi seorang pendekar, ...

... terkadang perlu membunuh supaya kemampuannya tidak tumpul.

Kenshin ...!

Oalah, ternyata peniru?

Benar.

Karena sangat disibukkan pasca-Perang Seinan,

aku jadi baru sempat mampir hari ini.

Tapi jika dipikir-pikir memang sangat aneh.

Himura adalah pria yang pantang memakai pedangnya untuk kejahatan.

Memang benar, julukannya adalah Battousai si Pembantai.

Tapi dirinya tidak pernah sekali pun membunuh atas kepentingannya sendiri.

Semua itu demi membuka Zaman Meiji.

Seorang pahlawan yang menyelamatkan banyak nyawa revolusioner dengan pedangnya.

Tanpa perjuangannya, mungkin revolusi ini takkan terjadi.

Padahal kucari untuk merekrutnya sebagai petinggi tentara angkatan darat.

Tapi terkait kasus tersebut, sebenarnya ...

... seluruh pelaku sudah terbekuk di depan kantor pada pagi buta,

tanpa diketahui siapa yang melakukannya.

Hanya saja, mereka mengaku telah ditegur oleh yang asli.

Apa?!

Meski saya menduga, itu hanya omong kosong bandit yang tidak berdasar.

Ada masalah, Pak Kepala!

Orang bodoh!

Sedang ada tamu di sini!

Ketuklah dulu!

Siap, maafkan saya!

Tetapi Polisi Bersenjata Pedang itu ....

Pasti si Ujiki membuat kekacauan lagi, ya?

"Polisi Bersenjata Pedang"?

Aku baru dengar itu.

Iya.

Regu itu dibentuk kantor pusat untuk menangani kasus-kasus seperti tadi.

Tapi mereka bukan orang disiplin ...

... dan kapten mereka dari Satsuma yang—

Em ....

Mereka mantan pejuang revolusi ...

... yang sulit kami tertibkan.

Oh, jika itu pejuang revolusi dari Satsuma,

memang pasti sulit ditertibkan.

Jadi, kekacauan apa lagi yang dibuatnya?

Bukan kekacauan mereka ....

Mereka justru ditaklukkan oleh hanya satu orang pendekar.

Apa?

Jangan bercanda!

Mereka adalah regu elit kepolisian ini!

Tapi memang begitu ....

Sulit dipercaya ....

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left