The Devils

The Devils

Download Indonesian Subtitle

Release info

The Devils 1971 UNCUT 720p WEB-DL indo
A Commentary by ndaseruag
01:53:39 (Uncut version)

Tags

webdl
Published on: 2026-08-22
Downloads: 1
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

"Film ini diangkat dari fakta sejarah. Tokoh-tokoh utamanya benar-benar pernah hidup,

dan peristiwa-peristiwa penting yang digambarkan dalam film ini benar-benar terjadi."

Diterjemahna neng: NDASERUAG

Yang Mulia menang lagi!

Aku tampak pucat di hadapan kemilau Yang Mulia.

Aku tak tahu dia tertarik pada agama.

Aku penasaran siapa yang akan disukai Yang Mulia hari ini?

Sungguh kemurahan Tuhan.

- Aku belum pernah melihatnya di istana. - Ada saja ulah orang.

Benar. Jalang kampungan.

Lagi! Lagi! Lagi!

Sebuah gagasan yang sangat orisinal, Yang Mulia,

kelahiran Venus.

Aku berdoa agar dapat membantu Yang Mulia melahirkan Prancis baru,

tempat Gereja dan Negara bersatu.

Amin.

SETAN

Dan semoga kaum Protestan terusir dari negeri ini.

Ayo, dasar bajingan Protestan!

Ayo, terus bergerak!

Kerahkan tenagamu!

Gerak!

Gerak!

Ayo! Cepat! Gerak!

Jangan suruh aku mengulanginya.

Tarik, babi-babi Protestan! Tarik!

Dorong!

Perang agama

telah berakhir.

Katolik tak lagi berperang

melawan Protestan.

Kita telah bertahan.

Dan kita berutang atas kelangsungan hidup kita

pada kebijaksanaan dan kemanusiaan

seorang pria,

Georges de Sainte Marthe,

Gubernur Loudun.

Sebab dialah yang berhasil meyakinkan semua penganut agama

untuk menjaga perdamaian.

Dan menyelamatkan kota kita dari kehancuran.

Kota-kota lain kurang beruntung.

Kini sahabat kita telah tewas karena wabah.

Warga Loudun,

setiap kali kalian melihat tembok kota kita

berdiri kokoh dan tetap tegak,

apa pun keyakinan kalian,

tentu kalian akan merasa perlu

membangun sebuah kuil di dalam hati

untuk mengenang orang yang telah menjaganya untuk kalian.

- Amin. - Amin.

- Cepatlah, sekarang giliranku! - Belum! Aku belum bisa melihat apa-apa.

Kalau mereka tak cepat, dia keburu pergi!

Benarkah dia setampan itu?

Aku tak bisa melihat...

Ya! Aku bisa melihat iring-iringannya. Mereka menaiki tangga!

Tapi aku belum bisa melihat apakah dia tampan.

Ya! Aku bisa melihatnya!

Dia pria paling tampan di dunia!

Suster Agnes! Suster Agnes!

Suster Agnes! Suster Agnes! Suster Agnes!

Kenapa kalian meninggalkan doa kalian?

Mereka sedang melihat Pastor Grandier.

Kami ingin melihat iring-iringan pemakaman

Monsieur Sainte Marthe, Bunda Kepala.

Setan selalu siap menggoda kita dengan kenikmatan duniawi.

Doa kalian untuk Sainte Marthe akan lebih khusyuk

karena tak melihat pemakamannya.

Itulah kekuatan hidup dalam biara tertutup.

Ya, saya tahu, Bunda Kepala, tapi itu misa Requiem yang khidmat

dan Kardinal pasti memberi kita dispensasi untuk menghadirinya.

Kekuasaan pamanmu, sang Kardinal, tak perlu dipertanyakan, Suster Agnes.

Kau tak puas dengan kehidupan kontemplatif.

Seharusnya kau bergabung dengan Poor Clares,

merawat para korban wabah,

menggosok gubuk mereka yang dipenuhi kutu.

- Tapi Bunda, aku mencintai tarekat kita. - Kalau begitu, gabungkan keduanya,

gosok seluruh biara dari atas sampai bawah sambil berlutut

sekaligus berdoa untuk jiwa orang yang telah meninggal itu.

Setiap Selasa sore, sejam di ranjang bersama janda pembuat renda,

lalu pergi untuk mengaku dosa. Maksudku, sungguh munafik.

Tak lebih buruk dari para peniten-nya, setidaknya yang cantik-cantik.

Mereka melakukannya di sana, di sakristi, hampir di depan

Sakramen Mahakudus.

Grandier bisa melakukannya denganku di mana saja,

bahkan di Altar Suci sekalipun.

- Ssst! Itu penistaan! - Lihat, dia datang!

Nah, demi pria seperti itu, aku rela masuk Neraka, kan?

Jangan lihat aku! Jangan lihat aku! Jangan lihat aku!

Aku cantik! Aku cantik!

Hilangkan punukku.

Kristus, tunjukkan jalan kepadaku.

Rangkul aku dengan tangan suci-Mu.

Biarkan darah mengalir di antara kita, menyatukan kita.

Grandier.

Grandier.

Terjemahkan sambil jalan, baris demi baris.

"Kenikmatan nafsu itu buruk, singkat, dan menyakitkan."

Kejenuhan.

"Dan kejenuhan mengikuti hasrat."

Lanjutkan.

Oh! Aku tak suka! Aku benci.

Ayahmu mengirimmu kemari untuk belajar bahasa Latin.

Dan kita tak boleh mengecewakannya.

"Tapi dalam waktu senggang abadi seperti ini,

"berbaringlah dan habiskan waktu dengan berciuman.

"Tanpa kejenuhan dan tanpa rasa malu.

"Sekarang, selamanya, semuanya akan menjadi kenikmatan.

"Takkan ada akhirnya.

"Melainkan awal yang abadi."

Kenapa kau menangis?

Aku hamil.

Dan berakhirlah semuanya.

Kau harus belajar memikul salibmu dengan ketabahan seorang Kristen, Nak.

Aku takut.

Ya, tentu saja.

Bagaimana mungkin aku mengakui anak ini?

Aku sangat takut!

Dan betapa beraninya kita dalam cinta, bukan begitu, Phillipe?

Sepanjang malam-malam musim panas itu,

betapa tak takutnya kita setiap kali kita berdekatan.

Ingat?

Kita tertawa saat membangkitkan hasrat itu. Dan sekarang,

- hasrat itu telah melahap kita. - Tolong aku.

Padahal kita seharusnya menjadi penyelamat satu sama lain.

- Apa aku benar-benar percaya itu mungkin? - Aku mencintaimu.

Ya, aku memang mempercayainya.

Aku ingat meninggalkanmu suatu hari, kau begitu lihai saat itu.

Aku dipenuhi rasa percaya diri yang tak tahu malu setelah persatuan yang sempurna.

Saat pergi, aku berpikir...

Sungguh, aku berpikir, tubuh bisa melampaui tujuannya.

Tubuh bisa menjadi sesuatu yang begitu murni

hingga bisa dipuja hingga batas imajinasi.

Segalanya diperbolehkan. Semuanya benar.

Dan kesempurnaan seperti itu memberi kita pemahaman tentang

keadaan hidup yang mengerikan ini.

Tapi apalagi sekarang? Hmm?

Sebiji telur.

Sesuatu yang kesepian, melelahkan,

dan sakit.

Di mana cinta?

Memangnya di mana?

Pergilah kepada ayahmu.

Katakan yang sebenarnya.

Biarkan dia mencarikan pria baik.

Mereka masih ada.

Tolong aku.

Bagaimana aku bisa menolongmu?

Pegang tanganku.

Seperti menyentuh orang mati, ya?

Selamat tinggal, Phillipe.

Jangan terlalu lama.

- Angkat bagianmu. - Dia bocor.

Jangan berani-berani.

Bawa keluar orang matinya!

Mereka semua mati! Mereka semua sekarat!

Ayah! Ayah, tolong cepat kemari.

Tabib dan ahli bedahnya tak berguna, Ibu sedang sekarat!

Taburan serbuk sari yang lembut, balsem paling harum dari alam,

serbuk sari eucalyptus.

Dari bahasa Yunani kaluptos , bunga tertutup yang terlindungi tudung.

Perangkap bagi tawon yang gagah berani.

Penyembuh hymenoptera.

Racun untuk mengusir racun.

Bisa membunuh atau menyembuhkan!

Kemarin, bubuk mistletoe. Air ceri hitam.

Ini obat yang sudah diakui khasiatnya! Tak pernah ada yang mengeluh!

Lintah! Ular beludak kering!

Sarsaparilla dan kepala bunga poppy, dan sekarang apa?

Tawon?

Ibu, kumohon!

Kegilaan apalagi ini?

- Buaya? - Para siswi berjalan berpasangan.

Reptil simian, sirkulasi sel, bantuan yang sangat berharga.

Jangan buayanya!

Hadapkan wajahmu kepada Tuhan, putriku. Bersukacitalah. Bersukacitalah.

Kau berdiri di ambang kehidupan abadi. Aku iri padamu.

Bawa keluar orang matinya!

- Bawa keluar orang matinya! - Bawa keluar orang matinya!

- Bawa keluar orang matinya! - Bawa keluar orang matinya!

Mari kita berdoa untuknya bersama.

Kami serahkan kepada-Mu, ya Tuhan, jiwa hamba-Mu, Madame...

De Brou.

De Brou.

De Brou.

Meski dia telah mati bagi dunia ini, semoga dia tetap hidup di hadapan-Mu.

Dan atas dosa-dosa yang telah diperbuatnya di dunia ini karena...

karena kelemahan manusia,

semoga dalam kemurahan hati-Mu,

Engkau mengampuninya.

- Amin. - Amin.

Di mana kau?

Bersembunyi di antara mayat-mayat, ya?

Keluar, pengecut!

Mayat-mayat itu tak akan menyelamatkanmu sekarang.

- Di mana dia? - Siapa?

Sang pendeta! Perusak kesucian itu, Grandier.

Tak ada wanita di seluruh kota ini yang aman dari nafsu bejatnya. Tak satu pun!

- Ibu maupun anak. - Yang hidup maupun yang mati.

Nekrofilia terputus.

- Virga distracta. - Pelacur.

More Indonesian subtitles for The Devils

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left